Setiap perusahaan atau institusi memiliki organizational culture atau budaya organisasi yang berbeda-beda. Budaya tersebut umumnya membentuk perilaku dan cara kerja karyawan dalam suatu organisasi. Jadi, saat seseorang menjadi karyawan baru di suatu perusahaan, maka dia akan menyesuaikan diri dengan kultur dan kebiasaan yang dominan pada organisasi tersebut.
Apa Itu Budaya Organisasi?
Melansir laman Achievers, budaya organisasi adalah serangkaian nilai, keyakinan, sikap, sistem, dan aturan yang mencerminkan dan memengaruhi sikap karyawan dalam suatu organisasi. Budaya organisasi juga bisa dijelaskan sebagai sistem atau nilai-nilai yang dianut dan diimplementasikan bersama dalam sebuah organisasi.
Lebih lanjut, budaya dalam organisasi dapat dilihat dari sikap setiap anggota organisasi ke sesama anggota, orang di luar organisasi, dan bahkan dengan pekerjaan mereka. Tujuan dari dibentuknya organizational culture sendiri adalah untuk mewujudkan visi dan misi serta tujuan perusahaan.
Fungsi Budaya Organisasi dalam Perusahaan
Budaya organisasi tak hanya penting untuk merealisasikan tujuan serta visi dan misi organisasi. Melansir laman Indeed, berikut beberapa fungsi dari kultur organisasi bagi perusahaan.
1. Meningkatkan keterlibatan karyawan
Perusahaan yang memiliki kultur organisasi merupakan perusahaan yang operasional bisnisnya dijalankan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi yang jelas. Hal ini secara langsung memotivasi dan menginspirasi karyawan untuk selalu berkontribusi dalam pekerjaan.
2. Meningkatkan produktivitas
Budaya organisasi memengaruhi struktur lingkungan kerja yang pada akhirnya dapat membuat semua karyawan memiliki keterampilan serupa. Mereka yang memiliki latar belakang dan keterampilan serupa bisa bekerja lebih cepat dan optimal.
3. Menurunkan tingkat turnover
Karyawan yang merasa dihargai dan diapresiasi di suatu perusahaan sangat kecil kemungkinannya untuk resign dari perusahaan tersebut. Itulah sebabnya, penting bagi perusahaan untuk membangun organizational culture yang mendukung prinsip dasar dan pernyataan misi organisasi. Sebab, karyawan yang bahagia sama dengan tingkat turnover rendah sehingga perusahaan bisa menghemat waktu dan anggaran untuk melakukan perekrutan pekerja.
4. Onboarding lebih efektif
Budaya organisasi yang kuat membantu perusahaan untuk melakukan onboarding secara lebih efektif. Onboarding sendiri adalah kegiatan orientasi, pelatihan, dan program-program manajemen yang ditujukan untuk karyawan baru agar lebih terbiasa dengan lingkungan kerja mereka yang baru.
5. Memperkuat identitas perusahaan
Organizational culture merepresentasikan reputasi dan citra suatu perusahaan. Konsumen cenderung menilai perusahaan berdasarkan interaksi mereka dengan perusahaan tersebut, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Bila perusahaan tidak memiliki kultur yang kuat, orang mungkin akan ragu untuk menjalin kerja sama atau bahkan menggunakan produk dan layanan dari perusahaan tersebut.
6. Mendorong terciptanya perubahan
Tak semua perusahaan memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan, seperti mengubah karyawan menjadi ‘advokat’ brand perusahaan. Namun perusahaan dengan kultur organisasi yang kuat bisa melakukannya.
7. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat
Kultur organisasi dapat membantu meningkatkan workflow dan mempermudah proses pembuatan keputusan. Kultur yang kuat juga dapat mengikis batas-batas dari setiap divisi sehingga kerja sama antara satu divisi dengan yang lainnya bisa lebih ditingkatkan. Pada akhirnya, kultur organisasi bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi semua orang yang bekerja di dalamnya.
Jadi, itulah pentingnya organizational culture bagi perusahaan. Tanpa ada kultur organisasi, keberlangsungan suatu perusahaan mungkin akan terancam. Oleh sebab itu, ciptakan budaya organisasi yang kuat dan sesuai dengan prinsip serta visi dan misi perusahaan.
