Prinsip dan Tahapan Human-centered Design dalam Membuat Produk

Prinsip dan Tahapan Human-centered Design dalam Membuat Produk

Dalam pengembangan sebuah produk/layanan, penting untuk mengetahui untuk siapa produk/layanan tersebut dibuat dan permasalahan apa yang mendasari dibuatnya produk/layanan tersebut. Hal ini penting, mengingat keberadaan sebuah produk/layanan adalah untuk menjawab permasalahan yang dialami penggunanya. 

Di sinilah human-centered design berperan penting dalam pengembangan produk. Human-centered design merupakan sebuah metode yang digunakan untuk membuat konsep produk/layanan yang berorientasi pada permasalahan target pengguna. 

Seperti apakah prinsip dan tahapan membuat produk/layanan yang human-centered? Berikut penjelasannya. 

Apa Itu Human-centered design?

Human-centered design merupakan suatu metode memecahkan suatu masalah dengan menempatkan permasalahan manusia sebagai objek utama pengembangan desain produk. Dengan metode ini, Anda bisa menciptakan konsep produk atau layanan yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan calon konsumen.

Human-centered design adalah sebuah cara untuk mempelajari permasalahan, keinginan, serta preferensi pengguna terkait suatu produk/layanan. Dengan menggunakan cara ini, Anda bisa meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan konsumen serta menghasilkan produk/layanan yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Dengan cara ini, peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar juga meningkat.

Prinsip-Prinsip Human-centered design

Dalam pengembangan produk dengan human-centered design, ada beberapa prinsip yang perlu menjadi pegangan, yaitu:

  • People-centered
  • Understanding the root problems
  • Everything is a system
  •  Small and simple intervention

Mari kita pelajari apa yang ditekankan dalam masing-masing prinsip tersebut.

People-centered

Artinya, dalam hal pengembangan produk/layanan, Anda perlu berfokus pada masalah yang dihadapi pengguna/konsumen agar produk/layanan yang dikembangkan tepat sasaran.

Understanding the root problems 

Untuk melahirkan suatu solusi, Anda harus mengenali masalah apa yang ada. Pasalnya, memahami masalah merupakan kunci untuk menentukan langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi masalah. 

Demikian juga dengan pengembangan produk yang human-centered. Pengembangan produk bermula dari adanya identifikasi masalah yang harus diselesaikan. Masalah yang perlu diidentifikasi pun harus merupakan akar masalah—bukan sekadar masalah yang kecil saja. Identifikasi akar masalah merupakan hal yang penting dalam keberhasilan membuat produk yang human-centered.

Everything is a system 

Prinsip selanjutnya dalam membuat produk yang human-centered adalah meyakini bahwa segala hal saling berhubungan dan membentuk suatu sistem. Tampilan suatu produk, misalnya, bisa berpengaruh banyak terhadap berbagai aspek bisnis—misalnya marketing, sales, hingga pengembangan produk ke depannya.

Maka dari itu, perlu adanya brainstorming yang komprehensif untuk membuat desain yang baik. Biasanya, Anda perlu melibatkan banyak tim serta pemegang keputusan agar konsep desain yang dibuat benar-benar matang.

Small and simple intervention

Ketika mengembangkan suatu produk, Anda perlu menguji coba inovasi-inovasi baru yang ada secara bertahap hingga menemukan konsep penyempurnaan yang tepat. Alih-alih melakukan penyempurnaan dalam skala besar, akan lebih baik untuk melakukan penyempurnaan berskala minor secara bertahap dan kontinyu. 

Tahapan dalam Membuat Produk dengan Design yang Human-Centered 

Dalam membuat desain produk yang human-centered, ada beberapa tahapan yang perlu Anda ikuti. Tahapan-tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Empathize (berempati)

Tahap ini bertujuan untuk memahami pengguna dan kebutuhan mereka. Maka dari itu, aktivitas yang Anda lakukan adalah melakukan observasi, survei, dan/atau wawancara.

2. Define (tentukan)

Setelah memahami apa yang jadi kebutuhan pengguna, lanjutkan dengan menentukan masalah apa yang ingin Anda selesaikan dengan produk/layanan yang akan dibuat. 

3. Ideate (ideasi)

Tahapan ini bertujuan untuk mengembangkan solusi yang bersifat inovatif untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk itu, Anda perlu melakukan brainstorming untuk membuat konsep produk/layanan yang relevan dengan permasalahan yang timbul. 

4. Prototyping (membuat prototipe)

Apabila Anda sudah memiliki konsep produk/layanan yang akan dikembangkan, langkah selanjutnya adalah membuat prototipe produk/layanan. Hal ini dilakukan guna memberikan wujud nyata pada konsep yang telah dikembangkan sehingga calon pengguna bisa lebih memahami seperti apa konsep yang Anda kembangkan.

5. Testing (pengujian)

Setelah membuat prototipe, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap prototipe tersebut. Untuk itu, pada langkah ini Anda perlu melakukan user testing secara menyeluruh dan mengumpulkan feedback dari pengguna. Feedback ini akan digunakan sebagai bahan iterasi atau perbaikan pada produk.

6. Iterate (iterasi)

Tujuan tahapan ini adalah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas produk berdasarkan feedback dari pengguna. Jika diperlukan, biasanya kegiatan ini akan dilakukan secara berulang guna meningkatkan kualitas produk yang dibuat.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu human-centered design, prinsip, dan tahapan-tahapan yang perlu diambil untuk membuat desain produk yang human-centered. Sebagai simpulan, human-centered design adalah suatu metode pengembangan produk yang berorientasi pada permasalahan target konsumen.  Dengan metode ini, produk yang dibuat bisa menjawab kebutuhan permasalahan dan kebutuhan pengguna.