Cari Vendor Training Terbaik? Perhatikan 5 Hal Berikut ini!

Cari Vendor Training Terbaik? Perhatikan 5 Hal Berikut ini!

Salah satu cara paling baik untuk meningkatkan kualitas karyawan ialah melalui program training. Maka, tidak heran jika sekarang berbagai perusahaan banyak yang menyelenggarakan training untuk para karyawan dengan menggandeng beberapa vendor training.

Dikutip dari laman Training Industry, secara umum vendor training merupakan suatu organisasi yang menyelenggarakan layanan training atau pelatihan kepada organisasi maupun individu lainnya.

Dengan kata lain, mereka adalah pihak profesional yang memiliki kemampuan untuk memberikan pelatihan pada bidang tertentu. Misalnya, training digital marketing, public speaking, dan sebagainya. Setiap vendor ini bisa bekerja sama dengan klien satu kali saja ataupun berkelanjutan.

Nah, jika Anda juga ingin menggandeng profesional untuk memberikan training kepada karyawan, sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini agar mendapat vendor training terbaik. Dengan demikian, tujuan Anda untuk membantu karyawan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan produk pun dapat tercapai.

1. Kecocokan dengan Budaya Perusahaan

Dalam melaksanakan pekerjaannya, pihak vendor akan banyak berinteraksi dengan karyawan di perusahaan Anda. Bukan tidak mungkin, mereka juga akan memberikan insight-insight tertentu selama proses interaksi tersebut.

Oleh sebab itu, Anda harus memastikan bahwa vendor yang Anda pilih memiliki kecocokan dengan budaya perusahaan.

Mengapa hal tersebut penting? Bagaimana pun, pihak vendor training adalah ‘orang luar’ dari perusahaan Anda. Jika budaya mereka tak memiliki kecocokan dengan perusahaan Anda, atau bahkan bertentangan, bisa jadi karyawan Anda bisa terpengaruh dan justru berdampak buruk.

2. Jenis Jasa Training yang Ditawarkan

Selanjutnya, Anda harus memperhatikan juga jenis jasa training yang ditawarkan oleh vendor pelatihan. Pilihlah vendor yang menawarkan banyak jenis training sekaligus, bukan hanya satu atau dua jenis.

Selain itu, akan lebih baik jika vendor yang Anda pilih tersebut juga bersedia memberikan kurikulum secara berkesinambungan sesuai kebutuhan karyawan atau perusahaan Anda.

3. Kapabilitas dalam Penggunaan Teknologi

Seperti yang kita tahu, zaman sudah semakin berkembang. Hampir semua lini kehidupan kini melibatkan teknologi untuk memudahkan berbagai pekerjaan. Oleh karena itu, ketika sedang memilih vendor training pun Anda harus melihat kemampuan tim vendor tersebut dalam menggunakan teknologi.

Pastikan mereka cakap dengan perkembangan teknologi yang ada. Jangan sampai Anda memilih vendor yang gaptek alias gagap teknologi. Hal ini bisa jadi akan mengganggu proses training yang diberikan.

Di samping itu, vendor pelatihan yang mahir dalam penguasaan teknologi terkini juga mampu memberikan dampak positif bagi karyawan peserta training. Mereka pun akan mendapat pelatihan sesuai dengan perkembangan zaman.

4. Hubungan dengan Vendor Training Lainnya

Saat ini ada banyak sekali vendor training yang menawarkan jasanya. Artinya, persaingan bisnis di bidang ini pun ketat. Namun, vendor training harus tetap memiliki hubungan yang baik dengan pihak vendor training lainnya.

Hal tersebut akan membantu jika suatu waktu klien meminta layanan training khusus yang tidak bisa dilakukan oleh satu vendor, melainkan harus berkolaborasi dengan vendor lain. Untuk itu, Anda bisa memilih vendor yang tidak berkonflik dengan vendor lainnya.

5. Rekam Jejak sebagai Vendor Training

Terakhir, yang tidak kalah penting, pastikan untuk melihat rekam jejak tim yang hendak dipilih sebagai vendor training. Pastikan semuanya baik-baik saja, tak ada catatan buruk sedikit pun.

Bahkan, akan lebih baik jika vendor terkait memiliki banyak catatan positif dalam memberikan training bagi karyawan. Informasi ini bisa Anda dapatkan melalui rekomendasi dari rekan bisnis Anda yang sebelumnya pernah menggunakan vendor training tersebut.

Demikian, itulah ulasan mengenai lima hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih vendor training untuk karyawan.

Pastikan bahwa semua hal tersebut benar-benar Anda perhatikan, dan kondisinya baik-baik saja, sebelum menetapkan pilihan terhadap vendor training yang akan digunakan. Dengan demikian, proses training pun dijamin akan lebih lancar dan sesuai harapan.

7 Manfaat Team Building Activities dalam Dunia Profesional

Competency-Based Training: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Saat ini, ada banyak lembaga pelatihan yang menyediakan berbagai program pelatihan. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, perusahaan mungkin kesulitan dalam memilih pelatihan yang cocok untuk karyawannya.

Sebagai solusi, pelatihan dengan model competency-based training bisa menjadi opsi yang tepat. Model pelatihan ini telah disesuaikan dengan kebutuhan praktis di tempat kerja, sehingga keterampilan yang diperoleh bisa langsung diterapkan setelah karyawan lulus.

Apa Itu Competency-Based Training

Dilansir dari UNESCO-UNEVOC, competency-based training (CBT), adalah metode pelatihan yang lebih menitikberatkan pada apa yang dapat seseorang lakukan di tempat kerja sebagai hasil dari pelatihan yang telah dia selesaikan.

Biasanya, CBT didesain dengan modul yang dibagi menjadi beberapa segmen pelatihan dan penilaian. Segmen-segmen pelatihan ini disebut dengan hasil belajar dan mengacu pada standar yang ditetapkan industri. Sementara itu, penilaian disusun untuk memastikan ketercapaian hasil belajar.

Karena didasarkan kompetensi, CBT idealnya tidak bertumpu pada waktu. Adapun sistem penilaiannya, bisa berupa on-the-job (dilakukan di tempat kerja) atau off-the-job (dilakukan di luar tempat kerja).

Dalam sumber lain, CBT juga didefinisikan sebagai model pembelajaran yang mengharuskan peserta untuk menguasai kompetensi yang diperlukan sebelum melanjutkan ke sesi pelatihan berikutnya. Dengan kata lain, peserta bisa memilih sendiri jadwal pelatihan, dan lulus setelah semua kompetensi berhasil dikuasai.

Manfaat Competency-Based Training

Pelatihan berbasis kompetensi (CBT) menawarkan sejumlah manfaat bagi karyawan maupun pemberi kerja. Berikut beberapa manfaat tersebut.

  1. Fleksibel

Mengumpulkan anggota tim untuk mengikuti kursus secara bersama-sama bisa jadi hal yang sulit dilakukan. Solusinya, kursus dapat menggunakan modul pelatihan mandiri yang disesuaikan. Dengan begitu, setiap peserta dapat belajar sesuai kecepatan dan gaya belajarnya sendiri.

Jika peserta mampu memahami dengan cepat, pelatihan pun dapat diselesaikan dengan lebih cepat tanpa harus menunggu peserta lain. Sebaliknya, peserta lain juga dapat belajar dengan ritmenya masing-masing tanpa harus merasa tertinggal.

  1. Efisiensi Biaya

Program pelatihan yang komprehensif sering kali mahal, meskipun belum tentu semua materi di dalamnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai solusi, CBT menawarkan pelatihan yang dapat disesuaikan, sehingga bisa lebih fokus pada kompetensi yang relevan.

Meskipun harga bisa bervariasi, biaya CBT umumnya lebih efisien karena tidak menyertakan segmen yang tidak perlu. Dengan sesi pelatihan microlearning, peserta dapat dilatih untuk menguasai keterampilan yang spesifik sesuai kebutuhan industri. Dengan begitu, efisiensi biaya pun dapat lebih ditingkatkan.

  1. Tetap Produktif

Dengan memecah modul menjadi kepingan-kepingan, sesi pelatihan bisa berlangsung lebih singkat dan mudah dipahami. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan selama sesi pelatihan bisa lebih diminimalkan. Peserta bisa memanfaatkan waktu yang tersisa untuk kegiatan yang lebih produktif.

  1. Personalisasi

Dalam model pelatihan CBT, pelatihan dapat dikombinasikan dengan penilaian kepribadian peserta. Dengan pendekatan ini, pelatihan bisa berjalan lebih efektif dan terarah karena telah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing peserta.

Contoh Competency Based Training

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, CBT berfokus pada hasil pelatihan berupa penguasaan kompetensi yang dapat diterapkan langsung di tempat kerja. Berikut beberapa contohnya:

  • Pelatihan komunikasi di tempat kerja
  • Pelatihan keterampilan teknis, seperti pelatihan Microsoft Excel, pengembangan web, pengoperasian mesin, dan lain-lain.
  • Pelatihan penjualan dan pemasaran
  • Pelatihan softskill di tempat kerja
  • Pelatihan customer service
  • Kursus manajemen proyek
  • Pelatihan kemampuan analisis

Itulah pengertian, manfaat, dan contoh competency-based training. Dengan pelatihan CBT, karyawan memperoleh kompetensi yang relevan, sedangkan perusahaan mendapatkan tenaga yang terampil, produktif, dan profesional.

Leadership Development Program: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat 

Leadership Development Program: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat 

Pernah dengan tentang leadership development program? Istilah ini sering digunakan di banyak pelatihan-pelatihan karyawan di perusahaan untuk meningkatkan skill dan performa kinerja. Seringnya, perusahaan merekrut jasa coaching atau motivator kenamaan untuk memberikan training kepada karyawannya.

Namun, apa yang dimaksud dengan leadership development program? Apa manfaatnya bagi individu? Mari kita bahas.

Apa Itu Leadership Development Program?

Leadership Development Program merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kemampuan skill dan kapabilitas karyawannya. Program ini bisa berupa seminar, pelatihan, training camp, dan sebagainya.

Melalui leadership development program, karyawan diharapkan mampu meningkatkan atau bahkan memperoleh skill baru, baik dari segi kepemimpinan, kompetensi, dan kapabilitas sehingga mampu menjadi seorang pemimpin atau calon pemimpin yang mumpuni.

Selain itu, LDP juga menjadi salah satu investasi bagi perusahaan melalui karyawannya. Harapannya, karyawan yang mengikuti program LDP bisa mengaplikasikan materi training ke dalam pekerjaan agar bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal.

Langkah-Langkah dalam Menyusun Leadership Development Program 

Sebelum melaksanakan leadership development program, ada langkah strategis yang harus ditempuh untuk membuat roadmap program tersebut. Hal ini bertujuan supaya pelatihan yang dilakukan bisa efektif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Apa saja langkah-langkah yang harus dipersiapkan?

1. Identifikasi kebutuhan perusahaan

Langkah pertama, HR perlu mengevaluasi mengenai kebutuhan perusahaan atau organisasi secara menyeluruh. Hal ini terkait dengan tuntutan pekerjaan, tujuan, visi, misi, serta strategi bisnis yang ingin dijalankan. 

Proses identifikasi ini bisa dilakukan dengan melakukan survei kepada karyawan, mengevaluasi kinerja, dan berkoordinasi dengan top manajemen. Setelah memahami kebutuhan perusahaan, HR bisa menyusun program dengan isi training yang relevan.

2. Menentukan tujuan dan sasaran

Setelah memahami skill apa atau model pemimpin dan karyawan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dan sasaran yang terukur. Misalnya, LDP bisa berfokus pada pengembangan skill komunikasi, menjadi team leader, manajemen konflik, atau pengambilan keputusan. 

Dalam menyusun program LDP, tujuan akhirnya harus bisa dicapai dan diukur secara spesifik dan relevan. Dengan goal yang sudah ditentukan, maka pelatihan bisa lebih terfokus dan bisa dievaluasi secara efektif.

3. Terapkan metode dan pendekatan pelatihan yang sesuai

Untuk melaksanakan program dengan efektif, HR perlu menentukan metode pelatihan yang tepat. Beberapa alternatif yang sering digunakan antara lain studi kasus, seminar, diskusi kelompok, mentoring, atau pelatihan berbasis web. Pemilihan metode training harus sesuai dengan tujuan skill yang ingin dicapai.

4. Kolaborasi dengan pihak ketiga

Perusahaan bisa berkolaborasi dengan pihak eksternal dalam pelaksanaan LDP seperti lembaga coaching atau konsultan. Harapannya, kolaborasi ini bisa menyediakan pengajaran yang ahli dan membawa perspektif serta pengetahuan baru yang beragam kepada peserta.

5. Implementasi dan evaluasi

Implementasi program bisa berjalan dengan baik dengan cara memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai, serta adanya komunikasi yang efektif dengan karyawan. Selain itu, program juga harus dilakukan secara konsisten.

Setelah implementasi dilakukan, evaluasi bisa dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan program. Evaluasi ini bisa dalam bentuk survei peserta, pengamatan langsung, atau evaluasi kinerja.

Skill yang Perlu Diajarkan dalam Leadership Development Program 

Meskipun masing-masing perusahaan memiliki standar tersendiri tentang skill apa yang harus dimiliki karyawan mereka, ada basic skill sets yang perlu diajarkan dalam proses LDP. 

1. Emotional intelligence 

Emotional intelligence mengacu pada kemampuan individu untuk mengenal, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi. Dalam dunia profesional, Anda harus memiliki kecerdasan emosi yang mumpuni.

2. Communication skill

Kemampuan untuk berkomunikasi yang baik sangat penting untuk dimiliki, terlebih jika Anda adalah team leader. Effective communication memberikan efek engagement yang kuat dan dampak kinerja yang lebih baik kepada tim Anda. Selain itu, menguasai communication skill juga bisa mengurangi risiko miskonsepsi dalam penyampaian ide-ide.

3. Problem solving

Kemampuan menyelesaikan masalah harus dimiliki setiap pemimpin di perusahaan atau team leader. Keterampilan ini juga termasuk memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi. Anda dituntut untuk berpikir kreatif untuk menyelesaikan problem apa pun dengan solusi yang menguntungkan semua pihak.

4. Coaching dan mentoring

Kemampuan coaching dan mentoring menjadi penting untuk membantu mendorong tim yang Anda pimpin bisa berkembang. Skill ini juga bisa membuat Anda memberi saran terbaik tanpa terkesan menggurui, dan menjadi panutan bagi tim.

5. Conflict resolution

Skill ini menuntut Anda untuk memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan apa pun di dalam tim tanpa memihak. Termasuk di dalamnya adalah mampu menganalisis masalah apa yang terjadi, serta resolution skill yang baik sehingga tercipta culture building yang positif dalam lingkungan kerja.

6. Delegasi

Menguasai skill delegasi berarti Anda mampu mendistribusikan tugas dan tanggung jawab sesuai skill atau keahlian masing-masing individu dalam tim. Dengan skill delegasi yang baik, pekerjaan bisa selesai lebih cepat dan efektif. 

7. Lead & influence

Seorang pemimpin harus mampu memberikan pengaruh kepada anggota tim, untuk bisa mendapatkan rasa hormat. Dalam hal ini, fungsi pemimpin tidak hanya sekadar memberi perintah, tapi juga memberikan contoh, arahan, dan supervisi kinerja terbaik nya.

8. Strategic leader

Dalam pelatihan LDP, karyawan atau individu juga perlu mempelajari bagaimana menjadi seorang strategic leader. Dengan skill ini, Anda akan mampu membuat perencanaan strategis untuk kemajuan bisnis dengan langkah analisis dan evaluasi yang tepat. Selain itu, Anda juga bisa mengambil keputusan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan dan Manfaat Leadership Development Program 

Tujuan utama diadakannya leadership development program adalah untuk memberikan wawasan ter-update, pelatihan, dan pengembangan tiap-tiap individu dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Program ini membuat Anda bisa mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki sebagai leader atau calon pemimpin.

Selain itu, leadership development program juga memiliki manfaat yang signifikan baik bagi individu maupun organisasi. Apa saja?

1. Mengurangi retensi karyawan

Perusahaan tidak bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya karyawan. Penelitian menemukan bahwa tim yang bekerja dengan leader yang kuat dan penuh inspirasi cenderung lebih betah dan memiliki engaging yang lebih terhadap pekerjaan mereka. Peran LDP kemudian membentuk pemimpin yang memiliki karakteristik tersebut.

2. Mengelola masalah yang genting

Tidak ada bisnis tanpa masalah. Namun, bagaimana penyelesaiannya menjadi fokus yang paling penting. Jika perusahaan memiliki leader yang efektif dan memiliki skill problem solving, masalah segenting apa pun bisa diatasi dengan baik. Salah satunya dengan cara tetap tenang, dan memberdayakan anggota tim dengan kemampuan masing-masing yang relevan.

3. Bekerja dengan nilai-nilai positif

Mengikuti LDP bisa membentuk Anda menjadi pribadi Anda yang seutuhnya. Maksudnya, Anda akan mampu menerapkan nilai-nilai positif seperti regulasi emosi, cara berkomunikasi yang baik, kemampuan memecahkan masalah, empati yang lebih tinggi, dan sebagainya.

4. Meningkatkan produktivitas kinerja

Menjadi pemimpin yang hebat berarti bisa memastikan bahwa semua anggota tim tahu dan mampu melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Anda juga bisa memastikan masing-masing individu merasa nyaman bekerja. Apabila semua orang bisa melakukan yang terbaik, maka produktivitas dan kepuasan kerja pun semakin meningkat.

5. Membangun rasa percaya diri

Sebagai pemimpin yang baik, Anda bisa memberdayakan orang lain dan membuat dampak positif di lingkungan kerja. Anggota tim akan merasa termotivasi dengan kemampuan Anda dalam mencari solusi, atau menyemangati orang lain untuk melakukan yang terbaik.

Itulah beberapa manfaat leadership development program. Tentunya, untuk membentuk pemimpin yang hebat diperlukan kerjasama dari semua pihak dalam sebuah perusahaan.