Strategi Conflict Resolution dalam Organisasi (Cegah Masalah Berkepanjangan)

Strategi Conflict Resolution dalam Organisasi (Cegah Masalah Berkepanjangan)

Konflik merupakan sesuatu yang tidak terelakkan dalam organisasi. Setiap organisasi harus menerapkan strategi conflict resolution yang baik untuk mencegah masalah yang berkepanjangan. Keberlangsungan organisasi sangat tergantung dari kemampuan tersebut.

Dampak Konflik yang Tidak Diselesaikan

Conflict resolution wajib dilakukan di dalam organisasi karena dampak konflik yang tidak terselesaikan cukup fatal.

1. Iklim kerja tidak kondusif

Individu di dalam organisasi yang sedang berkonflik akan merasa kurang nyaman ketika berada di lingkungan kantor. Bisa jadi karena interaksi negatif dengan kolega atau hambatan penyelesaian tugas. Hal ini pun berlaku pada individu yang tidak terlibat secara langsung dengan konflik tersebut.

2. Kepuasan kerja menurun

Akibat iklim kerja yang tidak kondusif, tingkat kepuasan kerja seseorang bisa menurun. Apabila dibiarkan terus-menerus, banyak pekerja yang akan mengundurkan diri dari organisasi. Tingkat turnover yang tinggi menjadi masalah baru bagi pihak manajemen.

3. Produktivitas menukik tajam

Konflik yang tidak terselesaikan mengakibatkan banyak tugas di dalam organisasi yang terbengkalai. Belum lagi jika banyak pekerja mengundurkan diri. Akibatnya, produktivitas perusahaan menurun tajam. Hal ini nantinya berdampak pada profitabilitas perusahaan itu.

Strategi Conflict Resolution

Terapkan strategi-strategi berikut untuk menyelesaikan konflik di dalam organisasi Anda:

1. Identifikasi masalah

Langkah conflict resolution pertama adalah menyadari bahwa memang ada masalah di dalam organisasi. Setelah itu, Anda bisa mulai mengidentifikasi akar permasalahan dan pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik tersebut. Lakukan proses investigasi dengan perlahan dan tidak gegabah.

Mendefinisikan akar permasalahan konflik sangat penting di langkah awal ini. Ada beberapa penyebab utama terjadinya konflik di tempat kerja, seperti:

  • Komunikasi yang buruk
  • Kurangnya keterampilan individu-individu tertentu di organisasi
  • Penyampaian informasi terhambat
  • Sistem kerja remote
  • Perbedaan nilai antara anggota organisasi

2. Lakukan pertemuan tertutup

Ketika Anda sudah berhasil mengidentifikasi asal-muasal masalah, Anda perlu mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Pastikan bahwa pertemuan tersebut bersifat netral, tertutup, dan aman. Tempatkan diri Anda sebagai mediator yang tidak berpihak.

Mediator harus menerapkan pendekatan yang positif dan asertif. Akan lebih baik jika Anda memberikan aturan saat pertemuan tersebut untuk memastikan bahwa masing-masing pihak saling mendengarkan satu sama lain. Cara ini akan membuat pihak yang bersengketa merasa diterima oleh organisasi dan koleganya.

3. Buat tujuan dan rencana yang jelas

Setelah masing-masing pihak saling mengutarakan pikiran dan perasaannya, langkah berikutnya adalah membuat tujuan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Tujuan tersebut harus didesain dengan rencana yang jelas. Adanya tujuan bersama ini membuat proses conflict resolution lebih mudah.

Anda perlu memahami bagaimana tendensi individu dalam menghadapi konflik untuk merancang resolusi secara optimal. Pastikan bahwa solusi yang Anda tawarkan mengakomodasi kebutuhan semua pihak karena hal tersebut penting untuk kohesivitas organisasi.

4. Lakukan evaluasi

Penetapan tujuan bersama bukanlah langkah akhir dalam resolusi. Anda perlu terus memantau proses penyelesaian masalah untuk memastikan bahwa solusi yang diberikan berhasil. Jika perlu, jadwalkan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan progres penyelesaian konflik.

Sebaiknya, rapat evaluasi pertama dijadwalkan sekitar dua minggu setelah solusi diputuskan. Jarak waktu tersebut memberikan kesempatan kepada individu untuk mencoba apakah solusi tersebut efektif. Mediator perlu mendorong pihak terkait untuk jujur mengungkapkan pendapat tentang solusi yang ditawarkan.

Manajer bisa menerapkan strategi penyelesaian masalah yang lampau untuk masalah serupa di masa kini.  Tentunya hal tersebut dilakukan dengan beberapa penyesuaian. Conflict resolution adalah suatu proses yang berkesinambungan. Organisasi harus bisa beradaptasi dengan berbagai dinamika di dalamnya.

Persuasive Communication, Kunci Kesuksesan Seorang Pemimpin

Persuasive Communication, Kunci Kesuksesan Seorang Pemimpin

Ada berbagai keterampilan yang harus Anda pelajari ketika berada di dalam dunia kerja. Salah satu keterampilan terpenting, terutama jika Anda menduduki posisi pemimpin atau memiliki aspirasi ke arah sana, adalah persuasive communication.

Pentingnya Melakukan Persuasi

Individu yang persuasif adalah yang memiliki kemampuan untuk membuat orang lain tertarik akan gagasan, pendekatan, maupun produk yang ia tawarkan. Di dalam konteks organisasi, pemimpin yang persuasif mampu memengaruhi bawahannya secara efektif.

Pemimpin yang bisa melakukan persuasive communication akan mengomunikasikan visinya kepada bawahan. Bawahan tidak hanya melakukan pekerjaan karena hal tersebut sudah tugas mereka, melainkan juga karena mereka meyakini visi yang telah dikomunikasikan oleh pemimpin.

Organisasi yang anggotanya menginternalisasi visi dan misi pemimpin memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk bekerja. Alasannya adalah para anggota memiliki tujuan yang sama. Produktivitas organisasi pun akan meningkat secara signifikan.

Atmosfer yang diciptakan di dalam lingkungan kerja pun menimbulkan rasa nyaman bagi para anggotanya. Baik pemimpin maupun anggota akan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi satu sama lain. Hal tersebut juga dapat mendorong karyawan untuk mengembangkan potensi-potensi di dalam dirinya.

Ada tips yang bisa Anda terapkan jika ingin melakukan persuasi dengan lebih efektif, yaitu:

  • Menetapkan tujuan sebelum mulai berbicara.
  • Pahami audiens dan aspirasi mereka.
  • Gunakan data dan pengalaman Anda untuk meningkatkan kredibilitas.
  • Manfaatkan komunikasi nonverbal dengan optimal.
  • Jadi diri sendiri saat menyampaikan pesan.

Keterampilan yang Perlu Dilatih dalam Persuasive Communication

Jika Anda ingin melakukan persuasive communication secara efektif, latihlah keterampilan-keterampilan berikut:

1. Emotional intelligence

Pemimpin yang persuasif adalah yang mampu memahami bawahannya. Kapasitas ini harus didukung dengan inteligensi emosi yang baik. Inteligensi emosi adalah kemampuan untuk memahami, mengatur, dan menggunakan emosi secara positif.

Anda bisa melatih inteligensi emosi dengan berusaha mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, belajar berempati, berpikiran terbuka, dan mendengarkan masukan orang lain.

2. Kemampuan mendengarkan

Sebelum Anda didengarkan oleh orang lain, Anda harus belajar mendengarkan dengan baik. Terapkan kemampuan mendengarkan aktif jika Anda ingin menjadi orang yang persuasif.

Kemampuan mendengarkan aktif atau active listening mencakup fokus penuh saat orang lain berbicara, pemahaman akan materi yang dibicarakan, kemampuan merespons perkataan orang lain dengan tepat, dan mengingat pesan yang disampaikan.

3. Logika

Persuasi akan sukses jika disampaikan berdasarkan dengan logika yang baik. Logika merupakan komponen penting dalam persuasi karena untuk menarik perhatian orang kepada gagasan Anda diperlukan argumen yang jelas dan terstruktur.

Apabila logika dalam argumen Anda baik, orang-orang akan makin yakin dengan kredibilitas gagasan yang disajikan. Hal tersebut juga meminimalisasi kritik.

4. Kemampuan negosiasi

Kemampuan negosiasi yang baik merupakan salah satu keterampilan penting. Orang yang bisa bernegosiasi dengan baik lebih tepat sasaran dalam menyampaikan gagasannya. Hal tersebut membantu orang tersebut memengaruhi orang lain untuk mengadopsi gaya pikirnya.

Kemampuan ini juga penting dalam membangun relasi dengan orang lain, yang merupakan kunci dari kesuksesan persuasi. Selain itu, Anda bisa melakukan negosiasi untuk menyelesaikan konflik secara optimal.

5. Bahasa tubuh

Bahasa tubuh merupakan komponen komunikasi persuasif yang sering dilupakan. Bayangkan jika Anda tidak berdiri tegak dan cenderung menghindari kontak mata dengan audiens saat berbicara. Audiens akan kehilangan kepercayaan pada Anda.

Belajarlah untuk mengontrol bahasa tubuh Anda, terutama jika berbicara di depan publik. Berdirilah dengan tegak, tetapi tetap menunjukkan ramah-tamah melalui senyuman.

Kesuksesan seorang pemimpin salah satunya ditentukan oleh persuasive communication. Pemimpin yang ideal mampu memotivasi karyawannya untuk berkembang ke arah yang lebih baik, dari sisi personal maupun profesional.

Sering Diabaikan! Pentingnya Nonverbal Communication di Perusahaan

Sering Diabaikan! Pentingnya Nonverbal Communication di Perusahaan

Perusahaan yang mampu mewujudkan visinya adalah perusahaan dengan sistem komunikasi yang baik, secara top-down maupun bottom-up. Ada berbagai komponen komunikasi yang harus diperhatikan untuk kesuksesan organisasi, salah satunya adalah nonverbal communication.

Ragam Bentuk Komunikasi Nonverbal

Nonverbal communication merupakan semua bentuk komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan kata-kata atau bisa juga disebut komunikasi tidak lisan. Bentuk komunikasi ini sangat beragam, mulai dari ekspresi wajah, nada bicara, gerakan tubuh, hingga jarak dengan lawan bicara.

Sebagai contoh, Anda sedang diajak berbincang dengan kolega ketika mendekati jam pulang kantor. Secara tidak sadar, Anda mungkin menunjukkan gelagat seperti berkali-kali melirik ke arah jam atau pintu. Lawan bicara kemungkinan akan menangkap sikap Anda dan menghentikan diskusi.

Menurut ahli, 80% pesan disampaikan secara nonverbal, sedang sisanya disampaikan dengan verbal. Temuan tersebut menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan komunikasi nonverbal dalam berbagai konteks.

Mengapa Bentuk Komunikasi Ini Penting?

Ada berbagai manfaat yang bisa dituai jika Anda menerapkan nonverbal communication dengan tepat:

1. Menjalin hubungan baik dengan orang lain

Seorang yang mampu berkomunikasi secara nonverbal dengan baik lebih sensitif terhadap pikiran maupun perasaan lawan bicaranya. Keterampilan tersebut membuatnya mampu berkomunikasi secara lebih efektif. Selain memastikan bahwa pesan tersampaikan dengan baik, kemampuan ini menunjukkan empati Anda.

2. Meningkatkan self-esteem

Kemampuan berkomunikasi nonverbal yang baik juga membantu individu menjadi lebih self-aware atau sadar akan dirinya sendiri. Anda akan belajar untuk mengontrol perilaku atau perkataan sendiri. Hal ini membuat Anda lebih percaya diri ketika berada di dalam situasi sosial.

3. Mendorong prospek karier

Keterampilan mendengarkan secara aktif memiliki peran dalam mendorong prospek karier Anda. Atasan cenderung menilai karyawan yang memiliki keterampilan ini sebagai individu yang bisa diandalkan. Individu yang mendapat penilaian tersebut lebih mungkin ditawari kesempatan-kesempatan kerja baru.

Langkah Melatih Nonverbal Communication

Latih nonverbal communication Anda dengan menerapkan strategi-strategi berikut:

1. Perhatikan perilaku Anda sendiri

Perhatikan gerakan tubuh yang Anda buat ketika merasa senang maupun kesal. Ingat bagaimana perubahan nada suara Anda ketika emosi tertentu meluap. Sangat penting untuk memahami kebiasaan nonverbal yang kita buat sendiri jika ingin menjadi komunikator yang efektif. Hal ini membantu Anda mengontrol diri lebih baik.

2. Amati perilaku orang lain

Selain melihat ke diri sendiri, komunikasi nonverbal yang efektif juga harus didasari oleh pemahaman akan orang lain. Anda perlu fokus dengan lawan bicara dan menangkap apa yang tidak mereka sampaikan secara lisan. Amati ekspresi wajah, nada bicara, maupun gerak tubuh mereka untuk menangkap pesan tersirat.

3. Berpikir sebelum bertindak

Dalam berbagai konteks, terutama di dunia kerja, berpikir sebelum bertindak merupakan semboyan yang wajib diterapkan. Ketika emosi Anda meluap, terkadang perbuatan seperti mengentakkan kaki atau membuang muka muncul begitu saja. Latih diri Anda untuk menenangkan emosi dan berpikir sebelum bertindak.

4. Jangan ragu melakukan konfirmasi

Anda juga perlu menyadari bahwa komunikasi nonverbal antara budaya satu dengan yang lainnya berbeda. Di negara multikultural seperti Indonesia, hal ini bisa mengakibatkan kesalahpahaman hingga konflik. Jika Anda tidak yakin dengan ekspresi nonverbal seseorang, lakukan konfirmasi secara lisan.

Ada banyak hal yang bisa Anda latih untuk berkomunikasi secara nonverbal dengan lebih baik. Orang-orang disarankan untuk menegakkan postur, mempertahankan kontak mata dengan lawan bicara, menghindari gerakan tubuh yang berlebihan, dan tersenyum.

Nonverbal communication dalam konteks perusahaan sering diabaikan, padahal hal ini merupakan cara untuk membangun koneksi antar anggota organisasi. Latihlah terus kemampuan ini!

Agile and Strategic Management di Era Disrupsi

Agile and Strategic Management di Era Disrupsi

Di era disrupsi ini, bisnis membutuhkan strategi yang lebih mumpuni untuk tetap kompetitif dan relevan. Salah satu pendekatan yang penting untuk diimplementasikan adalah Agile Management dan Strategic Management yang bisa juga disebut sebagai Agile and Strategic Management.

Agile Management adalah suatu pendekatan manajemen yang menekankan fleksibilitas, adaptabilitas, dan kolaborasi dalam pengembangan produk atau layanan. Ini melibatkan siklus pengembangan yang iteratif dan inkremental, di mana tim bekerja dalam periode waktu singkat yang disebut sprint untuk menghasilkan potongan-potongan fungsional dari produk yang dapat segera digunakan atau diuji.

Sementara itu, Strategic Management adalah proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi keputusan dan tindakan organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Ini melibatkan identifikasi tujuan dan sasaran strategis, analisis lingkungan eksternal dan internal, serta pengembangan rencana tindakan untuk mencapai keunggulan kompetitif dan pertumbuhan jangka panjang. Bagaimana cara menyatukan keduanya untuk bisa bertahan di era disrupsi ini?

Cara Menyatukan Agile and Strategic Management

Menyatukan Agile and Strategic Management membutuhkan pergeseran pola pikir dan perubahan budaya organisasi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Membangun Visi dan Misi yang Jelas

Visi dan misi yang jelas memberikan arah dan tujuan bagi organisasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua inisiatif Agile and Strategic Management selaras dengan tujuan strategis organisasi.

Membuat Roadmap Strategis

Roadmap strategis adalah peta jalan yang menunjukkan bagaimana organisasi akan mencapai tujuan strategisnya. Roadmap ini harus fleksibel dan dapat diubah agar sesuai dengan perubahan pasar dan kondisi internal.

Membagi Tujuan Strategis Menjadi Sasaran yang Lebih Kecil

Sasaran yang lebih kecil dan terukur lebih mudah dikelola dan dilacak kemajuannya. Sasaran ini juga dapat diprioritaskan berdasarkan urgensinya dan dampaknya terhadap tujuan strategis.

Menerapkan Prinsip-Prinsip Agile

Prinsip-prinsip Agile seperti kolaborasi, umpan balik, dan adaptasi dapat membantu organisasi untuk lebih responsif terhadap perubahan dan lebih cepat dalam berinovasi.

Menggunakan Alat dan Metodologi Agile

Alat dan metodologi Agile seperti Scrum dan Kanban dapat membantu organisasi untuk memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, melacak kemajuan, dan mengidentifikasi risiko dan hambatan.

Membudayakan Komunikasi dan Kolaborasi

Komunikasi dan kolaborasi yang terbuka dan transparan sangat penting untuk menyatukan Agile dan Strategic Management. Semua tim dan individu dalam organisasi harus terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan harus merasa diberdayakan untuk berkontribusi.

Belajar dan Beradaptasi Secara Berkelanjutan

Organisasi yang sukses adalah organisasi yang terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Penting untuk secara teratur meninjau kemajuan dan membuat penyesuaian pada strategi dan proses Agile.

Penerapan Agile and Strategic Management

Agile and Strategic Management dapat diterapkan di berbagai industri dan organisasi di tahapan/proses yang berbeda. Berikut beberapa contoh penerapannya:

Pengembangan Perangkat Lunak

Dalam pengembangan perangkat lunak, Agile Management memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna dan pasar dengan cepat. Mereka bekerja dalam iterasi pendek untuk menghasilkan versi yang dapat digunakan dari produk secara berkala.

Sementara itu, Strategic Management membantu dalam merumuskan visi jangka panjang untuk produk tersebut, mengidentifikasi tren pasar, dan menetapkan arah strategis yang sesuai dengan tujuan bisnis organisasi.

Pemasaran

Dalam pemasaran, Agile Management dapat diterapkan dalam pengembangan kampanye pemasaran dengan menggunakan pendekatan percobaan dan iterasi. Tim pemasaran dapat dengan cepat menguji berbagai strategi dan taktik untuk melihat mana yang paling efektif dalam mencapai target audiens.

Di sisi lain, Strategic Management membantu dalam merumuskan rencana pemasaran jangka panjang yang sejalan dengan tujuan bisnis dan visi merek, serta dalam mengidentifikasi peluang pasar yang berpotensi.

Manajemen Produk

Dalam manajemen produk, Agile Management memungkinkan tim untuk merespons umpan balik pelanggan dengan cepat dan terus-menerus meningkatkan fitur dan fungsionalitas produk. Sementara itu, Strategic Management membantu dalam mengarahkan pengembangan produk ke arah yang sesuai dengan visi dan strategi perusahaan, serta dalam mengidentifikasi segmen pasar yang paling menjanjikan untuk produk tersebut.

Operasi

Dalam operasi, Agile Management dapat diterapkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan responsivitas dalam merespons perubahan permintaan atau kondisi pasar. Tim operasi dapat menggunakan metodologi Agile untuk merencanakan dan mengeksekusi proyek-proyek operasional dengan lebih efisien.

Di sisi lain, Strategic Management membantu dalam merumuskan strategi operasional yang mendukung tujuan bisnis jangka panjang, serta dalam mengelola risiko dan sumber daya secara efektif.

Tantangan dalam Menyatukan Agile and Strategic Management

Menyatukan Agile dan Strategic Management juga memiliki sejumlah tantangan. Berikut beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan yang mengimplementasikannya:

  • Perubahan budaya. Budaya organisasi yang tradisional mungkin tidak mendukung prinsip-prinsip Agile. Diperlukan upaya untuk mengubah budaya organisasi agar lebih kolaboratif, fleksibel, dan adaptif
  • Kurangnya keterampilan dan pengalaman. Tim mungkin tidak memiliki keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk menerapkan Agile dan Strategic Management secara efektif. Diperlukan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kemampuan tim
  • Kurangnya alat dan metodologi yang tepat. Organisasi mungkin tidak memiliki alat dan metodologi yang tepat untuk mendukung penerapan Agile dan Strategic Management. Diperlukan investasi dalam teknologi dan sumber daya untuk mengatasi hal ini
  • Kurangnya komunikasi dan kolaborasi. Kurangnya komunikasi dan kolaborasi dapat menghambat efektivitas penerapan Agile dan Strategic Management. Penting untuk membangun budaya komunikasi dan kolaborasi yang terbuka dan transparan.

Tips Menerapkan Agile and Strategic Management

Untuk menerapkan Agile dan Strategic Management secara efektif, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut ini!

  • Mulai dari yang kecil. Jangan mencoba menerapkan Agile dan Strategic Management ke seluruh organisasi sekaligus. Mulailah dengan proyek atau tim pilot untuk membuktikan konsepnya dan kemudian skalakan ke seluruh organisasi
  • Libatkan semua pemangku kepentingan. Penting untuk melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses penerapan Agile dan Strategic Management. Hal ini akan membantu untuk mendapatkan dukungan dan komitmen dari semua pihak
  • Berkomunikasi secara terbuka dan transparan. Penting untuk berkomunikasi secara terbuka dan transparan tentang kemajuan dan tantangan yang dihadapi. Hal ini akan membantu untuk membangun kepercayaan dan dukungan untuk inisiatif Agile dan Strategic Management
  • Belajar dan beradaptasi secara berkelanjutan. Organisasi yang sukses adalah organisasi yang terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Penting untuk secara teratur meninjau kemajuan dan membuat penyesuaian pada strategi dan proses Agile.

Agile dan Strategic Management adalah kunci untuk bertahan di era disrupsi ini. Dengan menggabungkan fleksibilitas Agile dan visi jangka panjang Strategic Management, organisasi dapat menghadapi perubahan dengan cepat dan mengembangkan strategi yang relevan. Melalui langkah-langkah seperti membangun visi yang jelas, menerapkan prinsip-prinsip Agile, dan berkomunikasi secara terbuka, perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Pentingnya Succession Planning bagi Keberlanjutan Bisnis Anda

Pentingnya Succession Planning bagi Keberlanjutan Bisnis Anda

Salah satu cara menjamin kelangsungan bisnis adalah memiliki succession planning atau rencana penunjukan penerus. Hal ini dilakukan ketika seorang pemimpin tidak lagi meneruskan tugasnya karena suatu hal, misalnya kematian, pensiun, perubahan struktur, dan sebagainya.

Karena perannya yang penting, strategi suksesi harus direncanakan dengan baik. Informasi berikut bisa menjadi panduan Anda dalam memulainya.

Elemen Utama dalam Succession Planning

Setiap strategi succession planning wajib memiliki elemen berikut:

  • Identifikasi Peran

Proses identifikasi peran sangat penting dalam rencana suksesi karena menyangkut respons tepat demi menjaga kepentingan bisnis. Identifikasi peran yang harus ada di dalam pemimpin baru menyertakan berbagai standar perilaku, keahlian, dan wawasan. Hasilnya kemudian dijadikan patokan untuk memilih kandidat.

Salah satu pertanyaan penting dalam identifikasi peran adalah: posisi apa yang akan menyulitkan perusahaan jika dibiarkan kosong? Pertanyaan ini bisa membantu membuat skala prioritas agar bisa segera memilih pemimpin baru.

  • Seleksi Bakat-Bakat dalam Tubuh Perusahaan

Kriteria peran penting yang telah ditentukan sebelumnya kemudian menjadi patokan untuk menemukan kandidat penerus utama. Selain kriteria, pencarian kandidat dalam succession planning melibatkan analisis mendalam terkait karakteristik pribadi, pengalaman, dan kinerja mereka.

Misalnya, apakah kandidat tersebut mampu menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan? Apakah dia memiliki kemampuan untuk mengelola insan perusahaan dengan berbagai latar belakang? Apakah kandidat mampu beradaptasi dengan peran dan situasi baru? Pertanyaan ini wajib menjadi pertanyaan saat menyeleksi kandidat.

  • Menjamin Efisiensi Kerja setelah Peran Berganti

Langkah penggantian kepemimpinan tidak berhenti setelah kandidat baru terpilih. Pemimpin yang baru harus mampu beradaptasi dengan perannya dan menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tuntutan yang telah disepakati.

Tergantung tingkat urgensinya, perusahaan bisa menerapkan beberapa kandidat sekaligus. Misalnya ada “pemimpin darurat” yang harus langsung mengelola perusahaan, kandidat jangka pendek yang siap memerintah setelah satu atau dua tahun, dan kandidat utama yang harus melalui tiga hingga lima tahun masa persiapan.

Mengapa Succession Planning Harus Ada?

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan wajib membuat succession planning. Contohnya sebagai berikut:

  • Memotivasi Karyawan

Rencana suksesi memastikan perusahaan selalu memiliki kandidat untuk mengisi posisi penting tertentu. Hal ini bisa menjadi motivasi karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan menunjukkan prestasi.

  • Melakukan Transfer Pengetahuan dan Keahlian

Posisi kepemimpinan tertentu biasanya juga menuntut pengetahuan dan keahlian khusus. Dengan succession planning, perusahaan bisa memastikan bahwa keduanya diturunkan ke orang yang tepat. Hal ini penting untuk kelangsungan bisnis, terutama jika keahlian dan pengetahuan tersebut sangat spesifik atau tidak dikuasai sembarang orang.

  • Mencegah Adanya Power Struggle dalam Perusahaan

Ketika suatu posisi penting mendadak kosong karena suatu hal, power struggle yang menyusul bisa mengganggu kinerja bisnis. Harmoni perusahaan juga bisa terganggu sehingga pekerjaan tidak bisa berlangsung maksimal.

Rencana suksesi menyediakan langkah-langkah praktis untuk segera mengisi posisi dan mengatur kelancaran kerja. Tidak ada kesempatan bagi power struggle untuk terjadi dan mengacaukan situasi.

  • Mencegah Kekacauan saat Kepemimpinan Berganti

Terkait poin sebelumnya, kepemimpinan yang berganti bisa mengancam kelangsungan perusahaan, apalagi jika terjadi mendadak. Adanya rencana suksesi bisa membantu perusahaan mengendalikan keadaan sehingga mencegah kekacauan. Para insan perusahaan pun bisa lebih tenang bekerja karena sudah ada sosok yang bisa mengendalikan situasi.

Kepemimpinan dalam perusahaan bisa berganti karena suatu sebab. Oleh karena itu, memiliki succession planning sangat penting untuk menjaga kelangsungannya. Menyiapkan kandidat potensial lewat pelatihan leadership seperti yang ditawarkan Peopleshift bisa membantu perusahaan terus berjalan dengan baik setelah pergantian kepemimpinan.

Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan dari seberapa banyak penjualan yang dicapai atau seberapa besar awareness masyarakat saja, tetapi bagaimana perusahaan itu mampu mengelola hubungan yang baik dengan semua pihak terkait secara berlanjut. Semua itu bisa dilakukan dengan adanya stakeholder engagement yang tepat.

Stakeholder engagement, atau keterlibatan pemangku kepentingan, merupakan sebuah konsep di mana para pemangku turut dilibatkan dalam manajemen proyek dan pengembangan tim di perusahaan. Keterlibatan ini tidak hanya sekadar dalam rapat, tetapi juga dalam menentukan strategi dan arah kebijakan ke depannya.

Keterlibatan yang tepat dan kolaboratif dari semua pihak yang memiliki kepentingan dalam sebuah proyek atau tim dapat membuat perusahaan  dengan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan dan juga menghindari kesalahpahaman atau perbedaan persepsi.

Lalu, apa manfaatnya dalam pengelolaan tim, serta bagaimana cara yang tepat untuk bisa menerapkan stakeholder engagement  yang sehat di perusahaan? Mari kita bahas.

Memahami Pengertian Stakeholder Engagement

Stakeholder engagement merupakan proses identifikasi pemahaman dan tujuan yang melibatkan semua stakeholders terkait dalam proyek. Para pemangku kepentingan ini bisa meliputi klien, karyawan, mitra bisnis, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam keberhasilan suatu proyek atau tim.

Keterlibatan stakeholder melibatkan komunikasi dua arah yang efektif, mendengarkan kebutuhan dan saran mereka, serta mengintegrasikan feedbacks mereka ke dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Keterlibatan ini bisa memberikan berbagai perspektif dan meminimalkan risiko ketidakpuasan atau dispute yang akan terjadi di depan.

Apa Manfaat Stakeholder Management dalam Tim?

Stakeholder engagement dapat memberikan sejumlah manfaat yang penting bagi pengembangan tim. Keterlibatan yang tepat sasaran dari stakeholder memungkinkan tim untuk memahami dengan lebih baik kebutuhan dan harapan mereka.

Hal tersebut dapat membantu tim bekerja dengan lebih efektif, menghindari kesalahan yang dapat mengganggu kinerja dalam proyek, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan stakeholders terkait.

Selain itu, keterlibatan stakeholder juga dapat meningkatkan tingkat dukungan dan keterlibatan mereka dalam proyek atau tim. Ketika para pemangku kepentingan merasa didengar dan dipertimbangkan, mereka cenderung lebih terlibat dan berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan tim.

Hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan membangun hubungan yang lebih kuat antara tim dan pemangku kepentingan.

Bagaimana Menerapkan Stakeholder Engagement yang Tepat Bagi Kemajuan Tim?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan stakeholder engagement yang tepat bagi kemajuan tim. Mari simak di sini.

Mengenali Prioritas

Untuk memajukan sebuah tim, keterlibatan stakeholder harus dilakukan dengan tepat dan efektif. Salah satu langkah penting dalam mencapai hal ini adalah dengan mengidentifikasi dan memprioritaskan pemangku kepentingan mana saja yang paling relevan dan berpengaruh bagi proyek atau tim.

Dengan langkah ini, tim dapat berfokus pada upaya mereka untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan yang paling penting.

Pola Komunikasi yang Tepat

Komunikasi yang terbuka dan transparan juga merupakan kunci penting dalam menjaga keterlibatan stakeholder yang efektif. Tim harus secara teratur berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, memberikan pembaruan tentang kemajuan proyek dan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk memberikan feedback dan juga kritik yang membangun.

Dengan demikian, tim Anda dapat memastikan bahwa semua pihak tetap terinformasi penuh dan turut serta dalam proses pengambilan keputusan.

Dengarkan Kritik dan Saran

Penting juga untuk Anda dan tim mempertimbangkan kebutuhan, kritik, serta saran dari setiap pemangku kepentingan. Untuk bisa mengoptimalkan hal ini, Anda dapat mengadopsi pendekatan yang berbeda dalam berkomunikasi dengan mereka, menyediakan hal yang mereka butuhkan seperti operational support misalnya, dan juga mengajak mereka untuk berdiskusi.

Jangan biarkan kritik, saran, dan permintaan mereka hanya terhenti begitu saja sebagai wacana. Anda bisa melibatkan analis dan pengolah data untuk membantu Anda merangkum semua kritik, saran, dan diskusi untuk bisa menghasilkan result yang lebih ilmiah dan terperinci.

 

Stakeholder engagement yang tepat tidak hanya dapat membuat proyek berjalan dengan mulus, tetapi dapat menciptakan sinergi dan harmonisasi bagi semua pihak jika diterapkan dengan tepat.

Mau Mengadakan Creativity Workshop? Simak Tipsnya!

Mau Mengadakan Creativity Workshop? Simak Tipsnya!

Workshop atau lokakarya adalah salah satu media yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi. Salah satu jenis workshop yang bisa Anda selenggarakan adalah creativity workshop.

Pengertian Creativity Workshop

Creativity workshop adalah sesi kolaboratif yang dirancang untuk memicu ide-ide baru, mengatasi hambatan kreatif, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Ini adalah lingkungan terstruktur yang mendorong inovasi dan membantu peserta untuk memanfaatkan potensi kreatif peserta. Simak beberapa tips melaksanakan creativity workshop berikut ini!

  • Tentukan Tujuan

Sebelum memulai, penting untuk menentukan tujuan lokakarya secara jelas. Apa yang ingin Anda capai? Apakah Anda ingin menghasilkan ide-ide baru untuk produk, memecahkan masalah yang kompleks, atau meningkatkan keterampilan pemecahan masalah tim? Memiliki tujuan yang jelas akan membantu Anda memilih format yang tepat, memilih alat dan bahan yang sesuai, dan mengukur keberhasilan lokakarya.

  • Pilih Target Audiens yang Tepat

Peserta lokakarya harus memiliki minat dan tujuan yang sama. Pertimbangkan tingkat pengalaman, keahlian, dan latar belakang mereka saat memilih peserta. Pastikan untuk mengundang orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru dan yang bersedia berkolaborasi dengan orang lain.

  • Pilih Fasilitator yang Berpengalaman

Fasilitator memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di mana peserta merasa bebas untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Pilihlah fasilitator yang memiliki pengalaman dalam memimpin lokakarya kreativitas dan yang memiliki keterampilan interpersonal yang baik.

  • Buat Agenda yang Menarik

Agenda lokakarya harus terstruktur dengan baik dan mencakup berbagai kegiatan yang menarik dan interaktif. Pastikan untuk memasukkan waktu untuk brainstorming, pemecahan masalah, dan berbagi ide. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memasukkan kegiatan membangun tim atau ice breaking, yang bertujuan membantu peserta mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

  • Sediakan Ruang yang Nyaman dan Kreatif

Ruang lokakarya harus nyaman, inspiratif, dan bebas dari gangguan. Pilihlah ruangan yang memiliki banyak cahaya alami, ventilasi yang baik, dan furnitur yang nyaman. Anda juga dapat menambahkan dekorasi kreatif untuk mendorong pemikiran kreatif.

  • Gunakan Berbagai Alat dan Bahan

Gunakan berbagai alat dan bahan untuk membantu peserta menghasilkan ide-ide baru. Ini dapat mencakup papan tulis, spidol, catatan tempel, Lego, plastisin, atau bahkan bahan-bahan daur ulang. Semakin kreatif alat dan bahannya, semakin besar kemungkinan peserta akan menghasilkan ide-ide yang tidak biasa.

  • Berikan Waktu untuk Istirahat dan Bersosialisasi

Penting untuk memberikan waktu bagi peserta untuk beristirahat dan bersosialisasi selama lokakarya. Ini akan membantu mereka untuk menyegarkan diri dan kembali dengan energi baru. Anda dapat menyediakan waktu untuk camilan dan minuman, atau Anda dapat mengatur kegiatan singkat untuk membangun tim.

Itulah berbagai tips yang bisa Anda terapkan untuk mengadakan creativity workshop baik di organisasi maupun perusahaan Anda.

Creativity workshop adalah wadah yang memicu potensi kreatif, mendorong kolaborasi, dan menghasilkan inovasi. Dengan menentukan tujuan yang jelas, memilih audiens yang tepat, dan menyediakan ruang yang inspiratif, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan ide-ide baru. Dukungan fasilitator berpengalaman dan penggunaan beragam alat dan bahan juga akan memperkaya pengalaman peserta.

Dengan berbagai langkah di atas, creativity workshop yang Anda selenggarakan bisa sukses. Ini tidak hanya akan membantu menghasilkan ide-ide segar, tetapi juga akan memperkuat keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan kolaborasi di dalam tim.

3 Hal Tentang 360 Degree Feedback yang Harus Anda Ketahui

3 Hal Tentang 360 Degree Feedback yang Harus Anda Ketahui

Pernah mendengar istilah 360 degree feedback? Sebutan tersebut merujuk pada metode penilaian kinerja karyawan yang dilakukan oleh atasan, rekan kerja, pelanggan, dan karyawan itu sendiri, hingga bawahan.

Karena melibatkan berbagai pihak, hasil penilaiannya bersifat menyeluruh sehingga banyak diterapkan dalam organisasi dan perusahaan. Namun, di balik keunggulannya, ternyata ada beberapa hal yang harus kita antisipasi. Ada juga beberapa kiat yang bisa diterapkan supaya metode ini bisa berjalan efektif.

Yuk, kita simak ulasannya!

Apa Saja Keunggulan 360 Degree Feedback?

Metode penilaian 360 degree feedback saat ini banyak dipakai oleh human resource untuk mengukur kinerja karyawan. Masukan yang diperoleh akan beragam, bahkan tidak terpaku pada seputar hasil kerja.

Karena itu, strategi penilaian 360 derajat dianggap memiliki sejumlah keunggulan. Apa saja sebenarnya keunggulan tersebut? Berikut keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber.

1. Menciptakan iklim kompetisi yang sehat

Dilansir dari laman Gaji Gesa, penilaian kinerja seperti ini mendukung pengembangan kinerja pegawai. Karena itu, dengan sendirinya akan terbentuk iklim kompetisi yang sehat agar performa terus meningkat.

2. Membuka jalan untuk pengembangan diri karyawan

Seperti diulas pada poin sebelumnya, penilaian ini membuka jalan untuk pengembangan diri karyawan. Hal ini lantaran karyawan akan menerima berbagai masukan secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa segera melakukan tindakan perbaikan.

3. Mendukung kekompakan dan produktivitas tim

Tidak hanya soal hasil kinerja yang dinilai, tetapi juga perspektif lain, misalnya kepribadian yang berkaitan dengan cara kerja. Karena itu, individu akan terdorong untuk memperbaiki diri, termasuk cara berkomunikasi dengan tim. Akhirnya, tim akan menjadi lebih solid dan produktivitas pun meningkat.

4. Mendukung transparansi

Penilaian mengenai kelemahan dan kelebihan karyawan dari berbagai pihak akan membentuk budaya transparansi di tempat kerja. Masukan yang bersifat objektif juga akan membuat karyawan merasa dihargai hasil kerjanya.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan

Masukan 360 derajat melibatkan penilaian dari pelanggan atau konsumen. Dengan begitu, kita akan mengetahui hal apa saja yang harus diperbaiki, misalnya mutu produk, kualitas layanan, dan lain sebagainya.

Kelemahan Apa Saja yang Harus Diantisipasi?

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, ternyata ada beberapa hal yang harus kita antisipasi dari metode penilaian kinerja ini. Berikut ulasan singkatnya.

1. Penilaian tidak objektif

Penilaian bisa subjektif karena ada pengaruh emosional, hubungan antarpersonal, dan faktor pribadi lainnya.

2. Potensi konflik

Sifat subjektif yang dibiarkan bisa saja berkembang menjadi konflik. Misalnya saja, ada karyawan yang tidak terima atas hasil penilaian yang ia peroleh. Konflik bisa juga muncul akibat evaluasi yang terlampau jauh menilai seseorang secara personal.

3. Memakan waktu dan biaya

Karena melibatkan pihak yang cukup banyak, feedback 360 derajat relatif memakan waktu dan biaya. Perusahaan perlu waktu untuk mematangkan persiapan dan mengolah data yang terkumpul.

Tips Penerapan 360 Degree Feedback

Lantas, bagaimana caranya agar metode ini bisa berjalan efektif?

1. Memberi penilaian secara spesifik

Uraikan dengan jelas mengenai hal-hal yang memerlukan perbaikan, juga beberapa hal positif yang sudah berjalan. Misalnya, cara kerja yang harus diperbaiki, budaya kerja yang memicu stres, dan lain-lain.

2. Mengadakan pelatihan untuk penilai

Sebelum dimulai, berikan arahan yang jelas kepada tim penilai. Pastikan mereka memberi masukan berdasarkan fakta dan bersifat objektif.

3. Bersikap jujur dan lugas

Dilansir dari decisionwise, sampaikan penilaian secara jujur, terbuka, tetapi dengan rasa hormat. Dengan begitu, karyawan yang ditinjau akan merasa senang karena mengetahui kelebihannya dan bersedia untuk memperbaiki kelemahannya.

 

Ingin mendapat masukan beragam dalam menilai kinerja karyawan? Kalau begitu, Anda bisa coba terapkan 360 degree feedback. Semoga bermanfaat.

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Dalam lanskap bisnis yang semakin multikultural, membangun budaya kerja yang beragam dan inklusif bukan lagi suatu pilihan, melainkan keharusan. Pasalnya, perusahaan yang memprioritaskan diversity dan inclusion dapat mengalami peningkatan inovasi sebesar 59%, serta produktivitas dan profitabilitas sebesar 62,6%, lho.

Memahami Diversity dan Inclusion di Dunia Kerja

Indonesia merupakan negara dengan budaya Bhinneka Tunggal Ika, yang menggambarkan keragaman sebagai kekuatan. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip keberagaman dan inklusivitas di negara ini terbilang masih minim lho, terutama di dunia kerja.

Keberagaman merujuk pada kehadiran beragam individu dengan karakteristik, latar belakang, dan pengalaman yang unik di tempat kerja. Keragaman ini mencakup aspek-aspek seperti etnis, budaya, agama, bahasa, dan karakteristik lainnya yang membedakan satu individu dari yang lain.

Sedangkan inklusivitas berarti budaya atau lingkungan kerja yang memastikan bahwa semua individu merasa diterima, dihargai, dan didukung tanpa memandang perbedaan mereka. Lingkungan yang inklusif mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan kontribusi dari semua anggota tim, tanpa ada diskriminasi atau hambatan-hambatan yang tidak perlu.

Alasan Mengapa Diversity dan Inclusion Penting di Tempat Kerja

Berikut ini beberapa alasan utama pentingnya perusahaan untuk merangkul keberagaman dan inklusivitas sebagai bagian dari budaya kerjanya:

1. Peningkatan Daya Tarik Bakat dan Merek Perusahaan

Keberagaman dan inklusi ternyata berperan penting dalam menarik calon pekerja baru dan meningkatkan reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja . Menurut penelitian, 76% pencari kerja menganggap keberagaman di tempat kerja sebagai faktor penting ketika akan melamar suatu posisi, dan sekitar 1 dari 3 pencari kerja tidak akan melamar di perusahaan dengan kurangnya keberagaman di antara SDM-nya.

2. Mendorong Keterlibatan Karyawan

Ketika perusahaan menekankan inklusivitas, mereka menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan terbuka, maka karyawan akan merasa setara untuk mengekspresikan diri dan berbagi ide. Hal ini membuat karyawan merasa dihargai dan didengar, sehingga cenderung lebih terlibat dengan berbagai inisiatif perusahaan dan termotivasi dalam melakukan pekerjaannya.

3. Produktivitas dan Kinerja Perusahaan Lebih Tinggi

Jika keterlibatan karyawan meningkat, produktivitas dan kinerja perusahaan pun akan meningkat. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian, salah satunya studi McKinsey.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang berada di kuartil teratas dalam hal keberagaman etnis dan ras dalam manajemen memiliki kemungkinan 36% lebih besar untuk memperoleh keuntungan finansial di atas rata-rata industri mereka.

4. Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Diversity dan inclusion di tempat kerja menyatukan individu-individu dari latar belakang, budaya, pengalaman, dan perspektif yang berbeda. Dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan memanfaatkan beragam pengalaman, dapat mengungkap pendekatan-pendekatan baru yang mungkin luput dari perhatian.

Pertukaran ide dari sudut pandang yang berbeda ini pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan intelektual serta mencegah pemikiran kelompok. Alhasil, proses pengambilan keputusan jadi lebih terinformasi dan menyeluruh.

Ada banyak kok penelitian yang menunjukkan hubungan antara inklusivitas, keberagaman, dan peningkatan inovasi di tempat kerja. Salah satunya penelitian dari Josh Bersin yang membuktikan bahwa perusahaan inklusif mempunyai peluang 1,7 kali lebih besar untuk menjadi pemimpin inovasi di pasar mereka.

5. Menurunkan Tingkat Turnover Karyawan

Keberagaman dan inklusivitas juga berdampak positif pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan talenta terbaik mereka. Pasalnya, ketika diversity dan inclusion dikelola dengan baik, terciptalah lingkungan kerja yang lebih harmonis dan meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan. Alhasil, lebih besar kemungkinan karyawan untuk bertahan di perusahaan.

Bagaimana Menumbuhkan Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja?

Membangun, memelihara dan memupuk budaya keberagaman dan inklusi tidaklah mudah. Akan tetapi, Anda bisa menerapkan tips-tips berikut:

  • Mengomunikasikan manfaat keberagaman dan inklusi di tempat kerja.
  • Melatih manajer perekrutan dan membentuk panel pewawancara yang beragam yang akan memilih kandidat berdasarkan keterampilan dan pengalaman. Taktik paling umum yang bisa digunakan adalah menggunakan platform online untuk mengevaluasi lamaran dalam skala besar dan menghilangkan bias dalam lowongan pekerjaan.
  • Buatlah sistem pertemanan peer-to-peer, caranya dengan memasangkan dua karyawan atau lebih dari latar belakang berbeda untuk membina hubungan yang lebih dekat.
  • Menghilangkan silo organisasi dan meningkatkan kolaborasi tim dan lintas fungsi sangat penting agar karyawan merasa lebih inklusif.
  • Melakukan survei karyawan yang lebih rutin, tidak hanya mengumpulkan umpan balik dan persepsi karyawan tentang keberagaman dan inklusi dalam organisasi mereka, namun juga untuk menunjukkan kepada mereka bahwa suara mereka didorong, dihargai, dan disambut baik.

Secara keseluruhan, diversity dan inclusion memainkan peran krusial dalam membangun budaya perusahaan yang sehat, sehingga karyawan merasa terlibat dan bersemangat untuk berkontribusi. Pada gilirannya, ini tidak hanya akan membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih menyenangkan untuk bekerja, tetapi juga lebih sukses dan maju.

Mengenal Scrum Methodology dan Manfaatnya dalam Pengembangan Produk

Mengenal Scrum Methodology dan Manfaatnya dalam Pengembangan Produk

Proses pengembangan produk membutuhkan kolaborasi tim yang menyeluruh, berkelanjutan, serta selalu beradaptasi dengan kebutuhan. Scrum methodology merupakan strategi kolaborasi tim yang penting dalam berbagai aktivitas bisnis, termasuk pengembangan produk.

Definisi Scrum Methodology 

Scrum adalah strategi memecah proyek jangka panjang menjadi beberapa proyek kecil jangka pendek (sprint). Tujuannya memastikan bahwa setiap tahapan proyek melibatkan evaluasi, review calon pengguna, adaptasi, dan langkah penting lain agar hasilnya tepat sasaran.

Dalam scrum methodology, setiap sprint diberi tenggat waktu spesifik. Setiap tim mengerjakan tugas tertentu yang sudah disepakati sehingga beban kerjanya seimbang. Setelah setiap tugas selesai, tim sprint berkumpul untuk evaluasi.

Metode ini memastikan bahwa produk final memuaskan dan sesuai dengan kebutuhan. Setiap tahap melibatkan berbagai perbaikan serta pemeriksaan demi menjaga kepuasan pengguna produk setelah mereka mencobanya.

Langkah Penting dalam Metode Scrum 

Scrum methodology terdiri dari beberapa langkah penting, yaitu sebagai berikut:

  • Product Backlog

Product backlog adalah daftar tugas yang menjadi prioritas dalam setiap sprint. Daftar prioritas tersebut dibuat berdasarkan rencana pengembangan produk. Product backlog setiap tim mungkin berlainan, tetapi masing-masing memiliki roadmap (pemetaan sebagai fondasi kerja) dan requirements (persyaratan yang dibutuhkan agar tugas terpenuhi dengan baik).

  • Sprint Planning

Perencanaan sprint melibatkan pembuatan tugas spesifik (sprint backlog) dan memastikan setiap tim memahaminya. Setiap tim juga memiliki prioritas tugas tersendiri walau tetap dalam kerangka kerja proyek secara keseluruhan.

  • Sprint + Daily Scrum

Sprint adalah “inti” dari scrum methodology di mana setiap tim menjalankan tugas-tugas spesifik. Setiap tim kemudian berkumpul pada waktu yang sama untuk daily scrum, yaitu rapat evaluasi rutin. Setiap tim mendiskusikan kemajuan masing-masing dan memastikan bahwa mereka berjalan di jalur yang sama.

  • Review

Review dilakukan oleh anggota tim, pemegang saham, dan semua yang terlibat dalam proyek. Tujuannya adalah mengamati kemajuan proyek, mengatasi kekurangan dan tantangan, serta menganalisis semua feedback yang diperoleh. Intinya, proses ini memastikan bahwa hasil final dari pengembangan produk memenuhi semua kriteria serta kebutuhan konsumen.

  • Retrospective

Retrospective berbeda dari review karena berfokus pada analisis kinerja seluruh tim scrum. Kegiatan ini bertujuan menjawab pertanyaan seperti, “Apa yang harus ditingkatkan dari kerja tim ini?” “Pencapaian apa yang sukses kita lakukan sebagai tim?” “Apa kekurangan dan tantangan yang kita hadapi dan bagaimana mengatasinya di masa depan?”

Contoh Tools untuk Penerapan Metode Scrum

Scrum methodology dalam pengembangan produk membutuhkan perangkat untuk melacak kemajuan proyek, memudahkan kolaborasi tim, serta memastikan setiap tim melaju pada jalur yang sama.

Perangkat digital populer untuk scrum misalnya:

  • Jira

Jira memiliki fitur template untuk memecah tugas-tugas spesifik dengan mudah. Kemajuan proyek bisa dilacak secara real time sehingga anggota tim dapat merespons tanggapan atau feedback secara langsung.

  • Confluence

Fitur Confluence berfokus pada pengumpulan materi, wawasan, dokumen, dan semua resource penting. Anda bisa memadukan Jira dan Confluence untuk melacak kemajuan proyek sambil mengumpulkan semua resource yang dimiliki masing-masing tim.

  • Miro

Miro cocok untuk menerapkan scrum methodology dalam konteks kerja remote. Fitur scrum board membantu semua anggota tim untuk menandai kemajuan kerja secara visual. Anda bisa melakukan integrasi antara Jiro dan Miro untuk membuat sistem scrum yang lebih sederhana tetapi efektif.

  • Zoho Sprints

Zoho Sprints cocok untuk mendukung proses sprint secara keseluruhan. Fiturnya membantu anggota tim untuk membuat rencana prioritas, berkolaborasi selama proses sprint, dan melakukan review.

Scrum methodology mendukung proses perencanaan produk dan strategi bisnis lainnya agar lebih efektif dan memuaskan, baik bagi perusahaan maupun konsumen.

Ingin bisa menerapkan metode ini dalam lingkungan kerja? Bergabunglah dengan program pelatihan digital Shift Academy untuk mendapatkan wawasan dan kemampuan menerapkan strategi bisnis yang cocok dengan tren di dunia digital.