fbpx
Article

When Home Becomes The Workplace: Avoiding Stress & Burnout!

Dalam beberapa waktu terakhir, mayoritas perusahaan memberlakukan kebijakan work from home. Secara umum, kebijakan ini memang mengurangi dampak negatif persebaran penularan pandemi covid. Namun, anda juga perlu mempertimbangkan konsekuensi berkaitan dengan kesehatan mental selama bekerja remote.

Mengapa hal ini perlu menjadi perhatian? Beberapa survey menyatakan bahwa remote working berpotensi menyebabkan stress yang mengurangi produktivitas bekerja. Hal ini umumnya diakibatkan oleh dua hal: isolasi dan burnout.

Dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari, interaksi yang kita lakukan dengan partner kerja memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk bersosialisasi dan merasakan sense of belonging kepada kelompok tertentu. Namun dalam kondisi terisolasi, para pekerja khususnya dengan kepribadian ekstrovert cenderung merasa tertekan ketika harus melakukan social distancing dalam waktu cukup lama.

Beberapa perusahaan mengatasi permasalahan ini dengan menjadikan sesi remote working (khususnya saat sesi virtual meeting) tidak sekaku biasanya. GitLab misalnya mengadakan sesi “virtual coffee break”, dimana saat bekerja remote, anggota tim mengalokasikan waktu untuk saling bercanda dan berdiskusi mengenai hal-hal di luar pekerjaan.

Selain perusahaan, anda sebagai individu juga dapat memanfaatkan momen isolasi untuk menjalin komunikasi ke senior/partner kerja/mentor lama anda. Saya pribadi memanfaatkan momen ini untuk sharing dan berkonsultasi mengenai bisnis dengan beberapa mentor yang sudah lama tidak dihubungi. Alhasil, selain insight, anda juga dapat membuka beberapa peluang-peluang baru yang belum terpikir sebelumnya (ingat, via telp atau Whatsapp ya!)

Selain isolasi, faktor kedua yang perlu untuk diatasi adalah masalah burnout. Berdasarkan survey, 82% pekerja remote di US merasa burnout akan beban kerja yang diterima, serta 52% pekerja merasa menghabiskan waktu bekerja lebih lama dibandingkan rekan-rekannya yang bekerja secara offline. Hal ini diakibatkan karena remote working cenderung menghilangkan batas antara pekerjaan dan personal life. Apalagi anggota keluarga juga diliburkan dan sama-sama ‘work from home’.

Hal ini dapat diatasi dengan menciptakan tempat privat yang nyaman di rumah agar anda dapat bekerja dengan fokus. Selain itu, anda juga dapat men-define waktu kerja secara ‘saklek’ serta menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan exercise indoor pada waktu-waktu tertentu.

Intinya, jangan sampai bekerja remote justru meningkatkan stress dan menurunkan produktivitas anda ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound