5 Manfaat Menerapkan Continuous Performance Management

5 Manfaat Menerapkan Continuous Performance Management

Sebuah perusahaan perlu memiliki manajemen performa (continuous performance management) untuk memastikan setiap karyawan bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Itulah kenapa setiap perusahaan maupun organisasi memiliki atasan yang berfungsi melakukan penilaian dan memberikan masukan terhadap kinerja karyawan atau bawahannya. 

Sebelumnya, perusahaan menerapkan manajemen performa tahunan di mana penilaian hanya dilaksanakan setahun sekali saat rapat. Seiring berkembangnya zaman, perusahaan mulai meninggalkan metode ini dan memilih manajemen performa berkelanjutan.

Pengertian Continuous Performance Management

Manajemen performa berkelanjutan adalah pendekatan modern yang berfokus pada karyawan untuk mendukung, mengevaluasi, dan meningkatkan performa karyawan. Manajemen ini memungkinkan perusahaan menciptakan lingkungan kerja tepercaya yang mendukung karyawan mengatur perkembangan kariernya sendiri.

Di lingkungan kerja yang mengadopsi manajemen ini, setiap karyawan saling mendukung satu sama lain dengan memberikan masukan dan umpan-balik yang bersifat membangun dan menghargai.

Budaya kerja yang menerapkan manajemen ini biasanya:

– Mendukung pola pikir maju dengan fokus pada umpan-balik yang bersifat informatif, langsung, dan sering.

– Memperkuat hubungan dengan memperbaiki komunikasi dan pelatihan antar-karyawan, manajer, atasan, dan mentor.

Indikator Manajemen Performa Berkelanjutan yang Efektif

Strategi manajemen performa yang efektif dimulai dengan dasar kepercayaan yang dihasilkan melalui memberikan apresiasi pada karyawan secara strategis dan komprehensif. Sikap positif adalah landasan agar umpan-balik yang membangun menjadi peluang bagi pembelajaran semua karyawan.

Jika hal ini sudah menjadi budaya perusahaan, kepercayaan meningkat dan karyawan merasa aman dan bebas memberikan dan menerima umpan-balik dari rekan kerja atau manajer. Bertatap muka dengan atasan menjadi pengalaman positif dan bukan lagi hal yang mengakibatkan cemas dan stres.

Banyak perusahaan kelas dunia membentuk budaya memberi umpan-balik sebagai solusi dari pertumbuhan perusahaan mereka.

5 Manfaat Continuous Performance Management

Perusahaan yang menerapkan manajemen performa berkelanjutan akan merasakan lima manfaat berikut ini.

1. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Karyawan, yang bisa dengan leluasa membicarakan tujuan keberhasilan dengan manajernya, memiliki kemungkinan untuk terlibat dalam pengembangan perusahaan. Karyawan yang mendapatkan umpan-balik setiap hari dari atasannya memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk terlibat dalam upaya perbaikan perusahaan.

2. Meningkatkan Retensi Karyawan

Tingginya frekuensi umpan-balik antara karyawan dan manajer akan meningkatkan komunikasi. Meningkatnya komunikasi akan menciptakan suasana kantor yang peduli dan memenuhi kebutuhan karyawan. Jika merasa dihargai, loyalitas karyawan pun akan meningkat.

3. Meningkatkan Hubungan Antar-Karyawan

Teknologi dan hubungkan menghubungkan kita satu sama lain dengan cara yang modern. Sistem manajemen performa yang cerdas memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hubungan antar-karyawan. 

4. Membangun Kepercayaan

Perusahaan yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada karyawannya cenderung memiliki performa yang lebih besar. Performa yang lebih besar berarti keuntungan yang lebih besar pula. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang mempercayai pimpinan mereka memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mencintai pekerjaan dan terlibat dalam perbaikan performa perusahaannya.

5. Memberikan Data Penting

Dengan mencatat dan mengupas data kecil dan melihat kondisi dari sudut pandang berbeda, perusahaan bisa mengetahui bagaimana tujuan ditetapkan dan dicapai, bagaimana manajer berkomunikasi dengan timnya, seberapa besar energi yang dicurahkan, dan di mana karyawan potensial berada. 

Sistem manajemen ini tidak hanya memberikan gambaran data tahunan, tetapi arus data berkelanjutan agar perusahaan lebih memahami budaya dan efektivitas pendekatan manajemen performa yang dijalankan.

Continuous Performance Management memungkinkan perusahaan memberikan umpan-balik terus-menerus dan sering pada karyawan. Nantinya, umpan-balik ini memberikan kontribusi bagi perkembangan karier karyawan dan, secara tidak langsung, pada performa perusahaan. Karyawan cenderung akan meningkatkan loyalitas mereka jika sering mendapatkan masukan yang membangun.

4 Jenis Performance Metrics yang Perlu Diketahui

4 Jenis Performance Metrics yang Perlu Diketahui

Mengetahui apa saja performance metrics memberikan cara agar perusahaan dapat mengukur pertumbuhan dan perkembangan bisnisnya. Setiap perusahaan memiliki metriknya sendiri untuk menentukan apakah tujuan yang ingin dicapai sudah terpenuhi.

Metrik yang dimaksud adalah data yang digunakan untuk mengetahui perkembangan di setiap perusahaan dengan menggunakan kegiatan, perilaku karyawan, dan produktivitas sebagai metrik utamanya. Metrik tersebut mencatat dan mengukur pencapaian tujuan perusahaan. 

Kenapa Perlu Mengetahui Performance Metric?

Mengetahui metrik ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dengan cara memberikan informasi berharga terkait hal yang sedang berjalan untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan laba. Mengetahuinya dapat membantu Anda membuat rencana perbaikan, penyesuaian, dan perubahan pada perusahaan demi mencapai tujuan.

4 Jenis Performance Metrics

Sebagian besar perusahaan menggunakan metrik performa yang serupa untuk mengukur keberhasilan dan mencapai tujuannya. Metrik yang baik mampu memberikan data yang dapat langsung dijalankan untuk mencapai tujuan. Berikut keempat jenis metrik performa yang bisa digunakan.

1. Metrik Performa Perusahaan

Metrik ini menilai penjualan, pemasaran, dan laba. Anda dapat menggunakan data yang dihasilkan untuk dibandingkan dengan ketercapaian tujuan. Data tersebut membantu perusahaan menentukan jenis penyesuaian yang perlu diambil untuk mencapai tujuan. Metrik ini meliputi tiga hal, yaitu:

  1. Indikator ROI: Indikator ini adalah metrik yang perlu diketahui karena data ini dapat digunakan untuk menentukan apakah investasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat menghasilkan laba. 
  2. Profitabilitas: Profitabilitas adalah metrik performa penting untuk mengetahui margit laba perusahaan dan menggunakannya untuk membandingkan data tersebut dengan tujuan perusahaan.
  3. Produktivitas: Metrik ini mengukur rasio antara kerja yang dilakukan dan sumber daya yang digunakan.

2. Metrik Performa Penjualan

Metrik ini mengukur performa penjualan produk atau jasa perusahaan oleh tim maupun individu. Metrik ini membandingkan kegiatan penjualan dengan hasil penjualan yang telah ditentukan oleh tim atau perusahaan. Metrik ini meliputi:

  1. Aktivitas: Metrik ini memberikan data mengenai kegiatan tim sales tiap hari. Kegiatan ini diukur melalui metrik, seperti jumlah panggilan atau surel dan proposal yang dikirim.
  2. Lead Generation: Metrik ini mengukur kemungkinan untuk menghasilan penjualan baru. Metrik yang bisa digunakan antara lain waktu respons rata-rata dan persentase follow-up.
  3. Produktivitas Penjualan: Waktu yang dihabiskan untuk kegiatan penjualan dan rata-rata jumlah alat jual yang digunakan bisa dijadikan data dalam metrik ini.

3. Metrik Performa Manajemen Proyek

Metrik ini digunakan untuk mengukur efektivitas dan profitabilitas proyek. Beberapa hal yang diukur dalam metrik ini antara lain:

  1. Produktivitas: data ini memungkinkan manajer proyek menilai sumber daya yang digunakan dan usaha yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek.
  2. Lingkup Kerja: metrik ini memberikan data yang dapat membantu menentukan waktu dan bujet yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.
  3. Kualitas dan Kepuasan: metrik ini mengukur kualitas hasil proyek.
  4. Biaya: manajemen biaya perlu memperhatikan variabel tak terduga yang bisa muncul selama proyek berlangsung.
  5. Margin Bruto: margin ini adalah selisih antara biaya total proyek dan pendapatan yang diperoleh. 

4. Metrik Performa Karyawan

Metrik ini menilai produktivitas dan efisiensi karyawan dalam mencapai tolok ukur pertumbuhan perusahaan. Beberapa metrik yang digunakan meliputi:

  1. Kualitas: digunakan untuk mengukur kualitas performa karyawan.
  2. Kuantitas: mirip dengan kuantitas, data yang digunakan untuk mengukur metrik ini antara lain angka penjualan atau produk yang dihasilkan.
  3. Efisiensi: metrik ini menggabungkan data kualitas dan kuantitas untuk mencatat sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan produk. Data yang digunakan untuk mengukur metrik ini adalah uang yang digunakan.
  4. Produktivitas: metrik ini dapat membantu perusahaan mengubah proses, perilaku, dan mencapai tujuan.

Itulah keempat jenis performance metrics yang bisa diukur untuk mengetahui apakah performa perusahaan Anda sudah cukup berkontribusi pada pertumbuhannya.