Tujuan perusahaan perlu didukung oleh kinerja karyawan yang berkualitas. Cara kerja tersebut perlu diatur sedemikian rupa supaya performa karyawan bisa konsisten.
Karena itu, perlu adanya penerapan continuous performance management. Cara ini dianggap lebih adaptif ketimbang metode penilaian kinerja lainnya.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan manajemen kinerja berkelanjutan ini? Apa tujuan serta bagaimana cara penerapannya?
Yuk, kita simak pembahasan singkatnya dalam artikel ini.
Apa yang Dimaksud dengan Continuous Performance Management?
Dilansir dari LinovHR, manajemen kinerja berkelanjutan adalah sebuah proses manajemen yang memantau kinerja karyawan secara berkelanjutan dalam periode tertentu selama satu tahun.
Mengapa perlu adanya pengaturan seperti ini? Secara garis besar, hal ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas strategi bisnis perusahaan juga untuk mengukur kinerja karyawan dalam satu periode tertentu.
Pemantauan kinerja yang dilakukan secara konsisten akan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Karyawan akan merasa dihargai karena menerima feedback mengenai pekerjaannya selama ini. Sementara itu, karyawan pun akan saling memberi masukan satu sama lain dalam melaksanakan tugas.
Tujuan Penerapan
Continuous performance management memang berperan untuk menjaga kualitas kinerja karyawan dan membantu perusahaan memenuhi target bisnisnya. Namun, ada sejumlah tujuan lain dari penerapan manajemen ini.
Apa saja tujuan tersebut? Berikut informasi yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Membangun relasi yang kuat antar karyawan
Manajemen kinerja ini mendorong komunikasi dua arah antar karyawan juga atasan. Komunikasi yang baik diperlukan agar semua elemen perusahaan memahami tujuan bisnis sehingga target akan lebih mudah tercapai.
Pada akhirnya, akan tercipta engagement yang kuat di lingkungan kerja.
2. Menekan tingkat turnover
Pemantauan berkelanjutan harus diiringi dengan tindakan perbaikan atau evaluasi. Perbaikan yang rutin dilakukan akan meningkatkan kepuasan dari karyawan. Hal ini akan membantu menekan tingkat turnover di perusahaan.
3. Membentuk loyalitas karyawan
Feedback berkelanjutan yang dibarengi dengan evaluasi akan menumbuhkan rasa kepercayaan pada karyawan. Rasa percaya tersebut bisa membentuk loyalitas. Karyawan yang bekerja dengan penuh motivasi tentu akan memberi dampak positif pada performa bisnis. Target profit pun bisa lebih mudah dicapai.
Alur Manajemen Performa
Apa saja tahap yang harus kita penuhi dalam manajemen kinerja berkelanjutan? Karena dilaksanakan terus-menerus, tahap-tahap ini akan membentuk sebuah siklus. Seperti apa pelaksanaannya?
1. Tahap perencanaan
Pada tahap ini, atasan harus merumuskan tujuan perusahaan. Tujuan harus digambarkan secara lengkap dan detail, mulai dari target jangka panjang, jangka pendek, serta tindakan apa yang harus dilakukan untuk memenuhinya.
Informasi yang spesifik juga akan lebih mudah dipahami karyawan sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan yang diharapkan perusahaan.
2. Tahap pengamatan
Selanjutnya adalah pengamatan. Tahap ini bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun tergantung pada kebutuhan perusahaan. Saat monitoring, akan terlihat seberapa efektif strategi bisnis bisa diterapkan. Akan tampak pula bagian-bagian yang belum berjalan sesuai target sehingga perlu dicarikan solusi.
3. Peninjauan kembali
Tahap ini merupakan momen untuk menjalankan komunikasi dua arah antara karyawan dengan atasan. Semua pihak memiliki kesempatan untuk mengutarakan pendapat dan masukan.
4. Penghargaan
Terakhir, perusahaan sebaiknya tidak lupa memberi penghargaan pada semua pihak yang telah memberikan kontribusi. Reward akan menumbuhkan motivasi pada pekerja untuk terus meningkatkan kinerjanya. Selain itu, otomatis akan muncul kompetisi berkaitan dengan performa kerja. Pada akhirnya, hal ini akan menguntungkan perusahaan.
Continuous performance management penting diterapkan untuk menjaga, bahkan meningkatkan kualitas kerja karyawan. Kinerja yang baik tentu akan turut membantu perusahaan mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.
