7 Manfaat Kegiatan Team Building dalam Dunia Profesional

Pentingnya Employee Motivation dalam Dunia Kerja

Employee motivation atau motivasi karyawan tak hanya sekadar menjadi salah satu kunci kesuksesan suatu organisasi. Hal tersebut juga menjadi bukti komitmen, dorongan, dan semangat yang dibawa oleh karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Tanpa adanya motivasi, perusahaan mungkin akan mengalami penurunan  produktivitas, kualitas produk, dan bahkan gagal mencapai tujuan bisnis.

Mengapa Motivasi Karyawan Itu Penting?

Ada banyak alasan mengapa motivasi karyawan memainkan peran krusial dalam dunia kerja. Melansir laman Indeed, memberikan motivasi kepada karyawan dapat meningkatkan efisiensi kerja yang secara langsung memengaruhi kesuksesan organisasi.

Motivasi karyawan dapat mendorong sumber daya manusia untuk mengerahkan segala kemampuan mereka saat bekerja karena faktor keinginan. Dalam hal ini, motivasi berperan sebagai jembatan yang melebur jarak antara kemampuan untuk bekerja dan keinginan untuk bekerja.

Umumnya, karyawan yang termotivasi adalah mereka yang mencintai pekerjaan mereka dan bekerja tanpa ada rasa tekanan. Pada akhirnya, terciptalah peningkatan dalam produktivitas dan retensi karyawan yang memengaruhi efisiensi operasional bisnis secara keseluruhan.

Tips Meningkatkan Motivasi Karyawan

Employee motivation adalah faktor krusial yang memengaruhi pertumbuhan dan kesuksesan bisnis. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan motivasi karyawan.

1. Pastikan semua karyawan tahu faktor “why”

Karyawan harus tahu apa yang harus mereka kerjakan, tetapi pihak yang berperan sebagai supervisor harus menjelaskan faktor “why” dari setiap pekerjaan mereka. Faktor “why” di sini merupakan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Bila setiap karyawan memahami bahwa setiap tindakan yang mereka ambil dapat memengaruhi tujuan perusahaan, maka akan memunculkan motivasi dalam diri bahkan saat mengerjakan tugas yang mudah sekalipun.

2. Berikan feedback positif

Ada kalanya, supervisor harus memberikan feedback positif pada karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa supervisor tersebut memperhatikan dan menghargai kerja keras dan kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Feedback positif dapat diberikan saat karyawan berhasil menguasai keterampilan baru atau mendapatkan suatu pencapaian.

3. Beri kebebasan pada karyawan

Motivasi diri bisa turun kapan saja, terutama saat seseorang tidak bisa mengontrol waktu dan energi mereka sendiri. Dengan memberikan kebebasan di tempat kerja, seperti jam kerja atau cuti fleksibel, maka menunjukkan tingkat kepercayaan supervisor pada karyawannya.

Hal ini juga menambah motivasi kerja karyawan lantaran merasa puas dan bangga dengan pekerjaan yang diselesaikan dengan baik. Perasaan tersebut muncul karena karyawan memiliki kendali penuh terhadap waktu dan tenaga mereka.

4. Libatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan

Karyawan yang selalu terlibat dengan urusan pekerjaan dan perusahaan merupakan salah kunci sukses suatu bisnis. Hal ini juga membuat karyawan merasa dihargai eksistensinya dan bahkan menjadi motivasi bagi mereka untuk selalu memberikan yang terbaik.

Supervisor bisa melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai contoh, minta pendapat mereka terkait beberapa opsi regulasi yang akan diambil oleh perusahaan yang sedang mengalami penurunan penjualan.

5. Tanyakan apa yang diinginkan karyawan

Salah satu cara untuk meningkatkan employee motivation adalah dengan menciptakan komunikasi yang terbuka dengan karyawan. Dalam posisi ini, supervisor disarankan untuk lebih berani dalam bertanya kepada karyawan terkait apa yang mereka butuhkan, baik itu berhubungan dengan pekerjaan atau mungkin masa depan karier mereka.

Supervisor pastinya akan mendapatkan jawaban yang beragam. Namun, setidaknya ada benang merah yang bisa ditarik dari beragamnya jawaban karyawan, misalnya terkait imbalan kerja, seperti bonus tambahan, cuti, atau mungkin tunjangan.

 

Jadi, itulah pentingnya employee motivation bagi dunia kerja. Seyogianya, setiap perusahaan mampu memotivasi karyawannya sebab karyawan dengan motivasi positif adalah salah satu kunci keberhasilan bagi perusahaan.

7 Manfaat Team Building Activities dalam Dunia Profesional

7 Manfaat Team Building Activities dalam Dunia Profesional

Suatu perusahaan atau institusi kerap mengadakan team building activities setidaknya sekali dalam satu tahun. Secara umum, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antarkaryawan dalam suatu institusi. Namun, bukan itu saja manfaatnya, berikut beberapa di antaranya.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah manfaat kegiatan team building dalam dunia kerja.

1. Meningkatkan keakraban antarkaryawan

Manfaat kegiatan team building yang pertama adalah meningkatkan keakraban antarkaryawan. Hal ini penting mengingat seorang karyawan akan selalu berinteraksi dengan orang-orang baru yang memiliki kepribadian dan latar belakang yang beragam. Keakraban di dunia kerja penting guna menunjang kelancaran operasional dalam dunia kerja.

2. Meningkatkan kualitas skill komunikasi

Team building yang umumnya diadakan oleh divisi HRD tak hanya meningkatkan skill komunikasi antarindividu, tetapi juga antardivisi. Selama mengikuti kegiatan team building, komunikasi akan otomatis terbentuk antarkaryawan dan divisi.  Hal ini dapat meningkatkan kualitas workflow dan membuat diskusi makin mudah.

3. Meningkatkan kerja sama tim

Dalam suatu tim kerja, setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing. Nah, team building activities membantu meningkatkan kesadaran setiap anggota tim terhadap peran dan tanggung jawab mereka. Dengan begitu, setiap anggota bisa lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya.

4. Meningkatkan produktivitas dan kreativitas

Suasana kerja yang nyaman dan cenderung agak santai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kreativitas karyawan dari berbagai jenis profesi. Kegiatan team building yang unik dan beragam membantu menciptakan lingkungan kerja seperti ini. Dengan begitu, karyawan bisa lebih fokus, produktif, dan bahkan menghasilkan banyak ide-ide baru yang inovatif.

5. Menumbuhkan motivasi

Manfaat team building activities yang selanjutnya adalah meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Pada dasarnya, karyawan yang senang dengan pekerjaan mereka dan merasa dihargai oleh perusahaan adalah karyawan yang selalu termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik.

Meningkatnya motivasi kerja adalah salah satu manfaat utama dari kegiatan team building. Sebab, saat perusahaan meluangkan waktu, uang, dan tenaga untuk merencanakan kegiatan team building, karyawan akan merasa bahwa perusahaan mereka peduli dengan kesuksesan, kebahagiaan, dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

6. Mengajarkan toleransi terhadap perbedaan pendapat

Setiap karyawan pastinya memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Hal seperti ini akan sangat berdampak pada proses diskusi di lingkungan kerja. Meskipun sangat lumrah, nyatanya masih banyak karyawan yang belum bisa toleran terhadap perbedaan pendapat.

Nah, di sinilah pentingnya team building, yakni untuk mengubah perbedaan pendapat dalam diskusi tim menjadi masukan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi. Melalui team building pula, karyawan yang sebelumnya tidak terbiasa dengan perbedaan, menjadi lebih terbuka dengan keberagaman.

7. Memupuk sikap saling percaya

Dalam suatu divisi, setiap karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Kendati berbeda, tetap saja tujuan mereka sama sehingga tetap butuh yang namanya kerja sama. Kerja sama tim bisa tercipta bila ada sikap saling percaya antaranggota tim.

Dengan melakukan kegiatan team building, maka perlahan-lahan dapat tercipta sikap saling percaya antaranggota tim. Hal ini tak hanya menguntungkan organisasi, tetapi juga masing-masing anggota tim karena kemampuan mereka dipercaya oleh rekan kerja mereka.

 

Jadi, itulah pentingnya mengadakan team building activities dalam dunia kerja. Kegiatan ini seyogianya rutin dilakukan setiap satu tahun sekali guna meningkatkan kualitas kinerja karyawan. Di sisi lain, kegiatan team building dapat digunakan sebagai rekreasi sehingga karyawan tidak jenuh dengan rutinitas mereka di kantor.

Mengenal Performance Metric Definisi, Manfaat Serta Contoh 4 Cara Meningkatkan Kinerja dengan Emotional Intelligence

4 Cara Meningkatkan Kinerja dengan Emotional Intelligence

Ada alasan mengapa orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi (emotional intelligence/EQ) cenderung bisa lebih sukses di tempat kerja. Hal tersebut bisa dikarenakan kebanyakan dari individu pekerja tersebut memiliki kemampuan untuk me-manage stress dengan lebih baik. Selain itu, orang-orang yang cerdas secara emosional cenderung mampu mendorong dinamika teamwork yang lebih baik.

Kemampuan menguasai emosi sangatlah penting di lingkungan yang profesional. Individu dengan kecerdasan emosi yang baik tinggi memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjadi leader yang kompeten. Mengingat, kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan logika, dan menjauhkan emosi agar tidak ikut campur di dalamnya. 

Dampaknya, mereka mampu menguatkan visi dan tujuan strategis bagi perusahaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Apa Itu Emotional Intelligence?

Untuk memahami apa itu kecerdasan emosi, berikut pengertian emotional intelligence menurut beberapa ahli:

  • John Mayer dan Peter Salovey (1990): Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengekspresikan dan menginterpretasikan emosi, baik diri sendiri maupun orang lain.
  • Daniel Goleman (2000): Kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan orang lain, termasuk kemampuan memotivasi diri dan mengelola emosi dalam hubungannya dengan orang lain
  • Uno (2006): Kecerdasan emosi adalah kemampuan non kognitif yang membuat seseorang mampu memahami dan mengendalikan perasaan, dalam rangka membantu perkembangan emosi dan intelektualnya.

Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa emotional intelligence adalah kemampuan individu untuk mengidentifikasi, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan tepat, serta mampu membangun relasi yang baik dengan orang lain melalui pemahaman emosi mereka.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kinerja dengan Emotional Intelligence?

Sebelum mengetahui bagaimana Anda bisa meningkatkan kinerja dengan emotional intelligence, ada aspek-aspek yang menjadi kunci utama, yaitu:

  • Self-awareness — mengacu pada kemampuan individu untuk mengenali dan mengartikan emosi diri sendiri serta emosi orang di sekitarnya
  • Self-regulation — kemampuan untuk mengatur diri dan perilaku, termasuk menyesuaikan diri untuk mencapai kesuksesan dalam pekerjaan
  • Empati — kemampuan memahami dan menempatkan posisi seperti apa yang dirasakan orang lain
  • Motivasi — orang yang memiliki kecerdasan emosi biasanya memiliki motivasi diri yang tinggi dan bekerja keras untuk mencapai tujuan personal maupun profesional
  • Skill sosial — kemampuan untuk bersosialisasi, baik itu komunikasi, public speaking, dan sebagainya.

Dengan kemampuan tersebut, Anda bisa memanfaatkan emotional intelligence untuk meningkatkan performa kinerja. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Menerima konflik

Konflik di tempat kerja pasti terjadi dan tak terelakkan. Alih-alih menghindar, Anda bisa berusaha mencari solusinya bersama rekan kerja. Cara ini bisa menumbuhkan conflict resolution skill yang lebih sehat.

2. Meminta feedback

Anda bisa meningkatkan performa sekaligus self-awareness dengan meminta feedback atas kinerja kepada atasan atau rekan kerja. Anda bisa belajar mengantisipasi untuk mengendalikan emosi atas masukan-masukan yang diterima.

3. Tidak suka men-judge

Cara selanjutnya untuk menggunakan emotional intelligence di tempat kerja adalah tidak men-judge orang lain saat mereka mengekspresikan emosinya. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk meluapkan apa yang dirasakan. Menahan judging dan menunjukkan empati lebih bisa membuat Anda belajar untuk bereaksi secara proporsional dan profesional.

4. Lakukan active listening

Praktikkan emotional intelligence Anda dengan melakukan active listening untuk meningkatkan kinerja secara profesional. Dalam hal ini, lebih penting untuk mendengarkan dalam rangka berusaha memahami rekan kerja daripada langsung merespons emosi yang mereka utarakan.

Memiliki emotional intelligence yang baik juga bisa membantu Anda membangun budaya kerjasama dan teamwork yang solid. Hal ini berhubungan dengan kemampuan untuk mengerti emosi orang-orang yang ada di sekitar, membangun empati, dan self-awareness.

Bisnis Modern Wajib Paham! 5 Tips Meningkatkan Remote Work Dynamics

Bisnis Modern Wajib Paham! 5 Tips Meningkatkan Remote Work Dynamics

Berbagai perusahaan di era modern sudah menerapkan sistem remote working untuk mengakomodasi kebutuhan karyawan. Meskipun begitu, sistem ini membuat organisasi kesulitan dalam membangun dinamika tim. Bagaimana strategi mengembangkan remote work dynamics yang baik?

Tantangan dalam Remote Work 

Dalam sistem remote work, anggota tim terpencar di berbagai penjuru dunia. Jarak geografis ini menghambat tim untuk bertatap muka dengan satu sama lain. Interaksi pun cenderung terbatas pada hal-hal yang spesifik dengan pekerjaan karena dibutuhkan usaha lebih untuk berkomunikasi dengan anggota tim.

Karena minimnya interaksi langsung antar-karyawan, sangat sulit untuk menumbuhkan solidaritas tim. Karyawan kurang mengenal rekan kerjanya sehingga sulit untuk menyelaraskan kinerja satu sama lain. 

Resolusi konflik pun lebih sulit dilakukan dalam konteks remote work. Di dalam sistem kerja ini, komunikasi dilakukan dengan perantara media, seperti messaging app atau video conference. Kesalahpahaman lebih rentan terjadi dengan metode komunikasi semacam ini.

5 Tips Meningkatkan Dinamika Tim Dalam Remote Work

Terapkan tips-tips berikut untuk membangun remote work dynamics di dalam organisasi Anda:

1. Proses onboarding yang baik 

Pembentukan dinamika dalam sistem kerja remote dimulai dari proses onboarding. Onboarding merupakan kegiatan orientasi yang bertujuan untuk mempersiapkan karyawan baru untuk bekerja di sebuah perusahaan. Organisasi yang beroperasi secara remote menggunakan periode ini untuk memperkenalkan kultur dan metode kerja di sana.

Ada beberapa cara untuk membuat karyawan baru merasa nyaman dalam proses onboarding:

  • Memasangkan peserta onboarding dengan karyawan lama (Welcome Buddy).
  • Mengenalkan tools yang digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dan bekerja.
  • Ajak semua karyawan dalam satu departemen untuk mengirimkan pesan pribadi kepada karyawan baru.
  • Menjadwalkan check-in dengan manajer.

2. Regrouping secara rutin 

Sangat penting untuk melakukan regrouping dengan mengadakan pertemuan rutin. Teknologi video calls membantu karyawan mengatasi jarak geografis. Dibandingkan dengan teks, individu mampu mengekspresikan dirinya melalui video. Komunikasi pun menjadi lebih produktif.

Meskipun begitu, meeting sebaiknya tidak dijadwalkan terlalu sering. Pastikan bahwa memang pesan yang dibawa harus disampaikan melalui video calls. Meeting pun idealnya tidak berlangsung terlalu lama, yaitu sekitar 15 hingga 30 menit. Pilihnya waktu yang tepat agar semua anggota tim bisa berpartisipasi.

3. Komunikasi dengan berbagai metode

Perusahaan yang kegiatan operasionalnya dilakukan dengan sistem remote perlu menggunakan berbagai metode komunikasi. Komunikasi tidak hanya terbatas pada pertukaran pesan melalui video calls dan direct messages. Kerja kolaboratif pun perlu didukung dengan tools yang sesuai, misalnya Google Doc untuk berbagi dokumen.

Idealnya, sistem komunikasi karyawan terangkum di dalam satu platform karena lebih praktis. Karyawan tidak perlu menginstal bermacam-macam aplikasi pada perangkat mereka. Selain itu sinkronisasi data bisa dilakukan dengan lebih mudah.

4. Team building 

Untuk membangun remote work dynamics yang baik, perusahaan juga perlu memfasilitasi proses team building. Ada aktivitas-aktivitas sederhana, seperti games berhadiah, yang dirancang untuk meningkatkan kerja sama antara karyawan. 

Selain games yang dirancang untuk membantu rekan satu tim untuk lebih mengenal satu sama lain dan mudah berkolaborasi, perusahaan juga bisa memfasilitasi kegiatan tatap muka bagi orang-orang yang tinggal berdekatan. 

5. Penilaian employee engagement

Dinamika dalam remote working akan baik jika karyawan termotivasi atau engaged dengan pekerjaannya. Tugas manajer adalah melakukan penilaian mengenai employee engagement secara berkala. Penilaian ini akan menjadi dasar untuk memberikan feedback kepada karyawan.

Ketika mengukur employee engagement, terdapat beberapa metrik yang perlu diperhatikan, mulai dari absensi dan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya. Beri juga kesempatan untuk karyawan dalam memberikan penilaian terhadap perusahaan.

Diperlukan usaha konsisten untuk membangun remote work dynamics yang sehat. Perusahaan dapat berkonsultasi dengan ahli jika membutuhkan bantuan terkait manajemen karyawan yang bekerja dengan sistem remote.

Sumber:

https://www.linkedin.com/pulse/navigating-remote-work-dynamics-stronger-teams-nextquestnl-1ojie/?trk=organization_guest_main-feed-card_feed-article-content 

https://elearningindustry.com/ways-to-bridge-the-geographical-divide-and-improve-remote-team-dynamics 

https://www.cooleaf.com/blog/8-tips-to-improve-remote-team-motivation-and-engagement-in-2022 

7 Teknik Active Listening Agar Semakin Mahir

7 Teknik Active Listening Agar Semakin Mahir

Apa Anda ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi? Anda bisa mulai dengan melatih active listening. Tidak seperti mendengarkan seperti biasanya, pendengar aktif benar-benar fokus terhadap pembicara dan menyerap informasi yang diberikan. Agar mampu mempraktikkannya, ikutilah teknik berikut.

Fokus Mendengarkan

Menjadi pendengar aktif tandanya harus benar-benar fokus saat mendengarkan orang lain. Ini berarti Anda tidak boleh terpengaruh oleh hal lain, contohnya melamun, bermain HP, atau melihat ke arah lain. Dengan begitu, tidak ada informasi yang tertinggal, apalagi jika lawan bicara memberitahu informasi yang penting.

Bukan itu saja, kalau Anda memiliki kebiasaan berbicara dalam hati, sebaiknya Anda tidak melakukannya saat mendengarkan orang lain. Berikanlah semua perhatian Anda kepada pembicara dan jauhkan hal-hal yang akan mengganggu perhatian.

Memperhatikan Gestur Tubuh

Berbicara secara langsung tandanya Anda dapat melihat gestur tubuh pembicara. Saat mereka berbicara terlalu cepat atau menghindari kontak mata, bisa jadi mereka merasa cemas. Masih ada gestur tubuh lainnya yang harus Anda perhatikan saat active listening, baik itu yang terlihat jelas atau terselubung.

Selain gestur tubuh orang lain, Anda juga perlu melihat gestur tubuh sendiri. Hindari melipat tangan, membungkuk, atau memosisikan diri berlawanan dengan pembicara.

Parafrase Poin

Setelah mendengarkan, Anda perlu memparafrasa poin agar pembicara tahu Anda benar-benar mendengarkan mereka. Di samping itu, pembicara dapat memberikan klarifikasi apabila ada bagian yang salah Anda mengerti. Jadi, informasi yang diberikan benar akurat.

Contohnya, saat seseorang bercerita tentang kesulitan beradaptasi dengan kerja remote. Anda bisa berkata “Jadi, Anda kesulitan bekerja secara remote, ya?” 

Memberikan Pertanyaan Terbuka

Active listening bukan berarti Anda hanya mendengarkan saja tanpa memberikan respons. Memberikan pertanyaan perlu dilakukan agar Anda bisa menggali lebih banyak informasinya. Dengan bertanya, Anda juga dapat menunjukkan pada pembicara bahwa Anda benar-benar mendengarkan mereka.

Namun, tidak semua pertanyaan dapat Anda ajukan. Berilah pertanyaan terbuka dan tidak keluar topik. Pertanyaan tertutup yang hanya memberikan jawaban “ya” atau “tidak” malah membuat pembicaraan jadi buntu.

Contoh pertanyaan yang bisa Anda berikan seperti:

  • “Apakah kamu bisa beritahu lebih banyak tentang itu?”
  • “Menurutmu apa cara terbaik untuk mengatasinya?”
  • “Apa kamu pernah berpikir untuk merespons dengan cara lain?”

Pertanyaan terbuka seperti itu dapat membantu Anda memahami pendengar.

Tunjukkan Simpati

Saat seseorang bercerita mengenai masalah mereka kepada Anda, itu menunjukkan mereka percaya kepada Anda. Sebaiknya, jaga kepercayaan itu dengan bersikap netral serta menunjukkan simpati kepada mereka. Jika terlalu menghakimi, mereka akan merasa tidak nyaman sehingga tidak percaya lagi kepada Anda.

Menunjukkan simpati membuat pendengar tahu Anda bisa memahami apa yang mereka lalui. Bahkan, Anda juga bisa bercerita kepada mereka jika Anda memiliki pengalaman yang sama lalu bagaimana Anda memecahkan masalah tersebut.

Tetap Sabar

Kesabaran menjadi hal penting dalam active listening. Tidak jarang orang bercerita dengan panjang lebar atau terlalu tergesa-gesa. Meski begitu, Anda tidak bisa menyelak mereka begitu saja. Tindakan seperti kurang sopan dan malah membuat pembicara merasa tidak diapresiasi.

Dengarkan dengan sabar apa yang sadang dibicarakan. Tidak memotong pembicaraan mereka sampai tuntas. Apabila mereka berbicara terlalu cepat atau kurang jelas, Anda bisa menginterupsi sebentar sembari memberitahu mereka jika Anda sulit mengikuti apa yang mereka bicarakan.

Memberikan Respons yang Sesuai

Selama mendengarkan, Anda bisa memberikan respons sebagai tanda bahwa Anda mendengarkan. Misalnya, dengan menatap mata lawan bicara, menganggukkan kepala, senyum, sampai mengernyitkan dahi. Tidak berhenti di situ, saat lawan bicara selesai, Anda juga perlu memberikan respons sesuai.

Respons yang Anda berikan harus objektif, netral, dan tidak keluar dari topik yang dibahas. Anda dapat bertanya terlebih dahulu sebelum memberikan respons supaya tahu apakah lawan bicara ingin sekedar bercerita saja atau membutuhkan solusi.

Penutup

Teknik active listening di atas akan membantu Anda menjadi pendengar yang baik. Kemampuan mendengar ini bertujuan untuk membuat orang lain merasa didengar sehingga mereka dapat terinspirasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

9 Tipe Nonverbal Communication yang Harus Diperhatikan

9 Tipe Nonverbal Communication yang Harus Diperhatikan

Komunikasi tak hanya berbicara saja; ada hal lain yang perlu diperhatikan seperti nonverbal communication. Karena sifatnya yang lebih tertutup, banyak yang tidak menyadari jenis komunikasi ini. Di bawah ini, ada beberapa jenis komunikasi nonverbal yang bisa Anda pelajari.

Postur dan Bahasa Tubuh

Cara orang berdiri atau memosisikan tubuh dapat menunjukkan sikap dan perasaan mereka. Anda juga mungkin pernah mendengar bila seseorang melipat tangan saat mereka merasa defensif, marah atau cemas. Hal itu yang disebut dengan bahasa tubuh.

Namun, meski dapat menunjukkan sikap dan perasaan, banyak yang berlebihan dalam menginterpretasikannya. Pada kenyataannya, postur dan bahasa tubuh tidak kentara seperti yang orang yakini. Jadi, bila Anda ingin memahami postur dan bahasa tubuh, Anda harus lebih teliti dan banyak belajar.

Ekspresi Wajah

Sebagian besar nonverbal communication berhubungan dengan ekspresi wajah. Anda dapat menangkap banyak informasi dari hal kecil seperti cemberut atau senyuman. Terlebih lagi, ekspresi wajah adalah hal yang pertama dilihat saat berkomunikasi dengan orang lain.

Ekspresi yang dibuat dapat menunjukkan perasaan terhadap perkataan orang lain atau mengubah makna kata yang diucapkan. Sebagai contoh, mendengar seseorang lalu memutar mata memberikan kesan jika orang itu tidak senang dengan apa yang diucapkan.

Tatapan Mata

Cara seseorang menatap mata ikut berpengaruh pada komunikasi. Saat bertemu dengan seseorang yang Anda senangi, pupil mata Anda akan membesar dan kecepatan berkedip meningkat. Kontak mata dengan lawan bicara pun dapat menunjukkan ketertarikan terhadap komunikasi. Jika seseorang mengalihkan kontak mata, itu dapat menunjukkan jika mereka tidak tertarik atau bahkan menunjukkan rasa tidak hormat.

Proksemik

Banyak yang tidak tahu jika jarak yang orang berikan saat berkomunikasi atau proksemik termasuk bagian dari nonverbal communication. Contohnya, seseorang memberikan jarak sekitar beberapa meter untuk menghormati batasan orang lain saat berbicara. Pesan yang disampaikan dari jarak yang dibuat itu dapat berupa kepentingan percakapan, tingkat kenyamanan, keinginan untuk terhubung, dan masih banyak lagi.

Sentuhan

Pernahkah Anda memperhatikan sentuhan yang Anda atau orang lain lakukan saat bercakap-cakap? Nonverbal communication lewat sentuhan ini perlu diperhatikan agar Anda tidak asal melakukan sentuhan. Memberikan sentuhan yang tidak diinginkan akan membuat orang lain tidak nyaman.

Sentuhan seperti pelukan dan meletakkan tangan di pundak dapat memperlihatkan empati atau dukungan kepada orang lain. Di dunia profesional, sentuhan yang paling umum adalah berjabat tangan. Perlu diingat jika tidak semua orang akan nyaman dengan sentuhan Anda. Jadi, ada baiknya Anda bisa bertanya dahulu mengenai batasan mereka.

Parabahasa

Parabahasa atau paralinguistik mengacu pada bagaimana seseorang berbicara. Elemen yang termasuk parabahasa, yaitu nada, kecepatan bicara, volume, dan masih banyak lagi. Misalnya, orang yang merasa bersemangat akan berbicara dengan cepat, begitu juga saat seseorang tidak nyaman, mereka akan bicara lebih pelan. 

Gestur

Gestur yang umum dilakukan saat komunikasi adalah menunjuk, melambaikan tangan, dan memberi jempol ke atas. Di samping itu, ada gestur yang tidak disengaja seperti sering berdeham, gemetar, atau meremas tangan. Pastikan Anda bisa mengendalikan gestur tubuh di tempat profesional seperti wawancara kerja agar tidak mengganggu.

Penampilan

Setiap orang mungkin pernah membuat penilaian tentang orang lain dari penampilannya. Kesan pertama dari penampilan sangat penting itu sebabnya saat wawancara kerja, seseorang akan diharapkan untuk berpenampilan rapi. Komunikasi nonverbal dengan penampilan mencakup gaya rambut, pilihan pakaian, warna yang digunakan, dan lainnya.

Respons Fisiologis

Respons yang sering kali terlihat jelas adalah respons fisiologis, seperti berkeringat, wajah memerah, atau mata berkaca-kaca. Biasanya, orang tidak bisa mengontrol respons-respons fisiologis tersebut. Perubahan fisiologis sering dikaitkan dengan stres atau ketidaknyamanan dalam situasi.

Penutup

Apa ada nonverbal communication yang sering Anda temui? Mempelajari banyaknya komunikasi nonverbal ini akan meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Dengan terus berlatih dan menerapkan komunikasi ini, Anda bisa membangun hubungan  yang lebih baik dengan orang lain.

5 Manfaat Persuasive Communication untuk Profesional

5 Manfaat Persuasive Communication untuk Profesional

Salah satu alasan mengapa seseorang kesulitan dalam mencapai tujuannya adalah tidak memiliki kemampuan persuasi. Hal ini bisa saja menghambat kemajuan karier untuk profesional. Karena itu, persuasive communication dibutuhkan para profesional. Untuk mengetahui apa saja manfaatnya untuk profesional, lihat penjelasan di sini.

Apa itu Persuasive Communication?

Komunikasi persuasif merupakan jenis komunikasi yang memiliki tujuan untuk mengubah atau memengaruhi sikap, perilaku, dan kepercayaan seseorang sehingga sesuai dengan yang diharapkan komunikator. Kegunaannya agar orang lain jadi sependapat dengan komunikator.

Walaupun bertujuan untuk membujuk orang lain, komunikasi persuasif tidak melibatkan paksaan. Justru, komunikasi persuasif akan menggunakan cara lebih halus yang tidak jarang dihadapi dengan penolakan.

Oleh karena itu, ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan komunikasi ini. Beberapa faktor tersebut adalah sumber pesan/komunikator, pengaruh lingkungan, apakah pesannya masuk akal dan kesinambungan pesan.

Manfaat Persuasive Communication

Persuasive communication memiliki banyak manfaat di dunia profesional, terutama dalam bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

Memudahkan Penjualan Jasa atau Produk

Sebaik apa pun jasa atau produk yang Anda miliki, Anda akan kesulitan menjualnya bila tidak persuasif. Banyak konsumen yang harus berpikir beberapa kali sebelum mereka menggunakan jasa atau produk. Pada saat itulah, Anda harus bisa membujuk konsumen untuk memilih jasa atau produk Anda.

Cara membujuk mereka tidak hanya dengan mendeskripsikan jasa dan produk saja. Anda perlu meyakinkan jika jasa atau produk milik Anda adalah solusi yang dicari konsumen.

Buat mereka merasa bahwa mereka harus memakai jasa atau memiliki produk yang Anda tawarkan. Hal ini dapat diwujudkan dengan melihat kebutuhan spesifik konsumen lalu membuat argumen yang sesuai. Jadi, Anda bisa dengan mudah menjual jasa atau produk ke konsumen.

Membuat Aspirasi Didengar

Dalam dunia kerja, Anda pasti memiliki aspirasi yang ingin disampaikan kepada rekan kerja atau bos. Namun, suara Anda akan kesulitan didengar apabila tidak memiliki kemampuan persuasive communication. Bahkan, mereka bisa saja menghiraukan Anda.

Menyampaikan aspirasi dengan persuasif membuat rekan kerja dan bos dapat melihat keuntungan dari aspirasi Anda. Contohnya, Anda memiliki ide baru untuk meningkatkan penjualan di perusahaan.

Bila hanya sekadar bicara, orang lain tidak bisa melihat untungnya mendengarkan ide Anda. Namun, bila Anda tambahkan dengan bagaimana ide Anda mampu membantu perusahaan secara menyeluruh, mereka akan lebih terbuka dengan ide Anda.

Meningkatkan Kesuksesan Negosiasi

Negosiasi menjadi bagian yang tak terlepas dari dunia kerja. Proses negosiasi bisa memakan waktu lama karena semua pihak tidak ingin dirugikan dari hasil negosiasi. Persuasive communication dapat meningkatkan kesuksesan negosiasi karena kemampuannya dalam mempengaruhi pendapat dan sudut pandang orang lain.

Bila Anda menyajikan argumen yang memberikan winwin solution, orang lain lebih mudah menerimanya. Lalu, saat pihak lain merasa keberatan dengan poin-poin tertentu, Anda bisa membujuk mereka untuk bekerja sama menemukan solusi terbaik.

Memajukan Karier

Pernahkah Anda merasa bahwa karier Anda tidak bergerak sama sekali? Terlebih lagi, jika Anda sudah lama bekerja dan memiliki banyak pengalaman. Meminta promosi untuk memajukan karier tidak semudah mengucapkan kata belaka.

Jika Anda memiliki kemampuan persuasi, Anda dapat meyakinkan bos seberapa besar jasa Anda untuk perusahaan. Tidak hanya itu, Anda pun dapat menyampaikan alasan mengapa Anda layak mendapat kenaikan gaji dengan percaya diri.

Memengaruhi Pengambilan Keputusan

Setiap harinya, perusahaan akan mengambil keputusan yang berhubungan dengan operasional, finansial dan strategi. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan dan terjadi di berbagai tingkat organisasi.

Anda dapat memengaruhi keputusan di perusahaan dengan kemampuan persuasi, dari mendengarkan sampai mempertimbangkan pendapat Anda. Meski telah mengambil keputusan akhir, Anda tetap bisa mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memberikan opini kedua.

Penutup

Sekarang Anda sudah tahu apa saja manfaat memiliki kemampuan persuasive communication. Sudah saatnya Anda belajar jenis komunikasi tersebut agar karier profesional makin cemerlang.

Change Leadership: Tips dan Skills yang Dibutuhkan

Change Leadership: Tips dan Skills yang Dibutuhkan

Dalam dunia kerja, menjadi seorang pimpinan adalah tugas yang berat. Namun untuk bisa menjadi pemimpin yang mampu membawa tim berhasil menghadapi segala bentuk perubahan, butuh gaya kepemimpinan khusus. Gaya kepemimpinan tersebut tak lain adalah change leadership.

Apa Itu Change Leadership?

Melansir laman Indeed, change leadership adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pentingnya kemampuan pengembangan dan adaptasi dalam menghadapi berbagai bentuk perubahan di lingkungan kerja. Orang dengan gaya kepemimpinan ini umumnya memiliki visi yang jelas, responsif terhadap perubahan di dunia bisnis, dan mampu beradaptasi dengan cepat.

Para change leader juga perlu memiliki sikap visioner dan agile terhadap dinamika dunia bisnis. Tak hanya itu saja, mereka juga harus mampu mengatasi segala hambatan yang muncul dalam proses adaptasi terhadap perubahan. Mereka harus bisa membawa tim melalui perubahan tersebut secara cermat, strategis, dan efektif.

Tips Menjadi Change Leader

Untuk bisa menjadi pemimpin dengan gaya kepemimpinan change leadership, ada beberapa tips yang dapat diterapkan, yakni:

  1. Memikirkan setiap hal secara komprehensif

Seorang change leader selalu mengevaluasi secara mendalam segala bentuk situasi bisnis dan mempertimbangkan semua aspek yang ada dalam suatu perubahan. Mereka juga turut memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki pemahaman yang mendalam terkait perubahan yang akan terjadi dan memiliki waktu untuk bisa menyesuaikan diri.

  1. Fokus pada rencana

Berpegang teguh pada rencana awal merupakan kunci kesuksesan dalam menjalankan perubahan. Seorang change leader harus mampu menyusun rencana yang terstruktur dan merancang workflow seefisien mungkin untuk memastikan suatu tugas dapat dijalankan dengan optimal dan tepat waktu.

  1. Mendelegasikan pekerjaan

Seorang change leader mustahil bisa mengerjakan semuanya sendiri. Mereka harus menugaskan setiap tugas pada anggota tim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Di sini, change leader juga harus memberikan dukungan dan arahan kepada setiap anggota tim.

  1. Merayakan setiap keberhasilan kecil

Gaya change leadership mengharuskan seorang pemimpin untuk bisa mengapresiasi dan merayakan setiap kesuksesan kecil yang dicapai oleh tim. Tujuannya tak hanya untuk meningkatkan semangat kerja anggota tim, tetapi juga memperkuat kolaborasi tim untuk perubahan selanjutnya.

  1. Meminta Masukan

Seorang change leader harus selalu terbuka terhadap segala jenis masukan dan feedback dari atasan, anggota tim, dan pihak terkait lainnya. Sebab, masukan merupakan peluang bagi seorang pemimpin untuk belajar dan terus meningkatkan kemampuan diri.

Skills untuk Menjadi Change Leader

Untuk bisa menerapkan change leadership, butuh beberapa skills yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut beberapa keterampilan tersebut:

  1. Kepemimpinan dan pengaruh

Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan memengaruhi orang lain, termasuk anggota tim dan pemimpin di divisi lainnya. Hal ini penting guna memotivasi dan mengarahkan tim untuk bisa beradaptasi dengan perubahan.

  1. Responsif terhadap perubahan

Untuk bisa menerapkan change leadership, seorang pemimpin harus bisa tanggap terhadap perubahan dengan cepat. Ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk tantangan juga diperlukan untuk memastikan kelancaran proses adaptasi terhadap perubahan.

  1. Komunikasi dan kolaborasi

Change leader juga wajib memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka harus bisa bekerja sama dengan setiap anggota tim dan pihak-pihak terkait. Hal ini ditujukan untuk memastikan bahwa semua pihak terkait memiliki pemahaman yang jelas terhadap suatu perubahan dalam bisnis.

  1. Kepercayaan dan empati

Seorang change leader mampu membangun kepercayaan terhadap anggota tim. Mereka juga harus mampu menunjukkan empati terhadap perasaan dan kebutuhan setiap anggota tim. Ini semua merupakan kunci untuk mempertahankan solidaritas tim selama proses perubahan.

  1. Identifikasi dan penyelesaian masalah

Change leader harus mampu mengidentifikasi dan mengatasi berbagai bentuk tantangan yang muncul selama proses perubahan. Mereka juga diharuskan untuk tetap fokus pada tujuan awal meskipun banyak tantangan yang menghadang dalam menghadapi perubahan.

Jadi, change leadership merupakan gaya kepemimpinan yang difokuskan pada pentingnya kemampuan dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Gaya kepemimpinan ini tak mudah untuk diterapkan, tetapi dengan memahami konsep dan skills yang dibutuhkan, siapa pun pasti bisa menjadi seorang change leader yang dapat membawa tim melalui perubahan di dunia kerja.

Mengenal 7 Goal Setting Techniques yang Efektif dan Aplikatif

Mengenal 7 Goal Setting Techniques yang Efektif dan Aplikatif

Goal Setting Techniques yang Bermanfaat

Strategi dalam mencapai target dengan cerdas sangat penting dalam bisnis dan dunia karier. Lewat adanya goal setting techniques yang tepat, Anda bisa memperoleh berbagai achievement dan prestasi. Selanjutnya, prestasi dan achievement tersebut akan membantu Anda untuk mengembangkan bisnis maupun karier lebih tinggi. 

Lalu, bagaimana cara menyusun strategi mencapai target yang tepat? Ada 7 tips penting yang perlu menjadi perhatian, yakni: 

1. Tuliskan Setiap Tujuan dengan Jelas

Strategi pertama dalam mencapai target dengan cerdas adalah dengan menuliskannya. Anda bisa membuat daftar target yang ingin dicapai dalam secarik kertas dan menempelkannya di dinding. Langkah ini sangatlah sederhana, tetapi memiliki efek yang sangat penting. 

Daftar target yang telah Anda tulis berguna untuk memperkuat niatan untuk mewujudkannya. Dengan begitu, Anda bisa membuat gambaran langkah yang bisa dapat dilakukan untuk mewujudkan target tersebut. 

2. Pahami Apa Itu SMART Goals

Goal setting techniques yang berikutnya adalah dengan memiliki pemahaman tentang SMART goals. SMART goals mempunyai 5 komponen penting, yakni:

  • Specific

Target harus sangatlah spesifik, sesuai dengan kebutuhan Anda. Contohnya, alih-alih memiliki tujuan biar punya tubuh yang sehat, Anda bisa mengubahnya menjadi lebih spesifik. Misalnya, Anda ingin rutin berlatih ke gym seminggu sekali biar lebih sehat.

  • Measurable

Sebuah target juga harus terukur atau measurable. Tujuannya, biar Anda bisa melakukan penilaian atau memantau perkembangannya. Misalnya, Anda memiliki target menurunkan berat badan sebanyak 5 kg dalam jangka 4 bulan. 

  • Achievable

Tujuan harus pula bisa dicapai dan bukan hal yang mustahil. Artinya, Anda mempunyai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mencapainya.

  • Relevant

Aspek selanjutnya adalah relevansi. Pastikan bahwa tujuan yang ditetapkan relevan dengan situasi atau bisnis Anda. 

  • Time-Bound

Berikutnya, tujuan harus memenuhi kriteria time-bound atau punya batas waktu yang jelas. Anda perlu menetapkan waktu mulai hingga selesainya.

3. Susun Target Kecil

Langkah goal setting techniques berikutnya adalah dengan membagi tujuan yang ada menjadi mini goal. Upaya ini sangatlah efektif untuk bisa mencapai target besar yang terlihat sulit untuk dicapai. Selain itu, keberadaan mini goal tersebut juga akan membantu Anda untuk menjadi lebih produktif tanpa terbebani oleh tekanan yang berat. 

4. Gunakan Insentif

Untuk mencapai target secara efektif, Anda bisa pula menggunakan insentif. Insentif tersebut bisa menjadi sumber motivasi karyawan untuk menjadi lebih giat dan produktif. Insentif dapat Anda tawarkan dalam berbagai bentuk, termasuk di antaranya: 

  • Bonus
  • Kenaikan gaji
  • Gift card

5. Terapkan Sistem yang Transparan

Transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam setiap organisasi. Keduanya dapat mendorong rasa memiliki dari setiap karyawan. Selain itu, keberadaannya juga bisa meningkatkan kontribusi yang konsisten dari setiap pihak yang terlibat.

6. Lakukan Evaluasi Secara Bertahap

Anda sudah menyusun rencana untuk mencapai target dengan jelas. Namun, ada kalanya perlu ada perbaikan biar rencana tersebut dapat berjalan lebih efektif. Perbaikan tersebut dapat Anda lakukan lewat adanya proses evaluasi berkala. Dari situ, Anda bisa mengetahui kelemahan dari rencana yang ada dan memperbaikinya.

7. Jangan Ragu untuk Berkonsultasi

Langkah terakhir, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ketika berhadapan pada situasi yang berat. Konsultasi memungkinkan Anda untuk memperoleh pandangan terhadap sebuah permasalahan dari sudut pandang berbeda. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pendapat yang lebih objektif untuk mengatasinya.

Nah, itulah 7 tips penting dalam penerapan goal setting techniques yang penting untuk membantu Anda dalam mengembangkan karier dan bisnis. Semoga bermanfaat, ya. 

Personal Development: Time Management and Productivity, Pahami Keterkaitannya, Yuk!

Personal Development: Time Management and Productivity, Pahami Keterkaitannya, Yuk!

Personal development menjadi aspek penting yang perlu menjadi perhatian serius ketika Anda berada di dunia kerja. Tuntutan pekerjaan mengharuskan Anda untuk terus berkembang sehingga bisa bekerja secara lebih efektif dan efisien. Salah satu wujudnya adalah dalam personal development: time management and productivity

Manfaat Time Management, Tak Cuma Tingkatkan Produktivitas Lho!

Time management merupakan proses yang di dalamnya melibatkan beberapa tahapan, termasuk di antaranya adalah menetapkan prioritas, menyusun rencana, dan menetapkan durasi waktu tertentu untuk menyelesaikan setiap tugas. Penerapannya berguna untuk memfokuskan Anda dalam menggunakan waktu secara efektif. 

Dengan penerapan time management yang baik, Anda bisa memperoleh berbagai manfaatnya, seperti: 

1. Produktivitas Kerja yang Meningkat

Anda mungkin berpikir, bagaimana personal development berupa manajemen waktu atau time management dapat berpengaruh pada produktivitas? Jawabannya sederhana. Karena pengaturan waktu yang baik dapat membantu Anda untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Dengan manajemen waktu, Anda bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan lebih cepat.

2. Manajemen Waktu Membuat Orang Jadi Disiplin Terhadap Waktu

Seseorang yang mampu melakukan manajemen waktu dengan baik akan berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mereka akan berusaha untuk menyelesaikan setiap tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Mereka pun tak terbiasa dalam melakukan penundaan untuk pekerjaan yang sudah seharusnya diselesaikan.

Menunda pekerjaan hanya akan membuat penggunaan waktu jadi tidak efektif. Bukannya selesai, pekerjaan akan menumpuk dan akan menjadi beban yang lebih berat. Alhasil, Anda bakal memerlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan tersebut. 

3. Manajemen Waktu Membuat Orang Lebih Teratur dalam Segala Hal

Orang yang mempunyai kemampuan manajemen waktu dengan baik akan terbiasa menjalankan berbagai aktivitas secara teratur. Keteraturan tersebut tidak cuma berkaitan dengan proses pengerjaan tugas. Namun, berlaku pula dalam menempatkan berbagai barang secara tertata. 

4. Manajemen Waktu Bermanfaat dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Selanjutnya, time management dapat mendorong rasa percaya diri. Anda bisa dengan percaya diri mengatakan kalau mampu menyelesaikan tugas dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut berani Anda katakan karena sudah mempunyai pertimbangan waktu yang tepat sesuai dengan kebiasaan.

5. Manajemen Waktu Efektif dapat Membantu Anda Mencapai Work-Life Balance

Selanjutnya, manajemen waktu bisa membantu Anda terhindar dari stres dan rasa cemas. Stres dan cemas dapat muncul ketika seseorang terus-menerus berhadapan dengan tumpukan pekerjaan yang seolah tak pernah habis. Padahal, semua itu bisa Anda selesaikan dengan manajemen waktu yang baik. 

Selanjutnya, Anda bisa mengalokasikan waktu untuk aktivitas selain pekerjaan. Misalnya, menghabiskan waktu untuk bermain hobi, bersantai dengan teman, atau berkumpul bersama keluarga. Alhasil, Anda bisa mencapai work-life balance yang kemudian membuat kehidupan jadi lebih bahagia.

Secara keseluruhan, manajemen waktu membuat Anda bisa menyelesaikan setiap tugas dengan lebih baik dan efektif. Pemanfaatan waktu juga dapat Anda lakukan secara optimal. Anda pun jadi pribadi yang benar-benar menghargai waktu dan bisa memanfaatkannya dengan baik. 

Tips Meningkatkan Kemampuan Time Management

Anda sudah mengetahui kalau time management adalah personal development yang dapat berdampak dalam peningkatan produktivitas kerja. Lalu, bagaimana cara agar Anda bisa mempunyai kemampuan ini? Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan, yakni:

1. Pahami Bagaimana Cara Anda Memanfaatkan Waktu Sehari-hari

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan melakukan analisis terhadap pemanfaatan waktu saat ini. Apakah Anda sudah terbiasa memanfaatkan waktu dengan baik atau sering menyia-nyiakannya? 

Cara yang efektif dalam melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan waktu adalah dengan menggunakan tool time-tracking seperti RescueTime. Tool ini bisa membantu Anda untuk mengetahui seberapa lama Anda bisa menggunakan waktu secara produktif maupun pemanfaatan waktu untuk aktivitas selain pekerjaan.

2. Terapkan Jadwal Harian

Kalau ingin teratur dalam menggunakan waktu, Anda harus memiliki jadwal harian yang jelas. Jangan sekadar berencana ingin melakukan deretan aktivitas dalam 8 jam kerja. Namun, Anda perlu menyusun jadwal harian secara rinci berikut dengan alokasi waktu untuk setiap aktivitas. 

3. Susun Prioritas

To-do list sangatlah efektif dalam meningkatkan produktivitas kerja. Hanya saja, Anda perlu menetapkan prioritas dengan tepat. Tips yang bisa Anda terapkan adalah dengan memanfaatkan Eisenhower Matrix. 

Dalam Eisenhower Matrix, Anda bisa membagi setiap kegiatan menjadi empat kategori, yakni: 

  • Pekerjaan yang harus segera dilakukan. Kategori pekerjaan ini adalah tugas yang sifatnya mendesak dan penting. Oleh karena itu, Anda harus menyelesaikannya dengan segera. 
  • Jadwalkan. Selanjutnya, ada kategori pekerjaan yang bisa Anda jadwalkan. Hal ini berlaku untuk jenis pekerjaan penting dengan deadline yang masih belum pasti. 
  • Delegasikan. Tak semua tugas perlu Anda jalankan sendiri. Apalagi, untuk sebuah tugas yang bisa dilakukan oleh orang lain. Biar penggunaan waktu efektif, Anda bisa mendelegasikannya kepada orang lain. Terutama untuk tugas-tugas sederhana yang bisa mereka selesaikan. 
  • Hapus. Terakhir, Anda perlu mengeliminasi tugas yang dianggap tidak penting, dan bahkan termasuk salah satu bentuk pemborosan waktu.

4. Selesaikan Tugas yang Sulit Terlebih Dulu

Cara yang efektif dalam menyelesaikan tugas adalah dengan memilih pekerjaan sulit terlebih dulu. Langkah ini sangat penting, karena pada awal-awal menyelesaikan pekerjaan, pikiran Anda masih segar dan tidak mudah terdistraksi.

5. Kelompokkan Tugas yang Mirip

Untuk efektivitas pekerjaan, Anda perlu mengelompokkan jenis tugas yang proses pengerjaannya cukup mirip. Misalnya, Anda bisa mengelompokkan aktivitas berkaitan dengan email pada rentang antara pukul 10 sampai 11.

6. Tetapkan Waktu Penyelesaian untuk Setiap Tugas

Anda harus memiliki durasi waktu pengerjaan untuk setiap tugas dengan jelas. Pastikan untuk mematuhi tenggat waktu setiap tugas. Hal ini sangat penting biar Anda terbiasa dengan kedisiplinan. 

7. Hindari Kebiasaan Multitasking

Multitasking bukanlah kebiasaan yang baik. Sebaliknya, multitasking membuat Anda bekerja tidak secara efisien. Apalagi, beralih dari satu tugas ke tugas lain memerlukan waktu dan hal ini dapat berdampak pada produktivitas kerja Anda.

8. Biasakan Diri dengan Keteraturan

Kebiasaan hidup yang teratur sangat penting dalam upaya melakukan manajemen waktu. Keteraturan membuat Anda tidak mudah lupa dalam menaruh barang ketika dibutuhkan. Cara paling sederhana adalah dengan membiasakan diri untuk mengatur meja kerja dengan teratur dan bersih. 

9. Manfaatkan Time Management Tool

Terakhir, Anda bisa menggunakan berbagai tool yang bisa membantu dalam meningkatkan efektivitas pekerjaan. Contohnya antara lain adalah Slack yang memudahkan cara berkomunikasi di tempat kerja, Google Drive atau OneDrive untuk sarana penyimpanan berbasis cloud, maupun Google Calendar yang bisa Anda manfaatkan sebagai sarana reminder.

Itulah penjelasan lengkap berkaitan dengan personal development: time management and productivity. Dengan penerapan yang baik, manajemen waktu akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih teratur dan produktif.