7 Teknik Active Listening Agar Semakin Mahir

7 Teknik Active Listening Agar Semakin Mahir

Apa Anda ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi? Anda bisa mulai dengan melatih active listening. Tidak seperti mendengarkan seperti biasanya, pendengar aktif benar-benar fokus terhadap pembicara dan menyerap informasi yang diberikan. Agar mampu mempraktikkannya, ikutilah teknik berikut.

Fokus Mendengarkan

Menjadi pendengar aktif tandanya harus benar-benar fokus saat mendengarkan orang lain. Ini berarti Anda tidak boleh terpengaruh oleh hal lain, contohnya melamun, bermain HP, atau melihat ke arah lain. Dengan begitu, tidak ada informasi yang tertinggal, apalagi jika lawan bicara memberitahu informasi yang penting.

Bukan itu saja, kalau Anda memiliki kebiasaan berbicara dalam hati, sebaiknya Anda tidak melakukannya saat mendengarkan orang lain. Berikanlah semua perhatian Anda kepada pembicara dan jauhkan hal-hal yang akan mengganggu perhatian.

Memperhatikan Gestur Tubuh

Berbicara secara langsung tandanya Anda dapat melihat gestur tubuh pembicara. Saat mereka berbicara terlalu cepat atau menghindari kontak mata, bisa jadi mereka merasa cemas. Masih ada gestur tubuh lainnya yang harus Anda perhatikan saat active listening, baik itu yang terlihat jelas atau terselubung.

Selain gestur tubuh orang lain, Anda juga perlu melihat gestur tubuh sendiri. Hindari melipat tangan, membungkuk, atau memosisikan diri berlawanan dengan pembicara.

Parafrase Poin

Setelah mendengarkan, Anda perlu memparafrasa poin agar pembicara tahu Anda benar-benar mendengarkan mereka. Di samping itu, pembicara dapat memberikan klarifikasi apabila ada bagian yang salah Anda mengerti. Jadi, informasi yang diberikan benar akurat.

Contohnya, saat seseorang bercerita tentang kesulitan beradaptasi dengan kerja remote. Anda bisa berkata “Jadi, Anda kesulitan bekerja secara remote, ya?” 

Memberikan Pertanyaan Terbuka

Active listening bukan berarti Anda hanya mendengarkan saja tanpa memberikan respons. Memberikan pertanyaan perlu dilakukan agar Anda bisa menggali lebih banyak informasinya. Dengan bertanya, Anda juga dapat menunjukkan pada pembicara bahwa Anda benar-benar mendengarkan mereka.

Namun, tidak semua pertanyaan dapat Anda ajukan. Berilah pertanyaan terbuka dan tidak keluar topik. Pertanyaan tertutup yang hanya memberikan jawaban “ya” atau “tidak” malah membuat pembicaraan jadi buntu.

Contoh pertanyaan yang bisa Anda berikan seperti:

  • “Apakah kamu bisa beritahu lebih banyak tentang itu?”
  • “Menurutmu apa cara terbaik untuk mengatasinya?”
  • “Apa kamu pernah berpikir untuk merespons dengan cara lain?”

Pertanyaan terbuka seperti itu dapat membantu Anda memahami pendengar.

Tunjukkan Simpati

Saat seseorang bercerita mengenai masalah mereka kepada Anda, itu menunjukkan mereka percaya kepada Anda. Sebaiknya, jaga kepercayaan itu dengan bersikap netral serta menunjukkan simpati kepada mereka. Jika terlalu menghakimi, mereka akan merasa tidak nyaman sehingga tidak percaya lagi kepada Anda.

Menunjukkan simpati membuat pendengar tahu Anda bisa memahami apa yang mereka lalui. Bahkan, Anda juga bisa bercerita kepada mereka jika Anda memiliki pengalaman yang sama lalu bagaimana Anda memecahkan masalah tersebut.

Tetap Sabar

Kesabaran menjadi hal penting dalam active listening. Tidak jarang orang bercerita dengan panjang lebar atau terlalu tergesa-gesa. Meski begitu, Anda tidak bisa menyelak mereka begitu saja. Tindakan seperti kurang sopan dan malah membuat pembicara merasa tidak diapresiasi.

Dengarkan dengan sabar apa yang sadang dibicarakan. Tidak memotong pembicaraan mereka sampai tuntas. Apabila mereka berbicara terlalu cepat atau kurang jelas, Anda bisa menginterupsi sebentar sembari memberitahu mereka jika Anda sulit mengikuti apa yang mereka bicarakan.

Memberikan Respons yang Sesuai

Selama mendengarkan, Anda bisa memberikan respons sebagai tanda bahwa Anda mendengarkan. Misalnya, dengan menatap mata lawan bicara, menganggukkan kepala, senyum, sampai mengernyitkan dahi. Tidak berhenti di situ, saat lawan bicara selesai, Anda juga perlu memberikan respons sesuai.

Respons yang Anda berikan harus objektif, netral, dan tidak keluar dari topik yang dibahas. Anda dapat bertanya terlebih dahulu sebelum memberikan respons supaya tahu apakah lawan bicara ingin sekedar bercerita saja atau membutuhkan solusi.

Penutup

Teknik active listening di atas akan membantu Anda menjadi pendengar yang baik. Kemampuan mendengar ini bertujuan untuk membuat orang lain merasa didengar sehingga mereka dapat terinspirasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Comments are closed.