Mengenal Apa Itu Design Thinking dan Manfaatnya dalam Pengembangan Produk

Mengenal Apa Itu Design Thinking dan Manfaatnya dalam Pengembangan Produk

Proses pengembangan produk baru menjadi tahapan krusial dalam setiap bisnis. Anda perlu memastikan kalau produk tersebut mampu menjadi solusi tepat untuk permasalahan yang dihadapi oleh konsumen. Penerapan konsep design thinking bisa menjadi pendekatan tepat dalam membangun produk baru yang tepat.

Namun, apa itu design thinking? Lalu, kenapa Anda perlu mengembangkan kemampuan ini untuk bisa membangun sebuah produk? Untuk mendapatkan penjelasan secara lebih lengkap, simak informasinya sebagai berikut, yuk!

Pengertian Design Thinking

Design thinking atau pemikiran desain merupakan pendekatan yang dapat Anda lakukan dalam menghadapi sebuah permasalahan dan mencari solusi tepat untuk mengatasinya. Dalam prosesnya, Anda bersama anggota tim akan bekerja membangun produk secara bertahap dalam bentuk purwarupa (prototype) dengan berdasarkan pada keinginan konsumen.

Keahlian dalam pemikiran desain membantu Anda untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi konsumen secara lebih jelas. Dengan begitu, Anda pun dapat mengetahui kebutuhan mereka dan mewujudkannya dalam bentuk desain produk yang sesuai. 

Manfaat Design Thinking dalam Pengembangan Produk

Penerapan pola pemikiran desain bisa memberikan banyak manfaat dalam proses pengembangan produk. Manfaat tersebut di antaranya adalah: 

1. Membantu Pengembangan Produk yang Benar-Benar Menjadi Solusi

Design thinking merupakan pola pikir yang berfokus pada kebutuhan manusia atau human centric. Oleh karena itu, penerapannya dapat membantu Anda untuk mengetahui kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi oleh para konsumen. 

Implementasi pemikiran desain dapat membantu Anda untuk mengembangkan produk yang dapat menyelesaikan permasalahan konsumen. Jadi, produk tersebut bisa mereka sukai dan memberikan manfaat nyata dalam penggunaannya.

2. Mendorong Munculnya Ide Produk yang Inovatif

Penerapan design thinking akan mendorong Anda bersama anggota tim untuk melakukan eksperimen secara leluasa. Anda dapat memaksimalkan kreativitas dari setiap anggota tim dalam membuat rancangan desain yang tepat.

Dengan sentuhan pikiran kreatif dan proses eksperimen yang terus-menerus, tidak heran kalau Anda mampu menciptakan produk yang inovatif. Keberadaan produk tersebut pun bisa memberikan nilai tambah tersendiri dan mampu memberikan solusi untuk permasalahan para konsumen.

3. Meningkatkan Usability Produk dan Acceptance Rate

Apa jadinya kalau Anda merancang desain produk baru secara serampangan dengan tanpa memperhitungkan kebutuhan serta permasalahan konsumen? Kemungkinan besar, produk tersebut gagal di pasaran dan para konsumen tidak menyukainya. 

Situasinya bakal berbeda kalau Anda menerapkan design thinking dalam proses pengembangan produk tersebut. Anda akan berusaha merancang produk dengan empati terhadap permasalahan yang dihadapi konsumen. 

Hal ini kemudian membuat produk yang dihasilkan dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Alhasil, para konsumen akan lebih terbuka dalam menerima produk tersebut dan menggunakannya sesuai dengan fungsinya. 

4. Menghemat Pengeluaran Perusahaan

Anda mungkin berpikir kalau proses pengembangan produk dengan berbagai rancangan prototype memerlukan biaya besar. Apalagi, proses tersebut juga harus disertai dengan adanya riset mendalam untuk memahami kebutuhan serta permasalahan dari para konsumen. 

Namun, biaya tersebut relatif jauh lebih ringan dibandingkan kerugian ketika perusahaan memiliki produk yang gagal di pasaran. Anda tidak hanya harus menanggung kerugian produksi, tetapi juga kerugian lainnya, termasuk biaya pemasaran dan pengembangan produk. 

Situasinya akan berbeda kalau Anda melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan aspek design thinking. Eksperimen berulang yang Anda lakukan dapat menghemat pengeluaran dibandingkan harus merancang ulang produk dari awal. Selain itu, implementasinya dapat meminimalkan risiko kegagalan produk di pasaran. 

Itulah penjelasan terkait apa itu design thinking dan manfaatnya dalam proses pengembangan produk. Demi kemajuan bisnis, pastikan Anda terbiasa menerapkannya agar bisa menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan serta permasalahan para konsumen. 

Market Expansion Strategies: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengembangkannya

Market Expansion Strategies: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengembangkannya

Pertumbuhan atau ekspansi bisnis merupakan satu hal yang diinginkan oleh setiap perusahaan atau pemilik usaha. Namun, tanpa rencana dan strategi yang jelas, tujuan ekspansi akan sulit diraih. Oleh karena itu, perusahaan atau bisnis membutuhkan market expansion strategies.

Apa itu market expansion strategies? Apa saja jenis-jenis strategi perluasan pasar ini dan bagaimana cara mengembang strategi perluasan pasar? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Market Expansion Strategies dan Manfaatnya?

Menurut Ansoff Matrix, Market Expansion Strategies atau Strategi Perluasan Pasar adalah strategi atau upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan keberadaan dan penjualan produk atau layanan mereka di pasar yang sudah ada maupun baru. Manfaat dari strategi perluasan pasar ini, antara lain:

  • Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
  • Mendapatkan lebih banyak pelanggan atau pangsa pasar.
  • Mengurangi risiko yang mungkin timbul jika bergantung pada satu segmen pasar atau produk saja.
  • Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
  • Memanfaatkan serta memaksimalkan keunggulan dan sumber daya yang sudah dimiliki perusahaan.

Jenis-Jenis Market Expansion Strategies

Ada banyak jenis strategi perluasan pasar. Namun, jenis strategi yang paling banyak digunakan, antara lain:

1. Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Fokus pada peningkatan pangsa pasar di segmen yang sudah ada dengan produk atau layanan yang sudah ada. 

2. Pengembangan Produk atau Layanan (Product Development)

Menambah produk atau layanan baru ke dalam portofolio perusahaan. Strategi ini bisa mencakup peningkatan fitur produk yang sudah ada atau mengembangan produk yang sepenuhnya baru untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.

3. Diversifikasi (Diversification)

Memasuki pasar baru dengan produk atau layanan yang berbeda dari yang sudah ada. Diversifikasi dapat bersifat terkait atau tidak terkait dengan produk atau layanan yang sudah ada.

4. Ekspansi Geografis (Geographical Expansion)

Memperluas cakupan wilayah untuk mencapai konsumen baru atau meningkatkan kehadiran di wilayah yang sudah ada. Strategi ini bisa mencakup ekspansi lokal, regional, nasional, atau internasional.

Cara Mengembangkan Market Expansion Strategies

Dalam mengembangkan strategi perluasan pasar, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan perusahaan:

1. Menentukan Tujuan

Untuk menentukan tujuan ini, Anda bisa menggunakan metode SMART atau Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Metode SMART ini mempertimbangkan langkah-langkah penting seperti pertumbuhan pendapatan perusahaan, margin keuntungan, jalur pemasaran, dan kepuasan pelanggan.

Masing-masing langkah ini fokus pada KPI tertentu, cara mengukurnya, dan lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.

2. Melakukan Audit

Dalam melakukan audit, perusahaan harus mengidentifikasi hal berikut menentukan fokus utama di awal ekspansi pasar:

  • Target pasar dan demografinya.
  • Produk dan layanan yang paling populer di antara target pasar.
  • Elemen strategi pertumbuhan yang paling sukses.
  • Elemen bisnis yang menarik maupun tidak.
  • Masalah yang mungkin timbul dalam operasi dan manajemen

3. Riset Pasar

Riset pasar yang menyeluruh dan mendalam akan membantu perusahaan dalam mengevaluasi permintaan, persaingan, dan pertimbangan spesifik negara seperti peraturan bisnis dan preferensi budaya. Contoh, jika ingin melakukan ekspansi ke Jepang, maka perusahaan perlu mempersiapkan materi promosi yang sesuai dengan budaya lokal negara tersebut.

4. Analisa Kompetitor

Untuk mengambil pangsa pasar kompetitor, Anda perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan serta bagaimana mereka berkembang. Analisa kompetitor membantu Anda menemukan daya tarik lawan di mata target pasar.

5. Sesuaikan Struktur dan Operasi Bisnis

Setelah menganalisis pasar, target audiens, dan pesaing, perusahaan perlu menentukan metode ekspansi yang sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan bisnis. Selain itu, perusahaan juga perlu menentukan saluran atau media promosi dan strategi pemasaran konten yang akan digunakan.

6. Eksekusi dan Analisa

Setelah semua persiapan selesai, saatnya menjalankan strategi. Untuk memastikan semua berjalan lancar, Anda perlu terus memantau, menganalisis, dan mengukur kinerja strategi. Langkah ini berguna untuk menentukan rencana atau strategi selanjutnya.

Market Expansion Strategies perlu disesuaikan dengan kondisi pasar dan tujuan bisnis perusahaan. Dengan menerapkan strategi ini secara bijak, perusahaan dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai perusahaan.