Work-Life Balance Strategies untuk Mencapai Keseimbangan Kehidupan

Work-Life Balance Strategies untuk Mencapai Keseimbangan Kehidupan

Di era modern dan serba digital seperti saat ini, tuntutan pekerjaan semakin komplek dan rumit. Hal ini menyebabkan kaburnya batas antara kehidupan profesional dengan kehidupan pribadi yang menyebabkan stres, burnout, kelelahan, hingga depresi. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan work-life balance strategies untuk mendapatkan keseimbangan hidup dan ketenangan.

Apa itu Work-Life Balance Strategies

Work-life balance merupakan konsep untuk mendapatkan keseimbangan antara kehidupan profesional dengan kehidupan pribadi. Penerapan konsep ini dapat membantu individu mengalokasikan waktu dan energi yang berimbang secara efektif untuk keduanya.

Work-life Balance Strategies merupakan strategi untuk mencapai work-life balance. Strategi tersebut perlu dilakukan agar seseorang dapat mengatur waktu dan tenaganya untuk mencapai kesuksesan di dalam kehidupan profesional maupun kehidupan pribadi.

Manfaat Work-Life Balance

Menerapkan work-life balance strategies dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:

1. Mengurangi Stres dan Burnout

Tumpukan pekerjaan yang kian bertambah atau banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan terkadang memicu stres dan burnout. Dengan menerapkan work-life balance strategies, hal ini dapat diminimalisasi. Pembagian kehidupan yang seimbang antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional di tempat kerja dapat memberikan batasan yang jelas antara keduanya.

Menerapkan work-life balance dapat memberi kesempatan individu untuk menikmati kehidupan pribadi, menjalankan hobi yang dapat meredakan stres atau burnout. Stres atau burnout yang terus menerus dapat memicu timbulnya masalah kesehatan fisik dan mental.

2. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Work-life balance dapat membantu individu mencapai keseimbangan hidup dan kesehatan yang prima. Dengan kondisi kesehatan yang prima dan perasaan bahagia, maka seseorang dapat bekerja lebih fokus, kreatif, produktif, dan berperforma baik.

3. Lebih Sehat secara Fisik dan Mental

Memiliki waktu yang efektif untuk bekerja dan waktu luang untuk melakukan hobi dan kegiatan pribadi seperti berolahraga atau quality time bersama keluarga bisa membuat hidup lebih bahagia. Perasaan bahagia ini dapat membantu seseorang mencapai kesehatan fisik dan mental yang lebih optimal.

4. Menjaga Hubungan Sosial

Work-life balance membuat seseorang mampu memiliki waktu yang cukup untuk keluarga, sahabat, rekan, atau koleganya sehingga hubungan sosial tetap terjaga.

5. Meningkatkan Kebahagiaan

Secara keseluruhan work-life balance strategies dapat membantu individu agar lebih bahagia dan lebih puas dalam menjalani kehidupan.

Bagaimana Menerapkan Work-Life Balance

Cara menerapkan work-life balance strategies yang efektif yaitu:

1. Mengatur Kembali Jam Kerja

Untuk mencapai keseimbangan hidup antara dunia kerja dan kehidupan pribadi, maka perlu dilakukan pembagian waktu dan energi antara keduanya. Salah satu cara mudah untuk melakukannya yaitu dengan membuat daftar pekerjaan yang harus diselesaikan setiap hari dan menyelesaikannya tepat waktu.

2. Mengatur Prioritas Pekerjaan

Buat prioritas pekerjaan sesuai dengan urgensi dan tenggat waktu penyelesaiannya. Bagi pekerjaan menjadi penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting tidak mendesak. Hal ini agar pekerjaan dapat selesai secara efektif efisien.

3. Meluangkan Waktu untuk Kehidupan Pribadi

Setelah lelah bekerja, jangan lupa luangkan waktu untuk menikmati kehidupan pribadi seperti mengerjakan hobi, berolahraga, atau mengunjungi saudara dan sahabat.

4. Hindari Membawa Pekerjaan ke Rumah

Hindari menunda pekerjaan dan membawa pekerjaan ke rumah agar tidak mudah stres dan burnout.

Demikian ulasan tentang work-life balance strategies yang memudahkan individu mencapai keseimbangan, kebahagiaan, dan ketenangan hidup. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Succession Planning bagi Keberlanjutan Bisnis Anda

Pentingnya Succession Planning bagi Keberlanjutan Bisnis Anda

Salah satu cara menjamin kelangsungan bisnis adalah memiliki succession planning atau rencana penunjukan penerus. Hal ini dilakukan ketika seorang pemimpin tidak lagi meneruskan tugasnya karena suatu hal, misalnya kematian, pensiun, perubahan struktur, dan sebagainya.

Karena perannya yang penting, strategi suksesi harus direncanakan dengan baik. Informasi berikut bisa menjadi panduan Anda dalam memulainya.

Elemen Utama dalam Succession Planning

Setiap strategi succession planning wajib memiliki elemen berikut:

  • Identifikasi Peran

Proses identifikasi peran sangat penting dalam rencana suksesi karena menyangkut respons tepat demi menjaga kepentingan bisnis. Identifikasi peran yang harus ada di dalam pemimpin baru menyertakan berbagai standar perilaku, keahlian, dan wawasan. Hasilnya kemudian dijadikan patokan untuk memilih kandidat.

Salah satu pertanyaan penting dalam identifikasi peran adalah: posisi apa yang akan menyulitkan perusahaan jika dibiarkan kosong? Pertanyaan ini bisa membantu membuat skala prioritas agar bisa segera memilih pemimpin baru.

  • Seleksi Bakat-Bakat dalam Tubuh Perusahaan

Kriteria peran penting yang telah ditentukan sebelumnya kemudian menjadi patokan untuk menemukan kandidat penerus utama. Selain kriteria, pencarian kandidat dalam succession planning melibatkan analisis mendalam terkait karakteristik pribadi, pengalaman, dan kinerja mereka.

Misalnya, apakah kandidat tersebut mampu menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan? Apakah dia memiliki kemampuan untuk mengelola insan perusahaan dengan berbagai latar belakang? Apakah kandidat mampu beradaptasi dengan peran dan situasi baru? Pertanyaan ini wajib menjadi pertanyaan saat menyeleksi kandidat.

  • Menjamin Efisiensi Kerja setelah Peran Berganti

Langkah penggantian kepemimpinan tidak berhenti setelah kandidat baru terpilih. Pemimpin yang baru harus mampu beradaptasi dengan perannya dan menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tuntutan yang telah disepakati.

Tergantung tingkat urgensinya, perusahaan bisa menerapkan beberapa kandidat sekaligus. Misalnya ada “pemimpin darurat” yang harus langsung mengelola perusahaan, kandidat jangka pendek yang siap memerintah setelah satu atau dua tahun, dan kandidat utama yang harus melalui tiga hingga lima tahun masa persiapan.

Mengapa Succession Planning Harus Ada?

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan wajib membuat succession planning. Contohnya sebagai berikut:

  • Memotivasi Karyawan

Rencana suksesi memastikan perusahaan selalu memiliki kandidat untuk mengisi posisi penting tertentu. Hal ini bisa menjadi motivasi karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan menunjukkan prestasi.

  • Melakukan Transfer Pengetahuan dan Keahlian

Posisi kepemimpinan tertentu biasanya juga menuntut pengetahuan dan keahlian khusus. Dengan succession planning, perusahaan bisa memastikan bahwa keduanya diturunkan ke orang yang tepat. Hal ini penting untuk kelangsungan bisnis, terutama jika keahlian dan pengetahuan tersebut sangat spesifik atau tidak dikuasai sembarang orang.

  • Mencegah Adanya Power Struggle dalam Perusahaan

Ketika suatu posisi penting mendadak kosong karena suatu hal, power struggle yang menyusul bisa mengganggu kinerja bisnis. Harmoni perusahaan juga bisa terganggu sehingga pekerjaan tidak bisa berlangsung maksimal.

Rencana suksesi menyediakan langkah-langkah praktis untuk segera mengisi posisi dan mengatur kelancaran kerja. Tidak ada kesempatan bagi power struggle untuk terjadi dan mengacaukan situasi.

  • Mencegah Kekacauan saat Kepemimpinan Berganti

Terkait poin sebelumnya, kepemimpinan yang berganti bisa mengancam kelangsungan perusahaan, apalagi jika terjadi mendadak. Adanya rencana suksesi bisa membantu perusahaan mengendalikan keadaan sehingga mencegah kekacauan. Para insan perusahaan pun bisa lebih tenang bekerja karena sudah ada sosok yang bisa mengendalikan situasi.

Kepemimpinan dalam perusahaan bisa berganti karena suatu sebab. Oleh karena itu, memiliki succession planning sangat penting untuk menjaga kelangsungannya. Menyiapkan kandidat potensial lewat pelatihan leadership seperti yang ditawarkan Peopleshift bisa membantu perusahaan terus berjalan dengan baik setelah pergantian kepemimpinan.

Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Bagaimana Stakeholder Engagement yang Tepat dapat Memajukan Tim?

Kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan dari seberapa banyak penjualan yang dicapai atau seberapa besar awareness masyarakat saja, tetapi bagaimana perusahaan itu mampu mengelola hubungan yang baik dengan semua pihak terkait secara berlanjut. Semua itu bisa dilakukan dengan adanya stakeholder engagement yang tepat.

Stakeholder engagement, atau keterlibatan pemangku kepentingan, merupakan sebuah konsep di mana para pemangku turut dilibatkan dalam manajemen proyek dan pengembangan tim di perusahaan. Keterlibatan ini tidak hanya sekadar dalam rapat, tetapi juga dalam menentukan strategi dan arah kebijakan ke depannya.

Keterlibatan yang tepat dan kolaboratif dari semua pihak yang memiliki kepentingan dalam sebuah proyek atau tim dapat membuat perusahaan  dengan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan dan juga menghindari kesalahpahaman atau perbedaan persepsi.

Lalu, apa manfaatnya dalam pengelolaan tim, serta bagaimana cara yang tepat untuk bisa menerapkan stakeholder engagement  yang sehat di perusahaan? Mari kita bahas.

Memahami Pengertian Stakeholder Engagement

Stakeholder engagement merupakan proses identifikasi pemahaman dan tujuan yang melibatkan semua stakeholders terkait dalam proyek. Para pemangku kepentingan ini bisa meliputi klien, karyawan, mitra bisnis, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam keberhasilan suatu proyek atau tim.

Keterlibatan stakeholder melibatkan komunikasi dua arah yang efektif, mendengarkan kebutuhan dan saran mereka, serta mengintegrasikan feedbacks mereka ke dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Keterlibatan ini bisa memberikan berbagai perspektif dan meminimalkan risiko ketidakpuasan atau dispute yang akan terjadi di depan.

Apa Manfaat Stakeholder Management dalam Tim?

Stakeholder engagement dapat memberikan sejumlah manfaat yang penting bagi pengembangan tim. Keterlibatan yang tepat sasaran dari stakeholder memungkinkan tim untuk memahami dengan lebih baik kebutuhan dan harapan mereka.

Hal tersebut dapat membantu tim bekerja dengan lebih efektif, menghindari kesalahan yang dapat mengganggu kinerja dalam proyek, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan stakeholders terkait.

Selain itu, keterlibatan stakeholder juga dapat meningkatkan tingkat dukungan dan keterlibatan mereka dalam proyek atau tim. Ketika para pemangku kepentingan merasa didengar dan dipertimbangkan, mereka cenderung lebih terlibat dan berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan tim.

Hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan membangun hubungan yang lebih kuat antara tim dan pemangku kepentingan.

Bagaimana Menerapkan Stakeholder Engagement yang Tepat Bagi Kemajuan Tim?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan stakeholder engagement yang tepat bagi kemajuan tim. Mari simak di sini.

Mengenali Prioritas

Untuk memajukan sebuah tim, keterlibatan stakeholder harus dilakukan dengan tepat dan efektif. Salah satu langkah penting dalam mencapai hal ini adalah dengan mengidentifikasi dan memprioritaskan pemangku kepentingan mana saja yang paling relevan dan berpengaruh bagi proyek atau tim.

Dengan langkah ini, tim dapat berfokus pada upaya mereka untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan yang paling penting.

Pola Komunikasi yang Tepat

Komunikasi yang terbuka dan transparan juga merupakan kunci penting dalam menjaga keterlibatan stakeholder yang efektif. Tim harus secara teratur berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, memberikan pembaruan tentang kemajuan proyek dan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk memberikan feedback dan juga kritik yang membangun.

Dengan demikian, tim Anda dapat memastikan bahwa semua pihak tetap terinformasi penuh dan turut serta dalam proses pengambilan keputusan.

Dengarkan Kritik dan Saran

Penting juga untuk Anda dan tim mempertimbangkan kebutuhan, kritik, serta saran dari setiap pemangku kepentingan. Untuk bisa mengoptimalkan hal ini, Anda dapat mengadopsi pendekatan yang berbeda dalam berkomunikasi dengan mereka, menyediakan hal yang mereka butuhkan seperti operational support misalnya, dan juga mengajak mereka untuk berdiskusi.

Jangan biarkan kritik, saran, dan permintaan mereka hanya terhenti begitu saja sebagai wacana. Anda bisa melibatkan analis dan pengolah data untuk membantu Anda merangkum semua kritik, saran, dan diskusi untuk bisa menghasilkan result yang lebih ilmiah dan terperinci.

 

Stakeholder engagement yang tepat tidak hanya dapat membuat proyek berjalan dengan mulus, tetapi dapat menciptakan sinergi dan harmonisasi bagi semua pihak jika diterapkan dengan tepat.

5 Transformation Strategies Penting untuk Memajukan Perusahaan

5 Transformation Strategies Penting untuk Memajukan Perusahaan

Perubahan adalah sebuah hal yang akan selalu terjadi, dan sebagai pengusaha, Anda harus merangkulnya. Salah satu cara yang bisa Anda terapkan adalah transformation strategies. 

Transformation strategies adalah langkah-langkah yang dirancang untuk mengubah suatu organisasi secara fundamental, biasanya dalam rangka menghadapi perubahan pasar, teknologi, atau lingkungan bisnis. Perubahan ini bisa terjadi baik dalam struktur organisasi, proses bisnis, budaya perusahaan, teknologi, atau model bisnis.

Transformation strategies diperlukan oleh perusahaan untuk menanggulangi tantangan besar yang mengancam keberlangsungan atau pertumbuhannya. Transformation strategies bukanlah proses singkat atau sederhana. Hal tersebut membutuhkan komitmen jangka panjang, perencanaan yang cermat, serta kemampuan untuk mengelola perubahan dan mengatasi hambatan yang muncul di depan.

Langkah-Langkah Menerapkan Transformation Strategies

Seperti apa transformation strategies yang dapat diterapkan untuk membuat perusahaan tetap sustain? Berikut langkah-langkah awal yang bisa Anda lakukan.

Inovasi Berkelanjutan

Inovasi tidak boleh hanya menjadi jargon saja, tetapi harus menjadi bagian yang mengakar di dalam budaya perusahaan. Menurut Berman dalam artikel berjudul Implementing innovation: fostering enduring change in environmental and natural resource governance di American Journal of Environmental Management, perusahaan yang berhasil terus mendorong inovasi berkelanjutan akan cenderung lebih mampu berkompetisi.

Masih dalam artikel yang sama, inovasi ini dapat mencakup investasi dalam riset dan pengembangan, membangun customer relation, dan menciptakan lingkungan yang lebih adaptif terhadap ide-ide baru dari para stakeholders. Perusahaan seperti Google, Apple, dan Amazon telah menetapkan hal ini dengan baik.

Transformasi Digital

Untuk tetap sustain, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Hal itu bisa dilakukan lewat adopsi teknologi digital. Teknologi digital adalah kunci penting untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan dari suatu proyek.

Transformasi digital bisa dilakukan dengan menerapkan penggunaan data secara cerdas, implementasi sistem yang terintegrasi, dan memanfaatkan AI sesuai ketentuan hukum dan etika yang berlaju. Berbagai platform sharing economy seperti Uber, GoJek, dan Tokopedia misalnya, merupakan bukti transformasi digital dapat mengubah model bisnis secara masif dan menciptakan value yang besar.

Fokus pada Customer Experience

Memahami dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan adalah kunci untuk meraih keberhasilan jangka panjang. Perusahaan harus secara terus-menerus memperbaiki pengalaman pelanggan melalui product development, layanan, dan interaksi kepada customer.

Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan data untuk memahami customer behavior, mengembangkan solusi yang relevan, dan memberikan layanan yang personal serta lebih responsif.

Mengembangkan Kepemimpinan yang Adaptif

Penting bagi Anda untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang adaptif sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin cepat dan tidak terprediksi.

Perusahaan harus mengembangkan jiwa kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perubahan, menginspirasi orang lain, dan mampu untuk mengembangkan transformasi organisasi.

Mulai dengan menerapkan change leadership pada tim Anda, melibatkan mereka dalam banyak hal, serta membangun hubungan yang baik dan terbuka tidak hanya dengan anggota tim atau karyawan, tetapi juga stakeholders terkait.

Kolaborasi dan Kemitraan yang Strategis

Tidak ada perusahaan yang bisa berhasil hanya dengan kemampuan sendiri. Anda membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak.  Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan brand collaboration.

Perusahaan harus mencari kemitraan yang saling menguntungkan dan berinovasi bersama untuk menciptakan additional value yang saling menguntungkan satu sama lain. Jangan pernah menutup pintu kesempatan dengan perusahaan lain. Alih-alih harus selalu menjadi pesaing, perusahaan bisa mencoba untuk berkolaborasi.

Anda bisa mencontoh kesuksesan brand collaboration antara Nike dan Apple dalam pengembangan teknologi wearable pengukur kebugaran dan produk olahraga yang tidak hanya fashionable, tetapi memanfaatkan perkembangan teknologi.

Transformation strategies adalah proses panjang yang melibatkan semua perangkat di perusahaan dan penelitian yang detail. Terapkan hal ini pada perusahaan Anda secara bertahap untuk menyambut perubahan.

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Pahami Pentingnya Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja

Dalam lanskap bisnis yang semakin multikultural, membangun budaya kerja yang beragam dan inklusif bukan lagi suatu pilihan, melainkan keharusan. Pasalnya, perusahaan yang memprioritaskan diversity dan inclusion dapat mengalami peningkatan inovasi sebesar 59%, serta produktivitas dan profitabilitas sebesar 62,6%, lho.

Memahami Diversity dan Inclusion di Dunia Kerja

Indonesia merupakan negara dengan budaya Bhinneka Tunggal Ika, yang menggambarkan keragaman sebagai kekuatan. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip keberagaman dan inklusivitas di negara ini terbilang masih minim lho, terutama di dunia kerja.

Keberagaman merujuk pada kehadiran beragam individu dengan karakteristik, latar belakang, dan pengalaman yang unik di tempat kerja. Keragaman ini mencakup aspek-aspek seperti etnis, budaya, agama, bahasa, dan karakteristik lainnya yang membedakan satu individu dari yang lain.

Sedangkan inklusivitas berarti budaya atau lingkungan kerja yang memastikan bahwa semua individu merasa diterima, dihargai, dan didukung tanpa memandang perbedaan mereka. Lingkungan yang inklusif mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan kontribusi dari semua anggota tim, tanpa ada diskriminasi atau hambatan-hambatan yang tidak perlu.

Alasan Mengapa Diversity dan Inclusion Penting di Tempat Kerja

Berikut ini beberapa alasan utama pentingnya perusahaan untuk merangkul keberagaman dan inklusivitas sebagai bagian dari budaya kerjanya:

1. Peningkatan Daya Tarik Bakat dan Merek Perusahaan

Keberagaman dan inklusi ternyata berperan penting dalam menarik calon pekerja baru dan meningkatkan reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja . Menurut penelitian, 76% pencari kerja menganggap keberagaman di tempat kerja sebagai faktor penting ketika akan melamar suatu posisi, dan sekitar 1 dari 3 pencari kerja tidak akan melamar di perusahaan dengan kurangnya keberagaman di antara SDM-nya.

2. Mendorong Keterlibatan Karyawan

Ketika perusahaan menekankan inklusivitas, mereka menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan terbuka, maka karyawan akan merasa setara untuk mengekspresikan diri dan berbagi ide. Hal ini membuat karyawan merasa dihargai dan didengar, sehingga cenderung lebih terlibat dengan berbagai inisiatif perusahaan dan termotivasi dalam melakukan pekerjaannya.

3. Produktivitas dan Kinerja Perusahaan Lebih Tinggi

Jika keterlibatan karyawan meningkat, produktivitas dan kinerja perusahaan pun akan meningkat. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian, salah satunya studi McKinsey.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang berada di kuartil teratas dalam hal keberagaman etnis dan ras dalam manajemen memiliki kemungkinan 36% lebih besar untuk memperoleh keuntungan finansial di atas rata-rata industri mereka.

4. Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Diversity dan inclusion di tempat kerja menyatukan individu-individu dari latar belakang, budaya, pengalaman, dan perspektif yang berbeda. Dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan memanfaatkan beragam pengalaman, dapat mengungkap pendekatan-pendekatan baru yang mungkin luput dari perhatian.

Pertukaran ide dari sudut pandang yang berbeda ini pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan intelektual serta mencegah pemikiran kelompok. Alhasil, proses pengambilan keputusan jadi lebih terinformasi dan menyeluruh.

Ada banyak kok penelitian yang menunjukkan hubungan antara inklusivitas, keberagaman, dan peningkatan inovasi di tempat kerja. Salah satunya penelitian dari Josh Bersin yang membuktikan bahwa perusahaan inklusif mempunyai peluang 1,7 kali lebih besar untuk menjadi pemimpin inovasi di pasar mereka.

5. Menurunkan Tingkat Turnover Karyawan

Keberagaman dan inklusivitas juga berdampak positif pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan talenta terbaik mereka. Pasalnya, ketika diversity dan inclusion dikelola dengan baik, terciptalah lingkungan kerja yang lebih harmonis dan meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan. Alhasil, lebih besar kemungkinan karyawan untuk bertahan di perusahaan.

Bagaimana Menumbuhkan Diversity dan Inclusion di Tempat Kerja?

Membangun, memelihara dan memupuk budaya keberagaman dan inklusi tidaklah mudah. Akan tetapi, Anda bisa menerapkan tips-tips berikut:

  • Mengomunikasikan manfaat keberagaman dan inklusi di tempat kerja.
  • Melatih manajer perekrutan dan membentuk panel pewawancara yang beragam yang akan memilih kandidat berdasarkan keterampilan dan pengalaman. Taktik paling umum yang bisa digunakan adalah menggunakan platform online untuk mengevaluasi lamaran dalam skala besar dan menghilangkan bias dalam lowongan pekerjaan.
  • Buatlah sistem pertemanan peer-to-peer, caranya dengan memasangkan dua karyawan atau lebih dari latar belakang berbeda untuk membina hubungan yang lebih dekat.
  • Menghilangkan silo organisasi dan meningkatkan kolaborasi tim dan lintas fungsi sangat penting agar karyawan merasa lebih inklusif.
  • Melakukan survei karyawan yang lebih rutin, tidak hanya mengumpulkan umpan balik dan persepsi karyawan tentang keberagaman dan inklusi dalam organisasi mereka, namun juga untuk menunjukkan kepada mereka bahwa suara mereka didorong, dihargai, dan disambut baik.

Secara keseluruhan, diversity dan inclusion memainkan peran krusial dalam membangun budaya perusahaan yang sehat, sehingga karyawan merasa terlibat dan bersemangat untuk berkontribusi. Pada gilirannya, ini tidak hanya akan membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih menyenangkan untuk bekerja, tetapi juga lebih sukses dan maju.

Mengapa Executive Coaching Penting untuk Kemajuan Perusahaan?

Mengapa Executive Coaching Penting untuk Kemajuan Perusahaan?

Program coaching berkelanjutan tidak hanya penting bagi karyawan, tetapi juga mereka yang menduduki posisi kepemimpinan dalam perusahaan. Executive coaching merupakan program berkelanjutan yang membidik posisi vital tertentu dalam perusahaan. Inilah keuntungan melakukan executive coaching untuk perusahaan.

Apa Itu Executive Coaching

Executive coaching merupakan bagian dari program pengembangan yang berfokus pada orang-orang di posisi eksekutif atau level kepemimpinan yang cukup tinggi. Program ini membantu mereka meningkatkan kompetensi untuk menerapkan aspek kepemimpinan yang lebih baik.

Pelatihan eksekutif tidak hanya membidik mereka yang posisinya sudah tinggi. Perusahaan bisa memberi pelatihan serupa ke individu yang terlihat potensial untuk dijadikan pemimpin.

Metode Populer untuk Executive Coaching 

Ada beberapa metode populer yang digunakan untuk pelatihan eksekutif.

Metode GROW merupakan model coaching populer yang telah ada sejak 1980-an. GROW adalah singkatan dari empat orientasi utama pelatihan ini: Goal (tujuan), Reality (realita saat ini), Options (pilihan tindakan), dan Will (tindakan yang akan dilakukan).

Metode lainnya adalah FUEL, yaitu pelatihan open-ended yang menuntut adaptasi dan pembelajaran terus-menerus. Pilar utama metode FUEL adalah Frame the conversation (kesamaan visi dalam dialog), Understand the current state (memahami kondisi saat ini), Explore the final state (ketahui tujuan yang diinginkan), dan Lay out success plan (lakukan perencanaan untuk mencapai tujuan).

Apa perbedaan antara metode GROW dan FUEL? Struktur GROW cocok untuk melatih pemimpin dengan tujuan spesifik yang sudah direncanakan. Sebaliknya, FUEL adalah metode yang menuntut adaptasi terus-menerus tergantung situasi dan kondisi. Jadi, fokus FUEL adalah adaptasi perilaku dan pemikiran yang sifatnya lebih umum.

GROW dan FUEL sama-sama dibutuhkan walau tujuannya sedikit berbeda. Executive coaching yang baik harus memperhatikan kebutuhan utama peserta agar tujuan mereka tercapai.

Keuntungan Menerapkan Executive Coaching 

Mengapa executive coaching menguntungkan bagi perusahaan? Inilah beberapa alasannya:

  • Menggali Potensi Pemimpin

Figur pemimpin juga memiliki potensi yang mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pelatihan, mereka bisa menggunakan potensi tersebut untuk lebih meningkatkan kesuksesan perusahaan. Penggalian potensi juga membantu peserta mengisi “celah” di dalam kepribadian mereka sebagai pemimpin

Contohnya adalah penggalian potensi terkait manajemen risiko untuk pemimpin inovatif, atau kreativitas untuk calon pemimpin yang bisa diandalkan pegawai tetapi cenderung saat taat pada aturan.

  • Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pemimpin harus menunjukkan kepercayaan diri karena kedudukannya sebagai panutan dan tokoh pemegang otoritas. Kepercayaan diri bisa dipupuk lewat peningkatan berbagai kualitas pribadi dalam diri. Hal ini terutama penting untuk pelatihan bagi individu yang potensial untuk menjadi pemimpin.

Dengan kepercayaan diri, seorang pemimpin mampu memotivasi karyawan dan mengembangkan kultur kerja positif dalam perusahaan. Kepercayaan diri juga menjadikan pemimpin sebagai sosok yang bisa diandalkan saat kondisi sulit menerpa. Seluruh insan perusahaan pun bisa menjadi lebih percaya diri dalam mengatasi masalah.

  • Meningkatkan Performa Pribadi dan Tim

Pelatihan eksekutif merupakan cara untuk meningkatkan performa kerja pemimpin (atau calon pemimpin). Contohnya adalah peningkatan soft skills yang penting untuk menyelesaikan berbagai tugas secara efektif. Akan tetapi, fokus untuk pelatihan ini tidak hanya berpusat pada si pemimpin.

 

Inti dari executive coaching adalah peningkatan kinerja pemimpin sehingga bawahannya bisa bekerja dengan lebih efektif dan memiliki motivasi internal. Dengan meningkatkan performa dan karakter pribadi, pemimpin bisa ikut meningkatkan kinerja karyawan serta memberi contoh.

Pemangku kedudukan tertentu dalam perusahaan juga membutuhkan bimbingan dan pelatihan agar potensi mereka semakin meningkat. Hasilnya pun akan ikut menguntungkan perusahaan karena kinerja meningkat. Dapatkan program executive coaching seperti yang ditawarkan Peopleshift dan buktikan sendiri bagaimana hasilnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

Jenis Leadership Training untuk Menciptakan Pemimpin Terbaik

Jenis Leadership Training untuk Menciptakan Pemimpin Terbaik

Kepemimpinan (leadership) memadukan berbagai keahlian dan ilmu untuk menciptakan kultur perusahaan yang positif. Leadership training pun menjadi investasi penting untuk berbagai perusahaan dan organisasi yang menginginkan kesuksesan. Perusahaan bisa menemukan bibit-bibit potensial untuk dilatih sebagai pemimpin sukses.

Kepemimpinan yang baik akan mendukung berbagai aspek kerja, termasuk meningkatkan retensi dan loyalitas karyawan. Misalnya, dalam laporan Statista tahun 2023 tentang retensi karyawan, 73% responden menganggap kepemimpinan sebagai faktor terpenting yang menentukan retensi.

Jenis Leadership Skill yang Harus Dimiliki

Tujuan leadership training adalah memupuk keahlian (skill) penting yang harus dimiliki setiap pemimpin. Contoh keahlian tersebut antara lain:

  • Manajemen Konflik

Pemimpin harus mampu mengelola individu berbeda dengan baik, dan salah satunya adalah lewat manajemen konflik. Keahlian ini membantu pemimpin menjaga keharmonisan kultur kerja dan mendorong tercapainya solusi yang memuaskan semua pihak.

  • Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan oleh pemimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan pengalaman diri sendiri. Pemimpin harus mampu menganalisis data, informasi, lingkungan, dan orang-orang yang terlibat sebelum mengambil keputusan. Pemimpin juga harus bisa memproyeksikan tujuan yang hendak dicapai lewat keputusan tersebut.

  • Berpikir Kritis

Leadership training mengajarkan cara berpikir kritis, yaitu mengolah informasi dan ide secara menyeluruh sambil mempertimbangkan aspek baik dan buruknya. Hal ini juga membantu pemimpin mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

  • Inovasi dan Kreativitas

Pemimpin yang baik harus memiliki kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif. Hal ini memberi kontribusi terhadap perusahaan, terutama dalam menghadapi persaingan.

  • Kemampuan Beradaptasi

Masih terkait persaingan, pemimpin yang baik harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Hal ini berguna untuk menghadapi tren pasar, kondisi ekonomi, dan perkembangan teknologi yang makin cepat berubah.

  • Kemampuan Membangun Relasi

Pemimpin ideal mampu membangun koneksi dan bahkan relasi baik dengan berbagai pihak. Hal ini tidak hanya memudahkan dalam berbagai aktivitas perusahaan, tetapi juga menciptakan reputasi positif.

  • Kemampuan Memotivasi

Pemimpin yang baik mampu memotivasi serta memberi inspirasi bagi bawahannya. Dalam jangka panjang, hal ini menciptakan satuan kerja yang berdedikasi, loyal, dan berpandangan positif terhadap pekerjaan maupun diri pribadi.

5 Tipe Leadership Training

Leadership training punya beragam jenis. Inilah beberapa contoh yang bisa Anda temukan sesuai kebutuhan:

  • Classroom-based Training

Pelatihan ini menempatkan kandidat dalam program intensif di dalam kelas. Materinya biasanya mencakup teori dasar serta berbagai wawasan kepemimpinan.

  • Online Training

Pelatihan ini mirip dengan yang berbasis kelas, tetapi bisa dilakukan dari jarak jauh. Cocok untuk kandidat yang masih memiliki banyak tanggung jawab kerja.

  • Experiential Teaching

Experiential teaching adalah pelatihan yang mengajak kandidat untuk langsung menyelami situasi sebenarnya. Kandidat pemimpin ditempatkan dalam berbagai situasi yang mengharuskan mereka menggunakan wawasan yang telah didapat. Hal ini biasanya merupakan kelanjutan dari pelatihan teori/di kelas.

  • Mentorship/Coaching

Pelatihan ini mengajak kandidat untuk mengasah keahlian di bawah mentor tepercaya. Contohnya adalah pemimpin perusahaan yang mengajak kandidat penggantinya dalam berbagai kegiatannya. Sang pemimpin atau mentor kemudian memberi wawasan dan kesempatan mengasah keahlian kepada si kandidat.

  • Leadership Change

Penggantian kepemimpinan (leadership change) adalah leadership training yang dilakukan lewat transisi atau disrupsi. Contohnya, sebuah perusahaan ingin melakukan revitalisasi dengan visi yang lebih modern. Pemimpinnya pun harus mengikuti pelatihan ulang agar bisa mengelola perusahaan dengan orientasi berbeda yang lebih modern.

Leadership training seperti program Peopleshift merupakan modal penting dalam menciptakan perusahaan yang sukses serta mampu bersaing. Jadikan pelatihan kepemimpinan sebagai salah satu program andalan demi kesuksesan masa depan.

insight information peopleshift 5 Skill yang Harus Dikuasai dalam Leadership Training sebagai Team Leader

5 Skill yang Harus Dikuasai dalam Leadership Training sebagai Team Leader

Dalam sebuah bisnis atau organisasi, seorang pemimpin, manajer, atau orang-orang yang berada dalam top-tier management memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan atau organisasi itu sendiri. Oleh sebab itu, pemimpin harus memiliki kualitas diri dan skill untuk mampu menavigasi, bukan hanya bisnisnya, tetapi juga orang-orang yang terlibat di dalamnya. 

Salah satu cara untuk membentuk quality leader adalah melalui program leadership training. Program ini dikhususkan untuk membentuk dan mengasah kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin.

Pentingnya Leadership Training

Dilansir Forbes, kebanyakan karyawan mengundurkan diri bukan karena perusahaannya yang buruk, melainkan karena manajer mereka yang buruk. Hal ini memengaruhi kualitas kinerja tim dan menghambat orang-orang yang memiliki potensi untuk maju. Sayangnya, kebanyakan perusahaan hanya mementingkan soal efisiensi operasional atau mendorong pemasaran jika bicara soal pengembangan bisnis.

Padahal, pengembangan orang-orang yang terlibat di dalamnya tak kalah penting. Survei Gallup juga menunjukkan bahwa 70% engagement tim bergantung pada manajer. Tak hanya itu, tim yang memiliki leader hebat memiliki pendapatan 27% lebih banyak per karyawan. 

Hal-hal tersebut menunjukkan pentingnya leadership training untuk membentuk pemimpin tim yang hebat dan efektif dalam mendorong kinerja tim secara positif.

5 Skill yang Harus Dikuasai sebagai Team Leader

Untuk menjadi team leader yang berkualitas, Anda harus menguasai beberapa skill berikut:

  • Growth mindset

Individu yang memiliki growth mindset cenderung tidak mudah menyerah, meski dihadapkan pada suatu masalah. Alih-alih terpuruk, ia akan berusaha melihat masalah tersebut sebagai potensi untuk belajar dan berkembang. Pola pikir ini membuat Anda percaya bahwa kemampuan, kecerdasan, dan keterampilan bisa terus dikembangkan melalui pembelajaran atau usaha terus-menerus.

  • Cultural intelligence

Cultural intelligence mengacu pada kemampuan seseorang untuk berhubungan dan bekerja secara efektif dalam situasi yang berbeda-beda dari segi budaya. Mengingat perusahaan dan pemangku kepentingan pasti berasal dari background yang beragam, maka seorang team leader harus memiliki kompetensi kecerdasan budaya. Hal ini supaya mereka bisa bersikap adil dan inklusif di lingkungan yang beragam.

  • Agility skill

Perubahan bisnis yang cepat dan dinamis menuntut team leader memiliki agility skill yang baik. Kemampuan ini agar mampu menavigasi dan mendorong bisnis agar lebih adaptif, produktif, dengan menonjolkan kecepatan dalam merespons segal perubahan secara fleksibel. Ciri-ciri leader yang menguasai agility skill adalah mudah beradaptasi, fleksibel, tangguh, memiliki listening skill, dan terbuka.

  • Empati

Profesor Harvard Business School, Linda Hill, menyatakan bahwa kemampuan memahami dan terhubung dengan orang lain secara emosional adalah salah satu kunci kepemimpinan yang sangat penting. Team leader harus mampu membangun kepercayaan dan terlibat secara aktif dengan anggotanya untuk bisa memahami mereka. Hal Ini termasuk memahami hal-hal yang penting bagi anggota tim, apa prioritas mereka, dan mengidentifikasi kesamaan. 

Dalam konteks ini, skill komunikasi juga menjadi penting untuk bisa berinteraksi dengan individu yang berbeda-beda dan memahami apa yang menjadi kelebihan serta kekurangan mereka. Goal paling penting adalah untuk membangun pemahaman dan koneksi.

  • Analytical skill

Menjadi seorang leader memerlukan kemampuan untuk memecahkan masalah yang kompleks, mengidentifikasi akar permasalahan, dan memberikan solusi baru. Anda perlu mengembangkan kemampuan analisis dengan cara menelaah sebab-akibat, pola, dan tren dari masalah yang terjadi. Dengan kemampuan analisis, keahlian, dan penilaian yang etis, Anda bisa mengambil keputusan yang tepat.

 

Itulah lima skill yang harus dimiliki seorang team leader untuk menjadi pemimpin yang berkualitas. Leadership training berfungsi untuk membantu Anda melepaskan semua potensi yang ada di dalam diri, untuk bisa menguasai kemampuan-kemampuan tersebut.

Pentingnya Executive Coaching Dalam Navigasi Tantangan Kepemimpinan

Pentingnya Executive Coaching Dalam Navigasi Tantangan Kepemimpinan

Dalam dunia bisnis, para pemimpin top-tier atau pimpinan eksekutif memegang kendali cukup besar dalam banyak keputusan. Namun sayangnya, ketika berada di puncak karier, sering kali para eksekutif tersebut tidak lagi menerima feedback yang jujur, apalagi membangun dari para juniornya. 

Bahkan, ada beberapa yang merasa stuck dan tidak memiliki ruang lagi untuk berkembang. Padahal, peran mereka sangat krusial dalam keberlangsungan perusahaan, terlebih menjadi mentor bagi karyawan-karyawan yang dinaunginya. Oleh karena itu, executive coaching memegang peran penting untuk mengatasi problem tersebut.

Pengertian Executive Coaching

Executive coaching merupakan strategi pengembangan profesional yang dilakukan oleh top leader atau para eksekutif dalam suatu perusahaan. Proses ini melibatkan pembina atau coach yang berpengalaman untuk mendorong kesuksesan profesional dan pribadi.

Sering kali, para pemimpin eksekutif tersebut membutuhkan arahan dari coach untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan saat mengelola krisis di lingkungan kerja atau mengembangkan langkah strategis untuk meningkatkan performa bisnis mereka.

Namun, tak jarang juga executive coaching ini berfokus pada pengembangan leadership skill supaya lebih mumpuni, atau membangun kepercayaan diri para top leader.

Proses executive coaching biasanya bersifat kolaboratif, dinamis, serta client-driven. Dibutuhkan coach yang berpengalaman sebagai eksekutif, konsultan bisnis, atau psikolog organisasi untuk bisa memberikan feedback objektif kepada para eksekutif. Fokusnya adalah bagaimana menjadi pemimpin yang unggul dan selaras dengan prioritas serta tujuan utama perusahaan.

Peran Penting Executive Coaching dalam Kepemimpinan

Apabila dilakukan dengan baik, executive coaching seharusnya bisa menghasilkan komitmen yang lebih tinggi lagi dari para pemimpin perusahaan, meningkatkan performa profesional, bahkan mengetahui kapan saatnya untuk transisi kepemimpinan.

Selain itu, executive coaching juga memiliki manfaat dan peran penting lainnya, yaitu:

1. Menyediakan wadah aktualisasi

Pimpinan eksekutif sering kali memangku jabatan strategis di sebuah perusahaan, dengan tanggung jawab dalam lingkungan yang kompetitif. Executive coaching memberikan wadah untuk menyatakan dirinya secara independen, tidak menghakimi, memperoleh pengakuan, dan feedback secara langsung.

2. Meningkatkan performa kinerja individu

Executive coaching erat kaitannya dengan peningkatan performa individu. Berdasarkan survei American University, executive coaching mampu meningkatkan performa kerja individu sampai 70%, termasuk di dalamnya adalah pencapaian tujuan, komunikasi yang lebih jelas, dan tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

3. Meningkatkan performa kinerja tim

Pimpinan yang memiliki leadership skill baik tentu berdampak positif terhadap kinerja tim yang ada di bawahnya. Terbukti dengan executive coaching, performa kinerja tim bisa naik sampai 50% dengan adanya peningkatan kolaborasi, sebagai akibat dari komunikasi serta arahan yang lebih baik dari atasan.

4. Meningkatkan skill kepemimpinan

Para top-tier leader yang mengikuti executive coaching bisa mendapat manfaat untuk pengembangan diri, termasuk self-awareness yang meningkat, empati yang makin tinggi, peningkatan kognisi di tempat kerja, pengambilan keputusan yang lebih efektif dan kecerdasan emosi yang lebih baik.

Hal-hal tersebut membawa dampak positif terhadap leadership skill yang dimiliki sehingga menjadi pencapaian individu tersendiri.

1. Meningkatkan performa bisnis/organisasi

Bagi perusahaan, executive coaching terbukti mampu meningkatkan performa bisnis atau organisasi sampai 48%. Hal ini mencakup peningkatan retensi karyawan dan peningkatan pendapatan secara umum. 

2. Menentukan tujuan dan pencapaian

Executive coaching membantu para leader untuk mengidentifikasi impian-impian dan tujuan-tujuan mereka, baik secara personal maupun profesional. Selain itu, pelatihan ini bisa juga membantu menentukan pencapaian yang bisa dicapai dalam tenggat waktu tertentu.

 

Itulah pengertian executive coaching dan peran pentingnya dalam mengatasi tantangan kepemimpinan. Cara ini bisa memberi perspektif baru dan berharga bagi para eksekutif untuk bisa memimpin dengan skill yang lebih baik.

5 Langkah untuk Mempersiapkan Succession Planning

Succession Planning: 5 Langkah untuk Mempersiapkannya

Perencanaan suksesi atau succession planning merupakan bagian tak terelakkan dari sebuah perusahaan. Kita bisa mengibaratkan perusahaan seperti tim sepak bola, dengan pemain inti dan pengganti.

Saat pemain inti telah bermain lama, otomatis mereka akan merasa lelah dan performanya turun. Di sinilah, peran pemain pengganti masuk untuk ke pertandingan dengan stamina dan kondisi yang masih fresh.

Sama seperti di perusahaan, pasti ada yang namanya karyawan pensiun, resign, naik jabatan, atau cuti panjang. Succession planning menjadi langkah tepat untuk mempersiapkan karyawan yang akan menggantikan peran dari karyawan atau atasan lain yang sudah tidak lagi mampu bekerja.

Apa Itu Succession Planning?

Succession planning menjadi perencanaan suksesi di setiap perusahaan sebagai strategi antisipasi. Fungsinya adalah untuk mencegah kekosongan posisi penting yang bisa berimbas pada performa bisnis perusahaan secara umum.

Praktik dan strategi perencenaan tersebut mengacu pada upaya perusahaan untuk mengembangkan skill, potensi, serta talenta karyawannya—mempersiapkan mereka supaya mampu memikul job desc dan tanggung jawab yang lebih besar ketika waktunya tiba.

Dalam hal ini, HR harus mempersiapkan karyawan untuk menjadi calon pemimpin masa depan. Tak hanya berfungsi untuk menggantikan posisi saat karyawan pensiun, succession planning juga bisa digunakan untuk transisi posisi di sebuah organisasi atau reshuffle guna mencapai performa kerja yang lebih optimal.

Tujuan Succession Planning

Succession planning berfungsi untuk menyiapkan karyawan mengemban tugas lebih di masa depan. Berikut adalah tujuan dan manfaat dilakukannya succession planning di sebuah perusahaan/organisasi:

1. Peningkatan jabatan

Karyawan memiliki peluang untuk maju dalam pekerjaan atau naik jabatan. Hal ini memicu semangat kerja dan kepuasan kerja yang lebih baik.

2. Transfer ilmu

Komitmen succession planning melibatkan atasan dan bawahan. Dalam prosesnya akan terjadi mentoring atau transfer pengetahuan dan ilmu untuk mempersiapkan karyawan tersebut bisa naik level.

3. Mengisi kekosongan jabatan

Tujuan utama succession planning adalah untuk memastikan keberlanjutan penyiapan pemimpin di masa depan baik untuk posisi tim leader, supervisi, sampai ke manajerial.

5 Langkah untuk Mempersiapkan Succession Planning

Menyiapkan pemimpin perusahaan di masa depan membutuhkan rencana dan strategi terbaik. Selain supaya tidak salah pilih orang, langkah strategis diperlukan untuk mendapatkan talenta terbaik untuk memimpin para karyawan.

Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan succession planning yang sukses:

1. Identifikasi posisi-posisi penting

Posisi penting merupakan posisi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap aktivitas normal sebuah perusahaan. Tentukan rencana strategis perusahaan di masa depan, pertimbangkan masa pensiun, tingkat turnover, dan identifikasi fungsi yang memiliki kekhususan.

2. Identifikasi kompetensi

Strategi perencanaan suksesi perlu mengenal kompetensi apa yang disyaratkan pada suatu jabatan tertentu. Hal ini termasuk pengetahuan, skill, atribut personal, dan tingkat profisiensi.

3. Identifikasi dan penilaian kandidat

Perusahaan perlu mengenal kandidat karyawan yang akan menempati suatu posisi strategis dari kompetensi dan profesionalitasnya. Pemetaan minat pegawai juga bisa digunakan untuk menemukan kandidat potensial, dan didukung dengan mengembangkan keahlian.

4. Rencanakan pembelajaran dan pengembangan

Kandidat yang telah disaring kemudian diberikan pelatihan dan pengembangan karier sesuai posisi yang dituju. Variasi learning development yang bisa dilakukan antara lain formal training, job rotation, atau job assignment. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan transfer of knowledge kepada masing-masing kandidat.

5. Implementasi dan evaluasi

Langkah terakhir adalah implementasi rencana yang telah disiapkan dan evaluasi. Hal ini penting untuk menilai apakah proses yang dilakukan sudah efektif atau tidak sehingga penrencanaan suksesi bisa berjalan dengan produktivitas pegawai.