Assertive vs Aggressive dalam Komunikasi, Mana yang Lebih Baik?

Assertive vs Aggressive dalam Komunikasi, Mana yang Lebih Baik?

Kalau Anda perhatikan baik-baik, saat seseorang berbicara, ia akan melakukan beberapa jenis gaya. Ada yang berbicara secara tegas, ada pula yang cara bicaranya sangat menggebu-gebu.

Nah, hal tersebut merupakan bentuk dari gaya komunikasi assertive (asertif) dan aggressive (agresif). Untuk memahami kedua jenis gaya ini, mari simak uraian berikut hingga selesai!

Mengenal Komunikasi Assertive vs Aggressive?

Sekilas, antara komunikasi yang tegas dan menggebu-gebu tampak serupa. Namun demikian, jika kedua hal tersebut dipahami secara lebih mendalam, kita bisa melihat perbedaan yang signifikan.

Apa itu komunikasi assertive? Untuk memahami ini, Anda harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan assertive. Secara umum, assertive adalah ketegasan. Jika dikaitkan dengan komunikasi, hal ini termasuk cara berkomunikasi yang jelas, langsung, serta konstruktif.

Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini memiliki keyakinan bahwa pendapatnya dan pendapat orang lain sama-sama penting untuk dipertimbangkan dan dihormati.

Dengan kata lain, komunikasi asertif merupakan komunikasi yang dilakukan secara tegas, tetapi tetap menunjukkan rasa hormat, sehingga hal ini termasuk sesuatu yang positif.

Sementara itu, apa yang dimaksud komunikasi aggressive? Secara umum, komunikasi aggressive kerap dikonotasikan sebagai gaya komunikasi yang negatif. Kondisi ini terjadi karena dalam praktiknya orang-orang yang melakukan gaya komunikasi ini menyimpan emosi kemarahan dalam diri.

Meski demikian, mereka tetap bersikap tenang guna menutupi emosi tersebut agar bisa mengendalikan lawan bicaranya. Orang-orang yang berkomunikasi dengan gaya ini cenderung hanya mengutamakan pendapat diri sendiri tanpa peduli pendapat dari orang lain.

Perbedaan Komunikasi Assertive vs Aggressive

Dari uraian di atas, dapat sedikit disimpulkan kalau perbedaan mendasar antara komunikasi assertive dan aggressive terletak pada cara penggunanya dalam menghadapi pendapat orang lain.

Assertive berarti peduli dan menghargai pendapat orang lain, sementara aggressive tidak, alias hanya mementingkan pendapat diri sendiri.

Di samping itu, perbedaan komunikasi assertive dan aggressive dapat ditinjau dari cirinya masing-masing.

Ciri Komunikasi Assertive

  • Dapat mengekspresikan diri dengan jelas.
  • Mampu menjaga batasan saat menyampaikan suatu informasi.
  • Mampu untuk menolak atau berkata, “Tidak.”
  • Bisa digunakan untuk mengelola konflik yang konstruktif.
  • Menunjukkan bentuk penghargaan pada diri sendiri dan orang lain.
  • Mampu menjadi pendengar yang baik.
  • Cukup tenang dan terkendali.
  • Tidak ragu untuk meminta bantuan atau dukungan.

Ciri Komunikasi Aggressive

  • Ekspresi yang ditunjukkan adalah kemarahan.
  • Mengintimidasi lawan bicara secara fisik atau verbal.
  • Tidak menunjukkan kepedulian pada perasaan orang lain.
  • Menunjukkan reaksi yang berlebihan.
  • Tidak menghormati batas pribadi orang lain, sehingga sering menyerang ranah pribadi mereka.
  • Mendominasi.
  • Sulit digunakan untuk mengelola konflik.
  • Manipulatif.
  • Tidak empati.
  • Polanya selalu berulang.

Metode Komunikasi Assertive vs Aggressive

Setelah memahami pengertian dan perbedaan komunikasi assertive dan aggressive, kini saatnya memahami tentang metode yang digunakan.

Secara umum, metode komunikasi assertive dilakukan secara tenang dan terstruktur, apa yang ingin disampaikan sudah disusun sedemikian rupa.

Sementara itu, metode komunikasi aggressive adalah kebalikannya. Biasanya disampaikan secara impulsif, kata-katanya terdengar mengintimidasi, dan tidak memberikan kesempatan pada lawan bicara untuk berpendapat.

Perhatikan contoh ungkapan berikut ini:

  1. “Saya sangat menghargai tawaran bantuan yang Anda berikan. Namun maaf, saya ingin mencoba menyelesaikan pekerjaan ini sendiri dulu agar bisa menjadi sarana belajar.”
  2. “Saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini sendiri, tidak perlu bantuan.”

Poin nomor 1 menunjukkan gaya komunikasi assertive, sementara poin nomor dua merupakan contoh gaya komunikasi aggressive.

Keduanya sama-sama bentuk penolakan atas suatu bantuan, tetapi poin 1 disampaikan secara tegas dan tetap memberikan rasa hormat pada lawan bicara, sementara poin 2 terkesan angkuh dan tidak menghargai.

Demikian uraian mengenai dua gaya komunikasi yang kerap digunakan oleh orang-orang dalam beraktivitas sehari-hari maupun pekerjaan. Jika disimpulkan dari uraian di atas, maka gaya komunikasi assertive bisa dibilang lebih baik dibanding gaya komunikasi aggressive.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda melatih diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara assertive, sekaligus mengendalikan diri untuk menghindari gaya komunikasi aggressive.

Ketahui Dasar-Dasar Business Communication untuk Mengelola Startup

Ketahui Dasar-Dasar Business Communication untuk Mengelola Startup

Mengelola perusahaan rintisan (startup) menuntut pelaku bisnis untuk menerapkan komunikasi yang efektif. Business communication adalah tipe komunikasi khusus yang bertujuan untuk menyampaikan pesan, membagikan informasi, serta menciptakan kesepakatan dalam kegiatan sehari-hari. Hasilnya adalah keselarasan visi demi kesuksesan perusahaan.

Pengelolaan startup menghadirkan tantangan besar serta tuntutan untuk menavigasi industri yang penuh persaingan. Memahami komunikasi bisnis menjadi salah satu kunci untuk meraih kesuksesan.

Tipe Komunikasi Bisnis 

Ada empat tipe business communication yang harus diterapkan secara merata oleh perusahaan mana saja jika ingin sukses. Mereka adalah:

  • Internal Upward

Internal upward adalah komunikasi dalam hierarki jabatan yang mengarah dari bawah ke atas. Contohnya adalah laporan langsung dari karyawan ke supervisor atau manajer yang diteruskan ke pimpinan.

  • Internal Downward

Internal downward mirip dengan poin sebelumnya, tetapi arahnya dari atas ke bawah. Contohnya adalah instruksi pimpinan perusahaan yang diteruskan ke manajer lalu karyawan.

  • Eksternal

Komunikasi eksternal melibatkan pertukaran informasi dengan pihak luar. Contohnya adalah startup dengan pihak pemasok dan bisnis pendukung lainnya, klien, pemberi modal, serta konsumen.

  • Lateral

Komunikasi lateral dilakukan oleh pihak yang jabatannya kurang lebih sama dalam perusahaan. Misalnya antar karyawan, manajer, atau kepala departemen. 

Setiap startup yang ingin sukses harus menerapkan keempat jenis business communication ini secara seimbang. Hal ini karena masing-masing tipe komunikasi tersebut menciptakan pertukaran informasi dengan urgensi dan manfaat yang berbeda tetapi saling mengisi.

 

Peran Komunikasi Bisnis dalam Pengelolaan Startup 

Business communication memiliki beberapa peran dalam pengelolaan startup, dan semuanya bermuara pada tercapainya tujuan bisnis, pengembangan, serta pemecahan masalah.

Komunikasi bisnis membantu mengurangi potensi konflik, gesekan, dan kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu jalannya bisnis. Efeknya juga terkait pada pemeliharaan hubungan interpersonal antar karyawan dan pemimpin sehingga lingkungan kerja lebih sehat.

Startup hanya bisa berkembang jika ide, opini, saran, dan kritik bisa bebas lalu-lalang di lingkungan kerja. Komunikasi bisnis yang seimbang di semua lini penting agar karyawan, pemimpin, dan klien bebas bertukar ide dan masukan. Hal ini membantu memadukan potensi semua pihak untuk mencapai tujuan bisnis.

Komunikasi bisnis juga penting untuk pengembangan karena mampu memicu kreativitas dan inovasi. Kelancaran komunikasi memudahkan pertukaran gagasan yang akhirnya mampu berkembang menjadi inovasi. Startup pun bisa berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang bidangnya serupa.

 

Cara Mengembangkan Kualitas Komunikasi Bisnis

Model business communication dalam startup harus diasah agar seimbang, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan semua pihak. Pengembangan kualitas komunikasi bisnis berpatokan pada beberapa prinsip berikut:

  • Atur Pesan sesuai Karakteristik Penerima

Menyampaikan pesan terhadap orang yang berbeda membutuhkan kemampuan menyeleksi metode dan gaya pesannya. Hal ini terutama penting ketika perusahaan harus berinteraksi dengan klien yang berbeda-beda, misalnya. Membaca karakteristik setiap klien penting agar Anda bisa berkomunikasi secara tepat.

  • Kembangkan Kemampuan Mendengar Aktif

Kemampuan mendengar aktif sama pentingnya dengan penyampaian pesan itu sendiri. Dalam active listening, Anda tidak hanya berfokus pada “mendengar” secara harfiah, tetapi juga memahami inti pesan tersebut. Tunjukkan juga pada si penyampai pesan bahwa Anda menghargai masukan darinya.

  • Buat Isi Pesan yang Jelas

Isi pesan sama pentingnya dengan cara penyampaiannya. Anda harus memastikan isi setiap pesan jelas, tidak ambigu, dan mengandung semua elemen jawaban atau respons yang dibutuhkan si penerima. Jika perlu, buat draft pesan dan baca lagi setelah beberapa jam, atau minta pendapat orang lain untuk memastikan pesannya jelas.

  • Pilih Saluran Komunikasi yang Tepat

Business communication melibatkan berbagai jenis saluran penyampaian pesan. Hal ini bisa mencakup memo sederhana, email, pesan teks, hingga presentasi panjang. Pastikan Anda memilih jenis saluran komunikasi yang tepat sesuai urgensi, kebutuhan, situasi, dan karakteristik penerimanya.

Pengelolaan dan pengembangan startup membutuhkan komunikasi yang efektif untuk memastikan kelancaran berbagai proyek. Terapkan konsep business communication secara tepat agar startup Anda bisa berkembang di industri yang kompetitif.

Business Communication Skill, Modal Sukses Seorang Pemimpin

Business Communication Skill, Modal Sukses Seorang Pemimpin

Menjadi seorang pemimpin bukan hal mudah, inilah mengapa dibutuhkan beberapa keterampilan untuk mendukung kinerja. Dari sejumlah keterampilan yang ada, salah satu yang cukup penting adalah skill berkomunikasi. Terutama komunikasi bisnis atau business communication skill.

Apa itu Komunikasi?

Secara umum, komunikasi adalah proses transfer antara dua pihak atau lebih. Ada beberapa jenis komunikasi yang dikenal, yaitu komunikasi verbal, nonverbal, formal, serta informal. Selama sebuah informasi bisa tersampaikan dengan baik dan pihak yang menerima memahami informasi tersebut, komunikasi sudah terjadi.

Dalam dunia bisnis, komunikasi termasuk salah satu keterampilan yang dibutuhkan di hampir setiap lapisan. Mulai dari tingkat eksekutif hingga karyawan, skill komunikasi dibutuhkan untuk memastikan bahwa setiap informasi bisa tersampaikan dengan baik supaya tujuan bersama tercapai.

Bagi pemimpin, keterampilan komunikasi bisnis tidak hanya penting tetapi juga wajib untuk dimiliki. Menurut Rosenblatt komunikasi bisnis adalah pertukaran informasi, ide, dan instruksi yang disampaikan secara personal ataupun tidak. 

Dalam menerapkan komunikasi bisnis, pemimpin harus memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dimengerti. Adapun manfaat dari memiliki keterampilan ini adalah, mempererat hubungan dengan mitra bisnis, meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi karyawan. 

Pemimpin dengan skill komunikasi bisnis yang baik dapat melakukan setiap pekerjaan secara efektif dan efisien. Inilah mengapa, pemahaman yang kuat tentang teknik komunikasi bisnis dan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi yang ada termasuk salah satu faktor penentu kesuksesan perusahaan. 

Komunikasi dan Leadership

Setiap organisasi pasti memiliki berbagai macam sumber daya manusia dengan latar belakang yang berbeda. Menyatukan semuanya terkadang tidak mudah karena masing-masing memiliki keunikan dan pola pikir berbeda. Untuk bisa bersinergi dan mencapai tujuan bersama, dibutuhkan komunikasi yang baik .

Komunikasi yang kurang baik dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak pada tidak harmonisnya lingkungan kerja, dan secara tidak langsung, berpengaruh pada efektivitas kinerja perusahaan. Inilah mengapa, salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah komunikasi. 

Seorang pemimpin tidak hanya memiliki peran sebagai komunikator yang baik, terampil, dan efektif di lingkungan internal perusahaan. Mereka juga diharapkan dapat berinteraksi dengan baik di luar perusahaan, baik itu dengan mitra atau pelanggan. 

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, pemimpin dapat menghasilkan sekaligus membangun pemahaman secara maksimal. Pesan yang disampaikan juga dapat diterima oleh pengikutnya dengan tepat sehingga memudahkan pencapaian tujuan secara bersama. 

Efek positif lain dari komunikasi yang baik terciptanya rasa saling percaya antar setiap individu yang berinteraksi dengan pimpinan baik di dalam maupun di luar organisasi. Di dalam organisasi, komunikasi yang baik mampu membangun kerja sama yang baik pula di antara karyawan. 

Sedangkan di luar organisasi, kemampuan komunikasi yang baik akan memudahkan pemimpin dalam membangun relasi dengan rekan bisnis, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Dengan kata lain, komunikasi yang efektif dan kepemimpinan yang efektif memiliki keterkaitan yang sangat erat. 

Mengingat komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi para pemimpin, maka meningkatkan kemampuan ini sangat disarankan. Sebagai pemimpin, melatih skill komunikasi tidak melulu tentang mampu tidaknya kita dalam menyampaikan informasi, didalamnya juga ada proses pembelajaran lain yang sangat bermanfaat.

Di antaranya adalah latihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, kestabilan emosi, kemampuan berpikir secara jernih, dan kemampuan mengekspresikan ide atau pendapat di depan umum (public speaking). Selain itu, latihan komunikasi juga mengajarkan kita untuk arus informasi yang sangat cepat.

Inilah mengapa, pemimpin dengan skill komunikasi termasuk business communication yang baik bisa dipastikan lebih cakap dan tanggap dalam menghadapi segala bentuk tantangan. 

5 Kemampuan Komunikasi yang Harus Dimiliki Pemimpin

Membaca ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa keterampilan berkomunikasi dan leadership merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita wajib memiliki beberapa kemampuan komunikasi. Di antaranya:

1. Menjadi pendengar yang baik

Memahami dan dipahami merupakan kebutuhan dasar manusia. Untuk memahami sesuatu, mendengar adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan. Sebagai pemimpin, menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu kemampuan komunikasi yang harus dimiliki. 

Jadi saat menerima informasi dari lawan bicara, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan. Hindari keinginan untuk menyela dan mengganggu sampai orang tersebut menyelesaikan ucapan mereka. Hal ini tidak hanya dapat membantu kita memperoleh pemahaman maksimal, tetapi juga membuat lawan bicara merasa dihargai sehingga mereka pun akan berusaha menghagai kita. 

2. Berbicara Singkat dan Padat

Ketika melontarkan ide atau gagasan, sebaiknya lakukan dengan singkat dan jelas namun isinya sudah merangkum semua yang ingin disampaikan. Tidak hanya memudahkan lawan bicara dalam memahami, kemampuan ini juga akan membuat mereka nyaman berkomunikasi dengan kita sehingga hubungan yang baik pun terbangun secara maksimal.

3. Mengklarifikasi dan Menyimpulkan

Sebagai pemimpin, tanggung jawab yang dipikul cukup besar. Jadi ketika mengomunikasikan atau mendengarkan gagasan, kita harus memastikan bahwa informasi tersebut tersampaikan dengan baik. Untuk memastikannya, kita harus mau mengklarifikasi dan menyimpulkan. 

Cara ini tidak hanya memastikan bahwa informasi yang ingin disampaikan dapat dipahami, tapi juga menunjukkan bahwa sebagai pemimpin, kita mau mendengarkan pendapat orang lain secara terbuka. Lawan bicara akan sangat menghargai ketika kita memastikan apakah pesan yang diterima sudah sesuai dengan yang mereka sampaikan.

4. Memiliki Empati

Di sebuah perusahaan, persaingan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Setiap orang pasti ingin ide atau gagasan mereka dipakai dalam suatu kebijakan perusahaan. Bersaing adalah hal yang wajar. Namun sebagai pemimpin dengan skill komunikasi bisnis yang baik, dibutuhkan pula empati.

Apabila kita tidak setuju pada suatu gagasan, tidak perlu membuat hal ini menjadi masalah yang besar. Hargai dan pertimbangkan gagasan lawan bicara karena mungkin ada hal yang bisa kita dapatkan dari gagasan tersebut. Empati adalah kemampuan komunikasi yang membuat orang merasa kita mampu memahami orang lain dan menghargai sudut pandang yang berbeda.

5. Percaya diri

Kepercayaan diri merupakan hal penting dalam setiap berkomunikasi. Saat berkomunikasi dengan penuh percaya diri, lawan bicara akan merasa kita punya pemahaman yang baik tentang informasi yang disampaikan. Secara tidak langsung, mereka akan mendengar dan mau menyampaikan pendapat secara terbuka. Meskipun begitu, kita harus tetap berhati-hati karena percaya diri juga terkadang memberikan kesan lain terhadap lawan bicara.

6. Open Minded

Terakhir, dalam komunikasi yang baik dibutuhkan pula sudut pandang yang terbuka pada setiap gagasan (open minded). Jadi ketika tidak setuju dengan pendapat orang lain, cobalah untuk mencari jalan tengah yang menguntungkan semua orang. Komunikasi dengan pikiran terbuka tidak hanya memudahkan kita memahami orang lain tetapi juga melancarkan proses kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa business communication skill merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Apabila merasa kurang dalam hal ini, jangan ragu untuk meningkatkan keterampilan komunikasi melalui pelatihan. 

Semoga bermanfaat.

Negotiation Skill dalam Situasi Sulit untuk Mendapat Kesepakatan Terbaik

Negotiation Skill dalam Situasi Sulit untuk Mendapat Kesepakatan Terbaik

Negosiasi adalah seni yang memerlukan keterampilan dan strategi khusus untuk mencapai hasil yang diinginkan. Baik dalam bisnis, hubungan pribadi, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari, negotiation skill bisa membantu mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. 

Terlebih lagi, dalam situasi yang penuh tekanan dan kompleks, negosiator yang terampil dapat membantu meredakan ketegangan dan menemukan jalan keluar yang terbaik. Meski begitu, tidak semua orang memilikinya sehingga penting untuk mengetahui bagaimana cara membangun keahlian negosiasi yang tepat. 

Negotiation Skill di Situasi Sulit

Tidak jarang dalam situasi sulit, emosi dapat memengaruhi hasil negosiasi. Oleh karena itu, menguasai teknik negotiation skill yang efektif adalah kunci untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan. Berikut cara membangun keahlian negosiasi yang bisa Anda terapkan: 

1. Buat persiapan matang

Persiapan merupakan kunci utama dalam setiap negosiasi. Lakukan riset menyeluruh, buat daftar poin penting yang ingin dicapai, dan siapkan argumen yang kuat untuk mendukung posisi Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan dan tidak mudah terkejut oleh taktik lawan.

2. Pahami posisi lawan

Memahami perspektif lawan adalah langkah negotiation skill lainnya yang harus Anda ketahui. Cobalah untuk melihat situasi dari sudut pandang mereka, pahami kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini akan membantu Anda dalam merumuskan tawaran yang lebih menarik bagi mereka dan menemukan titik temu yang bisa disepakati bersama. 

3. Lebih banyak mendengar

Dalam negosiasi, mendengarkan menjadi hal yang jauh lebih penting daripada berbicara. Menjadi pendengar yang aktif dapat membantu Anda lebih mudah menangkap berbagai informasi penting dan memahami perasaan serta motivasi lawan. Selain itu, menjadi pendengar juga menunjukkan bahwa Anda menghargai perspektif mereka.

4. Buat penawaran yang masuk akal

Penawaran yang tidak realistis atau terlalu menguntungkan bagi satu pihak bisa merusak proses negosiasi. Oleh karena itu, Anda harus membuat penawaran yang masuk akal dan adil. Pastikan untuk mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan kedua belah pihak, serta carilah solusi yang menguntungkan bagi semua. 

5. Tidak buru-buru dan emosional

Mengendalikan emosi merupakan tantangan besar dalam negosiasi, terutama ketika situasi berubah menjadi lebih sulit bagi salah satu pihak. Meski demikian, tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan adalah kunci untuk Anda bisa mencapai hasil yang optimal. Ambil jeda waktu untuk berpikir sebelum memberikan respons, dan jagalah sikap Anda dengan tetap profesional sepanjang proses negosiasi.

6. Usahakan untuk tetap bersikap adil

Bersikap adil dan jujur adalah prinsip dasar dalam mengembangkan negotiation skill yang baik. Usahakan untuk selalu bersikap transparan dan terbuka, serta berkomitmen pada solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Sikap ini tidak hanya dapat membantu dalam mencapai kesepakatan yang optimal, tetapi juga membangun reputasi yang positif sebagai negosiator.

7. Buat strategi alternatif

Terakhir, pastikan untuk tidak lupa menyiapkan beberapa strategi alternatif sebagai opsi lain jika negosiasi tidak berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, Anda tidak akan terlalu terikat pada satu hasil saja dan dapat mengambil tindakan yang lebih fleksibel dalam menyesuaikan pendekatan. 

Selain itu, strategi alternatif juga menawarkan keunggulan lain, karena dapat menunjukkan kepada lawan bahwa Anda memiliki pilihan lain dan tidak sepenuhnya bergantung pada kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.

Itu tadi cara membangun negotiation skill yang baik dalam situasi sulit yang dapat Anda coba terapkan. Selain itu, selalu ingat bahwa negosiasi bukan hanya tentang memenangkan argumen, tetapi juga tentang bagaimana Anda menemukan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Melalui keahlian yang tepat setiap situasi sulit dapat diubah menjadi peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik dan membangun hubungan yang lebih kuat.

Tips Basic Networking untuk Pemilik Usaha Kecil

Tips Basic Networking untuk Pemilik Usaha Kecil

Basic networking adalah proses membangun hubungan dengan orang lain di bidang yang Anda geluti. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menghadiri acara industri, bergabung dengan asosiasi bisnis, atau menggunakan media sosial. Penting bagi pemilik usaha kecil untuk memahami pentingnya basic networking karena hal ini dapat membantu mereka meningkatkan visibilitas bisnis melalui promosi kepada rekan di satu industri yang sama.

Selain itu, juga dapat membangun hubungan yang kuat yang berpotensi menghasilkan kemitraan dan referral baru, serta tetap terkini dengan tren industri melalui partisipasi dalam acara-acara dan interaksi dengan sesama profesional. 

Bagaimana cara membangun basic networking?

Jaringan yang solid juga menyediakan dukungan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan bisnis sehari-hari, seperti:

Hadiri Acara dan Pertemuan Industri

Acara dan pertemuan industri adalah cara yang bagus untuk bertemu dengan orang baru dan membangun hubungan. Ketika Anda menghadiri acara ini, pastikan untuk memperkenalkan diri kepada orang lain dan membagikan informasi tentang bisnis Anda. Selain itu, Anda juga dapat menghadiri sesi dan lokakarya untuk mempelajari lebih lanjut tentang industri Anda.

Bergabung dengan Asosiasi Bisnis Lokal

Asosiasi bisnis lokal adalah organisasi yang terdiri dari bisnis di komunitas Anda. Bergabung dengan asosiasi adalah cara yang bagus untuk bertemu dengan pemilik bisnis lain di wilayah Anda dan terlibat dalam komunitas bisnis lokal. Asosiasi sering mengadakan acara dan pertemuan yang dapat Anda hadiri untuk bertemu orang baru dan mempelajari lebih lanjut tentang bisnis di wilayah Anda.

Manfaatkan Media Sosial

Media sosial adalah alat yang ampuh yang dapat Anda gunakan untuk terhubung dengan orang lain di bidang Anda. Buat profil untuk bisnis Anda di platform media sosial seperti LinkedIn, Twitter, dan Facebook. Gunakan platform ini untuk membagikan berita dan informasi tentang bisnis Anda, terhubung dengan pelanggan dan prospek, dan terlibat dengan orang lain di bidang Anda.

Tawarkan Bantuan dan Keahlian Anda

Salah satu cara terbaik untuk membangun hubungan dengan orang lain adalah dengan menawarkan bantuan dan keahlian Anda. Jika Anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, tawarkan untuk membantu. Anda juga dapat menawarkan diri untuk menjadi mentor atau sukarelawan untuk organisasi di komunitas Anda.

Tetap Ikuti Perkembangan

Penting untuk tetap up-to-date pada tren terbaru di industri Anda. Anda dapat melakukannya dengan membaca publikasi industri, menghadiri acara industri, dan berbicara dengan orang lain di bidang Anda. Dengan mengikuti perkembangan, Anda akan dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda adalah pakar di bidang Anda.

Bersikaplah Otentik dan Tulus

Ketika Anda melakukan networking, penting untuk menjadi autentik dan tulus. Orang lain akan dapat mengetahui jika Anda tidak jujur. Jadi, jadilah diri Anda sendiri dan tunjukkan minat yang tulus untuk terhubung dengan orang lain.

Bersabarlah

Membangun hubungan membutuhkan waktu. Jangan berharap untuk melihat hasil dalam semalam. Teruslah berusaha dan seiring waktu, Anda akan membangun jaringan orang-orang yang dapat membantu Anda mencapai tujuan bisnis Anda.

Basic networking adalah alat berharga yang dapat membantu pemilik usaha kecil untuk mencapai tujuan mereka. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membangun jaringan orang-orang yang dapat membantu Anda meningkatkan visibilitas bisnis Anda, membangun hubungan, tetap up-to-date pada tren industri, mendapatkan dukungan, dan banyak lagi.

Tantangan dan Solusi Komunikasi Bisnis di Era Kerja Remote

Tantangan dan Solusi Komunikasi Bisnis di Era Kerja Remote

Di era digital saat ini, kerja remote atau bekerja dari jarak jauh telah menjadi norma baru bagi banyak perusahaan di seluruh dunia. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara dalam bekerja, tetapi juga cara berkomunikasi dalam lingkungan bisnis. 

Di satu sisi, perubahan ini membawa berbagai keuntungan, seperti fleksibilitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Namun, di sisi lain, kerja remote juga menghadirkan berbagai tantangan dalam komunikasi bisnis. 

Pentingnya Komunikasi Bisnis dalam lingkungan Kerja Jarak Jauh 

Dalam lingkungan kerja jarak jauh, informasi harus dapat disampaikan dengan jelas dan tepat waktu. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman serta memastikan semua anggota tim berada pada jalur yang sama. 

Karenanya, komunikasi yang baik adalah kunci untuk memastikan kolaborasi lancar dan efektif. Tanpa komunikasi yang efektif, proyek dapat terhambat dan tenggat waktu bisa terlewatkan.

Tantangan Komunikasi Bisnis di Era Kerja Remote

Meskipun menawarkan fleksibilitas dan efisiensi, kerja remote juga menghadirkan berbagai tantangan dalam hal business communication, di antaranya:

1. Kurangnya Interaksi Tatap Muka

Komunikasi tatap muka memainkan peran penting dalam memahami isyarat non-verbal. Tanpa isyarat non-verbal seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara, pesan yang disampaikan melalui teks atau email dapat dengan mudah disalahpahami.

Tanpa interaksi tatap muka, kolaborasi juga menjadi kurang efektif dan efisien. Bagaimanapun, proses brainstorming, diskusi ide, dan kolaborasi kreatif lainnya lebih mudah dilakukan secara langsung. 

2. Pengelolaan Waktu dan Zona Waktu Berbeda

Dengan tim yang tersebar di berbagai zona waktu, mengatur rapat dan memastikan semua anggota tim tersedia pada waktu yang sama menjadi sangat menantang. Zona waktu yang berbeda dapat menyebabkan penundaan dalam respons dan keputusan. Hal ini dapat memperlambat alur kerja dan menyulitkan kolaborasi.

3. Komunikasi yang Tidak Efektif

Ketergantungan pada teknologi yang tidak andal atau kurangnya keterampilan dalam menggunakan alat komunikasi digital dapat menghambat aliran informasi dan kolaborasi tim.

4. Berpotensi Kehilangan Informasi

Dalam lingkungan kerja remote, komunikasi sering kali tersebar di berbagai platform dan alat, seperti email, pesan instan, dan dokumen berbagi. Ini bisa menyebabkan informasi penting tersebar dan sulit dilacak. 

Tanpa praktik dokumentasi yang baik, informasi penting bisa hilang atau terabaikan. Karyawan mungkin tidak secara konsisten mendokumentasikan percakapan, keputusan, atau perubahan proyek.

Solusi untuk Mengatasi Tantangan Komunikasi Bisnis

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi strategi dan alat yang efektif. Berikut beberapa solusi business communication yang dapat diterapkan:

  • Menggunakan Alat Kolaborasi yang Tepat

Gunakan alat seperti Slack, Microsoft Teams, atau Zoom untuk mendukung berbagai bentuk komunikasi, termasuk pesan instan, panggilan video, dan rapat virtual. Alat seperti Trello, Asana, dan Jira juga dapat membantu dalam mengelola tugas dan proyek secara kolaboratif.

  • Menyusun Jadwal Rapat yang Efektif

Adakan pertemuan mingguan untuk membahas kemajuan proyek, mengatasi hambatan, dan memastikan semua anggota tim tetap sinkron.

  • Menetapkan Pedoman Komunikasi yang Jelas

Tetapkan aturan tentang bagaimana dan kapan komunikasi harus dilakukan, termasuk waktu respons yang diharapkan dan saluran yang digunakan. Gunakan pula format standar untuk email, laporan, dan dokumentasi proyek guna memastikan konsistensi.

  • Memprioritaskan Komunikasi Asinkron

Komunikasi asinkron memungkinkan anggota tim untuk merespons pesan dan tugas sesuai dengan jadwal mereka sendiri sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Dengan tidak harus selalu menunggu respons langsung, karyawan dapat fokus pada tugas-tugas mereka tanpa gangguan. 

Komunikasi asinkron juga sering kali melibatkan penulisan pesan yang lebih rinci. Dengan begitu, hal ini dapat menjadi catatan tertulis yang berguna untuk referensi di masa mendatang.

  • Memfasilitasi Interaksi Sosial Virtual

Interaksi sosial memainkan peran penting dalam membangun hubungan tim, meningkatkan kolaborasi, dan mempertahankan keterlibatan serta kesejahteraan karyawan.

Jadwalkan sesi santai waktu anggota tim bisa berkumpul secara online untuk berbincang-bincang tanpa agenda kerja. Atau, ciptakan ruang istirahat virtual di platform kolaborasi sehingga karyawan bisa mengobrol santai.

Mengatasi tantangan business communication dalam kerja remote memerlukan pendekatan yang terstruktur dan penggunaan alat serta strategi yang tepat. Dengan strategi yang tepat, komunikasi bisnis dapat tetap efektif sehingga bisa menjaga produktivitas dan kolaborasi dalam pengaturan kerja remote. 

Persiapan Melakukan Behavioral Event Interview agar Hasilnya Efektif

Persiapan Melakukan Behavioral Event Interview agar Hasilnya Efektif

Dunia industri yang semakin kompetitif membuat banyak perusahaan menerapkan metode khusus untuk menyaring kandidat karyawan dengan lebih baik. Salah satunya adalah behavioral event interview (BEI) atau wawancara berbasis pengalaman. Dalam wawancara ini, perusahaan melontarkan pertanyaan terkait berbagai kasus khusus yang relevan dan menganalisis kandidat berdasarkan jawabannya.

Dengan berfokus pada respons karyawan terhadap berbagai peristiwa di masa lalu, perusahaan bisa melihat kualitas kandidat menggunakan indikator kompetensi. Hal ini memudahkan analisis kandidat berdasarkan karakteristik dan soft skills mereka.

Keuntungan Melakukan Behavioral Event Interview 

Behavioral event interview bukan satu-satunya metode wawancara, tetapi hasilnya bisa cukup efektif untuk menyaring kandidat. Dalam survei yang dimuat di halaman website U.S. Chamber of Commerce, sekitar 60 persen manajer rekrutmen menyatakan metode ini cukup bagus dalam menganalisis soft skills.

Karena pertanyaannya cenderung terstruktur, manajer rekrutmen atau HRD bisa menganalisis kandidat secara adil. Pertanyaan ala BEI juga mampu mengurangi efek bias dalam seleksi karyawan serta membantu menyaring kandidat yang tepat sesuai posisi.

Tipe Pertanyaan Kunci dalam Behavioral Event Interview 

Jenis pertanyaan dalam behavioral event interview biasanya dibedakan berdasarkan situasi tertentu di dunia kerja. Kandidat kemudian merespons sesuai dengan pengalaman atau kompetensi mereka.

Sebelum melakukan BEI, Anda harus membuat pertanyaan terarah yang membuka jalan bagi kandidat untuk memberi jawaban panjang. Hal ini disesuaikan dengan indikator kompetensi yang dibutuhkan jabatan tersebut. Berikut beberapa tipe pertanyaan kunci yang bisa menjadi acuan wawancara beserta contohnya.

Pertanyaan tentang Pemecahan Masalah

Pertanyaan ini penting untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam merespons masalah, terutama yang terjadi secara mendadak.

  • Pernahkah Anda menghadapi konsumen yang sangat tidak puas dengan kinerja layanan dan melakukan protes keras? Ceritakan bagaimana Anda merespons konsumen tersebut.
  • Stok bahan penting terlambat datang padahal restoran tempat Anda kerja harus siap melayani tamu di akhir pekan. Jelaskan cara Anda menanganinya.

Pertanyaan tentang Cara Memotivasi

Pertanyaan terkait metode motivasi biasanya ada dalam behavioral event interview untuk kandidat yang sudah punya pengalaman memimpin.

  • Bagaimana Anda memotivasi tim kerja agar tetap memiliki outlook positif saat menghadapi pandemi?
  • Karyawan di departemen Anda mengalami penurunan motivasi dan kinerja karena aturan WFH total yang mendadak diberlakukan. Bagaimana Anda memotivasi mereka dalam situasi kerja yang baru?

Pertanyaan terkait Pengambilan Keputusan

Pertanyaan ini biasanya diajukan untuk menilai kemampuan kandidat menganalisis situasi, terutama jika pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat.

  • Jelaskan apa yang Anda lakukan ketika harus mengambil keputusan dengan cepat saat harus merespons situasi darurat.
  • Pernahkah Anda mengambil keputusan yang dampaknya kurang populer atau memuaskan? Bagaimana Anda menanggapi respons karyawan lain?

Pertanyaan tentang Cara Menghadapi Kegagalan

Respons terhadap kegagalan sangat penting dalam behavioral event interview karena erat kaitannya dengan berbagai aspek soft skills. Contohnya adalah resiliensi, kemampuan memotivasi diri dan orang lain, hubungan interpersonal, hingga kemampuan belajar dari kegagalan.

  • Ceritakan saat Anda gagal meraih target kerja personal. Apa respons Anda saat itu dan bagaimana mengelola kegagalan tersebut?
  • Ketika Anda memimpin proyek bersama suatu tim dan gagal meraih target, apa respons Anda sebagai pemimpin?

Pertanyaan tentang Inisiatif

Pertanyaan terkait inisiatif biasanya dilontarkan ketika pewawancara ingin mengetahui level komitmen dan kesigapan Anda dalam bekerja.

  • Ceritakan saat ketika inisiatif Anda di tempat kerja sebelumnya membawa hasil positif.
  • Bayangkan Anda diterima bekerja sebagai karyawan baru di tempat ini. Langkah apa yang akan Anda lakukan dalam minggu-minggu pertama?

Pertanyaan jenis lain bisa muncul terkait hal-hal seperti tanggung jawab, kepemimpinan, hingga etika kerja. Akan tetapi, seperti yang terlihat, semuanya berfokus pada hal yang akan atau pernah dilakukan kandidat. Hal tersebut menunjukkan kompetensi di luar penilaian baku seperti ijazah, pengalaman kerja, dan usia.

Behavioral event interview bukan satu-satunya metode seleksi karyawan yang diterapkan berbagai perusahaan. Akan tetapi, metode ini cukup efektif dalam “membaca” karakteristik dan soft skills kandidat. Anda bisa menjadikannya patokan untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan indikator kompetensi yang dibutuhkan tempat kerja.

5 Cara Menguasai Assertive Communication di Tempat Kerja

5 Cara Menguasai Assertive Communication di Tempat Kerja

Komunikasi asertif (assertive communication) adalah kemampuan untuk menyampaikan ide dan perasaan dengan jelas dan tegas, tanpa menyakiti atau merendahkan orang lain. Di tempat kerja, komunikasi asertif sangat penting untuk membangun hubungan yang positif dengan kolega, atasan, dan klien. Dengan menguasai komunikasi asertif, Anda dapat:

  • Meningkatkan rasa percaya diri. Ketika Anda dapat mengungkapkan diri dengan jelas dan tegas, Anda akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Membangun hubungan yang lebih kuat. Komunikasi asertif membantu membangun kepercayaan dan rasa hormat dalam hubungan Anda dengan orang lain.
  • Meningkatkan efektivitas komunikasi. Dengan mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan Anda dengan jelas, Anda dapat menghindari kesalahpahaman dan mencapai hasil yang lebih baik.
  • Mengelola konflik secara efektif. Assertive communication dapat membantu Anda menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif dan saling menguntungkan.

Berikut adalah lima cara untuk menguasai komunikasi asertif di tempat kerja:

Pahami Apa itu Assertive Communication

Langkah pertama untuk menguasai komunikasi asertif adalah dengan memahami apa itu. Komunikasi asertif adalah tentang menemukan keseimbangan antara menjadi pasif dan agresif. 

Orang yang pasif mungkin enggan untuk mengungkapkan diri, sedangkan orang yang agresif mungkin terlalu memaksakan kehendak mereka pada orang lain. Orang yang asertif, di sisi lain, dapat mengungkapkan diri dengan jelas dan tegas tetapi tetap menghormati orang lain.

Kenali Gaya Komunikasi Anda

Perhatikan bagaimana Anda biasanya berkomunikasi dengan orang lain. Apakah Anda cenderung pasif, agresif, atau asertif?

  • Orang yang pasif mungkin menghindari konflik dan kesulitan untuk mengatakan “tidak”. Mereka mungkin juga merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan pendapat mereka.
  • Orang yang agresif mungkin mendominasi percakapan dan memaksakan kehendak mereka pada orang lain. Mereka mungkin juga berbicara dengan nada suara yang tinggi dan menggunakan bahasa tubuh yang mengancam.
  • Orang yang asertif dapat mengungkapkan diri dengan jelas dan tegas, sambil tetap menghormati orang lain. Mereka juga pandai mendengarkan dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain.

Berlatihlah Mengatakan “Tidak”

Salah satu hal tersulit bagi banyak orang adalah mengatakan “tidak” kepada orang lain. Namun, penting untuk dapat mengatakan “tidak” ketika Anda merasa kewalahan atau ketika Anda tidak dapat memenuhi permintaan. Berikut beberapa tips untuk mengatakan “tidak” dengan cara yang asertif:

  • Ucapkan “tidak” dengan jelas dan tegas. Hindari mengatakan “mungkin” atau “saya akan coba”.
  • Berikan alasan singkat mengapa Anda mengatakan “tidak”. Anda tidak perlu menjelaskan diri secara berlebihan, tetapi berikan alasan yang jelas mengapa Anda tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.
  • Tawarkan solusi alternatif. Jika memungkinkan, tawarkan solusi lain yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang.
  • Tetaplah sopan dan hormat. Meskipun Anda mengatakan “tidak”, Anda tetap harus memperlakukan orang lain dengan hormat.

Gunakan Bahasa Tubuh yang Positif

Bahasa tubuh Anda dapat memberi sinyal kepada orang lain tentang bagaimana perasaan Anda. Saat Anda berkomunikasi secara asertif, penting untuk menggunakan bahasa tubuh yang positif. Berikut beberapa tips untuk menggunakan bahasa tubuh yang positif:

  • Jaga kontak mata. Kontak mata menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan apa yang dikatakan orang lain dan bahwa Anda yakin dengan diri sendiri.
  • Berdirilah tegak dan tarik bahu Anda ke belakang. Postur tubuh yang baik menunjukkan bahwa Anda percaya diri dan terbuka untuk percakapan.
  • Senyumlah. Senyuman menunjukkan bahwa Anda ramah dan approachable.
  • Hindari menyilangkan tangan atau gelisah. Ini dapat menunjukkan bahwa Anda tertutup atau tidak tertarik.

Dengarkan dengan Penuh Perhatian

Salah satu aspek penting dari komunikasi asertif adalah kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian. Saat Anda mendengarkan orang lain, tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan apa yang mereka katakan dengan melakukan kontak mata, mengangguk, dan mengajukan pertanyaan.

Hindari menyela atau memikirkan apa yang akan Anda katakan selanjutnya. Tunggu sampai orang lain selesai berbicara sebelum Anda menanggapi.

Komunikasi asertif adalah keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh semua orang, terutama di tempat kerja. Dengan menguasai komunikasi asertif, Anda dapat meningkatkan hubungan Anda dengan orang lain, meningkatkan rasa percaya diri Anda, dan mencapai tujuan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat!

Memimpin Service Excellence dalam Dukungan IT: Strategi dan Praktik Terbaik

Memimpin Service Excellence dalam Dukungan IT: Strategi dan Praktik Terbaik

Di era digital serba cepat ini, dukungan IT yang efisien dan efektif telah menjadi tulang punggung bagi keberhasilan operasional dari banyak perusahaan. Ketergantungan yang tinggi akan teknologi membuat kualitas layanan IT yang superior menjadi kebutuhan. Memimpin Service Excellence (keunggulan layanan) dalam dukungan IT memerlukan strategi yang solid dan praktik terbaik.

Definisi Service Excellence dalam Dukungan IT

Keunggulan layanan dalam dukungan IT merujuk pada tingkat layanan yang melebihi harapan pengguna dengan cara memberikan dukungan teknologi informasi yang konsisten, efisien, responsif, dan proaktif. Ini mencakup berbagai aspek, termasuk keahlian teknis, kecepatan penyelesaian masalah, interaksi ramah dan profesional, serta kemampuan memprediksi dan mencegah masalah sebelum berdampak pada pengguna.

Mengapa Service Excellence Penting dalam Dukungan IT?

Terdapat beberapa alasan betapa pentingnya keunggulan layanan dalam dukungan IT, di antaranya:

A. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan 

Mendengarkan umpan balik pengguna secara aktif dan melakukan survei kepuasan pelanggan secara berkala dapat membantu dalam memahami area yang memerlukan perbaikan dan meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan.

B. Membangun Reputasi Perusahaan 

Layanan IT yang berkualitas tinggi mencerminkan profesionalisme dan kompetensi organisasi. Reputasi yang baik dalam hal dukungan IT dapat memperkuat citra perusahaan baik di mata karyawan maupun mitra bisnis eksternal.

C. Mendorong Loyalitas Pelanggan 

Service Excellence memastikan bahwa pengguna mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien. Pengalaman positif ini meningkatkan kepuasan pengguna, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas dan kepercayaan mereka.

D. Meningkatkan Efisiensi Operasional 

Dengan menerapkan best practice dan standar yang jelas, dukungan IT dapat dioperasikan secara lebih efisien. Ini mengurangi pemborosan waktu maupun biaya, dan memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih baik untuk proyek-proyek strategis lainnya.

Strategi Memimpin Service Excellence dalam Dukungan IT 

Apakah upaya tim IT Anda sudah maksimal? Strategi berikut mungkin akan membantu Anda mencapainya.

A. Membangun Budaya Layanan Unggul

Manajer layanan IT harus menyediakan dan memfasilitasi pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan peluang pengembangan karir bagi penyedia layanan TI, untuk meningkatkan kompetensi, kapabilitas, dan kepercayaan diri mereka.

B. Mengimplementasikan Teknologi Canggih 

Tim IT yang fokus pada Service Excellence cenderung lebih adaptif terhadap teknologi baru dan praktik terbaik. Ini memungkinkan organisasi untuk mengadopsi inovasi dengan lebih cepat dan tetap kompetitif dalam industri yang selalu berubah.

C. Mengukur dan Menganalisis Kinerja Layanan 

Memantau dan mengukur kinerja layanan IT artinya penyedia layanan IT harus mengumpulkan dan menganalisis data mengenai ketersediaan, keandalan, efisiensi, dan kualitas layanan IT, serta kepuasan dan umpan balik dari pelanggan dan pengguna. Selain itu, penyedia layanan IT harus melaporkan dan berbagi hasil kinerja dengan pemangku kepentingan terkait.

D. Responsif dan Proaktif dalam Menghadapi Masalah 

Untuk memastikan kelancaran penyampaian layanan adalah dengan menerapkan alat yang bertujuan mendeteksi dan menyelesaikan masalah secara proaktif. Edgar Padua, Business Value Architect di penyedia tempat kerja digital Nexthink mengatakan, “dengan menggunakan strategi itu dan tindakan lanjutan, tim IT dapat memprioritaskan peta jalan transformasinya tanpa terjebak dalam proses dukungan reaktif, yang berisiko menghambat operasional bisnis penting.”

Praktik Terbaik dalam Menerapkan Service Excellence 

Berikut adalah beberapa praktik terbaik yang dapat membantu tim IT mencapai layanan berkualitas tinggi:

A. Studi Kasus: Perusahaan dengan Service Excellence yang Sukses 

Google adalah contoh perusahaan teknologi internasional yang bergerak di bidang perangkat lunak dan layanan digital. Dengan ribuan karyawan di seluruh dunia dan berbagai produk yang melayani jutaan pelanggan, dukungan IT yang efisien adalah aspek krusial bagi operasional perusahaan. 

B. Teknik Komunikasi Efektif dengan Pelanggan 

Jaga komunikasi terbuka dengan pengguna untuk memberikan informasi yang jelas dan ramah mengenai status masalah dan langkah-langkah penyelesaiannya.

C. Pengembangan Tim yang Kompeten

Sediakan program pelatihan rutin untuk memperbarui pengetahuan tim mengenai teknologi terbaru dan praktik terbaik dalam layanan IT. Dorong anggota tim untuk mendapatkan sertifikasi yang relevan, seperti CompTIA, atau sertifikasi vendor spesifik.

Demikian ulasan mengenai memimpin Service Excellence dalam dukungan IT. Semoga bermanfaat. 

Mengenal Apa Itu Assertive Communication, Manfaat dan Penerapannya dalam Bisnis

Mengenal Apa Itu Assertive Communication, Manfaat dan Penerapannya dalam Bisnis

Penguasaan kemampuan komunikasi yang baik sangatlah penting dalam mendorong kelancaran operasional bisnis. Ada berbagai teknik berkomunikasi yang bisa Anda kuasai. Salah satunya adalah assertive communication

Dalam pengertiannya, komunikasi asertif merupakan metode penyampaian yang mendorong Anda untuk bersikap tegas dan berani dalam mengutarakan pikiran, perasaan, maupun kebutuhan. Di waktu yang sama, Anda dapat melakukannya tanpa melakukan intimidasi maupun sikap merendahkan orang lain. 

Karakteristik Assertive Communication

Untuk dapat mengenal secara lebih mendalam tentang apa itu komunikasi asertif, Anda bisa mengetahui beberapa karakteristik dari metode komunikasi ini, yaitu: 

  • Kontak mata dengan lawan bicara yang mengindikasikan kalau Anda memberikan perhatian kepadanya. 
  • Postur tubuh yang penuh percaya diri. Hal ini menunjukkan kalau Anda berada pada situasi nyaman. 
  • Bersikap jujur dan terbuka, tanpa ada upaya melakukan manipulasi atau menipu. 
  • Menyampaikan pesan secara jelas. 
  • Menggunakan bahasa yang positif tanpa ada pemakaian kata-kata yang bersifat ancaman, menyalahkan, maupun shaming. 
  • Cara penyampaian pesan yang dilakukan pada waktu serta lokasi yang tepat. 

Manfaat Assertive Communication

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari penerapan pola komunikasi asertif, di antaranya: 

1. Membangun Rasa Percaya

Komunikasi asertif mendorong Anda untuk bersikap jujur dan terbuka. Kebiasaan ini pun akan mendorong orang-orang untuk menaruh kepercayaan terhadap setiap hal yang Anda sampaikan dan lakukan. 

2. Melindungi Privasi

Penerapan komunikasi asertif juga membantu Anda dalam menjaga privasi. Pola komunikasi ini mendorong Anda untuk bisa menyampaikan perasaan dan menggunakannya untuk menentukan batasan dalam hubungan pertemanan, bisnis, dan yang lainnya. 

3. Mencegah Stres

Komunikasi asertif juga menjadi sarana tepat dalam mencegah terjadinya stres di tempat kerja. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan metode komunikasi ini untuk mengungkapkan beban kerja secara efektif kepada atasan.

4. Mencegah Terjadinya Konflik

Penggunaan komunikasi asertif juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya konflik dengan orang-orang di sekitar. Penerapannya membantu Anda untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan efektif tanpa menimbulkan efek negatif pada hubungan dengan orang lain.

5. Mendorong Rasa Percaya Diri

Terakhir, Anda bisa memperoleh manfaat komunikasi asertif yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Bahkan, Anda juga bisa memperoleh manfaat tambahan berupa meningkatnya kepuasan pada hubungan yang dimiliki.

Cara Menumbuhkan Kemampuan Assertive Communication

Dengan manfaat yang begitu besar, Anda perlu membiasakan diri untuk menggunakan metode komunikasi asertif dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, bagaimana cara yang dapat Anda praktikkan untuk menerapkannya? Ada 7 tips yang bisa Anda lakukan, yakni: 

1. Kedepankan Fakta

Tips pertama adalah dengan menyampaikan fakta, terutama berkaitan dengan hal yang tidak Anda sukai. Cara seperti ini lebih efektif dibandingkan penggunaan kata dengan nada yang negatif dan bersifat judgment

Contohnya, ada rekan kerja yang terbiasa terlambat ke kantor. Dia baru muncul setelah terlambat hampir 20 menit. Anda bisa mempraktikkan metode komunikasi asertif pada situasi alih-alih menggunakan pendekatan yang agresif. 

Respons yang harus Anda hindari: “Anda itu, ya! Selalu saja telat!”

Komunikasi asertif: “Kita seharusnya berkumpul dan memulai rapat pukul 13.30. Namun, sekarang sudah jam 13.50.”

2. Jangan Berlebihan dan Bersikap Menghakimi

Selanjutnya, Anda juga perlu membiasakan diri untuk tidak membesar-besarkan dan bahkan mendramatisi. Apalagi sampai menghakimi dengan disertai dengan nada suara yang keras. Sebagai gantinya, Anda hanya perlu memberikan penjelasan dengan baik. 

Respons yang harus Anda hindari: “Gara-gara Anda saya jadi tak bisa menikmati makan siang dengan enak dan jadi terburu-buru. Dasar, tukang telat!”

Komunikasi asertif: “Karena terburu-buru datang jam 13.30, saya harus makan dengan cepat. Apalagi, nanti ada jadwal lagi jam 14.00.”

3. Gunakan Kata “Saya”

Dalam penerapan komunikasi asertif, Anda dapat mengedepankan kata “saya” dibandingkan “Anda” atau “kamu”. Hal ini bertujuan untuk menghindari kalimat yang sifatnya menyerang dan akan mendorong lawan bicara untuk bersikap defensif. 

Selain itu, penggunaan kata “saya” juga membuat Anda bisa memfokuskan perkataan pada apa yang Anda rasakan. Hal ini juga akan meminimalkan sikap defensif dari lawan bicara dan akan mendorong mereka mempunyai rasa bersalah serta berusaha untuk melakukan perbaikan di masa mendatang. 

Respons yang harus Anda hindari: “Anda harus stop kebiasaan telat kayak gitu!”

Komunikasi asertif: “Saya ingin Anda lebih menghargai waktu orang lain dan datang tepat waktu.”

4. Gunakan Bahasa Tubuh

Komunikasi asertif mempunyai karakteristik dengan tidak hanya menggunakan kata-kata, tetapi juga bahasa tubuh. Oleh karena itu, pastikan Anda menerapkan bahasa tubuh yang penuh percaya diri saat berhadapan dengan lawan bicara.

Jaga postur tubuh dengan tegak. Gunakan mimik wajah yang netral. Jangan terbiasa untuk menyilangkan tangan maupun kaki. Selain itu, pastikan untuk menjaga agar pandangan fokus pada lawan bicara.

5. Belajar untuk Berkata “Tidak”

Tips yang tidak kalah penting dalam membiasakan untuk berkata tidak. Apalagi, bagi Anda yang mempunyai kesulitan untuk menolak permintaan dari orang-orang di sekitar. Anda pun bisa melakukan penolakan cukup dengan berkata, “Tidak, saya tidak bisa melakukannya”. 

Saat menyampaikan kalimat penolakan tersebut, Anda tidak perlu menjelaskan alasannya. Cukup sampaikan penolakan secara singkat. Kalaupun Anda memiliki alasan tersendiri, sampaikan dengan lugas dan tegas.

6. Berlatih untuk Mengatakan Apa yang Ingin Anda Katakan

Upaya yang tidak kalah penting adalah dengan berlatih mengucapkan apa yang ingin Anda sampaikan di dalam kepala. Cara berlatih yang bisa Anda lakukan cukup sederhana. Anda bisa memulainya dengan bicara di depan cermin.

Selain itu, Anda dapat pula berlatih komunikasi asertif dengan teman maupun pasangan. Selanjutnya, Anda bisa meminta feedback atau masukan atas latihan yang telah dilakukan tersebut. 

7. Jaga Kondisi Emosi

Tips terakhir adalah membiasakan diri untuk menjaga emosi. Menjaga kondisi emosi saat bicara dengan orang lain bisa jadi hal yang sulit. Apalagi, ketika berhadapan dengan orang yang tengah melakukan kesalahan seperti telat datang saat janji. 

Namun, menjaga emosi sangat penting dalam rangka menghindari terjadinya konflik dengan lawan bicara. Emosi yang stabil juga membantu Anda untuk bisa menyampaikan pesan secara lebih jelas.

Untuk menjaga agar kondisi emosi stabil saat berbicara dengan orang lain, biasakan untuk jangan bicara secara terburu-buru. Tarik napas panjang sebelum bicara. Selain itu, hindari pula kebiasaan merespons lawan bicara secara langsung, apalagi sampai memotong pembicaraan. Tunggu sejenak sampai mereka selesai bicara.

Nah, sekarang Anda sudah lebih memahami apa itu assertive communication dan berbagai manfaat dalam penerapannya, kan? 

Kemampuan ini bisa membantu Anda untuk melakukan komunikasi secara lebih baik. Selain itu, Anda juga bisa menjalin hubungan dengan orang lain secara lebih positif tanpa ada konflik yang dapat mengganggu produktivitas pekerjaan.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat, ya.