Sebuah perusahaan perlu memiliki manajemen performa (continuous performance management) untuk memastikan setiap karyawan bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Itulah kenapa setiap perusahaan maupun organisasi memiliki atasan yang berfungsi melakukan penilaian dan memberikan masukan terhadap kinerja karyawan atau bawahannya.
Sebelumnya, perusahaan menerapkan manajemen performa tahunan di mana penilaian hanya dilaksanakan setahun sekali saat rapat. Seiring berkembangnya zaman, perusahaan mulai meninggalkan metode ini dan memilih manajemen performa berkelanjutan.
Pengertian Continuous Performance Management
Manajemen performa berkelanjutan adalah pendekatan modern yang berfokus pada karyawan untuk mendukung, mengevaluasi, dan meningkatkan performa karyawan. Manajemen ini memungkinkan perusahaan menciptakan lingkungan kerja tepercaya yang mendukung karyawan mengatur perkembangan kariernya sendiri.
Di lingkungan kerja yang mengadopsi manajemen ini, setiap karyawan saling mendukung satu sama lain dengan memberikan masukan dan umpan-balik yang bersifat membangun dan menghargai.
Budaya kerja yang menerapkan manajemen ini biasanya:
– Mendukung pola pikir maju dengan fokus pada umpan-balik yang bersifat informatif, langsung, dan sering.
– Memperkuat hubungan dengan memperbaiki komunikasi dan pelatihan antar-karyawan, manajer, atasan, dan mentor.
Indikator Manajemen Performa Berkelanjutan yang Efektif
Strategi manajemen performa yang efektif dimulai dengan dasar kepercayaan yang dihasilkan melalui memberikan apresiasi pada karyawan secara strategis dan komprehensif. Sikap positif adalah landasan agar umpan-balik yang membangun menjadi peluang bagi pembelajaran semua karyawan.
Jika hal ini sudah menjadi budaya perusahaan, kepercayaan meningkat dan karyawan merasa aman dan bebas memberikan dan menerima umpan-balik dari rekan kerja atau manajer. Bertatap muka dengan atasan menjadi pengalaman positif dan bukan lagi hal yang mengakibatkan cemas dan stres.
Banyak perusahaan kelas dunia membentuk budaya memberi umpan-balik sebagai solusi dari pertumbuhan perusahaan mereka.
5 Manfaat Continuous Performance Management
Perusahaan yang menerapkan manajemen performa berkelanjutan akan merasakan lima manfaat berikut ini.
1. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan
Karyawan, yang bisa dengan leluasa membicarakan tujuan keberhasilan dengan manajernya, memiliki kemungkinan untuk terlibat dalam pengembangan perusahaan. Karyawan yang mendapatkan umpan-balik setiap hari dari atasannya memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk terlibat dalam upaya perbaikan perusahaan.
2. Meningkatkan Retensi Karyawan
Tingginya frekuensi umpan-balik antara karyawan dan manajer akan meningkatkan komunikasi. Meningkatnya komunikasi akan menciptakan suasana kantor yang peduli dan memenuhi kebutuhan karyawan. Jika merasa dihargai, loyalitas karyawan pun akan meningkat.
3. Meningkatkan Hubungan Antar-Karyawan
Teknologi dan hubungkan menghubungkan kita satu sama lain dengan cara yang modern. Sistem manajemen performa yang cerdas memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hubungan antar-karyawan.
4. Membangun Kepercayaan
Perusahaan yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada karyawannya cenderung memiliki performa yang lebih besar. Performa yang lebih besar berarti keuntungan yang lebih besar pula. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang mempercayai pimpinan mereka memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mencintai pekerjaan dan terlibat dalam perbaikan performa perusahaannya.
5. Memberikan Data Penting
Dengan mencatat dan mengupas data kecil dan melihat kondisi dari sudut pandang berbeda, perusahaan bisa mengetahui bagaimana tujuan ditetapkan dan dicapai, bagaimana manajer berkomunikasi dengan timnya, seberapa besar energi yang dicurahkan, dan di mana karyawan potensial berada.
Sistem manajemen ini tidak hanya memberikan gambaran data tahunan, tetapi arus data berkelanjutan agar perusahaan lebih memahami budaya dan efektivitas pendekatan manajemen performa yang dijalankan.
Continuous Performance Management memungkinkan perusahaan memberikan umpan-balik terus-menerus dan sering pada karyawan. Nantinya, umpan-balik ini memberikan kontribusi bagi perkembangan karier karyawan dan, secara tidak langsung, pada performa perusahaan. Karyawan cenderung akan meningkatkan loyalitas mereka jika sering mendapatkan masukan yang membangun.
