Proses perekrutan karyawan menjadi solusi bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Hanya saja, intensitas perekrutan karyawan yang tinggi menunjukkan kalau employee retention di sebuah perusahaan sangatlah rendah. Dampaknya, operasional bisnis perusahaan dapat mengalami gangguan.
Employee retention merupakan parameter terkait kemampuan perusahaan dalam mempertahankan karyawan bertalenta tinggi sehingga betah bekerja. Retensi karyawan yang tinggi menunjukkan kalau perusahaan mampu secara efektif mengelola SDM dan meningkatkan loyalitas mereka.
Faktor yang Mempengaruhi Employee Retention
Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi retensi karyawan dalam sebuah perusahaan, di antaranya:
1. Tujuan atau Motivasi Kerja
Aspek pertama yang berpengaruh pada retensi karyawan adalah tujuan atau motivasi kerja. Anda perlu menyadari kalau mendapatkan penghasilan bukanlah satu-satunya sumber motivasi karyawan. Sebuah pekerjaan juga mempunyai kaitan erat dengan identitas serta tujuan hidup karyawan.
Karyawan memiliki kecenderungan punya motivasi lebih tinggi kalau mereka merasa kalau tujuan bisnis perusahaan selaras dengan prinsip hidup mereka. Apalagi, jika pekerjaan yang mereka lakukan memberikan dampak yang positif, baik baik perusahaan maupun masyarakat luas.
2. Kompensasi Karyawan
Faktor berikutnya yang berpengaruh pada retensi karyawan adalah kompensasi. Karyawan akan memiliki tingkat kepuasan tinggi pada perusahaan yang memberikan kompensasi serta benefit yang kompetitif. Mereka menjadi lebih betah dan enggan pindah kerja ke tempat lain.
3. Prosedur Perekrutan
Retensi karyawan juga mempunyai kaitan erat dengan proses perekrutan. Tahapan perekrutan karyawan yang baik dan jujur dapat meningkatkan retensi karyawan. Salah satunya adalah dengan menjelaskan budaya kerja perusahaan secara terbuka kepada setiap kandidat.
4. Kualitas Manajerial
Faktor berikutnya yang berpengaruh dengan employee retention adalah kualitas manajerial perusahaan. Dalam berbagai kasus, manajer yang toxic menjadi alasan banyaknya karyawan yang memilih untuk resign.
Oleh karena itu, Anda perlu melakukan evaluasi secara bertahap terhadap kinerja setiap manajer. Pastikan kalau manajer memiliki peran yang positif dalam mendorong perkembangan karyawan dan melakukan interaksi yang positif dengan mereka.
5. Feedback atau Pengakuan atas Pencapaian Kerja
Anda bisa pula memperoleh peningkatan retensi karyawan dengan memberikan feedback atau pengakuan atas kinerja mereka. Feedback tak harus berupa pujian, tetapi bisa pula berbentuk kritik yang membangun. Dengan adanya kritik tersebut, karyawan dapat memperbaiki kinerja mereka jadi lebih baik.
Selanjutnya, Anda dapat memberikan pengakuan atas pencapaian kerja karyawan dalam berbagai bentuk. Anda bisa saja membuat program karyawan terbaik setiap bulan. Sebagai pelengkap, ada pula pilihan untuk memberikan kompensasi ekstra bagi setiap karyawan yang mempunyai kinerja positif.
6. Lingkungan Kerja
Selanjutnya, Anda perlu pula memperhatikan lingkungan kerja para karyawan. Pastikan kalau lingkungan kerja dapat memberikan rasa tenang, aman, dan nyaman bagi karyawan. Dengan begitu, para karyawan dapat melakukan interaksi satu sama lain secara positif.
7. Ada Tidaknya Kesempatan Berkembang
Faktor terakhir dan tak kalah penting dalam upaya meningkatkan retensi karyawan adalah kesempatan berkembang. Perusahaan yang menyediakan peluang bagi karyawan untuk mengembangkan skill dan keahlian merupakan karakteristik tempat kerja yang positif.
Apalagi, kalau Anda mengimbangi upaya pengembangan kemampuan tersebut dengan jenjang karier yang jelas. Dengan begitu, karyawan akan termotivasi untuk mengembangkan keahlian dengan harapan bisa memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam perusahaan.
Itulah info penting yang dapat Anda terapkan dalam upaya meningkatkan employee retention. Semoga bermanfaat.
