Salah satu kunci kesuksesan jangka panjang di suatu perusahaan adalah sumber daya manusianya, khususnya karyawan yang Anda rekrut dan pertahankan. Akan tetapi, menemukan karyawan yang ideal untuk mengisi posisi tertentu bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, lingkungan perekrutan saat ini terbilang sangat kompetitif.
Lantas, bagaimana solusi untuk menemukan dan merekrut kandidat terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan? Jawabannya adalah dengan membangun talent acquisition strategies (strategi akuisisi bakat) yang kuat.
7 Talent Acquisition Strategies yang Patut Diterapkan
Pada tahun 2023, lebih dari 75% perusahaan di seluruh dunia melaporkan kekurangan talenta. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir. Berdasarkan informasi tersebut, Anda pasti setuju bahwa membangun strategi akuisisi talenta tidaklah mudah.
Padahal, perusahaan dengan program akuisisi talenta yang kuat lebih berpotensi meningkatkan retensi karyawan dan meraih kesuksesan jangka panjang. Untungnya, ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan, di antaranya:
1. Bangun Branding Perusahaan
Untuk membangun talent acquisition strategies yang kuat, Anda harus terlebih dahulu membangun branding perusahaan. Pasalnya, hampir semua pekerja akan mempertimbangkan reputasi dan nilai-nilai perusahaan sebelum memutuskan untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.
Branding perusahaan bisa dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya:
- Tentukan Employee Value Proposition (EVP), yaitu nilai yang bisa perusahaan Anda tawarkan kepada karyawan sebagai imbalan atas keterampilan dan pengalaman mereka. Ini bisa berupa pengembangan karier, program pensiun, asuransi kesehatan, dll.
- Gunakan cerita dan testimonium dari karyawan saat ini untuk menonjolkan budaya perusahaan Anda.
- Bagikan konten yang memberikan wawasan tentang budaya perusahaan Anda, seperti video BTS (Behind The Scene), acara profesional yang dipimpin karyawan, atau keterlibatan komunitas.
- Pastikan website perusahaan Anda memiliki halaman karier yang mencerminkan merek perusahaan, serta memberikan wawasan yang jelas dan menarik tentang kehidupan kerja di sana.
2. Sesuaikan Rencana Perekrutan dengan Tujuan Bisnis
Dalam membangun strategi akuisisi bakat, tidak hanya posisi organisasi saat ini saja yang harus Anda pahami, tetapi juga tujuan organisasi Anda di masa depan. Caranya, Anda bisa menganalisis kesenjangan untuk memahami keterampilan, pengalaman, dan peran yang saat ini ada di organisasi Anda, versus posisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan di masa depan.
Buka jalur komunikasi antara profesional HR dan kepala departemen untuk memastikan kesenjangan keterampilan ini diisi oleh orang yang tepat, pada waktu yang tepat. Anda juga bisa bertindak secara proaktif dengan membangun talent pool. Mirip dengan marketplace, talent pool berisi sejumlah kandidat yang telah disaring dan berfungsi sebagai sumber bagi tim HR untuk merekrut begitu ada lowongan baru.
3. Prioritaskan Skill daripada Kualifikasi
Salah satu tren terbaru saat ini dalam strategi akuisisi bakat adalah mengadopsi rekrutmen yang berfokus pada keterampilan alih-alih kualifikasi tradisional. Model rekrutmen semacam ini terbukti lebih efisien. Ini karena proses perekrutan menjadi lebih sederhana, tetapi tetap bisa mendapatkan kandidat yang tepat untuk kebutuhan spesifik perusahaan.
Pergeseran prioritas tadi didukung oleh bukti-bukti yang meyakinkan. Menurut US Chamber of Commerce, sebanyak 95% profesional HR melaporkan bahwa orang-orang dengan sertifikasi yang diperoleh melalui jalur alternatif (seperti kursus, komunitas belajar, dll) mempunyai kinerja pada tingkat yang sama bahkan lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki gelar tradisional.
4. Manfaatkan Program Referral dengan Karyawan Saat Ini
Strategi akuisisi bakat ini sangat recommended bagi startup yang beroperasi dengan sumber daya terbatas dan perlu merekrut karyawan dengan cepat guna memenuhi tuntutan pertumbuhan bisnis. Selain itu melalui program referral, Anda juga turut melibatkan karyawan saat ini dalam perolehan bakat untuk merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat.
5. Gunakan Software ATS
Penggunaan software ATS (Applicant Tracking System) juga termasuk salah satu tips jitu untuk membangun talent acquisition strategies yang kuat. Pasalnya, teknologi dapat mengotomatiskan tugas-tugas dengan lebih efisien dan cepat: mulai dari memposting lowongan, meninjau resume, menjadwalkan wawancara, komunikasi dengan kandidat, dll.
6. Gunakan Pendekatan Wawancara Terstruktur
Berikan dukungan kepada manajer perekrutan selama wawancara, dengan melakukan standardisasi proses wawancara yang terstruktur. Berbeda dengan wawancara tradisional yang tidak terstruktur, wawancara terstruktur mengharuskan pewawancara bertanya kepada semua kandidat:
- Pertanyaan yang sama
- Dalam urutan yang sama
- Dinilai dengan kriteria yang sama
Hal ini memastikan bahwa semua kandidat akan dievaluasi berdasarkan keterampilan inti untuk peran tersebut.
7. Melakukan Orientasi Secara Proaktif untuk Mengurangi Ghosting
Ghosting tidak hanya terjadi dunia kencan, tetapi juga di dunia kerja. Terkadang, manajer HR bisa di-ghosting oleh kandidat, baik itu usai wawancara ataupun setelah bertukar kontrak.
Anda bisa mulai mengirimkan video sambutan yang dipersonalisasi kepada calon karyawan dari tim mereka. Pertimbangkan juga untuk menyediakan mentor atau buddy untuk karyawan baru, serta memberikan materi orientasi yang komprehensif seputar budaya perusahaan, kebijakan, dan lain sebagainya.
Kesimpulannya, menerapkan talent acquisition strategies yang kuat secara menyeluruh merupakan sebuah tugas yang menantang. Namun, dengan mengadopsi strategi-strategi di atas, bukan hal mustahil perusahaan Anda dapat membangun akuisisi bakat yang solid guna menarik, mengembangkan, dan mempertahankan bakat terbaik. Ini juga berguna untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar sebagai tempat kerja yang ideal.
