Di dunia kerja, orang yang mengalami stres selalu dianggap sebagai pribadi yang tidak berkompeten atau kurang profesional. Padahal biasanya, stres timbul karena seorang pekerja menghadapi tuntutan di luar kemampuannya dan tidak dapat mengatasi hal tersebut.
Pada tingkat eksekutif, beban serta tuntutan yang dihadapi pasti lebih besar. Inilah mengapa, dibutuhkan strategi manajemen stres efektif supaya perusahaan tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Pentingnya Manajemen Stres bagi Eksekutif
Manajemen stres merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat, sebab jika dibiarkan, stres dapat memberi dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika seorang eksekutif mengalami stres, hal ini akan memengaruhi kebijakan dalam mengelola perusahaan.
Eksekutif yang mengalami stres juga cenderung kurang produktif, tidak terlalu fokus pada tanggung jawab, serta mengalami penurunan motivasi. Padahal sebagai pimpinan, seorang eksekutif dituntut untuk selalu prima agar target perusahaan bisa tercapai. Inilah mengapa, sebagai eksekutif kita dituntut untuk bisa mengelola stres dengan baik agar tidak berdampak pada lingkungan kerja.
5 Strategi Manajemen Stres Efektif bagi Eksekutif
Sebelumnya sempat disebutkan bahwa beban kerja berlebihan menjadi salah satu alasan mengapa seorang eksekutif mengalami stres. Selain itu, terbatasnya waktu yang dimiliki membuat pimpinan kurang bisa membagi waktu untuk dirinya sendiri. Jika mengalami hal yang sama, berikut beberapa tips manajemen stres bagi eksekutif yang sibuk.
1. Buat Jurnal Harian untuk Menentukan Skala Prioritas
Sering kali stres disebabkan oleh perasaan tidak mampu menyelesaikan sejumlah tanggung jawab dengan baik. Akhirnya ketika pulang, kita selalu merasa kurang puas. Untuk mengatasinya, kita perlu membuat jurnal harian dan menentukan skala prioritas.
Jurnal ini akan membantu kita menyelesaikan setiap pekerjaan secara maksimal sehingga punya waktu untuk menuntaskan tanggung jawab berikutnya dengan baik. Selain itu, jurnal juga membantu kita dalam manajemen waktu, sehingga risiko terbebani dengan pekerjaan dapat dihindari.
2. Delegasikan Tugas kepada Orang Lain
Sebagai eksekutif, kita harus paham bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan sendiri. Ada sejumlah karyawan yang dapat membantu kita menyelesaikan itu semua. Untuk itu, mulailah mendelegasikan sejumlah tanggung jawab ke orang lain supaya beban kerja menjadi lebih ringan.
3. Lakukan Olahraga Ringan
Selain faktor eksternal, stres juga bisa disebabkan oleh faktor internal yaitu kurangnya tubuh dalam memproduksi hormon endorfin. Untuk meningkatkan endorfin, kita bisa mengalihkan stres dengan melakukan olahraga ringan di sela waktu kerja seperti berjalan kaki di atas treadmill selama 25 menit sehari.
4. Cobalah untuk Meditasi
Tidak hanya dari olahraga, endorfin juga bisa kita dapatkan saat bermeditasi. Dalam sehari, setidaknya luangkan waktu sekitar 25 – 30 menit sehari untuk bermeditasi dan mengosongkan pikiran di kantor. Jika rutin dilakukan, kegiatan ini tidak hanya mengurangi stres tetapi juga membuat kita lebih produktif.
5. Pisahkan Waktu Kerja dan Waktu Pribadi
Terakhir, mulailah untuk memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi. Saat sedang libur, daripada membuka email kerja, coba untuk berjalan-jalan di sekitar rumah dan menikmati waktu luang yang ada. Jika bosan, kita bisa menekuni hobi yang mungkin sudah lama ditinggalkan.
Menjadi produktif itu baik, tetapi ketika mental dan fisik mulai dikorbankan, kita wajib egois dan menomorsatukan kesehatan. Bagaimanapun untuk bisa maksimal bekerja, dibutuhkan fikiran dan tubuh yang prima. Itulah beberapa strategi manajemen stres untuk eksekutif yang sibuk, semoga bermanfaat.







