Persiapan Melakukan Behavioral Event Interview agar Hasilnya Efektif

Persiapan Melakukan Behavioral Event Interview agar Hasilnya Efektif

Dunia industri yang semakin kompetitif membuat banyak perusahaan menerapkan metode khusus untuk menyaring kandidat karyawan dengan lebih baik. Salah satunya adalah behavioral event interview (BEI) atau wawancara berbasis pengalaman. Dalam wawancara ini, perusahaan melontarkan pertanyaan terkait berbagai kasus khusus yang relevan dan menganalisis kandidat berdasarkan jawabannya.

Dengan berfokus pada respons karyawan terhadap berbagai peristiwa di masa lalu, perusahaan bisa melihat kualitas kandidat menggunakan indikator kompetensi. Hal ini memudahkan analisis kandidat berdasarkan karakteristik dan soft skills mereka.

Keuntungan Melakukan Behavioral Event Interview 

Behavioral event interview bukan satu-satunya metode wawancara, tetapi hasilnya bisa cukup efektif untuk menyaring kandidat. Dalam survei yang dimuat di halaman website U.S. Chamber of Commerce, sekitar 60 persen manajer rekrutmen menyatakan metode ini cukup bagus dalam menganalisis soft skills.

Karena pertanyaannya cenderung terstruktur, manajer rekrutmen atau HRD bisa menganalisis kandidat secara adil. Pertanyaan ala BEI juga mampu mengurangi efek bias dalam seleksi karyawan serta membantu menyaring kandidat yang tepat sesuai posisi.

Tipe Pertanyaan Kunci dalam Behavioral Event Interview 

Jenis pertanyaan dalam behavioral event interview biasanya dibedakan berdasarkan situasi tertentu di dunia kerja. Kandidat kemudian merespons sesuai dengan pengalaman atau kompetensi mereka.

Sebelum melakukan BEI, Anda harus membuat pertanyaan terarah yang membuka jalan bagi kandidat untuk memberi jawaban panjang. Hal ini disesuaikan dengan indikator kompetensi yang dibutuhkan jabatan tersebut. Berikut beberapa tipe pertanyaan kunci yang bisa menjadi acuan wawancara beserta contohnya.

Pertanyaan tentang Pemecahan Masalah

Pertanyaan ini penting untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam merespons masalah, terutama yang terjadi secara mendadak.

  • Pernahkah Anda menghadapi konsumen yang sangat tidak puas dengan kinerja layanan dan melakukan protes keras? Ceritakan bagaimana Anda merespons konsumen tersebut.
  • Stok bahan penting terlambat datang padahal restoran tempat Anda kerja harus siap melayani tamu di akhir pekan. Jelaskan cara Anda menanganinya.

Pertanyaan tentang Cara Memotivasi

Pertanyaan terkait metode motivasi biasanya ada dalam behavioral event interview untuk kandidat yang sudah punya pengalaman memimpin.

  • Bagaimana Anda memotivasi tim kerja agar tetap memiliki outlook positif saat menghadapi pandemi?
  • Karyawan di departemen Anda mengalami penurunan motivasi dan kinerja karena aturan WFH total yang mendadak diberlakukan. Bagaimana Anda memotivasi mereka dalam situasi kerja yang baru?

Pertanyaan terkait Pengambilan Keputusan

Pertanyaan ini biasanya diajukan untuk menilai kemampuan kandidat menganalisis situasi, terutama jika pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat.

  • Jelaskan apa yang Anda lakukan ketika harus mengambil keputusan dengan cepat saat harus merespons situasi darurat.
  • Pernahkah Anda mengambil keputusan yang dampaknya kurang populer atau memuaskan? Bagaimana Anda menanggapi respons karyawan lain?

Pertanyaan tentang Cara Menghadapi Kegagalan

Respons terhadap kegagalan sangat penting dalam behavioral event interview karena erat kaitannya dengan berbagai aspek soft skills. Contohnya adalah resiliensi, kemampuan memotivasi diri dan orang lain, hubungan interpersonal, hingga kemampuan belajar dari kegagalan.

  • Ceritakan saat Anda gagal meraih target kerja personal. Apa respons Anda saat itu dan bagaimana mengelola kegagalan tersebut?
  • Ketika Anda memimpin proyek bersama suatu tim dan gagal meraih target, apa respons Anda sebagai pemimpin?

Pertanyaan tentang Inisiatif

Pertanyaan terkait inisiatif biasanya dilontarkan ketika pewawancara ingin mengetahui level komitmen dan kesigapan Anda dalam bekerja.

  • Ceritakan saat ketika inisiatif Anda di tempat kerja sebelumnya membawa hasil positif.
  • Bayangkan Anda diterima bekerja sebagai karyawan baru di tempat ini. Langkah apa yang akan Anda lakukan dalam minggu-minggu pertama?

Pertanyaan jenis lain bisa muncul terkait hal-hal seperti tanggung jawab, kepemimpinan, hingga etika kerja. Akan tetapi, seperti yang terlihat, semuanya berfokus pada hal yang akan atau pernah dilakukan kandidat. Hal tersebut menunjukkan kompetensi di luar penilaian baku seperti ijazah, pengalaman kerja, dan usia.

Behavioral event interview bukan satu-satunya metode seleksi karyawan yang diterapkan berbagai perusahaan. Akan tetapi, metode ini cukup efektif dalam “membaca” karakteristik dan soft skills kandidat. Anda bisa menjadikannya patokan untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan indikator kompetensi yang dibutuhkan tempat kerja.

Comments are closed.