Salah satu alasan mengapa seseorang kesulitan dalam mencapai tujuannya adalah tidak memiliki kemampuan persuasi. Hal ini bisa saja menghambat kemajuan karier untuk profesional. Karena itu, persuasive communication dibutuhkan para profesional. Untuk mengetahui apa saja manfaatnya untuk profesional, lihat penjelasan di sini.
Apa itu Persuasive Communication?
Komunikasi persuasif merupakan jenis komunikasi yang memiliki tujuan untuk mengubah atau memengaruhi sikap, perilaku, dan kepercayaan seseorang sehingga sesuai dengan yang diharapkan komunikator. Kegunaannya agar orang lain jadi sependapat dengan komunikator.
Walaupun bertujuan untuk membujuk orang lain, komunikasi persuasif tidak melibatkan paksaan. Justru, komunikasi persuasif akan menggunakan cara lebih halus yang tidak jarang dihadapi dengan penolakan.
Oleh karena itu, ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan komunikasi ini. Beberapa faktor tersebut adalah sumber pesan/komunikator, pengaruh lingkungan, apakah pesannya masuk akal dan kesinambungan pesan.
Manfaat Persuasive Communication
Persuasive communication memiliki banyak manfaat di dunia profesional, terutama dalam bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
Memudahkan Penjualan Jasa atau Produk
Sebaik apa pun jasa atau produk yang Anda miliki, Anda akan kesulitan menjualnya bila tidak persuasif. Banyak konsumen yang harus berpikir beberapa kali sebelum mereka menggunakan jasa atau produk. Pada saat itulah, Anda harus bisa membujuk konsumen untuk memilih jasa atau produk Anda.
Cara membujuk mereka tidak hanya dengan mendeskripsikan jasa dan produk saja. Anda perlu meyakinkan jika jasa atau produk milik Anda adalah solusi yang dicari konsumen.
Buat mereka merasa bahwa mereka harus memakai jasa atau memiliki produk yang Anda tawarkan. Hal ini dapat diwujudkan dengan melihat kebutuhan spesifik konsumen lalu membuat argumen yang sesuai. Jadi, Anda bisa dengan mudah menjual jasa atau produk ke konsumen.
Membuat Aspirasi Didengar
Dalam dunia kerja, Anda pasti memiliki aspirasi yang ingin disampaikan kepada rekan kerja atau bos. Namun, suara Anda akan kesulitan didengar apabila tidak memiliki kemampuan persuasive communication. Bahkan, mereka bisa saja menghiraukan Anda.
Menyampaikan aspirasi dengan persuasif membuat rekan kerja dan bos dapat melihat keuntungan dari aspirasi Anda. Contohnya, Anda memiliki ide baru untuk meningkatkan penjualan di perusahaan.
Bila hanya sekadar bicara, orang lain tidak bisa melihat untungnya mendengarkan ide Anda. Namun, bila Anda tambahkan dengan bagaimana ide Anda mampu membantu perusahaan secara menyeluruh, mereka akan lebih terbuka dengan ide Anda.
Meningkatkan Kesuksesan Negosiasi
Negosiasi menjadi bagian yang tak terlepas dari dunia kerja. Proses negosiasi bisa memakan waktu lama karena semua pihak tidak ingin dirugikan dari hasil negosiasi. Persuasive communication dapat meningkatkan kesuksesan negosiasi karena kemampuannya dalam mempengaruhi pendapat dan sudut pandang orang lain.
Bila Anda menyajikan argumen yang memberikan win–win solution, orang lain lebih mudah menerimanya. Lalu, saat pihak lain merasa keberatan dengan poin-poin tertentu, Anda bisa membujuk mereka untuk bekerja sama menemukan solusi terbaik.
Memajukan Karier
Pernahkah Anda merasa bahwa karier Anda tidak bergerak sama sekali? Terlebih lagi, jika Anda sudah lama bekerja dan memiliki banyak pengalaman. Meminta promosi untuk memajukan karier tidak semudah mengucapkan kata belaka.
Jika Anda memiliki kemampuan persuasi, Anda dapat meyakinkan bos seberapa besar jasa Anda untuk perusahaan. Tidak hanya itu, Anda pun dapat menyampaikan alasan mengapa Anda layak mendapat kenaikan gaji dengan percaya diri.
Memengaruhi Pengambilan Keputusan
Setiap harinya, perusahaan akan mengambil keputusan yang berhubungan dengan operasional, finansial dan strategi. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan dan terjadi di berbagai tingkat organisasi.
Anda dapat memengaruhi keputusan di perusahaan dengan kemampuan persuasi, dari mendengarkan sampai mempertimbangkan pendapat Anda. Meski telah mengambil keputusan akhir, Anda tetap bisa mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memberikan opini kedua.
Penutup
Sekarang Anda sudah tahu apa saja manfaat memiliki kemampuan persuasive communication. Sudah saatnya Anda belajar jenis komunikasi tersebut agar karier profesional makin cemerlang.
