fbpx

Pangkas dan Fokus

sumber foto: completewellbeing.com

Dalam proses pertumbuhannya yang cepat, incumbent biasanya melebarkan sayap ke berbagai lini bisnis. Lego adalah salah satu contohnya. Diawali oleh Oleg Kirk Cristiansen, tukang kayu dari Billund, Dernmark. Ia membuat mainan kayu pada tahun 1932. Tahun 1934, merek Lego, dari bahasa Denmark “leg godt,” yang berarti “play well,” diperkenalkan. Tahun 1947, Lego memproduksi mainan plastik. Interlocking bricks yang kemudian melegenda diluncurkan tahun 1949. Setiap set terdiri dari interlocking bricks beraneka warna, beragam gears, figur mini, dan berbagai komponen lainnya. Bagian-bagian tersebut dapat dibongkar-pasang untuk membentuk kendaraan, bangunan, robot, dan sebagainya.

Puncak kejayaan Lego dicapai tahun 1993. Kemudian Lego ekspansif membuka berbagai lini bisnis baru. Sejumlah Legoland Amusement Park dibuka di Denmark, Inggris, Jerman, California, Florida, Malaysia, Emirat Arab, dan China. Walaupun pada tahun 2005, 70% sahamnya diambil alih Blackstone Grup yang berpusat di New York. Selain itu, terdapat pula delapan Legoland Discovery Center di Jerman, UK, Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada. Selain theme park, di sektor jasa Lego juga mengoperasikan 130-an Lego Store dan Lego Serious Play. Yang terakhir ini memberikan konsultansi bisnis, khususnya creative thinking, dengan metoda experietial learning berbasis Lego bricks. Produk-produk turunan yang diluncurkan Lego Grup juga tidak sedikit, mencakup video games, board games, film dan acara televisi, buku dan majalah, serta pakaian anak-anak.

Namun kemudian Lego Grup dilanda krisis. Pertumbuhannya melambat. Beberapa diversifikasinya tidak begitu sukses. Sejumlah lini bisnisnya diambil alih pihak lain. Puncaknya, di tahun 2003 praktis Lego mengalami free fall. Pada tahun 2004 Lego melakukan langkah penyelamatan yang ekstrim, fokus pada core of the core: Lego bricks. Tim manajemen mengurai portofolio aset dan melepas lini bisnis di luar produksi bricks. Langkah-langkah berikutnya praktis all about bricks: menambah variasi warna dari enam menjadi limapuluh, meremajakan lini produk, dan secara agresif memperbarui disain produk. Akhirnya, Lego selamat. Lesson learnt: ketika badai krisis menghantam, jangan bergenit-genit dengan banyak aksesoris. Pangkas dan fokus!

-AM-

Leave a Reply

Your email address will not be published.

× How can I help you?