Ada alasan mengapa orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi (emotional intelligence/EQ) cenderung bisa lebih sukses di tempat kerja. Hal tersebut bisa dikarenakan kebanyakan dari individu pekerja tersebut memiliki kemampuan untuk me-manage stress dengan lebih baik. Selain itu, orang-orang yang cerdas secara emosional cenderung mampu mendorong dinamika teamwork yang lebih baik.
Kemampuan menguasai emosi sangatlah penting di lingkungan yang profesional. Individu dengan kecerdasan emosi yang baik tinggi memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjadi leader yang kompeten. Mengingat, kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan logika, dan menjauhkan emosi agar tidak ikut campur di dalamnya.
Dampaknya, mereka mampu menguatkan visi dan tujuan strategis bagi perusahaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Apa Itu Emotional Intelligence?
Untuk memahami apa itu kecerdasan emosi, berikut pengertian emotional intelligence menurut beberapa ahli:
- John Mayer dan Peter Salovey (1990): Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengekspresikan dan menginterpretasikan emosi, baik diri sendiri maupun orang lain.
- Daniel Goleman (2000): Kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan orang lain, termasuk kemampuan memotivasi diri dan mengelola emosi dalam hubungannya dengan orang lain
- Uno (2006): Kecerdasan emosi adalah kemampuan non kognitif yang membuat seseorang mampu memahami dan mengendalikan perasaan, dalam rangka membantu perkembangan emosi dan intelektualnya.
Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa emotional intelligence adalah kemampuan individu untuk mengidentifikasi, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan tepat, serta mampu membangun relasi yang baik dengan orang lain melalui pemahaman emosi mereka.
Bagaimana Cara Meningkatkan Kinerja dengan Emotional Intelligence?
Sebelum mengetahui bagaimana Anda bisa meningkatkan kinerja dengan emotional intelligence, ada aspek-aspek yang menjadi kunci utama, yaitu:
- Self-awareness — mengacu pada kemampuan individu untuk mengenali dan mengartikan emosi diri sendiri serta emosi orang di sekitarnya
- Self-regulation — kemampuan untuk mengatur diri dan perilaku, termasuk menyesuaikan diri untuk mencapai kesuksesan dalam pekerjaan
- Empati — kemampuan memahami dan menempatkan posisi seperti apa yang dirasakan orang lain
- Motivasi — orang yang memiliki kecerdasan emosi biasanya memiliki motivasi diri yang tinggi dan bekerja keras untuk mencapai tujuan personal maupun profesional
- Skill sosial — kemampuan untuk bersosialisasi, baik itu komunikasi, public speaking, dan sebagainya.
Dengan kemampuan tersebut, Anda bisa memanfaatkan emotional intelligence untuk meningkatkan performa kinerja. Apa saja yang bisa dilakukan?
1. Menerima konflik
Konflik di tempat kerja pasti terjadi dan tak terelakkan. Alih-alih menghindar, Anda bisa berusaha mencari solusinya bersama rekan kerja. Cara ini bisa menumbuhkan conflict resolution skill yang lebih sehat.
2. Meminta feedback
Anda bisa meningkatkan performa sekaligus self-awareness dengan meminta feedback atas kinerja kepada atasan atau rekan kerja. Anda bisa belajar mengantisipasi untuk mengendalikan emosi atas masukan-masukan yang diterima.
3. Tidak suka men-judge
Cara selanjutnya untuk menggunakan emotional intelligence di tempat kerja adalah tidak men-judge orang lain saat mereka mengekspresikan emosinya. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk meluapkan apa yang dirasakan. Menahan judging dan menunjukkan empati lebih bisa membuat Anda belajar untuk bereaksi secara proporsional dan profesional.
4. Lakukan active listening
Praktikkan emotional intelligence Anda dengan melakukan active listening untuk meningkatkan kinerja secara profesional. Dalam hal ini, lebih penting untuk mendengarkan dalam rangka berusaha memahami rekan kerja daripada langsung merespons emosi yang mereka utarakan.
Memiliki emotional intelligence yang baik juga bisa membantu Anda membangun budaya kerjasama dan teamwork yang solid. Hal ini berhubungan dengan kemampuan untuk mengerti emosi orang-orang yang ada di sekitar, membangun empati, dan self-awareness.
