Managing Conflict: Contoh Praktik Terbaik Untuk Mengoptimalkan Tempat Kerja

Managing Conflict: Contoh Praktik Terbaik Untuk Mengoptimalkan Tempat Kerja

Konflik di tempat kerja bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari perbedaan pendapat, kepribadian, sudut pandang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebuah konflik bisa berlarut-larut apabila tempat kerja tersebut tidak tahu caranya melakukan managing conflict yang baik dan benar. Mau tempat kerja Anda tetap kondusif dan nyaman ketika sedang terjadi konflik di tempat kerja? Simak cara-cara berikut ini.

Kiat-kiat Managing Conflict

Komunikasi Terbuka dan Jujur

Komunikasi adalah kunci utama dalam managing conflict. Pastikan semua pihak yang terlibat memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka secara terbuka dan jujur. Dengarkan dengan penuh perhatian dan hindari interupsi saat orang lain berbicara. Dengan cara ini, setiap individu merasa dihargai dan didengar, yang dapat meredakan ketegangan.

Identifikasi Akar Masalah

Sering kali, konflik muncul dari masalah yang lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan. Penting untuk mengidentifikasi akar masalah tersebut. Lakukan analisis mendalam untuk memahami penyebab sebenarnya dari konflik. Ini bisa melibatkan diskusi dengan pihak yang terlibat atau mengamati dinamika tim secara keseluruhan.

Tetapkan Aturan dan Batasan

Supaya konflik yang sedang terjadi tidak akan berlarut-larut atau muncul konflik baru di kemudian hari, tetapkan aturan dan batasan yang jelas di tempat kerja. Contohnya, semua pihak harus sepakat untuk tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyerang secara pribadi ketika konflik sedang berlangsung untuk menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.

Fokus pada Solusi, Bukan Masalah

Alih-alih berfokus pada masalah, arahkan perhatian pada solusi. Diskusikan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi dan mencegah konflik serupa di masa depan. Berpikir secara konstruktif dan kreatif dapat membantu menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

Gunakan Pendekatan Mediasi

Kita bisa meminta tolong jasa mediator ketika konflik yang sedang terjadi tidak bisa diselesaikan oleh pihak yang terlibat. Karena seorang mediator biasanya berasal dari luar perusahaan atau dari dalam organisasi, mereka bisa dipercaya untuk bertindak lebih adil untuk menyelesaikan konflik itu.

Berikan Pelatihan Manajemen Konflik

Sebelum munculnya sebuah konflik, tempat kerja harus menyediakan pelatihan seperti negosiasi dan sebagainya untuk memberi jalan keluar ketika sedang terjadi konflik di tempat kerja. Pelatihan ini juga bisa mencakup cara-cara komunikasi yang efektif sehingga tidak perlu terjadi konflik.

Tetap Tenang dan Profesional

Managing conflict dengan kepala dingin dan profesionalisme adalah kunci. Hindari menunjukkan emosi berlebihan seperti marah atau frustrasi. Tetap tenang membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk penyelesaian masalah karena tindakan emosional sering kali hanya memperburuk situasi.

Evaluasi dan Tindak Lanjut

Ketika sebuah konflik telah diselesaikan, lakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memahami apa yang berjalan dengan baik dan yang perlu diperbaiki sehingga kita tahu apakah strategi pemecahan konflik itu berjalan dengan baik atau tidak. Evaluasi ini juga berguna untuk mencegah konflik di masa depan.

Bangun Budaya Kerja yang Positif

Menciptakan budaya kerja yang positif dapat mencegah konflik. Budaya kerja yang menghargai kerja sama, komunikasi terbuka, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik. Promosikan nilai-nilai ini melalui tindakan sehari-hari dan kebijakan perusahaan.

Sediakan Waktu untuk Rekreasi Tim

Tempat kerja perlu melakukan kegiatan rekreasi dalam rangka team building sehingga hubungan antar anggota tim dapat menjadi semakin erat. Aktivitas ini juga bisa membantu para anggota tim untuk mengenal diri satu sama lain di luar tempat kerja.

Tanpa adanya cara-cara managing conflict yang efektif di tempat kerja atau di mana saja, situasi di tempat kerja bisa menjadi tidak kondusif dan tidak nyaman bagi siapa pun yang bekerja di sana. Selama kita bisa belajar dari kiat-kiat di atas, konflik yang bisa terjadi karena perbedaan pendapat atau alasan lainnya bisa segera diatasi untuk menjaga kenyamanan tempat kerja kita semua.

Tips Membangun High Performance Team di Era Kerja Remote

Tips Membangun High Performance Team di Era Kerja Remote

Di era digital seperti sekarang, kerja remote telah menjadi model kerja yang banyak diminati masyarakat, terlebih setelah pandemi COVID-19. Banyak perusahaan yang beralih ke model kerja ini untuk meminimalkan biaya operasional sambil menjaga produktivitas karyawan. Namun, membangun high performance team saat bekerja dari jarak jauh bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan strategi khusus untuk memastikan setiap karyawan tetap produktif.

Tips Membangun High Performance Team Saat Remote

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa tips untuk membangun tim yang berkinerja tinggi saat kerja remote.

1. Atur target dan alur kerja secara jelas

Menentukan target dan alur kerja yang rinci dan jelas adalah langkah pertama untuk menciptakan tim yang berkinerja tinggi. Untuk menerapkannya, penting bagi tim untuk memiliki to-do list yang mencakup target pekerjaan setiap hari atau dalam satu minggu.

Pisahkan pula jenis pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya. Setelah pekerjaan selesai, wajib didokumentasikan dengan baik agar semua anggota tim bisa mengecek progresnya dengan jelas. Hal ini juga memudahkan tim untuk memahami apa yang harus dikerjakan.

2. Buat kesepakatan jadwal kerja

Dalam model kerja remote, penting bagi tim untuk menyepakati jadwal kerja. Hal ini bertujuan agar semua anggota tim bisa bekerja dalam waktu yang sama. Dengan begitu, proses komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan dengan lancar meskipun terpisah oleh jarak.

Diskusikan dan sepakati kapan harus kerja melalui video conference maupun alat kolaborasi online lainnya. Dengan memiliki jadwal yang pasti dan disepakati oleh semua anggota tim, maka kolaborasi tim akan berjalan secara lebih efektif.

3. Manfaatkan teknologi secara optimal

Teknologi adalah sahabat bagi para pekerja remote. Maka dari itu, gunakan berbagai aplikasi maupun platform berupa situs web untuk membantu memudahkan pekerjaan. Alat-alat seperti Zoom, Trello, Basecamps, Slack, dan lain sebagainya dapat digunakan untuk mempermudah komunikasi, kolaborasi, sekaligus manajemen proyek. Pastikan pula semua anggota tim familiar dan mampu mempelajari fitur-fitur alat-alat tersebut agar bisa menggunakannya dengan maksimal untuk meningkatkan produktivitas.

4. Rutin melakukan evaluasi

Tips selanjutnya untuk menciptakan high performance team saat kerja remote adalah dengan rutin melakukan evaluasi. Lakukan evaluasi secara berkala guna mengetahui progres suatu proyek, apa yang belum tercapai, apa yang sudah selesai, dan bagaimana pekerjaan masing-masing anggota.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala, maka tim bisa mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi oleh tim dan segera menemukan solusi yang tepat. Dengan melakukan evaluasi rutin, setiap anggota juga bisa memastikan bahwa tim selalu berkembang dan bekerja secara efisien dan efektif.

5. Tingkatkan komunikasi antar rekan kerja

Tips terakhir untuk membangun high performance team pada model kerja remote adalah dengan meningkatkan komunikasi. Komunikasi merupakan elemen vital dalam tim yang bekerja secara jarak jauh. Tanpa adanya komunikasi yang baik, anggota tim bisa merasa kurang berkontribusi atau kurang diperhatikan oleh anggota lainnya.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk meningkatkan komunikasi antar rekan kerja. Tak ada salahnya untuk sekadar chatting ringan melalui platform kolaborasi online guna menjaga hubungan antaranggota tim. Dengan komunikasi yang baik, maka tercipta ikatan yang kuat antar anggota tim yang pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas kerja.

Jadi, itulah beberapa cara untuk membangun high performance team saat melakukan kerja remote. Dengan menerapkan strategi di atas, maka produktivitas tetap terjaga dan setiap anggota tim bisa bekerja dengan optimal.

Mau Mengadakan Creativity Workshop? Simak Tipsnya!

Mau Mengadakan Creativity Workshop? Simak Tipsnya!

Workshop atau lokakarya adalah salah satu media yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi. Salah satu jenis workshop yang bisa Anda selenggarakan adalah creativity workshop.

Pengertian Creativity Workshop

Creativity workshop adalah sesi kolaboratif yang dirancang untuk memicu ide-ide baru, mengatasi hambatan kreatif, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Ini adalah lingkungan terstruktur yang mendorong inovasi dan membantu peserta untuk memanfaatkan potensi kreatif peserta. Simak beberapa tips melaksanakan creativity workshop berikut ini!

  • Tentukan Tujuan

Sebelum memulai, penting untuk menentukan tujuan lokakarya secara jelas. Apa yang ingin Anda capai? Apakah Anda ingin menghasilkan ide-ide baru untuk produk, memecahkan masalah yang kompleks, atau meningkatkan keterampilan pemecahan masalah tim? Memiliki tujuan yang jelas akan membantu Anda memilih format yang tepat, memilih alat dan bahan yang sesuai, dan mengukur keberhasilan lokakarya.

  • Pilih Target Audiens yang Tepat

Peserta lokakarya harus memiliki minat dan tujuan yang sama. Pertimbangkan tingkat pengalaman, keahlian, dan latar belakang mereka saat memilih peserta. Pastikan untuk mengundang orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru dan yang bersedia berkolaborasi dengan orang lain.

  • Pilih Fasilitator yang Berpengalaman

Fasilitator memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di mana peserta merasa bebas untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Pilihlah fasilitator yang memiliki pengalaman dalam memimpin lokakarya kreativitas dan yang memiliki keterampilan interpersonal yang baik.

  • Buat Agenda yang Menarik

Agenda lokakarya harus terstruktur dengan baik dan mencakup berbagai kegiatan yang menarik dan interaktif. Pastikan untuk memasukkan waktu untuk brainstorming, pemecahan masalah, dan berbagi ide. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memasukkan kegiatan membangun tim atau ice breaking, yang bertujuan membantu peserta mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

  • Sediakan Ruang yang Nyaman dan Kreatif

Ruang lokakarya harus nyaman, inspiratif, dan bebas dari gangguan. Pilihlah ruangan yang memiliki banyak cahaya alami, ventilasi yang baik, dan furnitur yang nyaman. Anda juga dapat menambahkan dekorasi kreatif untuk mendorong pemikiran kreatif.

  • Gunakan Berbagai Alat dan Bahan

Gunakan berbagai alat dan bahan untuk membantu peserta menghasilkan ide-ide baru. Ini dapat mencakup papan tulis, spidol, catatan tempel, Lego, plastisin, atau bahkan bahan-bahan daur ulang. Semakin kreatif alat dan bahannya, semakin besar kemungkinan peserta akan menghasilkan ide-ide yang tidak biasa.

  • Berikan Waktu untuk Istirahat dan Bersosialisasi

Penting untuk memberikan waktu bagi peserta untuk beristirahat dan bersosialisasi selama lokakarya. Ini akan membantu mereka untuk menyegarkan diri dan kembali dengan energi baru. Anda dapat menyediakan waktu untuk camilan dan minuman, atau Anda dapat mengatur kegiatan singkat untuk membangun tim.

Itulah berbagai tips yang bisa Anda terapkan untuk mengadakan creativity workshop baik di organisasi maupun perusahaan Anda.

Creativity workshop adalah wadah yang memicu potensi kreatif, mendorong kolaborasi, dan menghasilkan inovasi. Dengan menentukan tujuan yang jelas, memilih audiens yang tepat, dan menyediakan ruang yang inspiratif, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan ide-ide baru. Dukungan fasilitator berpengalaman dan penggunaan beragam alat dan bahan juga akan memperkaya pengalaman peserta.

Dengan berbagai langkah di atas, creativity workshop yang Anda selenggarakan bisa sukses. Ini tidak hanya akan membantu menghasilkan ide-ide segar, tetapi juga akan memperkuat keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan kolaborasi di dalam tim.

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Dalam lanskap bisnis yang semakin multikultural, membangun budaya kerja yang beragam dan inklusif bukan lagi suatu pilihan, melainkan keharusan. Pasalnya, perusahaan yang memprioritaskan diversity dan inclusion dapat mengalami peningkatan inovasi sebesar 59%, serta produktivitas dan profitabilitas sebesar 62,6%, lho.

Memahami Diversity dan Inclusion di Dunia Kerja

Indonesia merupakan negara dengan budaya Bhinneka Tunggal Ika, yang menggambarkan keragaman sebagai kekuatan. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip keberagaman dan inklusivitas di negara ini terbilang masih minim lho, terutama di dunia kerja.

Keberagaman merujuk pada kehadiran beragam individu dengan karakteristik, latar belakang, dan pengalaman yang unik di tempat kerja. Keragaman ini mencakup aspek-aspek seperti etnis, budaya, agama, bahasa, dan karakteristik lainnya yang membedakan satu individu dari yang lain.

Sedangkan inklusivitas berarti budaya atau lingkungan kerja yang memastikan bahwa semua individu merasa diterima, dihargai, dan didukung tanpa memandang perbedaan mereka. Lingkungan yang inklusif mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan kontribusi dari semua anggota tim, tanpa ada diskriminasi atau hambatan-hambatan yang tidak perlu.

Alasan Mengapa Diversity dan Inclusion Penting di Tempat Kerja

Berikut ini beberapa alasan utama pentingnya perusahaan untuk merangkul keberagaman dan inklusivitas sebagai bagian dari budaya kerjanya:

1. Peningkatan Daya Tarik Bakat dan Merek Perusahaan

Keberagaman dan inklusi ternyata berperan penting dalam menarik calon pekerja baru dan meningkatkan reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja . Menurut penelitian, 76% pencari kerja menganggap keberagaman di tempat kerja sebagai faktor penting ketika akan melamar suatu posisi, dan sekitar 1 dari 3 pencari kerja tidak akan melamar di perusahaan dengan kurangnya keberagaman di antara SDM-nya.

2. Mendorong Keterlibatan Karyawan

Ketika perusahaan menekankan inklusivitas, mereka menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan terbuka, maka karyawan akan merasa setara untuk mengekspresikan diri dan berbagi ide. Hal ini membuat karyawan merasa dihargai dan didengar, sehingga cenderung lebih terlibat dengan berbagai inisiatif perusahaan dan termotivasi dalam melakukan pekerjaannya.

3. Produktivitas dan Kinerja Perusahaan Lebih Tinggi

Jika keterlibatan karyawan meningkat, produktivitas dan kinerja perusahaan pun akan meningkat. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian, salah satunya studi McKinsey.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang berada di kuartil teratas dalam hal keberagaman etnis dan ras dalam manajemen memiliki kemungkinan 36% lebih besar untuk memperoleh keuntungan finansial di atas rata-rata industri mereka.

4. Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Diversity dan inclusion di tempat kerja menyatukan individu-individu dari latar belakang, budaya, pengalaman, dan perspektif yang berbeda. Dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan memanfaatkan beragam pengalaman, dapat mengungkap pendekatan-pendekatan baru yang mungkin luput dari perhatian.

Pertukaran ide dari sudut pandang yang berbeda ini pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan intelektual serta mencegah pemikiran kelompok. Alhasil, proses pengambilan keputusan jadi lebih terinformasi dan menyeluruh.

Ada banyak kok penelitian yang menunjukkan hubungan antara inklusivitas, keberagaman, dan peningkatan inovasi di tempat kerja. Salah satunya penelitian dari Josh Bersin yang membuktikan bahwa perusahaan inklusif mempunyai peluang 1,7 kali lebih besar untuk menjadi pemimpin inovasi di pasar mereka.

5. Menurunkan Tingkat Turnover Karyawan

Keberagaman dan inklusivitas juga berdampak positif pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan talenta terbaik mereka. Pasalnya, ketika diversity dan inclusion dikelola dengan baik, terciptalah lingkungan kerja yang lebih harmonis dan meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan. Alhasil, lebih besar kemungkinan karyawan untuk bertahan di perusahaan.

Bagaimana Menumbuhkan Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja?

Membangun, memelihara dan memupuk budaya keberagaman dan inklusi tidaklah mudah. Akan tetapi, Anda bisa menerapkan tips-tips berikut:

  • Mengomunikasikan manfaat keberagaman dan inklusi di tempat kerja.
  • Melatih manajer perekrutan dan membentuk panel pewawancara yang beragam yang akan memilih kandidat berdasarkan keterampilan dan pengalaman. Taktik paling umum yang bisa digunakan adalah menggunakan platform online untuk mengevaluasi lamaran dalam skala besar dan menghilangkan bias dalam lowongan pekerjaan.
  • Buatlah sistem pertemanan peer-to-peer, caranya dengan memasangkan dua karyawan atau lebih dari latar belakang berbeda untuk membina hubungan yang lebih dekat.
  • Menghilangkan silo organisasi dan meningkatkan kolaborasi tim dan lintas fungsi sangat penting agar karyawan merasa lebih inklusif.
  • Melakukan survei karyawan yang lebih rutin, tidak hanya mengumpulkan umpan balik dan persepsi karyawan tentang keberagaman dan inklusi dalam organisasi mereka, namun juga untuk menunjukkan kepada mereka bahwa suara mereka didorong, dihargai, dan disambut baik.

Secara keseluruhan, diversity dan inclusion memainkan peran krusial dalam membangun budaya perusahaan yang sehat, sehingga karyawan merasa terlibat dan bersemangat untuk berkontribusi. Pada gilirannya, ini tidak hanya akan membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih menyenangkan untuk bekerja, tetapi juga lebih sukses dan maju.

High Performance Teams and Employee Engagement, Dua Hal yang Diidamkan Semua Perusahaan

High Performance Teams and Employee Engagement, Dua Hal yang Diidamkan Semua Perusahaan

Organisasi yang ingin berkembang perlu mengerahkan usaha untuk membentuk high performance teams and employee engagement. Sumber daya manusia merupakan penggerak inovasi perusahaan. Karena itu, investasi untuk membentuk tim yang solid dan engaged sangatlah penting. 

Apa Itu High Performance Team? 

High performance team adalah kelompok yang giat mengembangkan organisasi melalui kinerjanya yang signifikan. Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Terdapat beberapa karakteristik dari kelompok dengan performa baik, yaitu:

  • Berorientasi pada gol
  • Berkomitmen terhadap rekan kerja
  • Komitmen terhadap tujuan kelompok
  • Kolaboratif dan saling mendukung dengan anggota tim
  • Memiliki keterampilan yang tinggi atau ahli di bidangnya
  • Mampu menghasilkan produk dengan standar yang tinggi
  • Bersedia menerima kritik yang konstruktif

Ahli mengatakan bahwa sebuah tim akan efektif jika anggotanya tidak melebihi 8 orang. Jumlah individu yang terlalu banyak dalam satu tim akan mengganggu koordinasi, meningkatkan ketegangan antar-anggota, dan menurunkan produktivitas. 

Terdapat tiga peran penting yang harus ada di dalam suatu kelompok, yaitu: action roles, people skills roles, dan intellectual roles. Action roles mencakup individu yang mengeksekusi rencana kelompok, sedangkan intellectual roles adalah pihak-pihak yang mengusulkan program. Individu dengan people skills melakukan manajemen kelompok.

Apa Itu Employee Engagement?

Employee engagement umumnya didefinisikan sebagai sejauh mana komitmen seorang individu untuk membantu organisasinya mencapai tujuan yang diangankan. Konsep ini mendeskripsikan keterikatan individu kepada organisasi dan misi yang dijalankan. Hal tersebut tercermin dalam pikiran, perasaan, maupun tindakan individu saat bekerja.

Menumbuhkan employee engagement merupakan hal yang penting bagi perusahaan karena memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Peningkatan kinerja yang signifikan
  • Peningkatan pendapatan dan laba perusahaan
  • Penurunan jumlah karyawan yang keluar dari organisasi
  • Peningkatan kepuasan kerja
  • Pengalaman konsumen yang lebih baik
  • Peningkatan loyalitas konsumen terhadap brand

Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk mengukur employee engagement, seperti: kesejahteraan karyawan, tingkat turnover di dalam organisasi, tingkat absensi pegawai, produktivitas perusahaan, persentase pekerja yang memeroleh penghargaan atas kinerjanya, dan lain sebagainya.

Keterkaitan Antara High Performance Teams and Employee Engagement

High performance teams and employee engagement merupakan dua konsep yang berkaitan erat. Individu yang memiliki engagement terhadap pekerjaannya akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan di dalam timnya. Dia akan menunjukkan kinerja yang terbaik karena rasa keterikatan terhadap pekerjaannya.

Motivasi untuk menunjukkan usaha maksimal di dalam kelompok ini didasari oleh fakta bahwa individu memahami perannya dalam kelompok tersebut dan juga organisasi secara keseluruhan. Pemahaman akan fungsi individu dalam meraih tujuan membuat individu bekerja dengan lebih efisien.

Individu yang memiliki employee engagement tinggi pun memiliki komitmen yang lebih tinggi terhadap tim di mana dirinya ditempatkan. Ketika permasalahan muncul di dalam tim, individu pun lebih memilih untuk menyelesaikannya dengan cara yang produktif dibandingkan dengan mengandalkan emosi.

Apabila semua anggota di dalam kelompok memiliki tingkat engagement yang tinggi terhadap pekerjaan, kelompok tersebut akan menunjukkan kinerja berstandar tinggi dengan level konflik yang relatif rendah. 

Tim semacam ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena mereka dapat menyelesaikan berbagai tantangan industri dengan lebih efektif. Mereka tidak mudah putus asa ketika dihadapkan dengan permasalahan yang rumit. Setiap anggota tim pun memahami peranannya dan saling membantu untuk menghadapi tantangan.

Peran Manajer untuk High Performance Teams

Pihak manajemen perusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk high performance teams and employee engagement. Berikut beberapa strategi yang disarankan untuk para manajer:

1. Mengimplementasikan SMART

Perusahaan harus menjelaskan visi yang ingin diraih kepada setiap karyawan. Visi tersebut harus bisa diturunkan menjadi gol-gol yang lebih operasional. Manajemen perusahaan sebaiknya mengimplementasikan konsep SMART di dalam menentukan gol yang ingin dicapai. 

Konsep SMART mencakup:

  • Specific; gol sifatnya fokus terhadap suatu isu.
  • Measurable; gol dapat diukur dengan parameter-parameter tertentu.
  • Achievable; target tidak mustahil untuk dicapai.
  • Relevant; gol tersebut relevan dengan tujuan organisasi keseluruhan.
  • Time-bound; gol harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Fungsi individu dengan peran people skills di dalam tim adalah memastikan bahwa seluruh anggota tim bekerja untuk mencapai gol yang sudah ditentukan, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 

2. Komunikasi yang lancar dan praktis

Agar tim dapat menunjukkan kinerja yang baik, proses komunikasi di dalam organisasi tidak boleh berbelit-belit. Perusahaan harus menerapkan sistem komunikasi yang terstandar sehingga kegiatan komunikasi berjalan dengan efisien.

Sebagai contoh, perusahaan menentukan bahwa aplikasi WhatsApp digunakan untuk menyampaikan update dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, dan email resmi dari perusahaan digunakan untuk urusan yang sifatnya lebih formal (misalnya: berkorespondensi dengan stakeholder di luar perusahaan).

Adanya prosedur komunikasi yang jelas mencegah terjadinya salah paham antar-anggota tim. Karyawan tidak akan melewatkan berita penting yang berkaitan dengan pekerjaannya. 

3. Dukung pengambilan keputusan di berbagai level

Manajer perlu memberikan kebebasan bagi karyawan untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tugasnya. Hal ini berarti bahwa karyawan tidak harus selalu menunggu persetujuan dari atasan ketika ada permasalahan yang urgen dan merupakan bagian dari tanggung jawabnya.

Sistem bekerja yang seperti ini membangun sense ownership (rasa kepemilikan), tanggung jawab, dan budaya saling percaya antar-anggota tim. Individu di dalam tim pun menjadi tidak segan untuk mengutarakan pendapatnya dan mengusulkan solusi permasalahan di hadapan manajemen. 

Meskipun begitu, manajer harus memberikan batasan yang jelas mengenai keputusan seperti apa yang dapat dibuat dengan mandiri dan yang harus didiskusikan bersama dengan anggota kelompok lain.

4. Sistem reward untuk pencapaian individu dan tim

Perusahaan harus memberikan penghargaan kepada karyawan atas pencapaian yang telah diraih, baik secara individual maupun berkelompok. Penghargaan akan meningkatkan semangat karyawan dan mendorong mereka untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi.

Penghargaan perusahaan tidak harus diberikan ketika karyawan mencapai gol yang besar. Manajer dapat memberikan apresiasi jika karyawan berhasil mencapai key milestones, menunjukkan kinerja yang stabil, maupun menyelesaikan tugas sederhana dengan standar yang tinggi.

Bentuk apresiasi yang diberikan pun bermacam-macam. Anda dapat memuji karyawan yang berprestasi di hadapan rekan kerjanya, atau memberikan kompensasi yang sifatnya material. 

5. Dukung pengembangan karyawan

Tim yang memiliki kinerja baik adalah tim yang senantiasa bertumbuh. Salah satu karakteristik high performance team adalah ambisi untuk terus berkembang. Karena itulah perusahaan sebaiknya mengakomodasi kebutuhan mereka untuk belajar mengenai hal baru di dalam industrinya. 

Kesempatan untuk mengembangkan diri, seperti pelatihan maupun mentoring, akan membuat karyawan merasa lebih termotivasi dan siap untuk menjalankan tugasnya. Kesempatan semacam ini harus disediakan oleh semua karyawan.

Hal terpenting adalah memberikan penawaran yang benar-benar diinginkan karyawan. Karena karyawan sehari-hari berkutat dengan kegiatan operasional perusahaan, dia akan lebih paham mengenai pelatihan apa yang dibutuhkan. Dengarkan masukan dari karyawan-karyawan Anda.

Untuk membangun high performance teams and employee engagement, perusahaan harus sensitif terhadap dinamika yang terjadi di dalam organisasi. Hal ini termasuk memahami kelebihan dan kekurangan dari tim.

Sumber: 

https://www.thomas.co/resources/type/hr-blog/how-build-high-performance-teams#:~:text=A%20high%2Dperforming%20team%20is,for%20their%20workload%20and%20actions

https://www.qualtrics.com/experience-management/employee/employee-engagement/#:~:text=A%20definition%20of%20employee%20engagement,their%20work%2C%20and%20their%20team.

https://eletive.com/blog/measure-employee-engagement/ 

https://www.case.org/resources/employee-engagement-leads-high-performing-teams#:~:text=Boosting%20employee%20engagement%20can%20be,performance%20is%20influenced%20by%20it

https://www.frankli.io/post/connecting-employee-engagement-and-performance 

https://www.quantumworkplace.com/future-of-work/characteristics-of-high-performing-teams 

https://www.thomas.co/resources/type/hr-blog/how-build-high-performance-teams