Menilai kinerja karyawan dan memberikan performance feedback dengan tepat adalah hal yang harus dilakukan oleh semua manajer. Mari kenali lebih lanjut mengenai proses manajemen kinerja karyawan ini.
Apa Itu Performance Feedback?
Feedback atas kinerja karyawan merupakan sebuah proses ketika perusahaan memberikan informasi yang konstruktif terhadap karyawan mengenai kinerja, perilaku, maupun keterampilan di tempat kerja. Feedback dapat diberikan oleh manajer, rekan kerja (peer), maupun bawahan.
Pemberian feedback yang tepat sasaran akan mendorong karyawan untuk memperbaiki kinerjanya. Sebelum memberikan feedback, manajer perlu melakukan penilaian yang objektif atas kinerja karyawan. Penilaian ini dilakukan berdasarkan kriteria yang dapat dikuantifikasi, misalnya jam kerja maupun output.
Pentingnya Memberikan Feedback kepada Karyawan
Selain meningkatkan kinerja karyawan, pemberian feedback memiliki beberapa tujuan lain bagi organisasi secara keseluruhan, yaitu:
- Mendorong produktivitas perusahaan.
- Meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
- Menurunkan tingkat turnover.
- Mendorong inovasi-inovasi di dalam organisasi.
- Meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara karyawan.
- Membantu perusahaan dalam melakukan decision making.
Tips Melakukan Performance Feedback
Berikut merupakan beberapa tips untuk memberikan feedback kepada karyawan secara efektif:
1. Melakukan pertemuan tatap muka
Manajer disarankan untuk memberikan feedback melalui pertemuan tatap muka 1:1. Pemberian feedback secara individual ini dilakukan karena setiap karyawan menghadapi permasalahan yang berbeda dan membutuhkan penyelesaian masing-masing.
Perlu diingat bahwa menerima feedback dari perusahaan merupakan hal yang menegangkan bagi karyawan. Manajer disarankan untuk memilih ruangan yang nyaman dan sunyi ketika memberikan feedback. Selain itu, karyawan sebaiknya sudah mengetahui tujuan pertemuan sebelum dilaksanakan.
2. Deskripsikan kriteria penilaian dengan jelas
Performance feedback akan sukses jika manajer memberikan penjelasan mengenai kriteria penilaian dengan jelas. Kriteria-kriteria ini akan dibagi ke dalam gol yang dapat diukur. Gol tersebut haruslah relevan dengan posisi karyawan di perusahaan.
Selain memastikan transparansi, penjelasan akan kriteria penilaian kinerja ini merupakan kesempatan untuk menegaskan mengenai apa yang diharapkan perusahaan dari karyawannya. Karena kriteria penilaian sifatnya jelas, karyawan akan memahami perannya dalam usaha organisasi mencapai tujuan.
3. Gunakan bahasa yang konstruktif
Tujuan penilaian kinerja adalah memotivasi karyawan dan menyelaraskan kinerja mereka dengan tujuan perusahaan. Kesempatan ini tidak boleh digunakan sebagai momen untuk memojokkan karyawan atas kesalahan yang dibuat selama bekerja.
Feedback yang konstruktif tidak hanya berfokus kepada kesalahan. Manajer perlu menyebutkan prestasi-prestasi yang sudah diraih oleh karyawan. Selain itu, fokus pada perilaku dan keterampilan yang terkait dengan pekerjaan, bukan kepribadian karyawan.
4. Dengarkan tanggapan karyawan
Feedback idealnya merupakan proses yang berjalan dua arah. Setelah menyampaikan penilaian kinerja kepada karyawan, manajer perlu mendengarkan tanggapan dari karyawan tersebut. Proses dua arah ini akan membuat feedback lebih efektif.
Dalam sesi ini, karyawan diberikan kesempatan untuk menjelaskan kendala-kendala yang mungkin menghalanginya dalam bekerja secara optimal. Karyawan pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan asesmen terhadap manajemen perusahaan maupun rekan kerja.
5. Menyusun roadmap bersama
Pada sesi akhir pertemuan, manajer dan karyawan akan menyusun roadmap untuk pengembangan karier jangka panjang. Setelah tujuan jangka panjang diidentifikasi, manajer dan karyawan bisa bersama-sama menyusun gol yang perlu dicapai dalam jangka pendek.
Manajer dapat memberikan informasi mengenai apa yang karyawan bisa lakukan untuk mendapatkan kenaikan jabatan atau penambahan tanggung jawab. Pastikan bahwa karyawan mengetahui kesempatan-kesempatan apa yang bisa mereka raih di masa depan.
Performance feedback perlu dilakukan secara teratur agar progres karyawan bisa dilacak dengan lebih mudah. Karyawan yang mampu meningkatkan kinerja setelah pemberian feedback sebaiknya diberi penghargaan, baik melalui secara finansial maupun tidak, agar makin termotivasi.
Sumber:
https://www.cipd.org/en/knowledge/evidence-reviews/performance-feedback/
https://www.leapsome.com/blog/performance-review-tips
https://hbr.org/2022/07/how-to-conduct-a-great-performance-review
