Sering Diabaikan! Pentingnya Nonverbal Communication di Perusahaan

Sering Diabaikan! Pentingnya Nonverbal Communication di Perusahaan

Perusahaan yang mampu mewujudkan visinya adalah perusahaan dengan sistem komunikasi yang baik, secara top-down maupun bottom-up. Ada berbagai komponen komunikasi yang harus diperhatikan untuk kesuksesan organisasi, salah satunya adalah nonverbal communication.

Ragam Bentuk Komunikasi Nonverbal

Nonverbal communication merupakan semua bentuk komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan kata-kata atau bisa juga disebut komunikasi tidak lisan. Bentuk komunikasi ini sangat beragam, mulai dari ekspresi wajah, nada bicara, gerakan tubuh, hingga jarak dengan lawan bicara.

Sebagai contoh, Anda sedang diajak berbincang dengan kolega ketika mendekati jam pulang kantor. Secara tidak sadar, Anda mungkin menunjukkan gelagat seperti berkali-kali melirik ke arah jam atau pintu. Lawan bicara kemungkinan akan menangkap sikap Anda dan menghentikan diskusi.

Menurut ahli, 80% pesan disampaikan secara nonverbal, sedang sisanya disampaikan dengan verbal. Temuan tersebut menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan komunikasi nonverbal dalam berbagai konteks.

Mengapa Bentuk Komunikasi Ini Penting?

Ada berbagai manfaat yang bisa dituai jika Anda menerapkan nonverbal communication dengan tepat:

1. Menjalin hubungan baik dengan orang lain

Seorang yang mampu berkomunikasi secara nonverbal dengan baik lebih sensitif terhadap pikiran maupun perasaan lawan bicaranya. Keterampilan tersebut membuatnya mampu berkomunikasi secara lebih efektif. Selain memastikan bahwa pesan tersampaikan dengan baik, kemampuan ini menunjukkan empati Anda.

2. Meningkatkan self-esteem

Kemampuan berkomunikasi nonverbal yang baik juga membantu individu menjadi lebih self-aware atau sadar akan dirinya sendiri. Anda akan belajar untuk mengontrol perilaku atau perkataan sendiri. Hal ini membuat Anda lebih percaya diri ketika berada di dalam situasi sosial.

3. Mendorong prospek karier

Keterampilan mendengarkan secara aktif memiliki peran dalam mendorong prospek karier Anda. Atasan cenderung menilai karyawan yang memiliki keterampilan ini sebagai individu yang bisa diandalkan. Individu yang mendapat penilaian tersebut lebih mungkin ditawari kesempatan-kesempatan kerja baru.

Langkah Melatih Nonverbal Communication

Latih nonverbal communication Anda dengan menerapkan strategi-strategi berikut:

1. Perhatikan perilaku Anda sendiri

Perhatikan gerakan tubuh yang Anda buat ketika merasa senang maupun kesal. Ingat bagaimana perubahan nada suara Anda ketika emosi tertentu meluap. Sangat penting untuk memahami kebiasaan nonverbal yang kita buat sendiri jika ingin menjadi komunikator yang efektif. Hal ini membantu Anda mengontrol diri lebih baik.

2. Amati perilaku orang lain

Selain melihat ke diri sendiri, komunikasi nonverbal yang efektif juga harus didasari oleh pemahaman akan orang lain. Anda perlu fokus dengan lawan bicara dan menangkap apa yang tidak mereka sampaikan secara lisan. Amati ekspresi wajah, nada bicara, maupun gerak tubuh mereka untuk menangkap pesan tersirat.

3. Berpikir sebelum bertindak

Dalam berbagai konteks, terutama di dunia kerja, berpikir sebelum bertindak merupakan semboyan yang wajib diterapkan. Ketika emosi Anda meluap, terkadang perbuatan seperti mengentakkan kaki atau membuang muka muncul begitu saja. Latih diri Anda untuk menenangkan emosi dan berpikir sebelum bertindak.

4. Jangan ragu melakukan konfirmasi

Anda juga perlu menyadari bahwa komunikasi nonverbal antara budaya satu dengan yang lainnya berbeda. Di negara multikultural seperti Indonesia, hal ini bisa mengakibatkan kesalahpahaman hingga konflik. Jika Anda tidak yakin dengan ekspresi nonverbal seseorang, lakukan konfirmasi secara lisan.

Ada banyak hal yang bisa Anda latih untuk berkomunikasi secara nonverbal dengan lebih baik. Orang-orang disarankan untuk menegakkan postur, mempertahankan kontak mata dengan lawan bicara, menghindari gerakan tubuh yang berlebihan, dan tersenyum.

Nonverbal communication dalam konteks perusahaan sering diabaikan, padahal hal ini merupakan cara untuk membangun koneksi antar anggota organisasi. Latihlah terus kemampuan ini!

Mengenal Active Listening, Gaya Komunikasi Ideal di Tempat Kerja

Mengenal Active Listening, Gaya Komunikasi Ideal di Tempat Kerja

Komunikasi yang baik merupakan hal yang penting untuk digalakkan di tempat kerja. Idealnya, orang-orang dapat menerapkan active listening ketika berkomunikasi dengan kolega maupun klien.

Manfaat untuk Kelompok / Organisasi

Ada berbagai manfaat yang bisa Anda rasakan ketika menerapkan gaya komunikasi mendengarkan aktif di lingkungan kerja:

1. Membentuk rasa percaya

Gaya komunikasi ini membangun rasa percaya antara anggota kelompok. Anggota kelompok akan merasa bahwa dirinya didengarkan ketika berbicara dengan Anda. Mereka akan lebih proaktif dalam menyampaikan gagasan dan cenderung memilih untuk berinteraksi langsung dengan tim dibandingkan lewat perantara.

2. Informasi tersampaikan dengan baik

Anda memastikan bahwa informasi yang dikomunikasikan bisa dicerna lebih baik ketika menerapkan gaya komunikasi. Seseorang yang mendengarkan secara aktif cenderung fokus ke lawan bicara dan melakukan konfirmasi atas informasi yang diterima. Hal ini mencegah terjadinya salah interpretasi informasi.

3. Menyelesaikan konflik

Konflik adalah hal yang tidak terelakkan di dunia kerja. Orang-orang di dalam organisasi bisa saling salah paham atau tidak menyetujui opini orang lain. Active listening mendorong individu untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang lain. Sikap tersebut sangat penting untuk menyelesaikan konflik.

4. Membantu individu berkembang

Gaya mendengar secara aktif merupakan cara individu untuk berkembang di tempat kerja. Senior menurunkan pengetahuan yang dimiliki ke juniornya dengan berbagai cara, seperti presentasi dan diskusi. Seorang junior yang mendengarkan secara aktif bisa menerima ilmu dari seniornya dengan maksimal.

5. Mendeteksi permasalahan dengan cepat

Mendengarkan secara aktif di tempat kerja membantu Anda mengidentifikasi permasalahan dengan cepat. Di dalam organisasi, sangat penting untuk melakukan mitigasi permasalahan sesegera mungkin sebelum isu tersebut berkembang lebih besar dan menjadi sulit untuk ditangani.

5 Teknik Active Listening

Ada beberapa teknik komunikasi yang bisa Anda terapkan ketika berinteraksi dengan kolega dan klien di tempat kerja:

1. Afirmasi verbal dan non-verbal

Lawan bicara Anda tidak akan tahu bahwa dirinya didengarkan jika Anda tidak memberikan afirmasi. Memberikan afirmasi bisa dilakukan dengan mengucapkan “ya” atau “oh” di waktu yang tepat. Anda juga bisa mengangguk maupun menggeleng sesuai dengan alur perbincangan.

2. Mengingat informasi terdahulu

Komunikasi di dalam organisasi terjadi dalam konteks tertentu. Biasanya sebuah diskusi akan mencakup informasi yang sudah disebutkan sebelumnya. Anda perlu mengingat informasi terdahulu untuk bisa mengikuti diskusi yang sedang dilaksanakan dengan optimal.

3. Parafrase

Ketika sedang berbincang dengan seseorang, Anda disarankan untuk melakukan parafrase. Ada dua manfaat dari teknik komunikasi ini, yaitu menunjukkan kepada lawan bicara bahwa Anda mendengarkan dan juga mengonfirmasi bahwa pemahaman Anda akan isu yang dibicarakan sudah tepat.

4. Fokus sepenuhnya ke lawan bicara

Saat berbincang dengan orang lain, Anda harus fokus terhadap lawan bicara. Diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan lain di saat bicara dan juga mempertahankan kontak mata dengan partner bicara Anda. Dengan melakukan hal tersebut, Anda akan menerima informasi yang disampaikan lebih baik.

5. Netral

Netralitas merupakan sesuatu yang cukup sering diabaikan dalam komunikasi. Di lingkungan kerja, Anda disarankan untuk tidak merespons ucapan lawan bicara secara emosional. Gunakan bahasa dan nada suara yang netral agar tidak menunjukkan keberpihakan. Lawan bicara Anda pun akan merasa tidak dihakimi.

Active listening, jika dilakukan oleh seluruh karyawan, akan membantu sebuah kelompok untuk berkembang pesat. Keterampilan ini harus diasah secara terus-menerus. Awalnya Anda akan merasa canggung ketika menerapkannya. Namun lama kelamaan, hal tersebut akan menjadi kebiasaan Anda.

Effective Communication Skills: Pengertian, Kepentingan, dan Tips Mengembangkan

Effective Communication Skills: Pengertian, Kepentingan, dan Tips Mengembangkan

Komunikasi menjadi bagian dari kehidupan semua orang. Tanpa komunikasi yang efektif, orang-orang bisa jatuh ke lubang kesalahpahaman yang menimbulkan banyak masalah. Anda pun akan kesulitan membuat orang lain mendengarkan Anda bila tidak memiliki effective communication skills. Agar Anda lebih paham apa itu komunikasi efektif dan cara mengembangkannya, simak penjelasan berikut.

Pengertian Effective Communication Skills

Effective communication adalah jenis komunikasi ketika pihak yang terlibat saling bertukar ide, pemikiran, data, pengetahuan dan pendapat dengan jelas dan mudah dipahami. Komunikasi ini harus jelas, benar, ringkas, dan mencakup kepedulian agar bisa disebut efektif.

Seseorang yang berkomunikasi dengan cara di atas berarti memiliki kemampuan komunikasi efektif. Ciri dari komunikasi yang efektif yaitu setiap orang yang terlibat mampu menyampaikan niat mereka dengan jelas sekaligus mendengarkan orang lain menyampaikan maksud mereka dengan saksama.

Berkomunikasi secara efektif melingkupi bentuk verbal, nonverbal, visual, mendengar, dan tulisan. Lalu, komunikasi efektif dapat terjadi secara langsung serta melalui telepon, internet, dan surat.

Mengapa Effective Communication Penting?

Bila Anda sering berkomunikasi di kehidupan sehari-hari atau profesional, effective communication skills sangat penting untuk Anda miliki. Beberapa alasannya yaitu:

Menghindari Konflik

Sering kali konflik terjadi karena komunikasi yang buruk. Adanya kesalahpahaman saat komunikasi menciptakan situasi yang tak bersahabat.

Komunikasi efektif dapat membantu Anda untuk menghindari konflik karena setiap pihak saling mendengarkan satu sama lain. Nantinya, dari sana, Anda dapat menemukan batasan-batasan yang dimiliki orang lain, menunjukkan empati terhadap sesama, dan mengerti sudut pandang yang berbeda.

Meningkatkan Kerja Sama Tim

Pada umumnya, perusahaan bergerak secara tim. Suatu tim dapat terdiri dari orang-orang dengan pendapat, gagasan, dan moral yang berbeda-beda. Penting bagi perusahaan untuk memastikan jika semuanya bisa bekerja sama dengan baik dalam tim.

Bila setiap anggota tim memiliki effective communication skills, mereka bisa berkolaborasi dengan lebih baik. Mereka akan mampu mengatasi tantangan dalam batasan dengan menemukan solusinya bersama. Anggota tim mampu menyuarakan berbagai ide serta memperbaiki kesalahan bersama karena saling berkomunikasi satu sama lain.

Membangun Kepercayaan

Kepercayaan adalah tombak dari segala hubungan. Tanpa adanya kepercayaan, hubungan berisiko hancur, entah itu hubungan pribadi atau profesional. Sudah ada banyak kasus ketika komunikasi tidak efektif meruntuhkan kepercayaan seseorang.

Dengan komunikasi yang efektif, Anda dapat membangun kepercayaan. Pasalnya, lewat komunikasi efektif, Anda akan menunjukkan empati, mampu mendengarkan orang lain secara aktif, dan memahami mereka.

Tidak hanya pada sesama rekan, pemimpin yang memiliki effective communication skills bisa mendapatkan kepercayaan dari pengikutnya. Jadi, orang-orang merasa dapat mengandalkan pemimpin.

Menyelesaikan Masalah

Ada kalanya seseorang tidak ingin berkompromi saat masalah muncul. Perilaku seperti itu akan membuat masalah makin runyam. Belum lagi orang-orang yang tidak bisa menyampaikan pendapat mereka dengan jelas; hal itu tentu dapat membuat orang lain salah paham dengan maksud mereka.

Jika memiliki effective communication skills, orang-orang yang terlibat masalah dapat saling membantu untuk mengidentifikasi inti masalah dan mencari solusi. Mereka mampu mengartikulasikan kekhawatiran yang dirasakan, memahami perbedaan cara berpikir, dan menciptakan lingkungan lebih transparan serta jujur.

Tips Mengembangkan Effective Communication Skills

Setelah mengetahui pentingnya effective communication skills, langkah berikutnya adalah mengembangkan kemampuan tersebut. Di sini ada beberapa tips untuk mengembangkannya:

Menyesuaikan dengan Lawan Bicara

Lihat siapa lawan bicara Anda. Apa mereka lebih tua? Teman seumuran? Atau atasan di tempat kerja? Anda perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan lawan bicara. Tidak mungkin Anda berbicara dengan orang yang lebih tua menggunakan kata-kata yang sama dengan teman.

Bukan itu saja, lihat juga latar belakang lawan bicara seperti tingkat pendidikan, pengalaman profesional, pendapatan, pemahaman tentang topik, dan lainnya. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi bagaimana orang lain menerima pesan Anda.

Menyampaikan Pesan dengan Jelas

Sampaikan pesan Anda dengan jelas tanpa meninggalkan keambiguan. Pesan yang jelas tidak akan membuat orang lain salah paham. Di samping itu, pesan tersebut juga harus dibuat dengan sederhana sehingga mudah dipahami siapa pun.

Terkadang seseorang hanya menyampaikan pesan setengah-setengah yang membuat lawan bicara bingung.  Hal seperti ini harus dihindari saat sedang mengasah kemampuan komunikasi efektif.

Jika Anda ingin menyampaikan beberapa poin, selesaikan poin pertama dengan lengkap lalu berpindah ke poin selanjutnya. Jangan menambahkan poin-poin yang tidak dibutuhkan.

Menerapkan Active Listening

Saat bercakap-cakap dengan orang lain, kita sering terbawa suasana dan terlalu fokus dengan apa yang dikatakan. Padahal, percakapan berjalan secara dua arah; Anda juga harus mendengarkan lawan bicara. Teknik active listening patut diterapkan untuk meningkatkan effective communication skills

Dalam active listening, Anda akan memberikan seluruh perhatian kepada lawan bicara. Anda pun tidak hanya fokus pada apa yang diucapkan, tetapi juga isyarat yang digunakan lawan bicara sampai pola pikir mereka. Pendengar aktif akan mudah menerima informasi lawan bicara tanpa ada yang terlewat.

Memperhatikan Kesadaran Emosional

Tidak bisa dimungkiri bahwa pendapat Anda dan lawan bicara mungkin berseberangan. Pada saat seperti ini, masing-masing bisa jadi mudah untuk terbawa emosi. Oleh karena itu, perhatikan kesadaran emosional agar Anda tidak berakhir frustrasi hingga marah-marah.

Mengasah effective communication skills turut membantu dalam mengelola emosi Anda. Bila sebelumnya Anda memikirkan pendapat sendiri, sekarang Anda turut memahami emosi orang lain dan berempati kepada mereka. Akibatnya, Anda bisa lebih terbuka dengan pendapat mereka serta mampu menyampaikan apa yang membuat Anda tak setuju dengan baik.

Mempertimbangkan Identitas Lawan Bicara

Tidak semua orang akan memiliki identitas yang sama dengan Anda. Perbedaan itu bisa berupa kepercayaan, kebudayaan, dan lain-lain. Satu hal yang wajar di kebudayaan Anda bisa berarti tidak sopan di kebudayaan orang lain. Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk mengikuti kebudayaan Anda begitu juga sebaliknya.

Maka dari itu, Anda perlu mempelajari identitas lawan bicara Anda. Cari tahu mengenai kepercayaan, tradisi, sampai latar belakang mereka seperlunya. Sebaiknya, Anda tidak termakan oleh stereotip dan asumsi mengenai identitas tertentu karena hal tersebut dapat menyinggung atau menimbulkan kesalahpahaman, bahkan konflik. Selalu buka pikiran Anda dan belajar dari orang-orang dengan identitas mereka.

Memberikan Pertanyaan

Percakapan yang harusnya dua arah bisa menjadi satu arah bila Anda tidak memberikan pertanyaan. Seseorang dengan effective communication skills mumpuni dapat memberikan pertanyaan bagus yang membuat percakapan terus mengalir.

Memberikan pertanyaan juga membantu dalam memahami lebih banyak isi percakapan sehingga terhindar dari kesalahpahaman. Berbagai pertanyaan yang diberikan itu harus sesuai dengan topik. Buat pertanyaan terbuka yang tidak dibalas dengan “ya” atau “tidak” supaya komunikasi tidak berhenti di tengah-tengah.

Memberikan dan Menerima Feedback

Kemajuan tak lepas dari kritik dan saran. Feedback dari orang lain membantu untuk mengetahui kelemahan Anda. Mendengar kritikan memang tidak mudah, tetapi kita tetap harus menerimanya agar kemampuan membaik. 

Selanjutnya, Anda juga memberikan feedback ke lawan bicara. Dengan begitu, mereka pun tahu kekurangan mereka saat berkomunikasi. Ini akan membuat komunikasi semakin efektif karena Anda dan lawan bicara saling memperbaiki kekurangan masing-masing.

Berikan feedback dengan sopan dan santun. Selain membuat mereka mudah menerima feedback Anda, mereka juga tahu bahwa Anda memiliki maksud baik.

Penutup

Effective communication skills memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Mengembangkan kemampuan tersebut memang tidak bisa dilakukan dengan cepat. Namun, bila tekun mengasahnya, Anda akan bisa menerapkan komunikasi efektif dengan optimal.