Perusahaan yang baik memahami pentingnya berinvestasi pada employee appraisal systems unggulan. Pasalnya, perusahaan bisa memperoleh manfaat dari karyawan yang sering melakukan komunikasi kinerja dengan manajernya, memahami keunggulan dan kesempatan untuk tumbuh, dan lebih efektif dan bertanggung jawab terhadap posisi mereka. Alat penilaian kinerja yang tepat memungkinkan proses ini terjadi dengan lebih sederhana dan bermanfaat bagi semua orang.
Tujuan Sistem Penilaian Kinerja
Sistem penilaian kinerja ini mengatur proses kerja karyawan suatu perusahaan dengan cara mengevaluasi kinerja timnya. Cara kerjanya termasuk mencatat masukan kualitatif dan kuantitatif dan mengubahnya menjadi informasi yang bisa langsung dieksekusi. Informasi ini dapat meningkatkan kualitas tim dan hasil jika Anda mampu merumuskan dan memantau goal yang ingin dicapai dengan tepat.
Cara Membangun Employee Appraisal Systems
Sebelum menerapkan sistem penilaian kinerja, Anda sangat disarankan untuk menuliskan alur prosesnya. Meskipun prosesnya bisa berbeda tergantung pada industri perusahaan Anda, ada beberapa unsur yang harus tercantum dalam alur tersebut.
Di bawah ini adalah unsur-unsur yang perlu ada dalam proses penilaian kinerja pada umumnya.
1. Penilaian Mandiri
Unsur utama dari manajemen kinerja adalah penilaian mandiri oleh masing-masing karyawan. Hal ini memungkinkan karyawan untuk menelisik kinerja mereka dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi tanggungannya dan mengetahui kemungkinan perbaikan kinerja.
2. 360-degree Appraisal
Langkah proses penilaian ini berfokus pada mengumpulkan masukan terkait kinerja setiap karyawan dari pemangku kepentingan yang berbeda di dalam perusahaan, dan bisa juga dari orang luar.
Masukan 360 derajat ini biasanya berisi masukan dari manajer, rekan, dan bawahan langsung, bahkan, jika ada, dari klien, pelanggan, atau rekan bisnis pihak ketiga. Penilaian ini adalah cara yang baik untuk mendapatkan masukan yang tidak memihak, spesifik, dan menyeluruh tentang kinerja setiap karyawan dari sudut pandang berbeda.
3. Penilaian Kinerja Manajer
Ini adalah langkah terpenting dari proses penilaian kinerja. Ini meliputi tugas-tugas, seperti penentuan goal, mencatat progress, penilaian kuantitatif karyawan, diskusi empat mata, dan sebagainya.
4. Pemberian Penghargaan
Agar mampu memenangkan pertarungan memperebutkan dan untuk mendapatkan posisi karyawan terbaik, setiap perusahaan perlu memberikan motivasi pada karyawannya dengan cara memberikan penghargaan atas pencapaian mereka. Perusahaan besar dan terkenal sering kali melakukan ini sebagai budaya organisasi mereka.
5. Rencana Perbaikan Kinerja
Mencatat setiap kinerja yang buruk dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya adalah hal penting dalam proses penilaian kinerja setiap karyawan. Berdasarkan tren kinerja karyawan, perusahaan perlu merumuskan rencana perbaikan kinerja berdasarkan keterampilannya langsung setelah melakukan evaluasi.
Jenis Performance Appraisal Systems yang Sering Ditemui
Mengingat di luar sana ada beberapa jenis bentuk evaluasi kinerja, berikut software penilaian yang sesuai dengan bisnis Anda.
Penilaian Umum
Sistem penilaian biasanya mengharuskan adanya rapat penilaian kinerja tahunan antara manajemen dan anggota tim untuk membahas kinerja dan kontribusi mereka terhadap perusahaan.
360-Degree Appraisal
Sistem penilaian kinerja ini berfokus pada mengumpulkan masukan terkait kinerja pegawai dari berbagai kalangan, mulai dari dalam perusahaan, bahkan sampai pihak eksternal. Gunanya adalah untuk mendapatkan penilaian spesifik, menyeluruh, dan tidak memihak.
Penilaian Karyawan Mandiri
Meskipun terdapat kemungkinan bahwa karyawan akan memberikan nilai lebih atas kinerjanya, jenis ini bisa menjadi cara terbaik agar karyawan dapat bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Penilaian Kinerja Manajer
Ciri khas dari tipe ini adalah adanya proses merumuskan goal, progres kinerja, dan pencapaian dari goal yang dirumuskan dan penilaian karyawan oleh manajernya.
Penilaian Psikologis
Perusahaan yang menggunakan penilaian psikologis menitikberatkan pada potensi kinerja karyawan di kemudian hari daripada yang sudah terjadi. Proses manajemen karyawan biasanya digunakan di jenis sistem manajemen kinerja ini. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi karyawan dan keterampilan dan hal-hal yang bisa berkontribusi pada keberhasilan perusahaan di masa mendatang dan memberikan penghargaan dan promosi sesuai dengan kinerja mereka.
Employee performance systems tergantung pada budaya perusahaan sehingga sering kali berbeda dari perusahaan satu dengan yang lainnya. Dari kelima jenis penilaian, manakah yang sesuai dengan perusahaan Anda?
