Saat mendengar tentang Human Resources dan Talent Development, kebanyakan mungkin masih beranggapan bahwa kedua istilah tersebut sama. Padahal, meski keduanya sama-sama berhubungan dengan karyawan, tetapi fungsinya tidak sama, lho.
Human Resources (HR) bukanlah bidang baru dalam suatu organisasi dan telah ada sejak tahun 1900-an. Sebaliknya, Talent Development (TD) adalah bidang yang relatif baru dalam cabang HR. Lantas, apa saja perbedaan keduanya dan bagaimana peran kedua bidang ini berhubungan? Simak penjelasannya di artikel berikut!
Arti Human Resources dan Talent Development dalam Strategi Bisnis
Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan mendasar antara HR dan TD, mari kita pahami dulu arti dari kedua istilah ini. Berikut penjelasannya:
1. Human Resources (Sumber Daya Manusia)
Human Resources, atau yang lebih dikenal dengan HR atau SDM, merujuk pada departemen atau fungsi dalam sebuah organisasi yang berfokus pada pengelolaan semua aspek yang berkaitan dengan karyawan. Mulai dari rekrutmen, seleksi, pemberian gaji, kepatuhan di tempat kerja, hingga kesehatan dan keselamatan karyawan.
2. Talent Development (Pengembangan Bakat)
Di sisi lain, Talent Development menjalankan proses yang lebih spesifik di bawah payung HR. Bagian ini berfokus pada pengembangan kemampuan dan kompetensi karyawan agar mereka bisa tumbuh bersama perusahaan.
Selain itu, tujuan Talent Development adalah membantu karyawan mencapai potensi tertinggi mereka, serta memberi pekerja jaminan bahwa mereka akan dihargai, dipelihara, dan dihargai oleh perusahaan.
Bagaimana Human Resources dan Talent Development Saling Berhubungan?
Pada tahun 1980-an, manajemen HR (di Amerika juga dikenal sebagai personalia), dengan cepat menjadi departemen bisnis yang penting dalam organisasi. Seiring dengan pertumbuhan ilmu ekonomi, makin banyak perusahaan yang menyadari bahwa โmanusiaโ adalah aset perusahaan yang paling berharga.
Banyak organisasi yang mulai melihat bahwa tenaga kerja tidak hanya perlu direkrut dan digaji, tetapi juga perlu disejahterakan dan dikembangkan potensinya. Oleh sebab itu, pada tahun 1990-an, muncullah pendekatan yang lebih strategis terhadap rekrutmen dan pengembangan karier, yaitu Talent Development.
Hal ini sejalan dengan laporan McKinsey tahun 1997, yaitu โThe War on Talentโ yang menetapkan Talent Development/Management sebagai fungsi penting dalam departemen SDM yang lebih luas. Kini, perusahaan yang menganggap bahwa pengembangan SDM itu penting, pasti memiliki strategi Talent Development yang jelas.
Perbedaan Utama Human Resources dan Talent Development
Meski HR dan TD sering digunakan secara beriringan dalam dunia kerja, kedua konsep ini memiliki perbedaan yang signifikan, terutama pada fokus dan tujuannya:
1. Fungsi dan Tanggung Jawab
Berdasarkan fungsi dan tanggung jawabnya, departemen SDM ibarat jembatan yang menghubungkan perusahaan dengan karyawannya. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap organisasi memiliki tenaga kerja yang cukup dan mencapai tujuan bisnisnya, serta memastikan bahwa hak-hak karyawan dilindungi dan dipenuhi.
Dalam praktiknya, departemen SDM bertanggung jawab untuk:
- Rekrutmen dan seleksi: Menemukan dan merekrut kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan, termasuk mengiklankan lowongan pekerjaan, menyiapkan jobdesc, dll.
- Menyusun dan mengelola struktur gaji serta tunjangan yang kompetitif, juga memastikan karyawan dibayar tepat waktu.
- Memastikan semua kebijakan dan praktik kerja mematuhi hukum ketenagakerjaan yang berlaku.
- Memantau kinerja dan kehadiran karyawan.
- Menyelesaikan masalah internal dan memberi nasihat kepada manajer lini mengenai masalah disiplin dan kinerja karyawan.
Berbeda dengan fungsi SDM yang bersifat taktis, fungsi TD lebih bersifat strategis. Fungsi ini sering kali ditonjolkan sebagai rencana jangka panjang perusahaan yang berkaitan erat dengan tujuan bisnis secara keseluruhan. Secara garis besar, berikut ini tugas dan tanggung jawabnya:
- Membuat dan menerapkan talent acquisition strategies yang kuat untuk meningkatkan kinerja bisnis.
- Mengembangkan strategi untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, menarik beragam kandidat, dan mempertahankan talenta utama.
- Memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang tren saat ini dan masa depan serta bagaimana dampaknya terhadap bisnis.
- Bekerja sama dengan para pemimpin senior untuk mengantisipasi masa depan organisasi dan memastikan perusahaan memiliki orang-orang yang tepat untuk kesuksesan bisnis di masa depan.
- Memastikan sistem manajemen kinerja sesuai dengan tujuannya dalam membekali bisnis dengan pengetahuan yang mereka butuhkan tentang tenaga kerja mereka.
- Mengawasi pengembangan bakat melalui program pelatihan individu dan tim.
- Mengembangkan strategi retensi karyawan dan memantau pergantian staf.
Departemen TD bertugas dan bertanggung jawab untuk menemukan kembali cara memotivasi, melatih, dan melibatkan karyawan agar melakukan yang terbaik. Hal ini tidak hanya akan membantu karyawan mencapai potensi tertinggi mereka, tetapi juga memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka dihargai, dipelihara, dan dihargai oleh perusahaan.
2. Keterampilan yang Dibutuhkan
Aspek lain yang membedakan antara Human Resources dan Talent Development adalah dari segi keterampilannya. Dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya, tim HR harus punya skill:
- Komunikasi yang efektif (tertulis maupun lisan)
- Keterampilan administratif yang tinggi karena mereka mengelola banyak dokumen penting seperti kontrak kerja, kebijakan perusahaan, dan data karyawan
- Kemampuan problem solving
- Kemampuan negosiasi
- Mampu memprioritaskan, mendelegasikan, dan mengelola proyek
- Cerdas secara emosional
Adapun profesional TD selain harus menguasai keterampilan di atas, juga memiliki beberapa skill seperti:
- Keterampilan analitis dan strategis
- Inovatif dan kreatif dalam memotivasi dan memberikan pengaruh
- Pandai dalam membangun jaringan dan mewakili merek secara eksternal
3. Fokus Utama
SDM fokusnya cenderung untuk mencari dan merekrut talenta terbaik untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Sedangkan TD lebih fokus pada memaksimalkan potensi talenta. Hal ini tidak hanya membantu perusahaan membangun branding, tetapi juga menarik talenta-talenta potensial, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas.
4. Kolaborasi
Tim SDM biasanya tidak melibatkan manajer atau pimpinan di luar departemen SDM dalam proses pengelolaan sumber daya manusia. Ini berarti manajemen tidak memiliki keterlibatan langsung dalam proses rekrutmen, seleksi, atau manajemen kinerja karyawan.
Sementara itu, manajemen TD melibatkan kolaborasi antara manajer dan pimpinan perusahaan. Pihak manajer dan pimpinan berperan aktif dalam mengamati kinerja karyawan di bawah kepemimpinannya, mengidentifikasi potensi, memberikan umpan balik, dan memastikan bahwa pelatihan atau pengembangan karier yang diberikan sudah sesuai.
5. Proses Bisnis
SDM sering dilihat sebagai proses bisnis yang independen, yang beroperasi secara terpisah dari kegiatan utama suatu organisasi. Departemen SDM biasanya berfungsi sebagai entitas terpisah yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengelola sumber daya manusia. Di sisi lain, proses di dalam TD sering kali diintegrasikan ke dalam operasi dan aktivitas organisasi sebagai bagian dari strategi manajemen keseluruhan.
Kesimpulannya, Human Resources (SDM) dan Talent Development (TD) mempunyai keterkaitan yang erat. Hanya saja, keduanya mempunyai fokus dan tujuan yang berbeda. SDM bertanggung jawab atas kebijakan dan proses terkait karyawan, sedangkan TD adalah strategi untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan individu berpotensi besar yang akan mendorong pertumbuhan organisasi.
TD harus diintegrasikan sepenuhnya ke dalam proses dan aktivitas yang berkaitan dengan SDM. Nah, melalui pemahaman yang jelas tentang perbedaan antara Human Resources dan Talent Development, semoga dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan pendekatan strategis terhadap perencanaan tenaga kerja.
