7 Team Building Activities untuk Mendorong Produktivitas Bisnis

7 Team Building Activities untuk Mendorong Produktivitas Bisnis

Keselarasan kinerja karyawan merupakan resep penting untuk produktivitas bisnis. Sayangnya, komponen ini terkadang dilupakan perusahaan. Team building activities merupakan langkah yang efektif (dan praktis) untuk meningkatkan kualitas kerja sama karyawan. 

7 Aktivitas yang Disarankan

Berikut ini merupakan aktivitas-aktivitas menarik untuk meningkatkan kolaborasi anggota tim:

1. No smiling 

Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum meeting untuk mencairkan suasana. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah membantu tim untuk tetap solid meskipun berada dalam situasi yang genting.

Anggota tim akan dikumpulkan dan diminta untuk tidak tersenyum selama beberapa menit lamanya. Individu yang bisa menahan senyum paling lama adalah pemenangnya. Aktivitas ini bisa dilakukan tanpa memedulikan besarnya tim Anda.

2. Ultimate dinner party 

Ini adalah salah satu team building activities yang bertujuan untuk membuat anggota tim saling mengenal satu sama lain. Aktivitas ini cocok dilakukan untuk grup kecil.

Setiap orang diminta menjawab “Jika Anda dapat mengundang 3 orang (yang masih hidup maupun telah meninggal) untuk pesta makan malam, siapakah yang akan Anda undang?” Setiap peserta harus memberikan argumen atas pilihannya dan menceritakan skenario acara makan malam tersebut.  

3. The barter puzzle 

Tujuan permainan ini adalah melatih karyawan untuk membuat keputusan bersama di bawah tekanan. Jumlah peserta yang disarankan adalah 12 hingga 20 orang, yang dibagi ke dalam beberapa tim.

Setelah membagi peserta ke dalam tim dengan jumlah anggota yang sama, setiap tim diberi puzzle set dengan tingkat kesulitan yang setara. Mereka harus menyelesaikan puzzle tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. Menariknya, salah satu potongan puzzle yang diperlukan satu tim ternyata dipegang oleh tim yang lain.

4. Count to 20

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan mendengarkan secara aktif agar tim makin solid. Idealnya, jumlah peserta berkisar antara 5 hingga 30 orang.

Peserta bisa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka akan menunduk dan memejamkan mata, lalu secara bergantian berhitung mulai dari 1, 2, hingga 20. Apabila lebih dari satu orang mengucapkan angka yang sama, perhitungan akan diulang dari awal.

5. Follow the leader 

Kegiatan ini merupakan salah satu team building activities yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi non-verbal dan kohesivitas. 

Seseorang di dalam kelompok ditugaskan menjadi “penebak” dan diminta meninggalkan ruangan sementara rekan lain melakukan briefing. Peserta di dalam ruang menunjuk seorang “pemimpin” yang akan membuat gerakan untuk ditiru anggota lain. Si penebak akan berusaha menentukan mana pemimpin tim berdasarkan gerakan kelompok.

6. Escape room quests

Tujuan aktivitas ini adalah melatih keterampilan problem solving secara beregu ketika berada dalam tekanan. Anggota tim pun akan merasa lebih nyaman satu sama lain karena aktivitas ini mendukung diskusi.

Tim (maksimal terdiri dari 10 orang) ditempatkan di dalam suatu ruang tertutup. Mereka diberi tugas untuk menyelesaikan teka-teki yang akan membantu mereka menemukan jalan keluar. 

7. Code of conduct

Aktivitas sederhana yang dilakukan pada pembukaan sebuah acara ini bertujuan untuk melatih karyawan membentuk aturan dan menaati aturan yang telah disepakati.

Kegiatan dimulai dengan menuliskan kata “bermakna” dan “menyenangkan” pada sebuah papan tulis. Setiap peserta diminta untuk menyampaikan mengenai hal yang membuat acara tersebut bermakna atau menyenangkan. Tim kemudian menyusun peraturan acara berdasarkan ide yang disampaikan.

Mempersiapkan Team Building Activities

Aktivitas-aktivitas yang disebutkan di atas perlu dipersiapkan dengan baik. Infrastruktur fisik, seperti ruang yang kondusif dan peralatan lain, harus tersedia. Selain itu, peserta harus diberi arahan terlebih dahulu agar fokus mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Trainer yang berpengalaman pun dibutuhkan untuk kelancaran acara. Anda dapat menunjuk karyawan untuk mengawasi team building activities atau bekerja sama dengan lembaga pelatihan.

4 Jenis Performance Metrics yang Perlu Diketahui

4 Jenis Performance Metrics yang Perlu Diketahui

Mengetahui apa saja performance metrics memberikan cara agar perusahaan dapat mengukur pertumbuhan dan perkembangan bisnisnya. Setiap perusahaan memiliki metriknya sendiri untuk menentukan apakah tujuan yang ingin dicapai sudah terpenuhi.

Metrik yang dimaksud adalah data yang digunakan untuk mengetahui perkembangan di setiap perusahaan dengan menggunakan kegiatan, perilaku karyawan, dan produktivitas sebagai metrik utamanya. Metrik tersebut mencatat dan mengukur pencapaian tujuan perusahaan. 

Kenapa Perlu Mengetahui Performance Metric?

Mengetahui metrik ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dengan cara memberikan informasi berharga terkait hal yang sedang berjalan untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan laba. Mengetahuinya dapat membantu Anda membuat rencana perbaikan, penyesuaian, dan perubahan pada perusahaan demi mencapai tujuan.

4 Jenis Performance Metrics

Sebagian besar perusahaan menggunakan metrik performa yang serupa untuk mengukur keberhasilan dan mencapai tujuannya. Metrik yang baik mampu memberikan data yang dapat langsung dijalankan untuk mencapai tujuan. Berikut keempat jenis metrik performa yang bisa digunakan.

1. Metrik Performa Perusahaan

Metrik ini menilai penjualan, pemasaran, dan laba. Anda dapat menggunakan data yang dihasilkan untuk dibandingkan dengan ketercapaian tujuan. Data tersebut membantu perusahaan menentukan jenis penyesuaian yang perlu diambil untuk mencapai tujuan. Metrik ini meliputi tiga hal, yaitu:

  1. Indikator ROI: Indikator ini adalah metrik yang perlu diketahui karena data ini dapat digunakan untuk menentukan apakah investasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat menghasilkan laba. 
  2. Profitabilitas: Profitabilitas adalah metrik performa penting untuk mengetahui margit laba perusahaan dan menggunakannya untuk membandingkan data tersebut dengan tujuan perusahaan.
  3. Produktivitas: Metrik ini mengukur rasio antara kerja yang dilakukan dan sumber daya yang digunakan.

2. Metrik Performa Penjualan

Metrik ini mengukur performa penjualan produk atau jasa perusahaan oleh tim maupun individu. Metrik ini membandingkan kegiatan penjualan dengan hasil penjualan yang telah ditentukan oleh tim atau perusahaan. Metrik ini meliputi:

  1. Aktivitas: Metrik ini memberikan data mengenai kegiatan tim sales tiap hari. Kegiatan ini diukur melalui metrik, seperti jumlah panggilan atau surel dan proposal yang dikirim.
  2. Lead Generation: Metrik ini mengukur kemungkinan untuk menghasilan penjualan baru. Metrik yang bisa digunakan antara lain waktu respons rata-rata dan persentase follow-up.
  3. Produktivitas Penjualan: Waktu yang dihabiskan untuk kegiatan penjualan dan rata-rata jumlah alat jual yang digunakan bisa dijadikan data dalam metrik ini.

3. Metrik Performa Manajemen Proyek

Metrik ini digunakan untuk mengukur efektivitas dan profitabilitas proyek. Beberapa hal yang diukur dalam metrik ini antara lain:

  1. Produktivitas: data ini memungkinkan manajer proyek menilai sumber daya yang digunakan dan usaha yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek.
  2. Lingkup Kerja: metrik ini memberikan data yang dapat membantu menentukan waktu dan bujet yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.
  3. Kualitas dan Kepuasan: metrik ini mengukur kualitas hasil proyek.
  4. Biaya: manajemen biaya perlu memperhatikan variabel tak terduga yang bisa muncul selama proyek berlangsung.
  5. Margin Bruto: margin ini adalah selisih antara biaya total proyek dan pendapatan yang diperoleh. 

4. Metrik Performa Karyawan

Metrik ini menilai produktivitas dan efisiensi karyawan dalam mencapai tolok ukur pertumbuhan perusahaan. Beberapa metrik yang digunakan meliputi:

  1. Kualitas: digunakan untuk mengukur kualitas performa karyawan.
  2. Kuantitas: mirip dengan kuantitas, data yang digunakan untuk mengukur metrik ini antara lain angka penjualan atau produk yang dihasilkan.
  3. Efisiensi: metrik ini menggabungkan data kualitas dan kuantitas untuk mencatat sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan produk. Data yang digunakan untuk mengukur metrik ini adalah uang yang digunakan.
  4. Produktivitas: metrik ini dapat membantu perusahaan mengubah proses, perilaku, dan mencapai tujuan.

Itulah keempat jenis performance metrics yang bisa diukur untuk mengetahui apakah performa perusahaan Anda sudah cukup berkontribusi pada pertumbuhannya.