3 Hal Tentang 360 Degree Feedback yang Harus Anda Ketahui

3 Hal Tentang 360 Degree Feedback yang Harus Anda Ketahui

Pernah mendengar istilah 360 degree feedback? Sebutan tersebut merujuk pada metode penilaian kinerja karyawan yang dilakukan oleh atasan, rekan kerja, pelanggan, dan karyawan itu sendiri, hingga bawahan.

Karena melibatkan berbagai pihak, hasil penilaiannya bersifat menyeluruh sehingga banyak diterapkan dalam organisasi dan perusahaan. Namun, di balik keunggulannya, ternyata ada beberapa hal yang harus kita antisipasi. Ada juga beberapa kiat yang bisa diterapkan supaya metode ini bisa berjalan efektif.

Yuk, kita simak ulasannya!

Apa Saja Keunggulan 360 Degree Feedback?

Metode penilaian 360 degree feedback saat ini banyak dipakai oleh human resource untuk mengukur kinerja karyawan. Masukan yang diperoleh akan beragam, bahkan tidak terpaku pada seputar hasil kerja.

Karena itu, strategi penilaian 360 derajat dianggap memiliki sejumlah keunggulan. Apa saja sebenarnya keunggulan tersebut? Berikut keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber.

1. Menciptakan iklim kompetisi yang sehat

Dilansir dari laman Gaji Gesa, penilaian kinerja seperti ini mendukung pengembangan kinerja pegawai. Karena itu, dengan sendirinya akan terbentuk iklim kompetisi yang sehat agar performa terus meningkat.

2. Membuka jalan untuk pengembangan diri karyawan

Seperti diulas pada poin sebelumnya, penilaian ini membuka jalan untuk pengembangan diri karyawan. Hal ini lantaran karyawan akan menerima berbagai masukan secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa segera melakukan tindakan perbaikan.

3. Mendukung kekompakan dan produktivitas tim

Tidak hanya soal hasil kinerja yang dinilai, tetapi juga perspektif lain, misalnya kepribadian yang berkaitan dengan cara kerja. Karena itu, individu akan terdorong untuk memperbaiki diri, termasuk cara berkomunikasi dengan tim. Akhirnya, tim akan menjadi lebih solid dan produktivitas pun meningkat.

4. Mendukung transparansi

Penilaian mengenai kelemahan dan kelebihan karyawan dari berbagai pihak akan membentuk budaya transparansi di tempat kerja. Masukan yang bersifat objektif juga akan membuat karyawan merasa dihargai hasil kerjanya.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan

Masukan 360 derajat melibatkan penilaian dari pelanggan atau konsumen. Dengan begitu, kita akan mengetahui hal apa saja yang harus diperbaiki, misalnya mutu produk, kualitas layanan, dan lain sebagainya.

Kelemahan Apa Saja yang Harus Diantisipasi?

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, ternyata ada beberapa hal yang harus kita antisipasi dari metode penilaian kinerja ini. Berikut ulasan singkatnya.

1. Penilaian tidak objektif

Penilaian bisa subjektif karena ada pengaruh emosional, hubungan antarpersonal, dan faktor pribadi lainnya.

2. Potensi konflik

Sifat subjektif yang dibiarkan bisa saja berkembang menjadi konflik. Misalnya saja, ada karyawan yang tidak terima atas hasil penilaian yang ia peroleh. Konflik bisa juga muncul akibat evaluasi yang terlampau jauh menilai seseorang secara personal.

3. Memakan waktu dan biaya

Karena melibatkan pihak yang cukup banyak, feedback 360 derajat relatif memakan waktu dan biaya. Perusahaan perlu waktu untuk mematangkan persiapan dan mengolah data yang terkumpul.

Tips Penerapan 360 Degree Feedback

Lantas, bagaimana caranya agar metode ini bisa berjalan efektif?

1. Memberi penilaian secara spesifik

Uraikan dengan jelas mengenai hal-hal yang memerlukan perbaikan, juga beberapa hal positif yang sudah berjalan. Misalnya, cara kerja yang harus diperbaiki, budaya kerja yang memicu stres, dan lain-lain.

2. Mengadakan pelatihan untuk penilai

Sebelum dimulai, berikan arahan yang jelas kepada tim penilai. Pastikan mereka memberi masukan berdasarkan fakta dan bersifat objektif.

3. Bersikap jujur dan lugas

Dilansir dari decisionwise, sampaikan penilaian secara jujur, terbuka, tetapi dengan rasa hormat. Dengan begitu, karyawan yang ditinjau akan merasa senang karena mengetahui kelebihannya dan bersedia untuk memperbaiki kelemahannya.

 

Ingin mendapat masukan beragam dalam menilai kinerja karyawan? Kalau begitu, Anda bisa coba terapkan 360 degree feedback. Semoga bermanfaat.

Comments are closed.