Ketika pandemi melanda dunia, termasuk Indonesia pada 2019 silam, semua bentuk aktivitas, tak terkecuali aktivitas belajar di sekolah maupun perguruan tinggi dilakukan dari jarak jauh. Dalam hal ini, penerapan sistem belajar online akhirnya dipilih untuk mencegah penyebaran virus.
Supaya tetap interaktif dan menarik, proses pembelajaran saat pandemi mengadaptasi Learning Management System (LMS). Kabarnya, sistem ini juga membuat proses belajar dan mengajar dari jarak jauh ini terasa lebih mudah.
Manfaat Learning Management System dalam Pendidikan
Jadi, Learning Management System atau LMS merupakan aplikasi software dengan basis web yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian dalam proses belajar. Aplikasi ini juga membuat tenaga pengajar untuk mengadakan kelas dan memberikan materi belajar kepada para siswa.
Selain memudah proses belajar menjadi lebih mudah, LMS juga menawarkan banyak manfaat lainnya, baik untuk guru maupun siswa, di antaranya:
1. Hemat waktu dan biaya
Aplikasi LMS dapat membuat proses belajar daring menjadi lebih hemat biaya dan waktu. Sebab, tenaga pengajar dan siswa tak lagi harus mengeluarkan ongkos ekstra untuk membeli buku atau mencetak bahan ajar karena materi diberikan dalam bentuk e-book.
Selain itu, LMS juga membuat proses belajar menjadi lebih hemat waktu karena tidak harus selalu berpindah kelas saat mengajar. Selain itu, para pengajar juga lebih singkat saat mengecek nilai siswa karena aplikasi telah merekam data secara otomatis.
2. Lebih fleksibel dan praktis
Selain itu, Learning Management System juga membuat proses belajar menjadi lebih fleksibel dan praktis. Ini karena proses belajar tidak lagi harus dilakukan di ruang kelas. Selain itu, para pengajar dan siswa tidak harus pergi ke sekolah untuk belajar sehingga proses belajar menjadi lebih maksimal.
3. Dokumentasi berkas lebih mudah
Selain mengajar, guru juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan rekap nilai, absen, tugas siswa, dan membuat bahan ajar. Seringnya, semua kewajiban tersebut membuat tenaga pendidik merasa kewalahan.
Meski demikian, pemanfaatan LMS membuat guru dapat melakukan dokumentasi berkas dengan praktis dan mudah. Tak ada lagi masalah berkas hilang karena semua data telah direkap secara otomatis dalam sistem LMS. Pengajar hanya perlu login akun dan semua data yang diperlukan bisa segera diakses.
4. Mendukung materi belajar dalam berbagai format
Manfaat Learning Management System yang lain adalah mendukung materi belajar dalam banyak format, mulai dari DOC, PDF, XLS, PPT, JPG, bahkan video dengan format MP4. Selain itu, tenaga pengajar juga bisa membagikan tautan sebagai bahan ajar.
5. Mengurasi risiko ketinggalan belajar
Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kelas belajar karena satu dan lain hal bisa tetap mendapatkan materi dari para pengajar. Jadi, siswa hanya perlu mengunduh materi ajar yang tersedia dan belajar secara mandiri untuk mengejar ketinggalan.
6. Menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan
Berbeda dengan sistem belajar di kelas yang terkadang membosankan, LMS mampu membuat suasana belajar menjadi lebih seru dan menyenangkan. Sebab, aplikasi ini dapat digunakan untuk memberikan bahan belajar yang lebih nyata, seperti suara, gambar, atau video.
7. Lebih mudah menganalisis perkembangan belajar siswa
Terakhir, Learning Management System membuat pengajar menjadi lebih mudah saat menganalisis atau mengevaluasi perkembangan belajar para siswa. Melalui fitur yang ada di aplikasi, guru bisa menilai pengetahuan siswa, kehadiran, dan performa tugas yang diberikan.
Meski saat ini sistem belajar dan mengajar telah normal kembali, bukan berarti LMS tidak dapat lagi digunakan. Menariknya, guru bisa mengombinasikan metode belajar dengan menggunakan aplikasi ini.