Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan dari seberapa banyak penjualan yang dicapai atau seberapa besar awareness masyarakat saja, tetapi bagaimana perusahaan itu mampu mengelola hubungan yang baik dengan semua pihak terkait secara berlanjut. Semua itu bisa dilakukan dengan adanya stakeholder engagement yang tepat.

Stakeholder engagement, atau keterlibatan pemangku kepentingan, merupakan sebuah konsep di mana para pemangku turut dilibatkan dalam manajemen proyek dan pengembangan tim di perusahaan. Keterlibatan ini tidak hanya sekadar dalam rapat, tetapi juga dalam menentukan strategi dan arah kebijakan ke depannya.

Keterlibatan yang tepat dan kolaboratif dari semua pihak yang memiliki kepentingan dalam sebuah proyek atau tim dapat membuat perusahaan  dengan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan dan juga menghindari kesalahpahaman atau perbedaan persepsi.

Lalu, apa manfaatnya dalam pengelolaan tim, serta bagaimana cara yang tepat untuk bisa menerapkan stakeholder engagement  yang sehat di perusahaan? Mari kita bahas.

Memahami Pengertian Stakeholder Engagement

Stakeholder engagement merupakan proses identifikasi pemahaman dan tujuan yang melibatkan semua stakeholders terkait dalam proyek. Para pemangku kepentingan ini bisa meliputi klien, karyawan, mitra bisnis, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam keberhasilan suatu proyek atau tim.

Keterlibatan stakeholder melibatkan komunikasi dua arah yang efektif, mendengarkan kebutuhan dan saran mereka, serta mengintegrasikan feedbacks mereka ke dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Keterlibatan ini bisa memberikan berbagai perspektif dan meminimalkan risiko ketidakpuasan atau dispute yang akan terjadi di depan.

Apa Manfaat Stakeholder Management dalam Tim?

Stakeholder engagement dapat memberikan sejumlah manfaat yang penting bagi pengembangan tim. Keterlibatan yang tepat sasaran dari stakeholder memungkinkan tim untuk memahami dengan lebih baik kebutuhan dan harapan mereka.

Hal tersebut dapat membantu tim bekerja dengan lebih efektif, menghindari kesalahan yang dapat mengganggu kinerja dalam proyek, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan stakeholders terkait.

Selain itu, keterlibatan stakeholder juga dapat meningkatkan tingkat dukungan dan keterlibatan mereka dalam proyek atau tim. Ketika para pemangku kepentingan merasa didengar dan dipertimbangkan, mereka cenderung lebih terlibat dan berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan tim.

Hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan membangun hubungan yang lebih kuat antara tim dan pemangku kepentingan.

Bagaimana Menerapkan Stakeholder Engagement yang Tepat Bagi Kemajuan Tim?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan stakeholder engagement yang tepat bagi kemajuan tim. Mari simak di sini.

Mengenali Prioritas

Untuk memajukan sebuah tim, keterlibatan stakeholder harus dilakukan dengan tepat dan efektif. Salah satu langkah penting dalam mencapai hal ini adalah dengan mengidentifikasi dan memprioritaskan pemangku kepentingan mana saja yang paling relevan dan berpengaruh bagi proyek atau tim.

Dengan langkah ini, tim dapat berfokus pada upaya mereka untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan yang paling penting.

Pola Komunikasi yang Tepat

Komunikasi yang terbuka dan transparan juga merupakan kunci penting dalam menjaga keterlibatan stakeholder yang efektif. Tim harus secara teratur berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, memberikan pembaruan tentang kemajuan proyek dan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk memberikan feedback dan juga kritik yang membangun.

Dengan demikian, tim Anda dapat memastikan bahwa semua pihak tetap terinformasi penuh dan turut serta dalam proses pengambilan keputusan.

Dengarkan Kritik dan Saran

Penting juga untuk Anda dan tim mempertimbangkan kebutuhan, kritik, serta saran dari setiap pemangku kepentingan. Untuk bisa mengoptimalkan hal ini, Anda dapat mengadopsi pendekatan yang berbeda dalam berkomunikasi dengan mereka, menyediakan hal yang mereka butuhkan seperti operational support misalnya, dan juga mengajak mereka untuk berdiskusi.

Jangan biarkan kritik, saran, dan permintaan mereka hanya terhenti begitu saja sebagai wacana. Anda bisa melibatkan analis dan pengolah data untuk membantu Anda merangkum semua kritik, saran, dan diskusi untuk bisa menghasilkan result yang lebih ilmiah dan terperinci.

 

Stakeholder engagement yang tepat tidak hanya dapat membuat proyek berjalan dengan mulus, tetapi dapat menciptakan sinergi dan harmonisasi bagi semua pihak jika diterapkan dengan tepat.

7 Talent Acquisition Strategies yang Jitu untuk Rekrutmen Karyawan

7 Talent Acquisition Strategies yang Jitu untuk Rekrutmen Karyawan

Salah satu kunci kesuksesan jangka panjang di suatu perusahaan adalah sumber daya manusianya, khususnya karyawan yang Anda rekrut dan pertahankan. Akan tetapi, menemukan karyawan yang ideal untuk mengisi posisi tertentu bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, lingkungan perekrutan saat ini terbilang sangat kompetitif.

Lantas, bagaimana solusi untuk menemukan dan merekrut kandidat terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan? Jawabannya adalah dengan membangun talent acquisition strategies (strategi akuisisi bakat) yang kuat.

7 Talent Acquisition Strategies yang Patut Diterapkan

Pada tahun 2023, lebih dari 75% perusahaan di seluruh dunia melaporkan kekurangan talenta. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir. Berdasarkan informasi tersebut, Anda pasti setuju bahwa membangun strategi akuisisi talenta tidaklah mudah.

Padahal, perusahaan dengan program akuisisi talenta yang kuat lebih berpotensi meningkatkan retensi karyawan dan meraih kesuksesan jangka panjang. Untungnya, ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan, di antaranya:

1. Bangun Branding Perusahaan

Untuk membangun talent acquisition strategies yang kuat, Anda harus terlebih dahulu membangun branding perusahaan. Pasalnya, hampir semua pekerja akan mempertimbangkan reputasi dan nilai-nilai perusahaan sebelum memutuskan untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.

Branding perusahaan bisa dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya:

  • Tentukan Employee Value Proposition (EVP), yaitu nilai yang bisa perusahaan Anda tawarkan kepada karyawan sebagai imbalan atas keterampilan dan pengalaman mereka. Ini bisa berupa pengembangan karier, program pensiun, asuransi kesehatan, dll.
  • Gunakan cerita dan testimonium dari karyawan saat ini untuk menonjolkan budaya perusahaan Anda.
  • Bagikan konten yang memberikan wawasan tentang budaya perusahaan Anda, seperti video BTS (Behind The Scene), acara profesional yang dipimpin karyawan, atau keterlibatan komunitas.
  • Pastikan website perusahaan Anda memiliki halaman karier yang mencerminkan merek perusahaan, serta memberikan wawasan yang jelas dan menarik tentang kehidupan kerja di sana.

2. Sesuaikan Rencana Perekrutan dengan Tujuan Bisnis

Dalam membangun strategi akuisisi bakat, tidak hanya posisi organisasi saat ini saja yang harus Anda pahami, tetapi juga tujuan organisasi Anda di masa depan. Caranya, Anda bisa menganalisis kesenjangan untuk memahami keterampilan, pengalaman, dan peran yang saat ini ada di organisasi Anda, versus posisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan di masa depan.

Buka jalur komunikasi antara profesional HR dan kepala departemen untuk memastikan kesenjangan keterampilan ini diisi oleh orang yang tepat, pada waktu yang tepat. Anda juga bisa bertindak secara proaktif dengan membangun talent pool. Mirip dengan marketplace, talent pool berisi sejumlah kandidat yang telah disaring dan berfungsi sebagai sumber bagi tim HR untuk merekrut begitu ada lowongan baru.

3. Prioritaskan Skill daripada Kualifikasi

Salah satu tren terbaru saat ini dalam strategi akuisisi bakat adalah mengadopsi rekrutmen yang berfokus pada keterampilan alih-alih kualifikasi tradisional. Model rekrutmen semacam ini terbukti lebih efisien. Ini karena proses perekrutan menjadi lebih sederhana, tetapi tetap bisa mendapatkan kandidat yang tepat untuk kebutuhan spesifik perusahaan.

Pergeseran prioritas tadi didukung oleh bukti-bukti yang meyakinkan. Menurut US Chamber of Commerce, sebanyak 95% profesional HR melaporkan bahwa orang-orang dengan sertifikasi yang diperoleh melalui jalur alternatif (seperti kursus, komunitas belajar, dll) mempunyai kinerja pada tingkat yang sama bahkan lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki gelar tradisional.

4. Manfaatkan Program Referral dengan Karyawan Saat Ini

Strategi akuisisi bakat ini sangat recommended bagi startup yang beroperasi dengan sumber daya terbatas dan perlu merekrut karyawan dengan cepat guna memenuhi tuntutan pertumbuhan bisnis. Selain itu melalui program referral, Anda juga turut melibatkan karyawan saat ini dalam perolehan bakat untuk merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat.

5. Gunakan Software ATS

Penggunaan software ATS (Applicant Tracking System) juga termasuk salah satu tips jitu untuk membangun talent acquisition strategies yang kuat. Pasalnya, teknologi dapat mengotomatiskan tugas-tugas dengan lebih efisien dan cepat: mulai dari memposting lowongan, meninjau resume, menjadwalkan wawancara, komunikasi dengan kandidat, dll.

6. Gunakan Pendekatan Wawancara Terstruktur

Berikan dukungan kepada manajer perekrutan selama wawancara, dengan melakukan standardisasi proses wawancara yang terstruktur. Berbeda dengan wawancara tradisional yang tidak terstruktur, wawancara terstruktur mengharuskan pewawancara bertanya kepada semua kandidat:

  • Pertanyaan yang sama
  • Dalam urutan yang sama
  • Dinilai dengan kriteria yang sama

Hal ini memastikan bahwa semua kandidat akan dievaluasi berdasarkan keterampilan inti untuk peran tersebut.

7. Melakukan Orientasi Secara Proaktif untuk Mengurangi Ghosting

Ghosting tidak hanya terjadi dunia kencan, tetapi juga di dunia kerja. Terkadang, manajer HR bisa di-ghosting oleh kandidat, baik itu usai wawancara ataupun setelah bertukar kontrak.

Anda bisa mulai mengirimkan video sambutan yang dipersonalisasi kepada calon karyawan dari tim mereka. Pertimbangkan juga untuk menyediakan mentor atau buddy untuk karyawan baru, serta memberikan materi orientasi yang komprehensif seputar budaya perusahaan, kebijakan, dan lain sebagainya.

 

Kesimpulannya, menerapkan talent acquisition strategies yang kuat secara menyeluruh merupakan sebuah tugas yang menantang. Namun, dengan mengadopsi strategi-strategi di atas, bukan hal mustahil perusahaan Anda dapat membangun akuisisi bakat yang solid guna menarik, mengembangkan, dan mempertahankan bakat terbaik. Ini juga berguna untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar sebagai tempat kerja yang ideal.

Peran Human Resources and Talent Development dalam Menunjang Kelangsungan Bisnis

Peran Human Resources and Talent Development dalam Menunjang Kelangsungan Bisnis

Di sebuah perusahaan, keberadaan human resource and talent development menjadi sebuah keharusan. Kedua aspek ini memiliki peran yang krusial dalam mendukung operasional dan bahkan kelangsungan bisnis perusahaan di masa mendatang. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan dan memanfaatkan kedua aspek ini dengan optimal.

Peran Human Resources dalam Talent Development Perusahaan

Menurut pengertiannya, human resource merupakan bagian dari perusahaan yang mempunyai tugas berkaitan dengan pengelolaan, pengembangan, serta pemeliharaan SDM perusahaan. Human resource menjalankan perannya dengan melakukan perekrutan, pelatihan, pemberian penghargaan, serta upaya dalam mempertahankan karyawan bertalenta. 

Dalam menjalankan perannya tersebut, HR sangat berkaitan dengan proses talent development. Talent development merupakan bagian dari proses pengembangan karyawan atau employee development dalam perusahaan. Pelaksanaannya menjadi bagian dari tanggung jawab divisi HR. 

Program talent development atau pengembangan bakat merupakan upaya memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran serta pertumbuhan karyawan. Dalam pelaksanaannya, talent development bukan sekadar menyediakan program pelatihan bagi para karyawan, tetapi jauh lebih luas. 

Dalam talent development, perusahaan perlu memastikan kalau setiap karyawan mempunyai jalur pengembangan keahlian yang jelas. Dengan begitu, mereka bisa berkembang dan mencapai target yang mereka inginkan dalam karier. 

Selain itu, pelaksanaan program talent development harus disertai dengan adanya kemampuan pemimpin dalam mengenali talenta dari setiap karyawan. Dengan kemampuan tersebut, seorang pemimpin dapat mendorong pengembangan potensi setiap karyawan dengan optimal.

Alasan Kenapa Talent Development Penting untuk Perusahaan

Anda sudah bisa memahami keterkaitan antara human resource and talent development. Di sini, Anda dapat menyadari kalau pelaksanaan talent development merupakan bagian dari tugas human resource

Lalu, kenapa human resource harus menjalankan program ini? Apalagi, perusahaan bisa pula memilih untuk merekrut karyawan baru untuk mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan.

Perusahaan memang bisa saja memilih untuk menjalankan program perekrutan karyawan. Namun, pelaksanaannya bukan menjadi pengganti dari talent development, melainkan berfungsi untuk saling melengkapi. 

Adanya talent development memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan potensi bakat dari karyawan dan memaksimalkannya. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi permasalahan berkaitan dengan skill gaps para karyawan. 

Lewat implementasi program talent acquisition dan talent development yang seimbang, perusahaan memperoleh banyak keuntungan. Perusahaan bisa mendapatkan pemenuhan terhadap kebutuhan karyawan bertalenta yang kemudian dapat mendorong kelancaran operasional bisnis. 

Manfaat Talent Development

Selanjutnya, Anda harus tahu kalau pelaksanaan program talent development bisa memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Beberapa manfaat tersebut di antaranya adalah: 

1. Meningkatkan Skill Karyawan

Manfaat pertama dalam penerapan program human resource and talent development yang baik adalah membantu karyawan dalam meningkatkan keahlian. Bagi karyawan, peningkatan skill menjadi modal penting dalam meningkatkan kontribusi dan eksistensi dalam perusahaan. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh penghargaan lebih. 

Di sisi lain, peningkatan skill karyawan juga berdampak positif bagi perusahaan. Karyawan dengan keahlian tinggi mempunyai kontribusi besar. Selain itu, program talent development juga bisa menjadi salah satu wujud investasi jangka panjang perusahaan.

2. Mendorong Engagement Karyawan

Keterlibatan atau engagement karyawan dalam sebuah perusahaan sangatlah penting. Apalagi, keterlibatan tersebut dapat berdampak pada kelancaran operasional bisnis dan bahkan profitabilitas. Tingginya employee engagement akan mendorong karyawan untuk bekerja secara optimal dan memberikan kontribusi tinggi kepada perusahaan. 

Lalu, bagaimana talent development dapat meningkatkan employee engagement? Adanya program pengembangan bakat merupakan salah satu wujud penghargaan karyawan di mata perusahaan. Karena merasa lebih dihargai, karyawan akan mempunyai ikatan yang kuat dengan perusahaan dan berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kelangsungan bisnis perusahaan.

3. Mendorong Adanya Inovasi

Pemahaman yang tepat tentang human resource and talent development juga bisa memberikan manfaat berupa peningkatan inovasi. Fenomena ini bisa terjadi karena adanya peningkatan kualitas serta keahlian dari para karyawan. Di waktu yang sama, karyawan juga berkeinginan untuk memberikan kontribusi lebih kepada perusahaan. 

Kontribusi yang bisa diberikan oleh karyawan bisa berupa inovasi serta pikiran yang kreatif. Anda harus tahu, peningkatan keterampilan dapat mendorong karyawan untuk berpikir lebih kreatif. Mereka mempunyai keberanian untuk mencoba hal-hal yang out of the box dan menciptakan ide segar. 

Dalam lingkup yang lebih luas, inovasi dari para karyawan memberikan benefit besar bagi perusahaan. Inovasi tersebut dapat memberikan pengaruh positif pada kemampuan daya saing perusahaan di pasaran. Apalagi, kalau inovasi tersebut bisa menjadi nilai lebih dan relevan dengan tujuan bisnis perusahaan. 

4. Meningkatkan Retensi Karyawan

Manfaat berikutnya yang bisa Anda peroleh dari implementasi program talent development adalah peningkatan retensi karyawan. Retensi karyawan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. 

Tingkat retensi yang tinggi mengindikasikan kalau perusahaan punya kemampuan yang baik dalam menjaga dan mempertahankan karyawan bertalenta. Sementara itu, tingkat retensi yang rendah merupakan indikator kalau perusahaan tidak mempunyai kemampuan dalam mempertahankan dan menjaga loyalitas karyawan. 

Ada banyak cara yang bisa perusahaan lakukan dalam meningkatkan retensi karyawan. Salah satunya adalah lewat program talent development. Program ini berjalan dengan upaya mengenali bakat karyawan dan mengembangkannya. Lewat adanya program ini, karyawan merasa lebih eksis dan dihargai perusahaan. 

Dampaknya, karyawan bakal memiliki tingkat kepuasan tinggi dan loyal kepada perusahaan. Mereka tidak hanya termotivasi tinggi dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Namun, loyalitas tinggi yang mereka miliki juga membuat karyawan tidak mudah tergoda ketika mendapatkan penawaran kerja di tempat lain. 

5. Bagian dari Upaya Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Manfaat terakhir yang tidak kalah penting dari pelaksanaan program talent development adalah manfaatnya berkaitan dengan daya saing bisnis. Apalagi, karyawan merupakan aset berharga yang berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan daya saing bisnis dalam berbagai situasi. 

Dengan adanya talent development, perusahaan bisa lebih adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di pasar. Keterampilan tinggi yang ada pada karyawan membuat mereka dapat lebih mudah melakukan penyesuaian diri ketika terjadi perubahan pada lingkungan bisnis. 

Kemampuan ini sangatlah penting dalam bisnis di era modern. Apalagi, perubahan situasi pasar dapat berlangsung sangat cepat. Tanpa adanya kemampuan perusahaan dalam melakukan penyesuaian, bisnis akan sulit bersaing dengan kompetitor dan bahkan mengalami kolaps. 

Nah, itulah penjelasan lengkap berkaitan dengan human resource and talent development. Dari penjelasan ini, Anda sudah bisa memahami keterkaitan kedua aspek tersebut dan manfaat besarnya dalam menunjang operasional bisnis

Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki perencanaan program talent development yang tepat. Dengan begitu, karyawan bisa memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan dan bisa memberikan kontribusi besar demi kelangsungan operasional bisnis perusahaan.