5 Langkah untuk Mempersiapkan Succession Planning

Succession Planning: 5 Langkah untuk Mempersiapkannya

Perencanaan suksesi atau succession planning merupakan bagian tak terelakkan dari sebuah perusahaan. Kita bisa mengibaratkan perusahaan seperti tim sepak bola, dengan pemain inti dan pengganti.

Saat pemain inti telah bermain lama, otomatis mereka akan merasa lelah dan performanya turun. Di sinilah, peran pemain pengganti masuk untuk ke pertandingan dengan stamina dan kondisi yang masih fresh.

Sama seperti di perusahaan, pasti ada yang namanya karyawan pensiun, resign, naik jabatan, atau cuti panjang. Succession planning menjadi langkah tepat untuk mempersiapkan karyawan yang akan menggantikan peran dari karyawan atau atasan lain yang sudah tidak lagi mampu bekerja.

Apa Itu Succession Planning?

Succession planning menjadi perencanaan suksesi di setiap perusahaan sebagai strategi antisipasi. Fungsinya adalah untuk mencegah kekosongan posisi penting yang bisa berimbas pada performa bisnis perusahaan secara umum.

Praktik dan strategi perencenaan tersebut mengacu pada upaya perusahaan untuk mengembangkan skill, potensi, serta talenta karyawannya—mempersiapkan mereka supaya mampu memikul job desc dan tanggung jawab yang lebih besar ketika waktunya tiba.

Dalam hal ini, HR harus mempersiapkan karyawan untuk menjadi calon pemimpin masa depan. Tak hanya berfungsi untuk menggantikan posisi saat karyawan pensiun, succession planning juga bisa digunakan untuk transisi posisi di sebuah organisasi atau reshuffle guna mencapai performa kerja yang lebih optimal.

Tujuan Succession Planning

Succession planning berfungsi untuk menyiapkan karyawan mengemban tugas lebih di masa depan. Berikut adalah tujuan dan manfaat dilakukannya succession planning di sebuah perusahaan/organisasi:

1. Peningkatan jabatan

Karyawan memiliki peluang untuk maju dalam pekerjaan atau naik jabatan. Hal ini memicu semangat kerja dan kepuasan kerja yang lebih baik.

2. Transfer ilmu

Komitmen succession planning melibatkan atasan dan bawahan. Dalam prosesnya akan terjadi mentoring atau transfer pengetahuan dan ilmu untuk mempersiapkan karyawan tersebut bisa naik level.

3. Mengisi kekosongan jabatan

Tujuan utama succession planning adalah untuk memastikan keberlanjutan penyiapan pemimpin di masa depan baik untuk posisi tim leader, supervisi, sampai ke manajerial.

5 Langkah untuk Mempersiapkan Succession Planning

Menyiapkan pemimpin perusahaan di masa depan membutuhkan rencana dan strategi terbaik. Selain supaya tidak salah pilih orang, langkah strategis diperlukan untuk mendapatkan talenta terbaik untuk memimpin para karyawan.

Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan succession planning yang sukses:

1. Identifikasi posisi-posisi penting

Posisi penting merupakan posisi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap aktivitas normal sebuah perusahaan. Tentukan rencana strategis perusahaan di masa depan, pertimbangkan masa pensiun, tingkat turnover, dan identifikasi fungsi yang memiliki kekhususan.

2. Identifikasi kompetensi

Strategi perencanaan suksesi perlu mengenal kompetensi apa yang disyaratkan pada suatu jabatan tertentu. Hal ini termasuk pengetahuan, skill, atribut personal, dan tingkat profisiensi.

3. Identifikasi dan penilaian kandidat

Perusahaan perlu mengenal kandidat karyawan yang akan menempati suatu posisi strategis dari kompetensi dan profesionalitasnya. Pemetaan minat pegawai juga bisa digunakan untuk menemukan kandidat potensial, dan didukung dengan mengembangkan keahlian.

4. Rencanakan pembelajaran dan pengembangan

Kandidat yang telah disaring kemudian diberikan pelatihan dan pengembangan karier sesuai posisi yang dituju. Variasi learning development yang bisa dilakukan antara lain formal training, job rotation, atau job assignment. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan transfer of knowledge kepada masing-masing kandidat.

5. Implementasi dan evaluasi

Langkah terakhir adalah implementasi rencana yang telah disiapkan dan evaluasi. Hal ini penting untuk menilai apakah proses yang dilakukan sudah efektif atau tidak sehingga penrencanaan suksesi bisa berjalan dengan produktivitas pegawai.

 

Comments are closed.