Mengenal Agile Project Management: Komponen dan Manfaat

Mengenal Agile Project Management: Komponen dan Manfaat

Manajemen proyek di dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk menciptakan kolaborasi yang optimal antaranggota tim dan mempermudah perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Agile Project Management.

Agile Project Management adalah metode pengelolaan proyek yang terbuka terhadap semua anggota tim baik dari segi perencanaan proyek, product quality control, hingga sistem yang dipakai. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tim untuk selalu terlibat terhadap proyek dan menekankan transparansi.

Keterbukaan dalam agile project management juga bertujuan supaya pemimpin dan anggota tim dapat lebih adaptif terhadap perubahan serta dapat berdiskusi dengan lebih sehat untuk mencapai tujuan dengan lebih optimal.

 

Apa Saja Komponen Agile Project Management?

Manajemen ini menekankan kolaborasi yang kuat antara tim proyek, pelanggan, dan pihak terkait lainnya. Pendekatan ini berbeda dari metode tradisional seperti Waterfall, yang menekankan pada perencanaan yang ketat di awal proyek dan jarang mengakomodasi perubahan yang terjadi di tengah jalan.

Lalu, bagaimana langkah-langkah mewujudkan agile management?  Ikuti cara ini:

Menyusun Sprint Planning

Salah satu core value dari agile management adalah sprint. Dalam sprint ini, tim bekerja pada serangkaian tugas yang telah ditetapkan sebelumnya dalam periode waktu tertentu, biasanya satu hingga empat minggu. Proses perencanaan sprint salah satunya meliputi identifikasi tugas-tugas yang akan diselesaikan selama masa sprint tersebut berlangsung.

Kolaborasi dan Komunikasi yang Aktif

Communication is the key, termasuk dalam penerapan agile management. Dorong kolaborasi dan komunikasi yang terbuka di antara anggota tim. Stand-up meetings, misalnya, yang dilakukan secara rutin, dapat membantu memastikan bahwa setiap anggota tim memahami tujuan dari proyek dan mengidentifikasi masalah apa pun yang mungkin mereka hadapi secepat mungkin.

Adaptasi Berkelanjutan

Agile Management berfokus pada respons terhadap perubahan yang cepat tanggap dan efektif. Kunci untuk menghadapi perubahan ini ada dalam evaluasi yang kontinyu dan terstruktur terhadap kinerja tim serta menyesuaikan planning berdasarkan feedback yang diterima.

Sosialisasi Pemahaman

Agar proses agile management ini dapat berjalan secara efektif, setiap anggota tim harus benar-benar memahaminya. Pemimpin perusahaan juga harus memainkan peran aktif dalam mendukung sosialisasi ini dan memastikan bahwa seluruh budaya perusahaan betul-betul mendukung prinsip-prinsip agile management.

 

Apa Saja Manfaat Agile Management?

Penerapan agile management yang terstruktur dan kontinyu dapat memberikan manfaat bagi perusahaan:

Adanya Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Agile Project Management memungkinkan tim untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pelanggan atau kondisi pasar. Ini membantu proyek tetap relevan dan bernilai dalam lingkungan yang terus berubah.

Adanya Peningkatan Kualitas

Dengan flow singkat dan adanya feedback yang sifatnya kontinyu, tim di dalam perusahaan akan selalu memiliki kesempatan untuk terus-menerus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pekerjaan.

Kepuasan Pelanggan yang Lebih Tinggi

Agile management tidak hanya berdampak baik pada kinerja tim saja, tetapi juga pada pelanggan yang menggunakan jasa/produk perusahaan Anda. Agile Project Management juga turut melibatkan pelanggan dan memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan mereka. Hal ini tentu akan membuat pelanggan merasa dihargai dan membuat perusahaan mampu untuk lebih memahami pelanggan.

Meningkatkan Teamwork

Lewat kebiasaan seperti stand-up meetings dan sprint review, agile project management memastikan bahwa semua anggota tim memahami tujuan yang akan diraih dan saling bekerja sama dalam prosesnya. Kebiasaan tersebut tentu membantu memperkuat kolaborasi antaranggota dan mengurangi risiko kegagalan komunikasi.

 

Sudahkah Anda menerapkan agile project management pada tim Anda? Apabila Anda ingin membuat tim Anda lebih solid dan mampu mencapai tujuan perusahaan, maka Anda bisa segera merancang metode ini untuk usaha Anda.

Mengenal Continuous Performance Management Beserta Tujuannya Customized Training Solutions

Mengenal Continuous Performance Management Beserta Tujuannya

Tujuan perusahaan perlu didukung oleh kinerja karyawan yang berkualitas. Cara kerja tersebut perlu diatur sedemikian rupa supaya performa karyawan bisa konsisten.

Karena itu, perlu adanya penerapan continuous performance management. Cara ini dianggap lebih adaptif ketimbang metode penilaian kinerja lainnya.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan manajemen kinerja berkelanjutan ini? Apa tujuan serta bagaimana cara penerapannya?

Yuk, kita simak pembahasan singkatnya dalam artikel ini.

Apa yang Dimaksud dengan Continuous Performance Management?

Dilansir dari LinovHR, manajemen kinerja berkelanjutan adalah sebuah proses manajemen yang memantau kinerja karyawan secara berkelanjutan dalam periode tertentu selama satu tahun.

Mengapa perlu adanya pengaturan seperti ini? Secara garis besar, hal ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas strategi bisnis perusahaan juga untuk mengukur kinerja karyawan dalam satu periode tertentu.

Pemantauan kinerja yang dilakukan secara konsisten akan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Karyawan akan merasa dihargai karena menerima feedback mengenai pekerjaannya selama ini. Sementara itu, karyawan pun akan saling memberi masukan satu sama lain dalam melaksanakan tugas.

Tujuan Penerapan

Continuous performance management memang berperan untuk menjaga kualitas kinerja karyawan dan membantu perusahaan memenuhi target bisnisnya. Namun, ada sejumlah tujuan lain dari penerapan manajemen ini.

Apa saja tujuan tersebut? Berikut informasi yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Membangun relasi yang kuat antar karyawan

Manajemen kinerja ini mendorong komunikasi dua arah antar karyawan juga atasan. Komunikasi yang baik diperlukan agar semua elemen perusahaan memahami tujuan bisnis sehingga target akan lebih mudah tercapai.

Pada akhirnya, akan tercipta engagement yang kuat di lingkungan kerja.

2. Menekan tingkat turnover 

Pemantauan berkelanjutan harus diiringi dengan tindakan perbaikan atau evaluasi. Perbaikan yang rutin dilakukan akan meningkatkan kepuasan dari karyawan. Hal ini akan membantu menekan tingkat turnover di perusahaan.

3. Membentuk loyalitas karyawan

Feedback berkelanjutan yang dibarengi dengan evaluasi akan menumbuhkan rasa kepercayaan pada karyawan. Rasa percaya tersebut bisa membentuk loyalitas. Karyawan yang bekerja dengan penuh motivasi tentu akan memberi dampak positif pada performa bisnis. Target profit pun bisa lebih mudah dicapai.

Alur Manajemen Performa

Apa saja tahap yang harus kita penuhi dalam manajemen kinerja berkelanjutan? Karena dilaksanakan terus-menerus, tahap-tahap ini akan membentuk sebuah siklus. Seperti apa pelaksanaannya?

1. Tahap perencanaan

Pada tahap ini, atasan harus merumuskan tujuan perusahaan. Tujuan harus digambarkan secara lengkap dan detail, mulai dari target jangka panjang, jangka pendek, serta tindakan apa yang harus dilakukan untuk memenuhinya.

Informasi yang spesifik juga akan lebih mudah dipahami karyawan sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan yang diharapkan perusahaan.

2. Tahap pengamatan

Selanjutnya adalah pengamatan. Tahap ini bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun tergantung pada kebutuhan perusahaan. Saat monitoring, akan terlihat seberapa efektif strategi bisnis bisa diterapkan. Akan tampak pula bagian-bagian yang belum berjalan sesuai target sehingga perlu dicarikan solusi.

3. Peninjauan kembali

Tahap ini merupakan momen untuk menjalankan komunikasi dua arah antara karyawan dengan atasan. Semua pihak memiliki kesempatan untuk mengutarakan pendapat dan masukan.

4. Penghargaan

Terakhir, perusahaan sebaiknya tidak lupa memberi penghargaan pada semua pihak yang telah memberikan kontribusi. Reward akan menumbuhkan motivasi pada pekerja untuk terus meningkatkan kinerjanya. Selain itu, otomatis akan muncul kompetisi berkaitan dengan performa kerja. Pada akhirnya, hal ini akan menguntungkan perusahaan.

 

Continuous performance management penting diterapkan untuk menjaga, bahkan meningkatkan kualitas kerja karyawan. Kinerja yang baik tentu akan turut membantu perusahaan mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.

Cara Kerja OKR, KPI, dan BSC dan Contoh Penerapannya

Cara Kerja OKR, KPI, dan BSC dan Contoh Penerapannya

Seperti apa jadinya kinerja organisasi tanpa Objective and Key Results, Key Performance Indicator, dan Balance Scorecard?

Seperti kita ketahui, tiga hal tersebut merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan, target, dan elemen lainnya dalam sebuah organisasi.

Tentu saja, pengukuran tersebut perlu dilakukan untuk membantu kita memenuhi tujuan atau target perusahaan.

Yuk, kita ulas fungsi OKR, KPI, dan BSC, cara kerja, serta contoh implementasinya.

Fungsi OKR, KPI, dan BSC

Sebenarnya apa saja fungsi OKR, KPI, dan BSC? Mengapa kedudukannya bisa begitu penting?

Fungsi OKR

Dilansir dari laman Glints, OKR adalah salah satu media pengukur keberhasilan perusahaan yang memiliki sejumlah fungsi penting. Peranan yang paling mendasar adalah membantu kinerja tim agar sejalan dengan tujuan perusahaan.

Selain itu, OKR juga berfungsi untuk membuat proses perencanaan berjalan lebih fleksibel. Hal ini lantaran alur tujuan yang relatif pendek sehingga membuka ruang untuk karyawan melakukan berbagai penyesuaian. Pada akhirnya, karyawan akan termotivasi untuk lebih terlibat sehingga produktivitas pun meningkat.

Fungsi KPI 

Lantas, apa saja fungsi dari KPI? Dirangkum dari laman detikedu, KPI tidak hanya berperan dalam mengukur pencapaian bisnis. KPI juga digunakan untuk menghasilkan data evaluasi karyawan dan bisnis secara jelas dan transparan.

Selain itu, sesuai dengan namanya, Key Performance Indicator dipakai untuk mengetahui seberapa besar peningkatan performa karyawan sekaligus seberapa efektif bisnis berjalan untuk mencapai target. Hasil pengukuran tersebut bisa menjadi motivasi seseorang untuk meningkatkan kualitas kerjanya sehingga sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Fungsi BSC 

Sementara itu, BSC turut melibatkan hal-hal yang sering luput dari perhatian dalam mengukur keberhasilan bisnis. Contohnya adalah tingkat kepuasan pelanggan dan budaya kerja perusahaan.

Sama halnya seperti OKR dan KPI, BSC juga memiliki sejumlah fungsi yang esensial. BSC memperjelas alur strategi bisnis perusahaan hingga membantu kerja karyawan berjalan harmonis dengan tujuan perusahaan. Selain itu, BSC juga mendukung manajemen informasi berkualitas serta meningkatkan mutu pelaporan performa bisnis.

Cara Membuat OKR, KPI, dan BSC 

Apa saja langkah yang harus dilakukan untuk membuat tiga instrumen ini? Berikut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Cara Membuat OKR 

Ada tiga langkah dalam pembuatan OKR, yakni:

  • Menetapkan tujuan.
  • Merinci key results atau langkah apa saja yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Melakukan hal-hal yang dapat mewujudkan tujuan perusahaan.

Cara Membuat KPI

Sementara itu, penyusunan KPI sebaiknya mengikuti tahapan berikut:

  • Memiliki tujuan bisnis yang jelas.
  • Merinci tujuan bisnis, termasuk tenggat waktu dan cara apa yang akan digunakan untuk mencapainya.
  • Mengumpulkan data untuk indikator penilaian.
  • Membuat rumus KPI yang sesuai.
  • Menyajikan KPI dari data ke bentuk visual yang mudah dipahami. karyawan agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

Cara Membuat BSC

BSC bisa dibuat dengan panduan template dan meliputi beberapa aspek seperti faktor internal, finansial, serta pertumbuhan dan perkembangan. Tahapannya adalah:

  • Menentukan visi.
  • Memperluas perspektif.
  • Tentukan tujuan dan ukuran untuk meraih hasil yang diinginkan.
  • Mengkomunikasikan BSC pada pihak-pihak terkait.

Contoh Penerapan OKR, KPI, dan BSC

Contoh OKR dalam divisi sales sebuah perusahaan misalnya:

  • Objective: 

Meningkatkan penjualan sebesar 3 miliar

  • Key results: .

Memperluas cakupan wilayah, mendapatkan penjualan sebesar Rp 250 juta per bulan, meningkatkan jumlah kontak telepon sebanyak 2500 untuk setiap agen sales, melakukan demo produk sebanyak 10 kali dalam satu pekan.

 

Sementara itu, contoh penerapan KPI untuk divisi human capital adalah sebagai berikut.

No Key Performance Indicator Unit Pengukuran  Target
1. Jumlah rekrutmen karyawan baru % 100
2. Penyelenggaraan pelatihan untuk karyawan baru angka 30 jam
3. Pembaruan data % 100
4. Administrasi karyawan % 100
5. Tingkat turnover % Maksimal 3

 

Bagaimana dengan penerapan BSC? Berikut adalah contohnya.

Perspektif Objektif Tujuan Indikator Inisiatif
Keuangan Meningkatkan laba Meningkatkan pendapatan perusahaan Laporan keuangan Menjalin kemitraan dengan perkreditan
Pelanggan Membuka layanan di marketplace Meningkatkan jumlah pelanggan dan penjualan Jumlah transaksi online Mempelajari traffic sosial media
Bisnis Internal Mempercepat proses pemesanan Mempercepat proses transaksi Peningkatan jumlah transaksi Penggunaan alat-alat modern
Pembelajaran dan Pertumbuhan Meningkatkan mutu karyawan Meningkatkan pelayanan Kepuasan pelanggan. Mutu produk meningkat Rutin mengadakan pelatihan

 

4 Contoh Employee Development Programs yang Bisa Anda Tiru Memahami Experiential Learning: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Pengalaman

4 Contoh Employee Development Programs yang Bisa Anda Tiru

Sebagai pebisnis, Anda pastinya setuju bahwa karyawan merupakan tulang punggung sebuah perusahaan. Namun, berdasarkan statistik, hampir 59% karyawan menyatakan bahwa mereka tidak mendapatkan employee development programs atau pelatihan di tempat kerja. Sebagian besar keterampilan mereka justru diperoleh secara otodidak.

Employee development sendiri mengacu pada program yang dirancang perusahaan untuk memberdayakan kompetensi dan keterampilan karyawan. Pada gilirannya, hal itu akan membantu pertumbuhan profesional mereka.

Proses employee development berkelanjutan. Jadi, ini tentu lebih dari sekadar meeting tahunan dengan karyawan dan membahas kekurangan mereka, lalu mengirimkan mereka ke sebuah kursus.

Manfaat Employee Development Programs

Program pengembangan karyawan sering kali dipandang sebagai pengeluaran dan bukan investasi oleh sebagian besar organisasi. Padahal, dengan berinvestasi pada pengembangan karyawan dapat memberi banyak manfaat, baik itu bagi karyawan maupun perusahaan itu sendiri. beberapa di antaranya adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, sehingga mengarah pada peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kualitas kerja.
  • Memastikan karyawan mengetahui persyaratan dan peraturan hukum yang relevan dengan pekerjaan mereka, sehingga mengurangi risiko pelanggaran hukum.
  • Mengurangi turnover karyawan, sehingga membantu bisnis Anda menghemat biaya perusahaan akibat turnover yang tinggi.
  • Meningkatkan keterlibatan karyawan dan kepuasan kerja, karena faktanya 59% Gen Z dan Milenial mengungkapkan bahwa ketersediaan employee development programs sangat penting ketika mereka memutuskan apakah akan melamar suatu posisi.

Apa Saja yang Termasuk Program Pengembangan Karyawan?

Tahukah Anda bahwa pasca pandemi Covid-19, pasar kerja menjadi lebih kompetitif? Itulah alasannya mengapa program pengembangan karyawan menjadi lebih urgent dari tahun-tahun sebelumnya. Program ini ada banyak jenisnya, bisa berupa:

  • Training atau pelatihan (pelatihan produk, kepatuhan, kepemimpinan, penjualan,dll)
  • Program pendidikan
  • Orientasi (cocok untuk karyawan baru)
  • Uji kompetensi
  • Magang
  • Workshop
  • Studi banding
  • Konsultasi karir
  • Program keberagaman dan inklusi

Contoh Program Pengembangan dari Berbagai Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa contoh program pengembangan karyawan dari berbagai perusahaan terkemuka yang bisa Anda jadikan inspirasi:

1. Pelatihan Keterampilan Teknis di Amazon

Pada tahun 2025 mendatang, Amazon berfokus menyediakan Upskilling Program untuk mendukung karyawan dalam mempelajari keterampilan penting untuk peran teknis atau non-teknis yang banyak diminati dan bergaji lebih tinggi. Program ini bahkan menelan biaya senilai $1,2 miliar, lho.

Amazon juga merancang program pelatihan bernama Amazon Technical Academy untuk membantu karyawan non-teknis beralih ke peran teknis. Program ini menyediakan kursus yang mendalam di bidang software engineering dengan fokus signifikan pada penerapan proyek nyata.

Tak sampai di situ, Amazon juga menyertakan beberapa program pengembangan keterampilan baru, seperti AWS Training and Certification. Program pembelajaran ini terdiri dari pelatihan yang dipimpin oleh instruktur, gamifikasi, dan sertifikasi ujian. Tujuannya untuk membantu karyawan dari semua peran dan latar belakang untuk bekerja di cloud AWS.

2. Pengembangan Keterampilan Profesional di Netflix

Bukan tanpa alasan Netflix menjadi raksasa streaming saat ini. Sejak 2023, Netflix menjalankan Pathways Bootcamp selama 12 minggu , sebuah program pelatihan paruh waktu yang membekali karyawan dengan keterampilan pengembangan profesional.

Setelah menyelesaikan bootcamp, karyawan mendapatkan akses ke materi pelatihan pasca kursus dan tutorial online untuk membantu mereka menghadapi tantangan pemrograman umum yang dihadapi industri streaming. Karyawan juga dapat terlibat dalam peluang pendampingan dengan profesional Netflix untuk membantu pengembangan karier mereka.

3. Program Pendampingan di Bukalapak

Sebagai salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak juga memiliki sejumlah program pengembangan karyawan yang patut Anda contoh. Perusahaan ini menerapkan Employee Assistance Program (EAP), yang menyediakan akses ke psikolog profesional untuk mendukung kesehatan mental karyawan dan membantu mereka menghadapi stres, khususnya selama periode awal pandemi.

Selain itu, Bukalapak juga menawarkan Self-Care Hours, yaitu program dijalankan dengan melakukan pre-book pada kalender karyawan. Tujuannya untuk memastikan supaya tidak ada jadwal rapat yang berlangsung selama jam-jam tersebut, sehingga karyawan makin betah untuk bekerja di perusahaan secara berkelanjutan.

4. Pelatihan Kepemimpinan di Bank of America

Pelatihan kepemimpinan adalah jenis pelatihan soft skill yang berfokus pada kemampuan interpersonal dan menekankan kualitas kepemimpinan. Contohnya bisa Anda lihat di Bank of America. Mereka mengimplementasikan Women’s Next Level Leadership Program, yang berfokus pada membantu karyawan perempuan dalam pengembangan karier mereka melalui penilaian, strategi, dan taktik.

Pelatihan ini dijalankan melalui metode pembelajaran online virtual selama 8 bulan. Program pelatihan terdiri dari sumber belajar yang interaktif dan dipersonalisasi agar sesuai dengan gaya dan kebutuhan belajar setiap karyawan.


Singkatnya, employee development programs merupakan investasi yang berharga bagi perusahaan. Ini tidak hanya memberdayakan karyawan, tetapi juga membantu dalam memastikan kesuksesan dan berkelanjutan perusahaan itu sendiri. Untuk itu, Anda bisa mencoba menerapkan beberapa contoh di atas untuk membantu membangun program pengembangan karyawan yang impactful.

Kuasai Implementasi Workforce Planning untuk Efisiensi Bisnis Anda

Kuasai Implementasi Workforce Planning untuk Efisiensi Bisnis Anda

Tidak diragukan lagi bahwa tenaga kerja atau SDM merupakan salah satu aset penting bagi setiap perusahaan. Penting bagi bisnis untuk mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang tepat, serta dengan keterampilan yang tepat pula.

Tak hanya itu, perusahaan juga perlu menempatkan karyawan pada peran yang tepat supaya tujuan bisnisnya bisa tercapai secara optimal. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan perlu menerapkan strategi workforce planning (perencanaan tenaga kerja) yang terencana dan terukur.

Pertanyaannya, bagaimana caranya? Temukan jawabannya di sini!

Pengertian Workforce Planning

Workforce planning adalah proses memperkirakan, merencanakan, dan mengidentifikasi orang-orang yang tepat dengan keahlian khusus yang tersedia untuk pekerjaan yang tepat pada waktu dan biaya yang tepat. Hal ini membantu mengidentifikasi kesenjangan antara permintaan dengan kapasitas, sehingga organisasi dapat secara proaktif menerapkan langkah-langkah perbaikan untuk mencapai tujuannya.

Artinya, tidak ada situasi over atau under staffing dalam suatu perusahaan. Dengan kata lain, perencanaan tenaga kerja adalah proses penyelarasan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja untuk memenuhi tuntutan proyek saat ini dan masa depan.

7 Langkah Penerapan Workforce Planning yang Strategis

Untuk dapat menerapkan perencanaan tenaga kerja yang efektif dan strategis, terdapat beberapa tahapan yang harus Anda lakukan, di antaranya:

1. Tentukan Arah dan Tujuan Bisnis

Perencanaan tenaga kerja adalah proses top-down yang memerlukan arah organisasi yang jelas dan tujuan yang strategis. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi serta memandu keputusan di masa depan.

  • Menurut Anda, ke arah mana bisnis Anda akan berjalan?
  • Apa yang ingin Anda capai melalui perencanaan tenaga kerja?
  • Apa tujuan/pencapaian utama yang Anda targetkan?
  • Mengapa bisnis Anda memerlukan struktur perencanaan tenaga kerja baru?

Ini adalah pertanyaan penting untuk ditanyakan pada diri Anda sendiri sebelum menganalisis tenaga kerja Anda dan menerapkan strategi manajemen karyawan baru.

2. Analisa Tenaga Kerja yang Ada Saat Ini

Selanjutnya, coba analisis komposisi dan keterampilan tenaga kerja yang Anda miliki saat ini, baik itu tenaga kerja internal maupun eksternal. Evaluasi secara rinci terkait keterampilan, kualifikasi, dan pengalaman karyawan.

Analisis ini sangat penting untuk mengidentifikasi apakah ada kesenjangan keterampilan atau tidak. Pada gilirannya, analisis ini akan memudahkan Anda dalam membuat keputusan tentang perekrutan, pelatihan, dan pengembangan di masa depan.

3. Memprediksi Kebutuhan Tenaga Kerja di Masa Depan

Kemampuan untuk mengantisipasi dan bersiap menghadapi perubahan di masa depan adalah kunci workforce planning yang tangkas dan efektif. Nah, saat memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di masa depan, Anda harus mempertimbangkan beberapa langkah berikut:

  • Identifikasi posisi mana yang perlu peningkatan dan malah menjadi mubazir karena perubahan kebutuhan bisnis atau kemajuan teknologi.
  • Evaluasi apakah ada perubahan dalam strategi bisnis yang nantinya mengubah kebutuhan tenaga kerja.
  • Analisa faktor eksternal seperti perubahan dinamika pasar tenaga kerja dan demografi.

4. Analisis Kesenjangan

Setelah mengetahui komposisi tenaga kerja Anda saat ini dan yang diproyeksikan di masa depan, langkah selanjutnya adalah menganalisis kesenjangan di antara keduanya. Jika terdapat kekurangan SDM, Anda dapat membekali karyawan yang ada dengan pelatihan untuk mengisi kesenjangan keterampilan atau merekrut karyawan baru (jika finansial perusahaan memungkinkan).

Sebaliknya, jika kelebihan SDM, coba percepat jadwal penyelesaian proyek, outsourcing, kebijakan perekrutan musiman, atau yang lainnya. Saat mengidentifikasi kesenjangan ini, pastikan Anda mempertimbangkan berbagai faktor seperti potensi turnover karyawan, tren pasar, dll.

5. Buat Perencanaan

Setelah empat langkah pertama selesai, saatnya Anda membuat workforce planning yang konkrit. Hal ini harus mencakup strategi untuk mempertahankan talenta dan merekrut karyawan terbaik, rencana untuk merestrukturisasi departemen jika diperlukan, dan menerapkan teknologi yang ada.

6. Terapkan Rencana Itu

Ada beberapa hal yang perlu Anda miliki supaya perencanaan tenaga kerja yang sudah Anda susun bisa sukses diterapkan, yaitu:

  • Personil SDM yang memahami dengan jelas peran dan tanggung jawab baru mereka.
  • Strategi dan proses pencatatan seluruh data dan informasi yang relevan.
  • Saluran komunikasi yang efektif antara semua pihak yang berinvestasi untuk mendukung rencana tersebut.
  • Kriteria pengukuran dan evaluasi yang ditentukan untuk menilai keberhasilan rencana.

7. Pantau Hasilnya Secara Teratur

Perlu Anda ingat bahwa workforce planning adalah proses yang berulang dan berkelanjutan. Kemajuannya perlu dipantau dan diukur secara berkala berdasarkan pencapaian tertentu yang selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang.  Pasalnya, seiring dengan perubahan bisnis yang dinamis, strategi perencanaan tenaga kerja juga sangat mungkin untuk berubah.

Dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berubah, penerapan workforce planning menjadi makin penting bagi kesuksesan bisnis, baik itu jangka pendek maupun panjang. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus bisa membuat rencana tenaga kerja yang jelas dan terstruktur, guna meningkatkan efisiensi bisnis dan keunggulan kompetitif.

Mengapa Executive Coaching Penting untuk Kemajuan Perusahaan?

Mengapa Executive Coaching Penting untuk Kemajuan Perusahaan?

Program coaching berkelanjutan tidak hanya penting bagi karyawan, tetapi juga mereka yang menduduki posisi kepemimpinan dalam perusahaan. Executive coaching merupakan program berkelanjutan yang membidik posisi vital tertentu dalam perusahaan. Inilah keuntungan melakukan executive coaching untuk perusahaan.

Apa Itu Executive Coaching

Executive coaching merupakan bagian dari program pengembangan yang berfokus pada orang-orang di posisi eksekutif atau level kepemimpinan yang cukup tinggi. Program ini membantu mereka meningkatkan kompetensi untuk menerapkan aspek kepemimpinan yang lebih baik.

Pelatihan eksekutif tidak hanya membidik mereka yang posisinya sudah tinggi. Perusahaan bisa memberi pelatihan serupa ke individu yang terlihat potensial untuk dijadikan pemimpin.

Metode Populer untuk Executive Coaching 

Ada beberapa metode populer yang digunakan untuk pelatihan eksekutif.

Metode GROW merupakan model coaching populer yang telah ada sejak 1980-an. GROW adalah singkatan dari empat orientasi utama pelatihan ini: Goal (tujuan), Reality (realita saat ini), Options (pilihan tindakan), dan Will (tindakan yang akan dilakukan).

Metode lainnya adalah FUEL, yaitu pelatihan open-ended yang menuntut adaptasi dan pembelajaran terus-menerus. Pilar utama metode FUEL adalah Frame the conversation (kesamaan visi dalam dialog), Understand the current state (memahami kondisi saat ini), Explore the final state (ketahui tujuan yang diinginkan), dan Lay out success plan (lakukan perencanaan untuk mencapai tujuan).

Apa perbedaan antara metode GROW dan FUEL? Struktur GROW cocok untuk melatih pemimpin dengan tujuan spesifik yang sudah direncanakan. Sebaliknya, FUEL adalah metode yang menuntut adaptasi terus-menerus tergantung situasi dan kondisi. Jadi, fokus FUEL adalah adaptasi perilaku dan pemikiran yang sifatnya lebih umum.

GROW dan FUEL sama-sama dibutuhkan walau tujuannya sedikit berbeda. Executive coaching yang baik harus memperhatikan kebutuhan utama peserta agar tujuan mereka tercapai.

Keuntungan Menerapkan Executive Coaching 

Mengapa executive coaching menguntungkan bagi perusahaan? Inilah beberapa alasannya:

  • Menggali Potensi Pemimpin

Figur pemimpin juga memiliki potensi yang mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pelatihan, mereka bisa menggunakan potensi tersebut untuk lebih meningkatkan kesuksesan perusahaan. Penggalian potensi juga membantu peserta mengisi “celah” di dalam kepribadian mereka sebagai pemimpin

Contohnya adalah penggalian potensi terkait manajemen risiko untuk pemimpin inovatif, atau kreativitas untuk calon pemimpin yang bisa diandalkan pegawai tetapi cenderung saat taat pada aturan.

  • Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pemimpin harus menunjukkan kepercayaan diri karena kedudukannya sebagai panutan dan tokoh pemegang otoritas. Kepercayaan diri bisa dipupuk lewat peningkatan berbagai kualitas pribadi dalam diri. Hal ini terutama penting untuk pelatihan bagi individu yang potensial untuk menjadi pemimpin.

Dengan kepercayaan diri, seorang pemimpin mampu memotivasi karyawan dan mengembangkan kultur kerja positif dalam perusahaan. Kepercayaan diri juga menjadikan pemimpin sebagai sosok yang bisa diandalkan saat kondisi sulit menerpa. Seluruh insan perusahaan pun bisa menjadi lebih percaya diri dalam mengatasi masalah.

  • Meningkatkan Performa Pribadi dan Tim

Pelatihan eksekutif merupakan cara untuk meningkatkan performa kerja pemimpin (atau calon pemimpin). Contohnya adalah peningkatan soft skills yang penting untuk menyelesaikan berbagai tugas secara efektif. Akan tetapi, fokus untuk pelatihan ini tidak hanya berpusat pada si pemimpin.

 

Inti dari executive coaching adalah peningkatan kinerja pemimpin sehingga bawahannya bisa bekerja dengan lebih efektif dan memiliki motivasi internal. Dengan meningkatkan performa dan karakter pribadi, pemimpin bisa ikut meningkatkan kinerja karyawan serta memberi contoh.

Pemangku kedudukan tertentu dalam perusahaan juga membutuhkan bimbingan dan pelatihan agar potensi mereka semakin meningkat. Hasilnya pun akan ikut menguntungkan perusahaan karena kinerja meningkat. Dapatkan program executive coaching seperti yang ditawarkan Peopleshift dan buktikan sendiri bagaimana hasilnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

Jenis Leadership Training untuk Menciptakan Pemimpin Terbaik

Jenis Leadership Training untuk Menciptakan Pemimpin Terbaik

Kepemimpinan (leadership) memadukan berbagai keahlian dan ilmu untuk menciptakan kultur perusahaan yang positif. Leadership training pun menjadi investasi penting untuk berbagai perusahaan dan organisasi yang menginginkan kesuksesan. Perusahaan bisa menemukan bibit-bibit potensial untuk dilatih sebagai pemimpin sukses.

Kepemimpinan yang baik akan mendukung berbagai aspek kerja, termasuk meningkatkan retensi dan loyalitas karyawan. Misalnya, dalam laporan Statista tahun 2023 tentang retensi karyawan, 73% responden menganggap kepemimpinan sebagai faktor terpenting yang menentukan retensi.

Jenis Leadership Skill yang Harus Dimiliki

Tujuan leadership training adalah memupuk keahlian (skill) penting yang harus dimiliki setiap pemimpin. Contoh keahlian tersebut antara lain:

  • Manajemen Konflik

Pemimpin harus mampu mengelola individu berbeda dengan baik, dan salah satunya adalah lewat manajemen konflik. Keahlian ini membantu pemimpin menjaga keharmonisan kultur kerja dan mendorong tercapainya solusi yang memuaskan semua pihak.

  • Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan oleh pemimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan pengalaman diri sendiri. Pemimpin harus mampu menganalisis data, informasi, lingkungan, dan orang-orang yang terlibat sebelum mengambil keputusan. Pemimpin juga harus bisa memproyeksikan tujuan yang hendak dicapai lewat keputusan tersebut.

  • Berpikir Kritis

Leadership training mengajarkan cara berpikir kritis, yaitu mengolah informasi dan ide secara menyeluruh sambil mempertimbangkan aspek baik dan buruknya. Hal ini juga membantu pemimpin mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

  • Inovasi dan Kreativitas

Pemimpin yang baik harus memiliki kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif. Hal ini memberi kontribusi terhadap perusahaan, terutama dalam menghadapi persaingan.

  • Kemampuan Beradaptasi

Masih terkait persaingan, pemimpin yang baik harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Hal ini berguna untuk menghadapi tren pasar, kondisi ekonomi, dan perkembangan teknologi yang makin cepat berubah.

  • Kemampuan Membangun Relasi

Pemimpin ideal mampu membangun koneksi dan bahkan relasi baik dengan berbagai pihak. Hal ini tidak hanya memudahkan dalam berbagai aktivitas perusahaan, tetapi juga menciptakan reputasi positif.

  • Kemampuan Memotivasi

Pemimpin yang baik mampu memotivasi serta memberi inspirasi bagi bawahannya. Dalam jangka panjang, hal ini menciptakan satuan kerja yang berdedikasi, loyal, dan berpandangan positif terhadap pekerjaan maupun diri pribadi.

5 Tipe Leadership Training

Leadership training punya beragam jenis. Inilah beberapa contoh yang bisa Anda temukan sesuai kebutuhan:

  • Classroom-based Training

Pelatihan ini menempatkan kandidat dalam program intensif di dalam kelas. Materinya biasanya mencakup teori dasar serta berbagai wawasan kepemimpinan.

  • Online Training

Pelatihan ini mirip dengan yang berbasis kelas, tetapi bisa dilakukan dari jarak jauh. Cocok untuk kandidat yang masih memiliki banyak tanggung jawab kerja.

  • Experiential Teaching

Experiential teaching adalah pelatihan yang mengajak kandidat untuk langsung menyelami situasi sebenarnya. Kandidat pemimpin ditempatkan dalam berbagai situasi yang mengharuskan mereka menggunakan wawasan yang telah didapat. Hal ini biasanya merupakan kelanjutan dari pelatihan teori/di kelas.

  • Mentorship/Coaching

Pelatihan ini mengajak kandidat untuk mengasah keahlian di bawah mentor tepercaya. Contohnya adalah pemimpin perusahaan yang mengajak kandidat penggantinya dalam berbagai kegiatannya. Sang pemimpin atau mentor kemudian memberi wawasan dan kesempatan mengasah keahlian kepada si kandidat.

  • Leadership Change

Penggantian kepemimpinan (leadership change) adalah leadership training yang dilakukan lewat transisi atau disrupsi. Contohnya, sebuah perusahaan ingin melakukan revitalisasi dengan visi yang lebih modern. Pemimpinnya pun harus mengikuti pelatihan ulang agar bisa mengelola perusahaan dengan orientasi berbeda yang lebih modern.

Leadership training seperti program Peopleshift merupakan modal penting dalam menciptakan perusahaan yang sukses serta mampu bersaing. Jadikan pelatihan kepemimpinan sebagai salah satu program andalan demi kesuksesan masa depan.

Mengenal Apa Itu Corporate Learning

Mengenal Apa Itu Corporate Learning

Salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan di era modern adalah mengikuti perkembangan IPTEK dan situasi pasar yang dinamis. Maka dari itu, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat dan efektif. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan melakukan corporate learning yang berkelanjutan.

Apa Itu Corporate Learning?

Menurut IMD, corporate learning atau pembelajaran perusahaan adalah kemampuan organisasi untuk mendapatkan, mengaplikasikan, dan berbagi pengetahuan. Tujuannya adalah untuk mencari solusi baru dan menggunakannya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

Kata “learning” atau “pembelajaran” sering kali merujuk pada departemen pelatihan (training) di perusahaan. Namun, pembelajaran perusahaan memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada itu.

Pembelajaran perusahaan melibatkan budaya belajar di seluruh bagian perusahaan. Hal ini dapat mencakup organisasi secara keseluruhan maupun karyawan secara individual yang senantiasa belajar dan menyesuaikan diri.

Dengan kata lain, pembelajaran perusahaan tidak sama dengan pelatihan perusahaan. Pelatihan perusahaan dapat menjadi bagian dari pembelajaran perusahaan, tetapi pembelajaran perusahaan memiliki cakupan yang lebih luas.

Pentingnya Corporate Learning

Pembelajaran perusahaan memiliki arti yang sangat penting, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Berikut beberapa alasannya.

1. Meningkatkan Skill Karyawan

Dengan mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan, karyawan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Selain meningkatkan kinerja individual karyawan, produktivitas perusahaan pun juga ikut meningkat.

2. Inovasi dan Adaptasi

Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Dengan pembelajaran berkelanjutan, perusahaan dapat melatih karyawan untuk menguasai teknologi baru, mendorong inovasi, dan mendapatkan ide-ide kreatif dari mereka.

3. Meningkatkan Motivasi Karyawan

Dengan adanya program pelatihan, karyawan akan lebih termotivasi dan semangat untuk bekerja. Selain itu, karyawan juga akan lebih puas karena merasa dianggap dan difasilitasi oleh perusahaan.

4. Mempertahankan Talenta Berbakat

Dengan dilakukannya dukungan pembelajaran yang berkelanjutan, para karyawan yang terampil pun akan merasa dihargai dan cenderung lebih loyal terhadap perusahaan.

5. Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Dengan adanya budaya belajar di tingkat karyawan dan organisasi, perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menjawab tantangan pasar. Pada gilirannya, hal ini dapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

Contoh Corporate Learning

Berikut adalah beberapa contoh pembelajaran perusahaan yang paling umum.

1. Pelatihan Formal

Pembelajaran formal dapat mencakup seminar, workshop, dan kursus yang diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan karyawan, baik hard skill maupun soft skill. Tidak harus dilakukan secara internal, perusahaan juga dapat memanfaatkan pelatihan dari penyedia eksternal.

2. Orientasi

Perusahaan sering kali mengadakan program orientasi untuk karyawan baru. Tujuannya adalah memperkenalkan sistem, budaya, dan peraturan perusahaan yang penting diketahui oleh karyawan baru.

3. Mentoring dan Coaching

Melalui program ini, karyawan akan dibimbing oleh profesional berpengalaman untuk meningkatkan pengembangan pribadi dan profesional mereka.

4. Pengembangan Kepemimpinan

Melalui pengembangan kepemimpinan, perusahaan dapat mengidentifikasi dan menarik karyawan yang memiliki potensi sebagai pemimpin. Dengan adanya pemimpin yang kompeten di setiap level, kinerja perusahaan secara keseluruhan dapat meningkat secara positif.

5. Pembelajaran Informal

Proses pembelajaran juga dapat dilakukan secara informal, misalnya karyawan dapat belajar dari rekan kerja, belajar dari kesalahan, belajar dari pengalaman sehari-hari, dan belajar secara mandiri.

6. e-learning

Pembelajaran perusahaan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, seperti e-learning. Dengan fasilitas ini, karyawan dapat belajar secara online dari mana saja dengan jadwal yang mereka tentukan sendiri.

Demikianlah ulasan singkat tentang apa itu corporate learning, alasan mengapa itu penting, dan contoh penerapannya. Dengan pembelajaran yang berkelanjutan, perusahaan dapat memperbaiki kinerja bisnis dan meningkatkan daya saing.

Lean Management, Kunci Efisiensi Kerja dalam Organisasi

Lean Management, Kunci Efisiensi Kerja dalam Organisasi

Birokrasi rumit kini tidak lagi populer dalam berbagai perusahaan. Konsep lean management telah menjadi standar kesuksesan bagi pelaku usaha yang ingin sukses di tengah kompetisi. Fokus pada efisiensi tanpa mengorbankan kualitas menjadi kunci untuk meraih sukses sekaligus kepuasan pelanggan.

Manfaat Lean Management 

Lean management mengacu pada pengelolaan berbagai aspek usaha yang mementingkan efisiensi, kualitas, dan strategi yang lebih tepat sasaran. Konsep manajemen ini mengikis berbagai hal yang tidak dibutuhkan, baik dari segi biaya, sumber daya, maupun gaya komunikasi.

Ada beberapa aspek dalam perusahaan yang dapat diuntungkan dari lean management. Inilah beberapa contoh manfaatnya:

  • Produksi Cepat Tanpa Mengorbankan Kualitas

Lean management membantu perusahaan mempercepat proses produksi sehingga jumlahnya bisa ditingkatkan. Akan tetapi, konsep manajemen ini juga menjaga agar kualitas produk tidak menurun karena adanya fokus terhadap quality control.

  • Komunikasi lebih Ringkas dan Efisien

Penerapan lean management biasanya terlihat jelas dari gaya komunikasi. Karyawan, manajer, dan pemimpin bisa berkomunikasi secara langsung atau melalui birokrasi yang lebih ringkas. Pesan pun tersampaikan secara lebih efektif dan cepat.

  • Peningkatan Mutu Layanan Pelanggan

Memangkas hal-hal yang tidak perlu bisa meningkatkan kecepatan layanan. Pelanggan pun lebih puas karena mereka tidak perlu melalui birokrasi, antrean, atau halangan lain yang terjadi akibat kurangnya efisiensi.

  • Pengelolaan Finansial yang Lebih Baik

Efisiensi dalam konsep lean management juga berlaku dari segi keuangan. Pelaku usaha memfokuskan pengeluaran pada hal-hal penting. Pengelolaan uang pun menjadi lebih efisien.

Prinsip Penting dalam Penerapan Lean Management 

Bagaimana cara terbaik menerapkannya? Apapun strategi yang dibuat, pastikan mengikuti lima prinsip berikut:

  • Identifikasi Nilai Utama

Nilai bisnis yang utama menjadi patokan untuk setiap langkah dalam penerapan lean management. Nilai bisnis berfungsi memberikan arah dalam pengambilan keputusan. Anda pun lebih mudah menyingkirkan setiap hal yang tidak berkaitan dengan nilai utama bisnis tersebut.

  • Ciptakan Pemetaan Nilai

Pemetaan nilai merujuk pada langkah-langkah yang memberi nilai tambah pada proses bisnis. Setiap hal yang tidak memberi nilai tambah atau memboroskan aset bisnis bisa Anda singkirkan dengan menggunakan pemetaan ini sebagai patokan.

  • Sistem Kerja yang Berkelanjutan

Setelah menciptakan sistem pemetaan, Anda bisa mulai menciptakan sistem kerja yang arusnya lebih lancar dan tidak terhambat birokrasi. Sistem kerja yang berkelanjutan seperti ini meningkatkan efisiensi yang menyebar ke semua lini, termasuk layanan pelanggan.

  • Penekanan pada Kolaborasi dan Komunikasi

Kolaborasi dan komunikasi menjadi prinsip utama lean management, bukan birokrasi atau hierarki. Pelaku usaha harus menciptakan sistem komunikasi yang sifatnya langsung dan terbuka sehingga setiap saran, informasi, diskusi, hingga peringatan bisa tersampaikan dengan segera.

  • Evaluasi secara Terus-menerus

Setelah menentukan sistem manajemen yang memuaskan, selalu ada tantangan atau kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dengan strategi baru. Perusahaan harus melakukan evaluasi pada semua tahap secara terus-menerus untuk mendeteksi hambatan dan risiko yang akan mengganggu arus kerja.

Tantangan dalam Penerapan Lean Management 

Walau memiliki banyak manfaat, penerapannya tidak mudah karena banyak tantangannya. Contoh paling jelas adalah adanya keengganan untuk beradaptasi terhadap perubahan, terutama jika hal ini datang dari pimpinan atau jajaran eksekutif.

Hambatan lainnya adalah tantangan dalam penerapan sistem manajemen itu sendiri. Perusahaan mungkin akan membutuhkan banyak modal, pelatihan, dan persiapan rumit lainnya demi beradaptasi dengan sistem manajemen ini.

Akademi pelatihan profesional seperti Peopleshift membantu mengatasi masalah ini. Lewat program intensif khusus untuk perusahaan, penerapan lean management pun bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efektif. Pastikan mendaftar agar perusahaan bisa meningkatkan kinerja lewat program profesional dari Peopleshift.

Mengenal Performance Management Systems

Mengenal Performance Management Systems

Performance management systems dapat memberikan gambaran kinerja pegawai secara konsisten dan terukur. Sistem ini menggabungkan teknologi dan metodologi untuk memastikan semua orang di segala bidang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Sistem ini juga memungkinkan manajer dan karyawan bekerja sama untuk menentukan tujuan, memilih indikator pengukuran kinerja, memberikan ulasan dan penilaian kinerja karyawan, serta memberikan masukan. Lebih lanjut, mari simak pemaparan berikut! 

Unsur-Unsur Performance Management System

Sistem manajemen ini membutuhkan software yang dapat diaplikasikan secara langsung, menggunakan cloud, atau gabungan dari keduanya. HR ataupun platform di cloud memberikan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, keamanan yang lebih terjamin, dan integrasi yang lebih mudah dengan aplikasi tambahan, seperti sistem pembelajaran dan sistem lainnya yang berfokus pada manusia.

Sistem manajemen kinerja bergantung pada tiga proses utama:

  1. Merencanakan dan bekerja sesuai tujuan yang telah dirumuskan

– Menyesuaikan kinerja karyawan dengan tujuan perusahaan.

– Memberikan pekerjaan yang penting dan krusial untuk meningkatkan keikutsertaan karyawan.

– Segera menyesuaikan kondisi dengan tujuan perusahaan saat terjadi perubahan prioritas.

  1. Pantau dengan manajemen kinerja berkelanjutan

– Memantau tujuan tiap karyawan untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan perusahaan tetap terjaga.

– Memberikan masukan dan bimbingan pada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

– Menghargai dan memberikan imbalan untuk setiap kinerja baik karyawan.

  1. Mengevaluasi dan menghargai karyawan melalui penilaian kinerja

– Menilai kinerja karyawan secara konsisten dan akurat.

– Menghargai dan memberikan pujian pada karyawan berbakat.

– Menggunakan informasi berbasis data dari sistem untuk menghitung nilai yang diberikan karyawan pada perusahaan.

Evolusi Performance Management Systems

Sudah menjadi kebiasaan sebuah perusahaan untuk menilai kinerja setiap karyawannya sejak berabad-abad lalu. Namun, salah satu model yang paling sering digunakan diperkenalkan selama Perang Dunia I dan II saat kekuatan militer perlu mengetahui kekuatan dan kemampuan setiap anggotanya untuk membuat strategi pertempuran.

Di abad pertengahan, penilaian kinerja digunakan oleh banyak perusahaan untuk menilai kinerja setiap pegawai dan memberikan penghargaan yang sesuai.

Pada 1960-an, fokus sistem ini berubah ke pengembangan karyawan, di mana diskusi dilakukan antara karyawan dan manajernya untuk membahas kinerja dan, jika memungkinkan, untuk memulai pengajaran dan pelatihan untuk membantu karyawan mengembangkan kariernya.

Di tahun-tahun berikutnya, beberapa aspek software manajemen kinerja tradisional telah berevolusi berkat perkembangan teknologi, seperti komputasi awan, perbaikan dan antarmuka pengguna, dan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Namun, sebagian besar sistem masih terus menekankan pada evaluasi karyawan dan memberikan penghargaan tiap seperempat atau satu tahun.

Meskipun pemberian penghargaan tetap menjadi aspek penting dalam manajemen kinerja, banyak perusahaan yang mulai beralih ke pendekatan yang lebih holistik. Pendekatan ini memberikan masukan dan bimbingan jangka panjang pada karyawan untuk membantu mereka mencapai tujuannya.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Software Performance Management System

Perusahaan dengan ukuran dan dari industri apa pun yang memiliki jumlah karyawan yang cukup besar akan mendapatkan manfaat dari sistem manajemen kinerja.

Meskipun setiap pegawai dapat mengakses sistem ini, pengguna utamanya tetaplah kepala tim atau manajer yang memiliki wewenang untuk memberikan laporan langsung.

  1. Karyawan dapat menggunakan sistem ini untuk bekerja dengan manajer untuk menentukan tujuan kinerja karyawan. Keduanya membuat ulasan kinerja setiap karyawan dalam sistem, dan ikut serta dalam siklus 360-degree review jika perusahaan menggunakan cara ini.
  2. Kepala HR menentukan proses dan sistem HR yang berhubungan dengan siklus manajemen kinerja. Mereka bekerja dengan manajer dan karyawan untuk memastikan proses terjadi berjalan adil dan setiap tahap dilaksanakan sesuai waktunya.
  3. Manajer adalah pengguna utama sistem ini dan harus memastikan setiap pegawai berpartisipasi secara aktif dalam proses. Manajer akhirnya juga bertanggung jawab atas kinerja timnya.

Pentingnya Performance Management System

Seiring dengan meningkatnya produktivitas karyawan, peningkatan keterlibatan karyawan, rendahnya pergantian karyawan, dan tingginya pendapatan tiap pegawai, sistem manajemen yang terintegrasi dengan sistem bisnis tambahannya dapat memberikan informasi berharga yang dapat membantu manajemen HR dalam membuat keputusan.

Contohnya, sistem manajemen kinerja menyimpan dan menghitung data dari interaksi karyawan/manajer, termasuk aspirasi karir tiap individu, keterampilan yang mumpuni, dan kesesuaian lainnya untuk membuat perencanaan yang matang. Dengan pengetahuan tersebut, pendanaan pembelajaran dapat dialokasikan untuk mendukung kebutuhan perusahaan dan pegawai. 

Software sistem ini memberikan gambaran pegawai terbaru secara akurat yang dapat membantu siapa saja membuat rencana dan strategi.

Tren Terkini di Dunia Performance Management

Manajemen kinerja karyawan berubah seiring perkembangan zaman hingga tercipta beberapa model yang bisa dipilih sesuai tujuan dan struktur organisasi. Berikut beberapa tren manajemen kinerja yang bisa dipilih.

  • Manajemen Kinerja Berkelanjutan

Perusahaan berubah dari model manajemen kinerja tradisional ke manajemen kinerja berkelanjutan (CPM). Proses CPM memungkinkan karyawan dan manajer lebih sering bekerja sama dan terlibat dalam mencapai tujuan perusahaan. Melakukan penjadwalan diskusi empat mata secara berkala dan memberikan masukan terus-menerus membantu pegawai tetap sesuai dengan tujuan perusahaan.

Bagi manajer, strategi CPM mempermudah perusahaan mengetahui capaian kerja dan kelemahan karyawan dengan membahas masalah yang terjadi. Tujuan perusahaan dapat disesuaikan saat objektif perusahaan berubah untuk mendapatkan model kerja yang lebih cepat dan responsif.

Karyawan juga bisa menerima masukan dengan lebih tepat waktu dan tidak lagi menunggu tiap 6 atau 12 bulan sekali dalam rapat formal. Hal ini lebih menguntungkan karena terkadang rapat tersebut dapat melupakan pencapaian yang diperoleh lebih awal. Model ini juga meminimalisasi perubahan mendadak dan terlalu cepat.

  • Pegawai Lapangan

Pegawai adalah karyawan yang melaksanakan tugas di luar kantor dan jarang mendapatkan akses ke sistem di kantor dan kanal komunikasi, tidak seperti pegawai remote yang dapat mengakses sistem ini dari rumah.

Contoh dari model ini adalah orang-orang yang bekerja di sektor hospitality, sumber daya alam, pabrik, dan kesehatan. Berdasarkan sifat pekerjaan mereka, pegawai lapangan ini sering kali tidak sesuai dengan sistem yang ada. Perusahaan harus memastikan sistem manajemen kinerja mereka dapat mendukung segmen penting karyawan ini dengan efektif.

  • Tim yang Dinamis

Sistem manajemen kinerja yang modern harus cukup cepat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di perusahaan, termasuk tim yang dinamis. Tim yang dinamis memungkinkan setiap karyawan mengambil keputusan sendiri tanpa perlu ada pemilihan pemimpin. 

Dalam penerapannya, lingkungan kerja model ini adalah ladang subur bagi alur kerja yang cepat berubah. Di sini, alur kerja seperti ini dapat dengan mudah diperkenalkan, dilaksanakan, dan diubah. Selain itu, begitu satu proyek selesai, tim bisa langsung dibubarkan tanpa perlu ada aba-aba atau konfirmasi ke anggota tim lainnya.

Itulah penjelasan mengenai performance management systems yang bisa diterapkan di perusahaan Anda. Sistem ini memastikan karyawan bekerja sesuai tujuan perusahaan dan mendapatkan penghargaan yang layak atas prestasi mereka. 

Jika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, pergantian posisi karyawan bisa berkurang sehingga dapat meminimalisasi hambatan yang ditimbulkannya. Selain itu, karyawan yang mendapatkan apresiasi yang layak atas kerja kerasnya juga akan merasa dihargai dan mendorongnya untuk menjadi karyawan loyal pada perusahaan.