Organisasi yang ingin berkembang perlu mengerahkan usaha untuk membentuk high performance teams and employee engagement. Sumber daya manusia merupakan penggerak inovasi perusahaan. Karena itu, investasi untuk membentuk tim yang solid dan engaged sangatlah penting.
Apa Itu High Performance Team?
High performance team adalah kelompok yang giat mengembangkan organisasi melalui kinerjanya yang signifikan. Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Terdapat beberapa karakteristik dari kelompok dengan performa baik, yaitu:
- Berorientasi pada gol
- Berkomitmen terhadap rekan kerja
- Komitmen terhadap tujuan kelompok
- Kolaboratif dan saling mendukung dengan anggota tim
- Memiliki keterampilan yang tinggi atau ahli di bidangnya
- Mampu menghasilkan produk dengan standar yang tinggi
- Bersedia menerima kritik yang konstruktif
Ahli mengatakan bahwa sebuah tim akan efektif jika anggotanya tidak melebihi 8 orang. Jumlah individu yang terlalu banyak dalam satu tim akan mengganggu koordinasi, meningkatkan ketegangan antar-anggota, dan menurunkan produktivitas.
Terdapat tiga peran penting yang harus ada di dalam suatu kelompok, yaitu: action roles, people skills roles, dan intellectual roles. Action roles mencakup individu yang mengeksekusi rencana kelompok, sedangkan intellectual roles adalah pihak-pihak yang mengusulkan program. Individu dengan people skills melakukan manajemen kelompok.
Apa Itu Employee Engagement?
Employee engagement umumnya didefinisikan sebagai sejauh mana komitmen seorang individu untuk membantu organisasinya mencapai tujuan yang diangankan. Konsep ini mendeskripsikan keterikatan individu kepada organisasi dan misi yang dijalankan. Hal tersebut tercermin dalam pikiran, perasaan, maupun tindakan individu saat bekerja.
Menumbuhkan employee engagement merupakan hal yang penting bagi perusahaan karena memberikan manfaat sebagai berikut:
- Peningkatan kinerja yang signifikan
- Peningkatan pendapatan dan laba perusahaan
- Penurunan jumlah karyawan yang keluar dari organisasi
- Peningkatan kepuasan kerja
- Pengalaman konsumen yang lebih baik
- Peningkatan loyalitas konsumen terhadap brand
Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk mengukur employee engagement, seperti: kesejahteraan karyawan, tingkat turnover di dalam organisasi, tingkat absensi pegawai, produktivitas perusahaan, persentase pekerja yang memeroleh penghargaan atas kinerjanya, dan lain sebagainya.
Keterkaitan Antara High Performance Teams and Employee Engagement
High performance teams and employee engagement merupakan dua konsep yang berkaitan erat. Individu yang memiliki engagement terhadap pekerjaannya akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan di dalam timnya. Dia akan menunjukkan kinerja yang terbaik karena rasa keterikatan terhadap pekerjaannya.
Motivasi untuk menunjukkan usaha maksimal di dalam kelompok ini didasari oleh fakta bahwa individu memahami perannya dalam kelompok tersebut dan juga organisasi secara keseluruhan. Pemahaman akan fungsi individu dalam meraih tujuan membuat individu bekerja dengan lebih efisien.
Individu yang memiliki employee engagement tinggi pun memiliki komitmen yang lebih tinggi terhadap tim di mana dirinya ditempatkan. Ketika permasalahan muncul di dalam tim, individu pun lebih memilih untuk menyelesaikannya dengan cara yang produktif dibandingkan dengan mengandalkan emosi.
Apabila semua anggota di dalam kelompok memiliki tingkat engagement yang tinggi terhadap pekerjaan, kelompok tersebut akan menunjukkan kinerja berstandar tinggi dengan level konflik yang relatif rendah.
Tim semacam ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena mereka dapat menyelesaikan berbagai tantangan industri dengan lebih efektif. Mereka tidak mudah putus asa ketika dihadapkan dengan permasalahan yang rumit. Setiap anggota tim pun memahami peranannya dan saling membantu untuk menghadapi tantangan.
Peran Manajer untuk High Performance Teams
Pihak manajemen perusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk high performance teams and employee engagement. Berikut beberapa strategi yang disarankan untuk para manajer:
1. Mengimplementasikan SMART
Perusahaan harus menjelaskan visi yang ingin diraih kepada setiap karyawan. Visi tersebut harus bisa diturunkan menjadi gol-gol yang lebih operasional. Manajemen perusahaan sebaiknya mengimplementasikan konsep SMART di dalam menentukan gol yang ingin dicapai.
Konsep SMART mencakup:
- Specific; gol sifatnya fokus terhadap suatu isu.
- Measurable; gol dapat diukur dengan parameter-parameter tertentu.
- Achievable; target tidak mustahil untuk dicapai.
- Relevant; gol tersebut relevan dengan tujuan organisasi keseluruhan.
- Time-bound; gol harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.
Fungsi individu dengan peran people skills di dalam tim adalah memastikan bahwa seluruh anggota tim bekerja untuk mencapai gol yang sudah ditentukan, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
2. Komunikasi yang lancar dan praktis
Agar tim dapat menunjukkan kinerja yang baik, proses komunikasi di dalam organisasi tidak boleh berbelit-belit. Perusahaan harus menerapkan sistem komunikasi yang terstandar sehingga kegiatan komunikasi berjalan dengan efisien.
Sebagai contoh, perusahaan menentukan bahwa aplikasi WhatsApp digunakan untuk menyampaikan update dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, dan email resmi dari perusahaan digunakan untuk urusan yang sifatnya lebih formal (misalnya: berkorespondensi dengan stakeholder di luar perusahaan).
Adanya prosedur komunikasi yang jelas mencegah terjadinya salah paham antar-anggota tim. Karyawan tidak akan melewatkan berita penting yang berkaitan dengan pekerjaannya.
3. Dukung pengambilan keputusan di berbagai level
Manajer perlu memberikan kebebasan bagi karyawan untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tugasnya. Hal ini berarti bahwa karyawan tidak harus selalu menunggu persetujuan dari atasan ketika ada permasalahan yang urgen dan merupakan bagian dari tanggung jawabnya.
Sistem bekerja yang seperti ini membangun sense ownership (rasa kepemilikan), tanggung jawab, dan budaya saling percaya antar-anggota tim. Individu di dalam tim pun menjadi tidak segan untuk mengutarakan pendapatnya dan mengusulkan solusi permasalahan di hadapan manajemen.
Meskipun begitu, manajer harus memberikan batasan yang jelas mengenai keputusan seperti apa yang dapat dibuat dengan mandiri dan yang harus didiskusikan bersama dengan anggota kelompok lain.
4. Sistem reward untuk pencapaian individu dan tim
Perusahaan harus memberikan penghargaan kepada karyawan atas pencapaian yang telah diraih, baik secara individual maupun berkelompok. Penghargaan akan meningkatkan semangat karyawan dan mendorong mereka untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi.
Penghargaan perusahaan tidak harus diberikan ketika karyawan mencapai gol yang besar. Manajer dapat memberikan apresiasi jika karyawan berhasil mencapai key milestones, menunjukkan kinerja yang stabil, maupun menyelesaikan tugas sederhana dengan standar yang tinggi.
Bentuk apresiasi yang diberikan pun bermacam-macam. Anda dapat memuji karyawan yang berprestasi di hadapan rekan kerjanya, atau memberikan kompensasi yang sifatnya material.
5. Dukung pengembangan karyawan
Tim yang memiliki kinerja baik adalah tim yang senantiasa bertumbuh. Salah satu karakteristik high performance team adalah ambisi untuk terus berkembang. Karena itulah perusahaan sebaiknya mengakomodasi kebutuhan mereka untuk belajar mengenai hal baru di dalam industrinya.
Kesempatan untuk mengembangkan diri, seperti pelatihan maupun mentoring, akan membuat karyawan merasa lebih termotivasi dan siap untuk menjalankan tugasnya. Kesempatan semacam ini harus disediakan oleh semua karyawan.
Hal terpenting adalah memberikan penawaran yang benar-benar diinginkan karyawan. Karena karyawan sehari-hari berkutat dengan kegiatan operasional perusahaan, dia akan lebih paham mengenai pelatihan apa yang dibutuhkan. Dengarkan masukan dari karyawan-karyawan Anda.
Untuk membangun high performance teams and employee engagement, perusahaan harus sensitif terhadap dinamika yang terjadi di dalam organisasi. Hal ini termasuk memahami kelebihan dan kekurangan dari tim.
Sumber:
https://eletive.com/blog/measure-employee-engagement/
https://www.frankli.io/post/connecting-employee-engagement-and-performance
https://www.quantumworkplace.com/future-of-work/characteristics-of-high-performing-teams
https://www.thomas.co/resources/type/hr-blog/how-build-high-performance-teams
