Ada beberapa jenis leadership yang umum diterapkan oleh para team leader atau jajaran manajerial dalam menjalankan perannya. Salah satunya adalah transformational leadership. Alih-alih fokus membuat keputusan atau menyusun rencana strategis, jenis kepemimpinan ini lebih menitikberatkan pada pola kolaborasi yang bisa mendorong visi ke depan.
Gaya kepemimpinan memang bergantung pada tim yang dipimpin dan individu masing-masing. Namun, transformational leadership dinilai sebagai gaya kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan dan bertahan dalam waktu yang lama.
Pengertian Transformational Leadership
Transformational leadership merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang membutuhkan visi positif untuk masa depan. Pimpinan yang menganut cara ini mampu mendorong orang lain untuk mencapai perubahan yang positif melalui visi yang besar, inspirasi, dan ajakan untuk bertindak.
Leaders yang transformational mampu bekerja dengan anggita tim dan menyingkirkan kepentingan pribadi mereka untuk mengidentifikasi perubahan apa saja yang diperlukan. Ia juga mampu membuat visi untuk memandu perubahan tersebut dan melaksanakannya dengan penuh antusiasmen dan komitmen tinggi.
Selain itu, pimpinan yang mengaplikasikan cara ini juga lebih mampu untuk membangun koneksi yang dalam dengan anggota tim. Hal itu karena mereka cenderung memiliki skill komunikasi yang baik untuk menyemangati dan memotivasi timnya supaya maju.
Mengapa Transformational Leadership Itu Penting?
Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, memiliki pimpinan transformasional itu penting. Mengapa? Pasalnya, transformational leadership bisa mengubah sebuah tim menjadi kelompok yang berkinerja tinggi.
Selain itu, ada beberapa poin utama yang menekankan pentingnya transformational leadership, di antaranya:
- Berfokus dan menekankan pada perkembangan kemampuan individu di dalam tim, mencakup skill dan pengetahuan, guna pertumbuhan perusahaan atau organisasi.
- Mendorong, menginspirasi, dan memotivasi karyawan untuk menunjukkan performa yang mampu membuat perubahan.
- Menciptakan lingkungan kerja yang positif, memotivasi, dan terkoneksi
- Berimbas pada pertumbuhan individu baik dari segi performa kerja, dan membangun tim yang mampu berkarya di luar ekspektasi orang lain.
5 Karakteristik Transformational Leadership yang Perlu Anda Ketahui
Untuk menerapkan transformational leadership, seorang leader atau pimpinan harus memiliki beberapa karakteristik. Apa saja?
- Motivasi internal dan self-management
Transformational leadership menekankan pada pentingnya dorongan inovasi-inovasi baru. Untuk bisa melakukannya, leader harus memiliki motivasi internal dan self-management yang tinggi sebelum mampu menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk membuat perubahan.
- Visioner
Pimpinan yang transformasional umumnya adalah seorang visioner. Dalam hal ini, ia harus mampu menetapkan visi, misi, serta nilai-nilai yang realistis, jelas, dan bisa dicapai oleh perusahaan. Para visioner juga mampu melihat arah tujuan jauh ke depan.
- Terbuka atas ide-ide baru
Pimpinan transformasional harus memiliki pemikiran yang terbuka atas ide-ide atau inovasi baru yang bisa muncul kapan saja. Mereka juga cenderung mencari-cari kesempatan untuk melakukan hal-hal secara berbeda dan di luar kebiasaan.
- Mampu menjadi inspirasi
Karakteristik transformational leadership selanjutnya adalah kemampuan untuk menjadi inspirasi bagi anggota tim. Pimpinan harus aktif bergerak, mampu mendorong timnya untuk berkomunikasi dan proaktif dalam setiap tugas yang diberikan.
- Active listening yang baik
Transformational leader harus mampu mempraktikkan active listening yang baik. Ia dituntut untuk bisa memahami ide atau gagasan yang dikemukakan dengan pikiran terbuka dan tanpa mem-judge. Dengan melakukan hal ini, anggota tim akan merasa didengarkan dan dihargai sehingga mereka bisa terbuka tentang pikiran-pikiran yang bisa membawa perubahan.
Itulah beberapa karakteristik yang harus dimiliki dalam menjalankan transformational leadership. Pimpinan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk meyakinkan tim member agar keluar dari comfort zone dan mengemukakan gagasan baru.
