Bagaimana Artificial Intelligence Berperan dalam Transformasi Bisnis

Bagaimana Artificial Intelligence Berperan dalam Transformasi Bisnis

Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan yang masih di angan-angan. Penggunaan AI kini telah semakin meluas dan menggapai berbagai jenis bisnis. Jika Anda menggunakannya dengan tepat, AI tidak hanya akan membantu dalam berbagai tugas, tetapi juga mendukung proses transformasi bisnis.

Transformasi Artificial Intelligence dalam Bisnis: Klasik VS Generatif

Dunia bisnis modern mengenal teknologi AI dalam dua bentuk: klasik dan generatif. Keduanya memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi transformasi bisnis dengan cara berbeda.

Kemampuan AI Klasik 

Classical AI adalah teknologi yang memanfaatkan algoritma dalam hal-hal yang sifatnya prediktif berdasarkan analisis data. Salah satu fungsinya yang populer adalah otomatisasi dalam berbagai kegiatan usaha, misalnya penggunaan software untuk data entry secara otomatis.

Kemampuan AI Generatif

Artificial Intelligence masa kini mengarah ke fungsi yang lebih cerdas dan responsif, bahkan mampu meniru kemampuan kognisi manusia seperti menghasilkan jawaban rasional, membuat rangkuman, merespons pertanyaan, dan sebagainya.

Dalam transformasi bisnis modern, AI memadukan kedua teknologi ini untuk meningkatkan performa usaha dan efisiensi.

Cara AI Menciptakan Transformasi Bisnis 

Artificial Intelligence menawarkan berbagai metode untuk menciptakan transformasi bisnis. Anda bisa menggunakannya dalam beberapa cara, contohnya sebagai berikut:

  • Peningkatan layanan pelanggan 

Kepuasan pelanggan adalah kunci keberlangsungan bisnis, dan AI bisa membantu Anda meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan. Contohnya adalah penggunaan chatbot yang semakin responsif dan mampu menjawab pertanyaan yang cakupannya lebih luas.

AI juga bisa digunakan untuk menemukan solusi terbaik bagi pelanggan dengan kebutuhan tertentu. AI bisa menggunakan data demografi, riwayat pembelian, dan faktor lain untuk memperkirakan kebutuhan spesifik setiap pelanggan.

  • Peningkatan Produksi

AI mampu membantu meningkatkan produksi dengan cara mengurangi beban kerja administratif, meningkatkan akurasi untuk tugas-tugas rutin, dan menanggung beban kerja melebihi kemampuan pegawai biasa. Hal ini bisa membantu dalam peningkatan produksi, terutama untuk produk yang output hariannya sangat banyak.

  • Membuat marketing lebih efektif 

Marketing dengan Artificial Intelligence akan lebih efisien, praktis, sekaligus efektif. Teknologi ini mampu membuat konten marketing spesifik dengan cepat dan menciptakan interaksi yang sifatnya lebih personal dengan pelanggan.

Teknologi AI juga mampu membantu bisnis “membaca” tren, minat, preferensi produk, hingga pola perilaku pelanggan. Hal ini memberi Gambaran akurat terhadap karakteristik pelanggan secara real-time. Anda pun bisa membuat kampanye pemasaran yang lebih akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan tren yang berlangsung di masyarakat.

  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan 

AI dapat membantu bisnis untuk mengambil keputusan secara lebih akurat, cepat, dan efektif. AI mampu menganalisis data dan dengan cepat “membaca” berbagai tren, kecenderungan, faktor risiko, dan sebagainya. Hasilnya, pemilik bisnis pun mampu mengambil keputusan yang lebih matang dalam waktu relatif singkat.

Tantangan dalam Penerapan AI

Walau menawarkan beragam keunggulan dalam pengelolaan bisnis, penerapan AI bukan tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan yang harus diperhatikan pemilik bisnis sebelum menerapkan AI secara lebih luas dalam berbagai aspek usaha.

  • Privasi dan keamanan data 

Penerapan AI yang meluas juga menghasilkan ancaman baru. Para pelaku kejahatan siber cepat beradaptasi dengan berbagai tren teknologi, termasuk penggunaan AI dalam bisnis. Penggunaan AI menuntut publik untuk memasukkan berbagai jenis data pribadi ke dalam sistemnya sehingga membuat posisi mereka menjadi rapuh.

Sebelum menerapkan teknologi AI secara luas, pemilik bisnis wajib membuat rangkaian sistem keamanan, manajemen risiko, dan backup data. Divisi IT juga harus memiliki strategi untuk mengantisipasi serangan siber setiap kali ada pembaruan atau tren teknologi baru.

  • Etika dalam penggunaan AI 

Etika dalam penggunaan Artificial Intelligence membutuhkan perhatian luas karena banyaknya dilema etika yang bisa muncul terkait penggunaannya. Contohnya adalah hadirnya bias etnis atau gender dalam analisis data hingga masalah terkait hak cipta suatu karya yang dijadikan referensi untuk “mengajari” sistem AI.

Pengelola bisnis harus hati-hati dalam menggunakan AI agar tidak ada dilema etika. Jika tidak diperhatikan, hal ini bisa mengarah ke berbagai masalah seperti pelanggaran hak konsumen dan pekerja kreatif hingga tuntutan hukum.

  • Perubahan manajemen dan tenaga kerja 

Penerapan AI dalam bisnis akan membawa perubahan besar pada tenaga kerja. AI bisa mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja serta mengubah susunan departemen dan manajemen. Hal ini harus menjadi perhatian perusahaan karena akan berpengaruh terhadap reputasi serta kegiatan operasional.

Cara Menyiapkan Perusahaan untuk Transformasi dengan AI 

Transformasi bisnis dengan AI bukan proyek sederhana. Semua pemilik bisnis wajib melakukan persiapan menyeluruh sebelum menerapkan teknologi Artificial Intelligence dalam level yang transformatif. Langkah persiapannya mencakup hal-hal berikut ini:

  • Menyiapkan Dasar Wawasan dan Pengetahuan

Sebelum menyiapkan perusahaan untuk transformasi AI, pemilik bisnis wajib menyiapkan dasar pengetahuan yang kuat. Semua figur kunci seperti pendiri, CEO, jajaran eksekutif, manajer, dan pengawas harus memiliki wawasan terkait teknologi baru ini.

Selain pengetahuan terkait teknologi, figur kunci wajib mengetahui di mana dan bagaimana data perusahaan tersimpan serta cara mengelolanya. Walau mungkin tidak mendetail, pengetahuan ini akan memudahkan figur kunci untuk membuat keputusan yang tepat.

  • Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Perusahaan wajib menyiapkan sumber daya manusianya demi beradaptasi dengan penggunaan AI. Perusahaan bisa memberi pelatihan dan edukasi agar karyawan mampu menggunakan teknologi tersebut sebaik mungkin terkait peran mereka. Perusahaan juga sebaiknya berinvestasi pada pengembangan karyawan agar mereka mampu berkontribusi secara berdampingan dengan AI.

Perusahaan juga harus memikirkan perubahan hierarki dan sistem kerja ketika AI sudah terlibat dalam berbagai aspek operasional. Contohnya, perusahaan mungkin harus menambah tenaga ahli baru yang khusus mengelola berbagai aspek AI dalam operasional perusahaan.

  • Lakukan Konsultasi Terkait Hukum dan Etika

Artificial Intelligence menghadirkan berbagai tantangan baru terkait penerapan hukum dan etika, termasuk dalam bisnis. Pemilik bisnis wajib melakukan konsultasi dan memahami berbagai dampak legal serta etika terkait penerapan teknologi AI dalam operasional bisnis. 

Perusahaan juga harus memiliki landasan hukum yang kuat dalam penerapan AI serta mengikuti perkembangan teknologi. Pihak tertentu seperti humas dan komunikasi juga sebaiknya membangun jaringan koneksi dengan organisasi dan komunitas yang memiliki perhatian terhadap aspek etika AI. 

  • Tingkatkan Keamanan Siber

Penggunaan AI menuntut perusahaan untuk semakin meningkatkan aspek keamanan. Tren baru dalam penggunaan AI memungkinkan penjahat siber menemukan cara baru untuk membobol sistem. Perusahaan wajib mengulas sistem keamanan secara terus-menerus dan memperbaruinya.

Perusahaan juga harus memiliki sistem respons darurat ketika terjadi serangan atau ancaman terhadap sistem AI. Selain menjaga keamanan data, respons ini memungkinkan perusahaan untuk tetap menghadirkan layanan maksimal terhadap publik.

Transformasi bisnis menggunakan Artificial Intelligence menciptakan perubahan dan disrupsi di berbagai aspek. Walau dampak positifnya cukup besar, hal tersebut sebanding dengan risiko dan tantangannya. Pahami potensi bisnis yang bisa Anda buka dengan AI dan lakukan persiapan rinci untuk mengelola transformasi bisnis dengan teknologi ini.

9 Etika Penggunaan AI yang Harus Diperhatikan di Indonesia

9 Etika Penggunaan AI yang Harus Diperhatikan di Indonesia

Seiring berkembangnya zaman, juga makin maraknya penggunaan Artificial Intelligence di Indonesia, Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) merilis Surat Edaran (SE) tentang Etika Penggunaan AI alias Kecerdasan Buatan.

SE Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tersebut dikeluarkan guna mengatur pemanfaatan serta pengembangan Artificial Intelligence di Indonesia.

Jika Anda merupakan pelaku usaha yang kerap bersinggungan dengan kecerdasan buatan, Anda harus senantiasa memperhatikan dan mematuhi poin-poin etika dalam penyelenggaraan teknologi kecerdasan buatan. Berikut daftarnya!

1. Inklusivitas

Poin pertama dari etika penggunaan kecerdasan buatan adalah inklusivitas. Hal ini berhubungan dengan pengakuan atas eksistensi dari keberagaman atau perbedaan.

Artinya, penggunaan dan pengembangan kecerdasan buatan harus senantiasa memperhatikan kesetaraan, perdamaian, serta keadilan dalam menghasilkan inovasi maupun informasi guna kepentingan bersama. Dengan begitu, tidak akan ada pihak yang dirugikan.

2. Keamanan

Zaman sekarang, persoalan privasi menjadi isu yang sangat penting dan perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, dalam pemanfaatan kecerdasan buatan pun, Anda harus memperhatikan soal keamanan data dan informasi pribadi yang berperan untuk menjaga privasi.

Dengan demikian, semua pihak akan merasa nyaman dan tak ada yang dirugikan akibat bocornya informasi pribadi ke ranah publik.

3. Transparansi

Penggunaan dan pengembangan kecerdasan buatan tentunya membutuhkan banyak data untuk diolah secara lebih lanjut. Untuk itu, proses pemanfaatan berbagai data ini perlu dilakukan secara transparan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penyalahgunaan data-data yang ada.

4. Kredibilitas dan Akuntabilitas

Pada dasarnya, kecerdasan buatan diperlukan untuk membantu memudahkan banyak pekerjaan manusia. Oleh sebab itu, bermaca, data dan informasi yang lahir dari AI pun perlu diperiksa kebenarannya.

Dengan begitu, data dan informasi dari kecerdasan buatan bisa dipercaya (kredibel) dan dipertanggung-jawabkan (akuntabel) untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

5. Pembangunan dan Lingkungan Berkelanjutan

Selanjutnya, penggunaan kecerdasan buatan ini juga harus memperhatikan dampak yang ditimbulkan pada manusia, lingkungan, serta makhluk hidup lainnya. AI tidak boleh menjadi penyebab kerusakan atas hal-hal tersebut, melainkan harus menjadi solusi untuk membantu menuntaskan permasalahan tentang pembangunan dan lingkungan.

6. Kekayaan Intelektual

Poin berikutnya tidak kalah penting. Penyelenggaraannyajuga harus senantiasa patuh terhadap prinsip Hak Kekayaan Intelektual. Yang mana artinya, produk kecerdasan buatan tidak boleh memplagiat produk-produk yang sudah ada, khususnya yang telah memiliki hak cipta (copyright).

7. Kemanusiaan

Produk yang dihasilkan bisa sangat beragam. Jika tidak dikontrol dengan baik, hal tersebut bisa saja merusak bermacam tatanan kehidupan.

Oleh sebab itu, etika kemanusiaan ini diperlukan guna memastikan hak asasi manusia (HAM), kepercayaan yang dianut, hubungan sosial, juga pemikiran atau pendapat masing-masing individu tetap terjaga di era teknologi AI kian merajalela dan tak bisa dibendung lagi.

8. Aksesibilitas

Etika aksesibilitas ini maksudnya ialah memastikan bahwa teknologi ini dapat digunakan oleh siapa saja yang berhak. Artinya, tidak ada diskriminasi terhadap penggunanya. Setiap pengguna harus memiliki akses yang baik guna memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri, dengan tetap menjaga prinsip etika kecerdasan buatan.

9. Perlindungan Data Pribadi

Poin terakhir tentang etika yang harus selalu diperhatikan dalam penggunaan dan pengembangan AI ialah tentang perlindungan data pribadi. Hal ini tak lepas dari poin etika lainnya, berupa menjaga keamanan.

Oleh sebab itu, tentang perlindungan data-data pribadi ini harus benar-benar diperhatikan dan dipastikan keamanannya sepadan dengan ketentuan peraturan dalam perundang-undangan.

Demikian penjelasan singkat tentang etika dalam menggunakan dan mengembangkan artificial intelligence agar tidak menimbulkan suatu persoalan serius. Justru, dengan keberadaan Artificial Intelligence, bermacam persoalan dalam kehidupan mestinya sedikit demi sedikit dapat diatasi dengan baik.