fbpx
Article

9+ TIPS AGAR PRESENTASI MU MENJUAL

Presentasi adalah momen yang kerap kita jumpai. Posisi Anda bisa sebagai presenter, bisa juga sebagai audiens. Coba Anda ingat-ingat kembali, sebagai audiens mana yang lebih kerap Anda jumpai: sesi presentasi yang asik untuk diikuti dari awal hingga akhir, atau yang membosankan? Saya lebih sering mengalami kondisi kedua, di mana sepanjang presentasi berlangsung saya menguap, walaupun semalam tidur cukup, atau tergoda membuka fitur-fitur smartphone, dan kemudian menarik nafas lega ketika presentasi berakhir.

Kok bisa? Apa masalahnya? Sebagai salah satu bentuk public speaking, penyebab presentasi menjadi tidak menarik untuk diikuti bisa bermacam-macam, namun setidaknya bisa dikelompokkan menjadi tiga hal: konten yang lemah, penyampaian yang tidak efektif, dan physical appearance presenter yang tidak menarik.

Pertama, soal konten yang lemah. Bisa jadi objective dan gagasan utamanya tidak jelas, sehingga audiens sulit menangkap apa yang dimaui presenter. Kemungkinan lain, gagasan utama tersebut tidak connect dengan concern dan kebutuhan audiens. Akibatnya, audiens tidak terdorong untuk menyimak.

Masih masalah konten, bisa juga audiens dibuat mengerutkan kening karena konten tidak disusun dengan alur yang logis dan sistematis, mirip potongan-potongan puzzle yang berantakan. Di samping itu, kita juga kerap berhadapan dengan presentasi yang tidak berisi, tidak mendalam, basi, atau klise.

Kedua, delivery yang tidak efektif. Ini biasanya terkait dengan skill untuk mendayagunakan bahasa verbal dan non-verbal yang tidak atau kurang terlatih. Fenomena yang tertangkap oleh audiens bisa berupa pilihan kata yang tidak tepat, banyaknya kata atau kalimat yang tidak perlu, tempo yang terlalu cepat, intonasi yang datar atau tidak beraturan, volume suara yang terlalu pelan atau terlalu keras, dan bahasa tubuh yang tidak selaras.

Ketiga, physical appearance presenter yang terkesan tidak menarik. Kesan yang kurang positif itu bisa timbul karena audiens melihat presenter tidak segar, antusias dan bersahabat, tampilan fisik kurang bersih dan rapi, atau pakaian yang dikenakan tidak sesuai dengan forum presentasi tersebut.

Jika demikian, apa call to action-nya? Dalam berbagai training Powerful Presentation yang diselenggarakan Peopleshift, dilatihkan sembilan tips berikut ini.

Pertama, pastikan satu topik atau gagasan utama yang ingin dibawa dalam presentasi Anda. Prinsipnya, less is better. Semakin fokus, semakin tajam, semakin baik.

Kedua, susunlah sebuah kerangka yang logis dan sistematis, namun sederhana, yang dijadikan acuan sepanjang proses mengelaborasi topik atau gagasan utama tersebut.

Ketiga, lakukan riset yang mendalam untuk mengelaborasi topik atau gagasan utama yang telah ditentukan. Jangan malas untuk mengakses berbaga sumber yang relevan, baik digital maupun digital. Riset yang intensif dibutuhkan untuk memastikan materi presentasi kita berisi dan tidak basi.

Keempat, tuliskan materi presentasi Anda. Beberapa orang mungkin merasa cukup menuliskan materi presentasi dalam bentuk pointers atau skema. Namun dianjurkan untuk menuliskannya dalam bentuk script lengkap. Tentu saja tujuannya bukan untuk dibacakan ketika Anda melakukan presentasi. Dengan menulis script, dan kemudian merevisinya beberapa kali, sebenarnya Anda sedang melatih flow presentasi Anda agar lebih utuh dan mengalir dengan mulus.

Kelima, lakukan latihan fisik ringan, dan latihlah pula pernafasan Anda. Fisik yang sehat dan bugar sangat menunjang penampilan yang segar dan antusias ketika melakukan presentasi. Nafas yang panjang dan teratur akan membuat artikulasi Anda lebih jelas, dan vokal Anda lebih bulat.

Keenam, rencanakan bagaimana Anda akan memanfaatkan bahasa non-verbal untuk memperkuat delivery dari presentasi Anda. Terkait dengan poin keempat di atas,di script presentasi Anda bisa tambahkan clue mengenai non-verbal language yang akan digunakan, lalu latihlah pada saat melakukan rehearsal.

Ketujuh, galilah informasi selengkap mungkin tentang event atau forum di mana Anda akan melakukan presentasi. Bukan sekedar kapan dan di mana, namun juga sifat acaranya formal, semiformal, atau informal, karakteristik audiensnya seperti apa, apakah ada dresscode tertentu, alat bantu apa saja yang bisa digunakan, dan lain-lain.

Kedelapan, lakukan rehearsal, baik mind rehearsal, maupun physical rehearsal. Mind rehearsal adalah latihan yang dilakukan secara virtual di dalam pikiran. Secara sederhana, teknisnya adalah mengimajinasikan presentasi tersebut secara end-to-end, mulai dari awal hingga akhir. Hal ini sebaiknya diulang beberapa kali, sampai Anda merasa firm dan nyaman. Physical rehearsal adalah berlatih untuk menyampaikan presentasi secara fisik. Bisa dilakukan di depan cermin, atau di hadapan rekan-rekan Anda.

Kesembilan, pastikan tidur cukup di malam sebelum presentasi. Ingat, audiens ingin berhadapan dengan presenter yang tampil segar dan antusias. Presenter yang terlihat lelah dan mengantuk sulit untuk membangkitkan selera mereka.

Berbagai fakta menunjukkan, orang yang handal dalam presentation skill memiliki nilai tambah untuk menaikkan karirnya ke jenjang yang lebih tinggi, karena mempresentasikan gagasan adalah bagian yang tak terpisahkan dari peran leaders dalam memimpin dan mengarahkan tim atau organisasi.

Bagi Anda yang berkecimpung di area Marketing & Sales, kemampuan presentasi adalah ujung tombak keberhasilan. Keberhasilan memasarkan atau menjual tidak semata-mata persoalan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan, melainkan juga tentang sejauh mana kita mampu mendapatkan trust dan engagement dari pelanggan.

Di samping itu, di level yang lebih personal, kemampuan presentasi yang prima sangat bermanfaat ketika Anda mengikuti proses wawancara kerja. Jangan sampai, calon employer kesulitan melihat sisi-sisi terbaik Anda karena Anda tidak mampu mempresentasikannya secara powerful.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *